NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Air Sungai Rasa Maut

Di kedalaman Dungeon Rank-C 'Gua Ular Bangkai', kelembapan udara terasa seberat timah, mencekik paru-paru. Dinding gua basah oleh lendir, memancarkan cahaya redup dari kristal-kristal fosfor yang berkedip tak beraturan. Bayangan panjang menari liar di lantai berbatu, menciptakan ilusi optik yang membuat jarak terasa tidak pasti.

Kapten Yudha mengayunkan pedang sucinya. Srak! Tubuh monster Spiked Tunnel Worm terbelah dua. Darah hijau pekat berbau amis, mirip bangkai yang membusuk di bawah matahari, memercik ke sepatu botnya. Yudha bahkan tidak mendengus lelah. Dia Hunter elit Rank-A; baginya, monster level C hanyalah rintangan administratif sebelum mencapai puncak rantai makanan.

"Formasi tetap rapi!" teriak Yudha. Suaranya memantul di dinding gua, memekakkan telinga. "Selesaikan dalam lima menit. Kita butuh kepala Boss itu untuk menutup target kuota Vanguard!"

Tiga anggota elit di belakangnya bergerak sinkron, namun kelelahan mulai menggerogoti. Risa, Healer wanita dalam skuad itu, tersungkur saat ekor monster menyabet lengannya. Sobekan itu dalam, memperlihatkan lapisan otot yang memutih di balik darah yang mengalir deras. Armor peraknya kini ternoda warna merah pekat.

"Kapten, lengan kiriku... sarafku terputus," lapor Risa, suaranya gemetar menahan nyeri.

Yudha tidak menoleh. "Pakai High-Grade Mana Elixir. Jangan biarkan lukamu memperlambat ritme. Reputasi Vanguard dipertaruhkan di sini."

Risa mengangguk kaku. Jemarinya yang gemetar meraih botol perak dari kotak logistik yang ia bawa. Klik. Segel biometrik terbuka dengan mulus. Seharusnya, saat tutupnya terbuka, aroma harum Mana Elixir—perpaduan antara melati dan ozon—akan menenangkan sarafnya yang tegang.

Namun, yang tercium justru bau lumpur sungai yang apek, disertai aroma bangkai dan rasa asin yang tajam menusuk hidung.

Risa mengernyit. "Aneh..."

Tanpa sempat berpikir panjang karena adrenalin yang memuncak, ia meneguk cairan itu. Dingin. Dan sangat asin. Cairannya terasa kasar di kerongkongan, tidak seperti tekstur Mana Elixir yang kental dan halus. Satu detik berlalu. Dua detik. Tiga detik.

Pendar cahaya biru yang seharusnya menutup lukanya tidak muncul. Rasa perih di lengannya justru meledak, menjadi kobaran api yang membakar ujung sarafnya.

"A-apa...?" Risa terbatuk, mulutnya tersedak rasa asin yang memuakkan. "Air garam?"

"Risa, berhenti melamun!" Yudha berbalik, namun kalimatnya terputus saat melihat Risa memegangi tenggorokannya. Wajah wanita itu membiru, matanya melotot.

Yudha menyambar botol dari tangan Risa. Ia menciumnya. Matanya membelalak lebar. Air sungai yang dicampur garam kasar. Ia segera meraih botol Phoenix Salve untuk stamina. Dibukanya dengan kasar. Lagi. Air kotor yang sama.

"Sialan! Semuanya, cek ramuan kalian!" raung Yudha.

Anggota elit lainnya membuka botol-botol mereka dengan panik. Hasilnya seragam. Air sungai yang keruh dan berbau limbah.

"Kapten, ini mustahil," salah satu anggota elit merintih, memegangi perutnya yang mulai kram hebat. Efek samping air kotor itu mulai bereaksi di dalam sistem pencernaan mereka. "Segel biometriknya utuh! Bagaimana bisa isinya tertukar?!"

Yudha merasakan hawa dingin merambat di tulang punggungnya, lebih menusuk daripada suhu gua. Ingatannya kembali ke truk logistik semalam. Para Porter rendahan. Wajah mereka yang menunduk, namun menyimpan tatapan yang... tidak takut.

"Itu Porter F-Rank tadi pagi," bisik Yudha, rahangnya gemeretak. "Kita disabotase."

Di saat yang sama, lantai gua berguncang. Suara auman rendah, dalam, dan menggetarkan frekuensi rendah yang membuat gendang telinga mereka serasa akan pecah, bergema dari lorong depan. Itu bukan suara Tunnel Worm.

Itu adalah Gorgon Viper—Boss tingkat C-Rank Tinggi.

"Kapten! Kita kehabisan stamina! Mana kami tersumbat karena efek racun air itu!" Risa berteriak histeris di tengah desis panjang yang muncul dari kegelapan.

Yudha menatap pedang sucinya. Cahayanya meredup, sekarat. Tanpa ramuan pemulih, mereka hanyalah sekelompok manusia yang berdiri telanjang di hadapan predator puncak.

"Lari! Mundur!" teriak Yudha. Namun, pintu lorong di belakang mereka kini terasa tertutup oleh aura gelap yang mencekik. Jalan keluar hilang.

Jauh di markas Sektor 4, Arka duduk tenang di kursi kayu tuanya. Layar monitor logistik di hadapannya menunjukkan titik-titik vital Skuad Elit Vanguard yang berkedip merah terang—sebuah simfoni detak jantung yang memburu akibat kepanikan massal.

"Target mengalami dehidrasi akut dan kram otot," bisik Arka. Suaranya datar, sedingin obsidian. "Mereka bahkan belum menyentuh Boss-nya, dan mereka sudah kehabisan napas."

"Kau tidak memberi mereka celah sedikit pun, bukan?" tanya Bram yang berdiri di bayang-bayang pintu, matanya menatap layar dengan campuran ngeri dan kagum.

Arka mematikan monitor. "Di dunia logistik, Bram, musuh paling berbahaya bukanlah mereka yang membawa pedang paling tajam." Arka menatap tangannya yang masih terasa dingin. "Musuh yang paling berbahaya adalah mereka yang menyadari bahwa mereka telah dibuang oleh sistem yang mereka layani sendiri."

Dua puluh menit dari sekarang, Vanguard tidak hanya akan kehilangan Skuad Elitnya. Mereka akan kehilangan segalanya.

***

**[AUTHOR NOTE] **Kotak Pandora sudah terbuka! Arka membuktikan bahwa tanpa otot pun, dia bisa melumpuhkan Hunter kelas A hanya dengan bermain di area logistik. Sekarang, konvoi Kapten Yudha meluncur menuju maut dengan ransum air keruh di tangan mereka.

Bagaimana menurut kalian nasib Skuad Elit tersebut saat mereka sadar obat mereka hanyalah air sungai di tengah dungeon nanti? Apakah mereka bisa bertahan hidup tanpa ramuan? Tulis teori dan tebakan kalian di kolom komentar!

Jangan lupa Bookmark novel ini agar tidak ketinggalan bab 4, di mana kekacauan Vanguard benar-benar mencapai puncaknya!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!