"Sesuai namaku!! Arthur......dan aku adalah raja!! perintah ku adalah keseharusan untuk di penuhi!!!" Hal itulah yang selalu Arthur katakan.
Lelaki tak tersentuh itu tiba-tiba harus keluar dari zona nyamannya ketika di haruskan memenuhi permintaan sang Mama.
Mencari seseorang yang akan menjadi akar permasalahan dalam hidupnya kelak.
"Jangan memanggilku Mama!! kalau kau tidak bisa memenuhi tantangan ku!!" kata Celia Hernandez sang Mama.
Dinayla, gadis polos yang di paksa menjadi waspada ketika seseorang dengan paksa, menyeretnya masuk ke dalam kehidupan sempurna nya.
#Cinta
#keluarga
# Kebencian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan tiga sahabat
Nayla sudah sampai terlebih dahulu di Butik milik Alice dan beberapa menit kemudian Alice terlihat memarkirkan mobilnya di depan Butik,melihat disana ada Nayla, Alice sangat senang akhirnya Nayla diperbolehkan oleh Arthur untuk bekerja bersamanya, menjadi desainer pakaian yang ada di butiknya,sebenarnya tujuan Alice merekrut Nayla bukan hanya itu, melainkan Alice merasa nyaman berteman dengan Nayla dan bisa dijadikan tempat curhat untuknya, apalagi temen lamanya juga sudah kembali ke kota itu dan mereka bertiga menjadi sahabat yang saling menyayangi serta saling mendukung, apalagi ternyata Nayla adalah saudara dari Echa, lebih tepatnya Bunda Nay akan segera menikah dengan ayah Echa.
Mereka saling cocok,sepertinya kisah percintaan mereka bertiga sama saja, tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai seorang kekasih yang begitu mencintai mereka, walaupun pada kenyataannya Nayla sudah menikah namun Nayla belum pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, begitu pun dengan Alice, Alice juga tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, dari dulu yang diutamakan adalah sang Mama, segala perilaku Alice dan juga kehidupan Alice sang Mama lah yang mengaturnya, Dia seakan seperti boneka yang tinggal melangkah kemanapun dia pergi.Dan Echa, Echa sudah pernah merasakan cinta, namun kisahnya tidak lebih indah dari mereka. Bahkan Echa sangat membenci lelaki itu saat ini.
Walaupun Echa merasa Alice lebih menderita darinya dari lingkup pertemanan Alice diatur sedemikian rupa oleh sang Mama, karena itu tak heran jika Alice tumbuh menjadi wanita yang lembut dan juga sangat Anggun, didikan dari kecil yang di berikan oleh sama Mama bak bangsawan kerajaan yang harus tertata dengan rapi baik sikap maupun sifatnya. Berteman dengan Echa saja kebetulan karena dulu Echa adalah kekasih Morgan, Susah bagi Echa bertemu dengan Alice kala itu karena itu larangan sang Mama, Alice tidak pernah sekalipun menentang sang mama apalagi sejak di bangku sekolah dasar,Alice sudah berteman dengan Bobby, Morgan dan Arthur, mungkin ini adalah rencana sang Mama hingga sejak kecil memasukkan Alice dalam lingkup pertemanan keluarga Hernandez.
"Kita akan ke Cafe Topp?" tanya Nay
"Hemmm... wafle di sana juara!" saut Alice sambil berbenah
"Echa?" tanya Nay lagi sambil berdiri menunggu Alice berbenah
"Dia selesai visit ke pasiennya, dan akan segera menyusul......ayo berangkat!....kita akan satu mobil saja" kata Alice.
Kemudian dia berpesan pada salah satu karyawan nya dan segera berlalu menuju mobil di mana Ariel sudah berdiri membuka pintu untuk merek berdua.Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka sampai pada tempat tujuan nya, dan sekarang Alice dan Nay sedang berada di ujung ruangan di Cafe tersebut, mereka sengaja memilih tempat dekat dengan kaca dan menikmati pemandangan luar Cafe yang cukup indah, sebuah danau buatan yang tak begitu besar yang berada di tengah kota.
"Sempurna!!!......aku suka! aku akan memasukkan ke list Cafe favorit ku!" pekik Nay senang.
"Aku pintar dalam memilih tempat" saut Alice lalu duduk di sana.
Seorang pelayan datang dan memberikan buku menu untuk mereka, dengan senang Nay memesan sesuatu yang sangat dia sukai.Dan beberapa saat kemudian Echa datang dengan hebohnya.
" Apa kau sudah memesankan untuk ku?" tanya Echa sambil duduk di depan Nay.
"Sudah, aku tau kesukaan mu" kata Alice karena itu adalah Cafe kesukaan mereka sekitar 5tahunan yang lalu, Cafe yang tak terlalu mewah, namun nyaman dan bisa di pastikan sang Mama tak akan suka bahkan datang ke Cafe tersebut.
(menu makanan Alice, Echa dan Nay)
"Wah.....aku suka ini!!" kata Echa
"Dan ini kopi untuk ku" lanjutnya.
"Kenapa memilih kopi?" tanya Nay yang tak tau bahwa Alice memesankan kopi untuk Echa.
"Karena dia pasti akan sangat mengantuk! kopi bisa membuat matanya sedikit lebar heheheheh" saut Alice
"Kau tau, hari ini pasien ku sangat tampan!!" pekik Echa sambil mulai menikmati hidangan nya.
"Waaahh benarkah?" kata Nay
"heemmmm, dia seorang pengusaha muda Alice, aku rasa aku bisa mengenalkan dia padamu, dia juga bisa membuat mu tiba-tiba saja kaya........aku harap kau terlepas dari si ibu suri penyihir!" kata Echa
"Echa....." tegur Alice
"Ups....sorry...."
Mereka tertawa kecil bersama, menikmati hidangan sambil sesekali bercerita, di sini memang Alice yang paling pendiam, dia hanya menikmati cerita dari kedua sahabatnya.
"Jadi perjuangan Tuan Amer sangat lama?" tanya Alice yang penasaran.
"Hemmm..... Ayah memang payah!" saut Echa
"Dan seharusnya ayah berterima kasih pada ku, karena aku menikah, ayah akan segera menyusul" kata Nay.
Tawa mereka berhenti seketika, lebih tepatnya Alice yang berhenti terlebih dahulu, dia sangat shock melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya dan kedua sahabatnya.
bersambung..
.