Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.
Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.
Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.
Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.
Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.
Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.
Apakah Amanda akan menerimanya?
Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31
Zack tampak berjalan dengan cepat menyusuri koridor rumah sakit dimana Amanda sedang dirawat, dari wajahnya tampak kekawatiran dan rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Amanda.
Dia ingin melihat keadaan Amanda apakah baik-baik saja? Sekarang dia ingin memperbaiki dirinya agar Amanda mau menerimanya lagi.
Amanda mau bertemu dengannya saja sudah merupakan hal baik dan sekarang, wanita itu sedang sakit dan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuknya agar dapat menarik perhatian Amanda lagi.
Zack mendorong sebuah pintu ruangan dimana Amanda sedang dirawat, senyum mengembang diwajah Zack saat melihat Amanda sedang melihat layar ponselnya dengan serius.
Saat melihat Zack masuk kedalam ruangannya, Amanda berusaha tersenyum semanis mungkin sampai dia merasa itu adalah senyuman paling manis yang pernah dia lakukan.
"Amanda sayang, bagaimana dengan keadaanmu?" Zack berjalan menghampiri Amanda.
"Aku baik-baik saja Zack." Amanda meletakkan Ponselnya disisinya.
"Ini untukmu." Zack memberikan seikat bunga Lili berwarna warni yang sedari tadi dibawanya untuk Amanda.
"Terima kasih Zack." Amanda mengambil bunga itu dari tangan Zack dan menghirup aroma bunga yang disukainya.
Dia melakukan hal seperti itu agar Zack tambah yakin jika dia memang sudah mamaafkan semua kesalahan pria itu.
Zack tersenyum senang dan duduk disamping Amanda.
"Amanda sayang, bagaimana kau bisa keracunan makanan?" Zack memegangi tangan Amanda dan mengusapnya dengan lembut.
Amanda diam saja,membiarkan Zack melakukan apapun yang dia mau. Selama itu hanya sebatas memegangi tangannya dan memeluknya maka dia tidak akan keberatan.
"Aku hanya terlalu ceroboh Zack, kau tidak perlu kawatir karena aku sudah tidak apa-apa."
"Banarkah?bAku sangat senang mendengarnya."
Amanda kembali tersenyum pada Zack dan meletakkan bunga lili yang diberikan Zack disamping tempat tidurnya.
"Zack, aku kira kau datang kemari untuk menerima tawaranku." kata Amanda basa basi.
"Tentu saja Amanda,baku sedang mengusahakan uangnya. Bukankah sudah aku katakan tidak akan mengecewakanmu? Jadi berilah aku waktu."
Senyum semakin menghiasi wajah Amanda, dia tidak perduli dari mana Zack akan mendapatkan uang 25 juta dolar yang dimintanya, yang pasti setelah ini bisa dia pastikan adalah kehancuran dari Zack Roberto.
Sekarang dia merasa menyesal, kenapa bisa menyukai pria bodoh seperti Zack Roberto?
Zack mangangkat tangannya untuk mengusap wajah cantik Amanda, dia sangat senang melihat senyum Amanda untuknya masih sama seperti dulu.
Rasanya dia sudah tidak sabar menantikan Amanda kembali lagi kesisinya dan kali ini dia akan langsung menikahi Amanda.
"Amanda sayang, kapan kau bisa pulang?"
"Mungkin hari ini Zack, apa kau sudah tidak sabar untuk berbisnis denganku?"
"Tentu saja sayang, jika proyek ini berhasil maukah kau menikah denganku Amanda?" tanya Zack tanpa basa basi.
Mata Amanda mengembang diwajah cantiknya, jika waktu itu Zack mengutarakan ini maka dia akan sangat senang dan menerima tawaran dari Zack.
Tapi sekarang dia merasa muak mendengarnya, beraninya orang yang telah menjebaknya melamarnya?
Amanda kembali tersenyum, dia harus memainkan perannya sebaik mungkin agar Zack tidak curiga dengan peran yang sedang dimainkannya itu.
"Tentu saja Zack, jika kau sudah bergabung dengan proyek yang sedang aku tangani maka dihari itu aku akan menikahimu."
"Apa itu benar Amanda?" Zack tampak begitu senang mendengarnya.
"Tentu saja." jawab Amanda dengan yakin.
Zack menciumi punggung Amanda dengan lembut, dari matanya masih terpancar cinta untuk Amanda.
"Amanda, maafkan segala perbuatanku padamu.Maaf waktu itu aku telah menjebakmu dan aku pernah berkata jika aku tidak akan menyesal."bZack menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan ucapannya.
"Sekarang aku sangat menyesal Amanda, seharusnya aku tidak melakukan hal seperti itu tapi perusahaanku sedang dipertaruhkan dan aku harap kau bisa mengerti."
Amanda berusaha menahan hatinya, enak saja meminta maaf setelah apa yang telah Zack lakukan terhadapnya! Apa Zack menganggap perusahaannya lebih berarti dari pada dirinya?
Apa Zack tidak tahu bagaimana kehidupannya selama didalam penjara sana? Sekarang dia merasa Edwardlah pahlawannya.
Tapi setelah ini dia pastikan Zack akan hancur dan pada saat itu terjadi dia ingin melihat siapa yang akan dikorbankan oleh Zack lagi?
Apa Zack akan mengorbankan dirinya lagi?tl Tapi dia tidak akan masuk kedalam perangkap Zack untuk kedua kalinya lagi karena dialah yang memasang perangkap kali ini.
"Sudahlah Zack, kau sudah pernah mengatakannya." sela Amanda.
"Aku mengerti dan jangan diulangi lagi, aku sudah katakan anggap saja tidak pernah terjadi. Jika aku membencimu maka aku tidak akan mau menemuimu dan menawarkan kerja sama denganmu." Amanda berusaha menyakinkan Zack.
"Amanda sayang, i love you."
Amanda diam saja, dia berusaha tersenyum saat mendengarnya.cinta? Sekalipun Zack berteriak diatas gunung menyatakan cinta untuknya dia tidak akan percaya lagi.
"Zack, aku lelah ingin beristirahat. Bisakah kau pergi?" pintanya.
"Tentu Amanda, maafkan aku. Jika kau telah pulih beritahu aku, aku akan datang untuk menemuimu." Zack kembali mengusap wajah Amanda dengan lembut.
"Tentu saja Zack, aku harap dipertemuan kita selanjutnya kau memberikan kabar baik untukku."
"Jangan kawatir Amanda, aku akan mendapatkan uangnya supaya kita bisa cepat menikah."
Senyum kembali menghiasi wajah Amanda,bZack menciumi pipinya dengan lembut setalah itu Zack keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian Zack dari sana, Amanda segera bangkit dari atas ranjang dan berjalan kearah tong sampah dengan seikat bunga ditangannya.
Amanda membuka tong sampah itu dan melemparkan bunga yang dibawanya kedalam sana, dia cukup lama berdiri disana sambil melihat bunga yang sudah berada didalam tong sampah sampai Edward masuk kedalam ruangan itu.
Amanda memalingkan wajahnya, dia kembali tersenyum saat melihat Edward. Pria itu tampak berjalan kearahnya dengan tampang datarnya.
"Edward, apa aku sudah boleh pulang hari ini?" tanyanya.
"Kenapa? Apa kau sudah merasa baikan?" Edward memeluk pinggang Amanda dan menatap wajah wanita itu dengan lembut.
"Tentu, aku sangat tidak betah tinggal disini. Kau tahu?"Amanda mulai memainkan jari jemarinya didada Edward untuk menggodanya.
"Karena kau tidak bisa memelukku setiap malam." katanya lagi.
"Jadi kau ingin aku peluk?"
"Tentu Edward, peluk aku dan cium aku sekarang." pinta Amanda tanpa malu.
"Seperti keinginanmu Amanda."
Edward mengencangkan pelukannya dan menciumi bibir Amanda, begitu pula dengan Amanda, bibir itu yang dia inginkan sekarang.
Mereka saling memanggut bibir satu sama lain, dia suka ciuman Edward yang liar, hal itu membuat dirinya seolah terbakar.
Amanda melepaskan bibirnya dan menatap Edward dengan lekat dengan senyum mengembang diwajahnya.
"Edward, maukah kau selalu menghangatkan aku setiap malam?"
"Apa kau sudah menyukaiku Amanda?"
"Sedikit."
"Itu awal yang bagus."
Edward kembali menunduk untuk menciumi bibir Amanda.
"Edward, setelah aku membalas perbuatan Zack maka aku akan menikah denganmu." kata Amanda lagi.
Edward memperhatikan wajah Amanda dengan serius, inilah yang dia inginkan, menjadikan Amanda miliknya.
"Kalau begitu ikutlah denganku ke California."
Amanda menggangguk, dia segera memeluk Edward dengan erat. Dia tidak lagi memikirkan cinta dihatinya, yang penting Edward perhatian padanya dan itu sudah cukup.
Untuk apa dia memikirkan masalah cinta lagi? Lebih baik dia menikah dengan Edward dari pada seperti wanita simpan pria itu.
Sebuah status itu sangat penting dan dia tidak mau membuat ayah dan ibunya kecewa dialam sana.
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak