Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai Semifinal
Waktu istirahat satu jam telah berakhir. Suara terompet perunggu kembali ditiup dari puncak bukit kastil, memanggil para penonton untuk kembali ke kursi mereka dengan ketegangan yang berlipat ganda.
Blok barat kini menyisakan dua petarung terbaik yang akan memperebutkan tiket menuju babak final utama.
"Pertandingan semifinal blok barat!" teriak wasit utama dengan suara membahana. "Peserta jalur bebas, Yu Ling... melawan Murid Rahasia Faksi Utama, Zhou Hu!"
Mendengar nama Zhou Hu dipanggil, riak kegemparan kecil terjadi di antara beberapa tetua klan cabang.
Zhou Hu bukanlah nama yang sering terdengar di kalangan generasi muda biasa, melainkan sosok misterius yang dikenal sebagai kartu as tersembunyi bentukan Zhou Gung. Di usianya yang masih muda, dia telah mencapai ranah Pendirian Fondasi Tingkat 3 Puncak dan memimpin unit pembunuh bayangan klan. Dia terkenal karena pergerakannya yang tak terlihat, kejam, dan selalu menggunakan belati beracun yang mematikan.
Di panggung VIP utama, Zhou Feng menyandarkan punggungnya dengan senyuman kejam yang kembali mengembang.
"Yu Ling, bersenang-senanglah dengan fisik murnimu. Di hadapan kecepatan mutlak dan racun korosif Zhou Hu, tubuh kerasmu tidak lebih dari sebuah target diam yang akan membusuk," gumamnya penuh percaya diri.
Namun, di sampingnya, Lin Xinyue justru menatap ke arah arena dengan napas yang tertahan secara tidak sadar. Tangan indahnya sedikit meremas kain gaun sutra putihnya, menunjukkan kecemasan yang langka.
Rasa khawatir yang tiba-tiba muncul di hatinya untuk keselamatan pria bertopeng perak itu membuat Zhou Feng yang meliriknya kembali menggertakkan gigi dalam kemarahan yang membakar.
Bum!
Sesosok pria bertubuh ramping dengan pakaian ketat hitam melompat ke arena tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Sepasang belati tipis berwarna keperakan dengan kilatan hijau beracun berputar di antara jemarinya.
Itu adalah Zhou Hu. Tatapan matanya dingin bagai ular beludak yang sedang mengunci mangsanya.
Zhou Yu melangkah maju dari lorong dengan ketenangan yang sama. Angin arena mengibarkan jubah hitamnya, menampakkan kilau topeng perak setengah wajahnya di bawah terik matahari.
"Pertandingan... dimulai!"
Begitu kata "dimulai" keluar dari mulut wasit, tubuh Zhou Hu mendadak kabur dan menghilang sepenuhnya dari pandangan mata telanjang.
Wusss!
Kabut hijau keunguan yang sangat pekat dan berbau korosif mendadak meledak, menyelimuti seluruh area tengah arena dalam sekejap. Ini adalah racun Ghost-Weeping, yang mampu mengikis indra penglihatan, pendengaran, dan melunakkan pertahanan fisik luar lawan dalam hitungan detik.
Dari dalam kabut tebal tersebut, ratusan tebasan bayangan belati melesat dari berbagai titik buta, mengincar titik-titik meridian fatal di tubuh Zhou Yu.
Zhou Yu berdiri di tengah kabut racun. Dia menyadari bahwa jika dia hanya mengandalkan kecepatan fisik murni seperti di pertandingan sebelumnya, dia memerlukan waktu untuk membedakan ilusi pergerakan Zhou Hu yang menggunakan teknik gerak langkah tingkat tinggi. Sementara itu, dia tidak ingin membuang waktu terlalu lama di babak semifinal ini.
Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, Zhou Yu memutuskan untuk mengalirkan energi spiritual dari dalam dantiannya.
Namun, untuk mencegah Zhou Gung mengenali Abyssal Qi murni miliknya secara instan, Zhou Yu memanipulasi energi purba tersebut dan memanifestasikannya menjadi bentuk elemen turunan dari esensi naga iblisnya: Es Hitam Pembeku.
Duar!
Zhou Yu menghentakkan kaki kanannya dengan keras ke atas lantai batu arena.
Seketika, gelombang hawa dingin yang luar biasa pekat menjalar keluar dari bawah kakinya. Lantai batu arena yang semula terik dan panas instan tertutup oleh lapisan es hitam pekat yang berkilauan misterius.
Kecepatan pembekuan es hitam ini begitu mengerikan hingga dalam satu kedipan mata, seluruh kabut racun hijau di udara membeku menjadi partikel es dan jatuh berhamburan ke tanah!
"Apa?!" sebuah seruan panik terdengar dari sudut kanan belakang.
Tubuh Zhou Hu yang semula bergerak secepat kilat mendadak terhenti secara paksa. Kedua kaki hingga lututnya telah dibekukan secara mutlak oleh es hitam yang merambat naik dari lantai arena. Hawa dingin dari es tersebut begitu ekstrem hingga mulai mematikan saraf-saraf kakinya dalam sekejap.
Sebelum Zhou Hu sempat melepaskan diri menggunakan energi spiritual bumi miliknya, Zhou Yu sudah bergeser. Pergerakannya melintasi es hitam tidak menciptakan suara, seolah-olah dia adalah penguasa mutlak dari medan es tersebut.
Zhou Yu mengulurkan tangan kanannya ke samping. Energi es hitam mengembun dengan cepat di genggamannya, membentuk sebilah pedang es hitam tipis yang memancarkan aura ketajaman yang mengerikan.
Sret!
Sebuah kilatan cahaya hitam melintas membelah udara dalam gerakan busur yang sangat anggun dan elegan.
"AAAGHHH!"
Raungan histeris Zhou Hu menggema saat lengan kanannya yang memegang belati beracun terpotong rapi dari bahunya, melayang ke udara sebelum akhirnya jatuh dan hancur membeku di atas lantai es hitam.
Zhou Yu berdiri tegak di samping Zhou Hu yang bersujud menahan darah yang membeku di bahunya, memegang pedang es hitam yang perlahan menguap kembali menjadi energi di udara.
Seluruh Arena Elang Emas kembali terbungkam dalam kengerian dan keterpesonaan yang luar biasa. Teknik elemen es hitam yang begitu dominan, indah, sekaligus mematikan itu belum pernah terlihat di seluruh Wilayah Langit Timur.
Di panggung VIP, Lin Xinyue terpaku di kursinya dengan sepasang mata indahnya yang berbinar penuh rasa kagum. Debaran di dadanya kian kencang saat menatap sosok Yu Ling yang berdiri tegak di tengah arena es yang berkilau di bawah matahari.
Ketertarikan dan keterpesonaan mutlak kini telah sepenuhnya mencengkeram hati sang dewi es Sekte Pedang Suci.