NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Lima CEO

Cerita Cinta Lima CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

sequel dari Anak kembar sang penguasa. Jadi lebih baik baca yang Anak kembar sang penguasa dulu, biar nyambung.

Menceritakan tentang kisah cinta Lima orang pria yang merupakan CEO di perusahan masing-masing. Ke lima CEO itu, Arick, Arend, Cakra, Carlo dan Kama. Mereka berlima sudah bersahabat dari kecil karena orang tua mereka juga bersahabat dulunya.

Ke lima pria itu, ada yang memiliki pasangan karena hasil perjodohan dan ada pula dengan cara pertemuan yang tidak terduga.

Salah satu dari kelima pria itu, bahkan sudah memiliki anak kembar hasil dari one night stand. Siapakah dia? dan apakah dia nanti akan menemukan wanita yang sudah dia rengut kehormatannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekagetan Safira

"Masuk!" titah Cakra dari dalam ketika pintu ruangannya diketuk dari luar.

Cakra sama sekali tidak menoleh ke belakang, ketika pintu ruangannya dibuka oleh seseorang.

Pria itu tetap saja fokus melihat dokumen yang ada di tangannya.

"Tuan, ini kopinya," ucap seorang wanita dengan lembut dan sopan. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Safira.

"Taruh aja di atas meja!" titah Cakra dengan mata yang masih tetap fokus pada dokumen yang ada di tangannya.

Safira melangkah dengan perlahan dan sangat hati-hati, mendekat ke arah meja. Kemudian dia meletakkan gelas yang berisi kopi itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

Safira mengembuskan napas lega, ketika dia berhasil meletakkan kopi itu dengan selamat, tanpa tumpah sama sekali.

Cakra memutar tubuhnya, karena merasa terganggu dengan helaan napas dari wanita yang mengantarkan kopinya itu.

"Kamu kenapa? kenapa dengan napas kamu?" celetuk Cakra tiba-tiba sambil menatap ke arah wanita yang menundukkan kepala itu, hingga membuat tubuh Safira terjengkit kaget.

"Ma-maaf, Tuan. Aku hanya sedikit gemetar, karena ini gugup." ucap Safira dengan nada suara yang sedikit bergetar,dan kepala yang masih menunduk.

"Oh begitu? ya udah, sekarang kamu boleh keluar! dan terima kasih Bu kopinya." ucap Cakra.

"Baik, Tuan. Aku keluar dulu!" ucap Safira, dengan mengangkat kepalanya.

Tiba-tiba wanita itu tersungkur ke belakang, dengan mata yang membesar sempurna dan mulut yang terbuka, begitu melihat sosok pria yang ada di hadapannya. Bayangan dirinya yang diperkosa seketika berkelebat di kepalanya. Bahkan nampan yang awalnya berada di tangannya, terjatuh ke lantai hingga menimbulkan suara gaduh.

Tubuhnya seketika menggigil. Trauma itu kembali datang menyerangnya, hingga membuat Cakra mengrenyitkan keningnya, bingung.

"Kamu kenapa, Nona? apa kamu sakit?" Cakra hendak mendekati gadis itu. Akan tetapi gadis itu mundur hingga tubuhnya membentur tembok sambil menyilangkan tangannya di depan wajahnya.

"Ja-jangan mendekat!" ucap Safira dengan terbata-bata.

Cakra makin terlihat kebingungan. Pria itu menyentuh wajahnya, dan merogoh ponselnya untuk menggunakan ponsel itu sebagai cermin. Dia melihat wajahnya, untuk memastikan apakah wajah terlihat aneh dan menyeramkan, sehingga gadis yang ada di depannya terlihat ketakutan seperti itu.

Tanpa permisi lagi, Safira langsung berlari ke arah pintu dan membukanya. Akan tetapi ketika pintu terbuka, dia hampir saja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang sepertinya hendak masuk ke dalam.

"Maaf! ucap Safira tanpa melihat wajah pria yang ditabraknya. Dia langsung keluar begitu saja.

"Hei, kau apakan office girl itu? apa kamu mengajaknya bercinta karena dia cantik?" ucap pria yang baru masuk itu, yang tidak lain adalah Carlos.

"Tutup mulut kamu! Apa kamu kira aku orang yang seperti itu?" protes Cakra dengan sorot mata yang menghunus tajam. " Aku aja bingung kenapa dia berekspresi seperti itu. Awalnya aku kira dia sakit dan mau jatuh, eh pas aku mau tolong, dia langsung mundur dan memintaku untuk tidak menyentuhnya." sambung Cakra kembali.

"Hmm, mungkin dia hanya kaget saja, lihat kamu tampan. Dia jadi grogi seperti itu dan tidak mau disentuh sama kamu. Dia takut tidak bisa menahan diri untuk tidak memelukmu," ucap Carlos asal.

Cakra tidak menjawab sama sekali. Dia hanya menggelengkan kepalanya, mendengar ucapan saudara kembarnya yang menurutnya tidak masuk akal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Kamu kenapa, Fira? kenapa wajahmu sangat pucat?" tanya Tasya dengan sedikit panik melihat Safira yang terlihat ngos-ngosan, seperti dikejar setan.

Safira tidak menjawab sama sekali. Dia masih sibuk untuk mengatur napasnya. Karena berlari turun ke bawah menggunakan tangga. ketika di lantai 20, barulah dia menggunakan lift.

Tasya segera beranjak dan mengambil air putih buat Safira. Wanita itu langsung merampas gelas berisi air putih itu dan meneguknya sampai tandas.

"Ada apa, Fira? jangan buat aku penasaran seperti ini?" desak Tasya yang terlihat sudah tidak sabar menunggu penjelasan Safira.

"Aku melihat wajah itu lagi, Tas," ucap Safira di sela-sela deru napasnya yang masih kurang stabil.

"Wajah apa? wajah setan?" cecar Tasya yang semakin penasaran.

"Wajah pria yang telah merusak masa depanku. Pria yang telah mengambil paksa kehormatanku ...."

"Apa?! maksudmu, pria yang menghamilimu?" tanya Tasya dengan suara yang sangat pelan.

Mata Tasya membesar dengan sempurna, begitu melihat kepala Safira yang mengangguk, membenarkan.

"Dimana dia? aku mau menghajarnya?" ucap Tasya, Menggeram sambil mengepalkan tangannya.

Safira tidak menjawab sama sekali. Dia masih terlihat belum benar-benar pulih dari rasa kagetnya.

"Fira! mana orangnya?" suara Tasya mulai sedikit meninggi.

"Kalau aku mengatakannya, aku yakin kamu pasti tidak akan seberani ini."

"Kenapa?" alis Tasya bertaut tajam.

"Karena dia Tuan Cakra sendiri."

Mata Tasya membesar dengan mulut yang terbuka.

"Kamu jangan asal bicara, Safira!" ucap Tasya sambil menggelengkan kepalanya, kurang percaya.

"Aku tidak asal bicara, Tas. Dia lah orangnya. Dialah yang ...." Safira tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya, dia hanya bisa menangis. Sementara itu Tasya langsung menarik tubuh Safira dan memeluknya erat.

Setelah memeluk Safira dan menenangkan sahabatnya itu, Tasya pun melerai pelukannya.

"Apa dia mengenalmu?"

"Sepertinya, dia tidak mengenaliku, Tas. Lagian pria bejat seperti dia, mana mungkin akan mengingat wajah orang yang sudah dia lecehkan. Aku yakin, kalau dia itu sudah terbiasa melakukannya dengan banyak wanita." tukas Safira dengan sorot mata yang mengandung kebencian.

"Tapi, aku merasa kalau dia tidak sengaja melakukannya, Safira. Karena sepanjang yang aku tahu kalau Tuan Cakra dan Tuan Carlos saudara kembarnya, sangat menghormati wanita."

"Jadi kamu mau membela dia?" tukas Safira sengit.

"Bu-bukan seperti itu! sangkal Tasya yang tidak ingin sahabatnya itu salah paham.

"Aku lebih baik berhenti bekerja dari perusahaan ini," cetus Safira tiba-tiba.

"Jadi kamu mau bekerja dimana lagi? ingat Fira, mencari pekerjaan itu sangat susah. Kamu itu sudah punya anak, dan kamu butuh biaya untuk kebutuhanmu dan anak kamu."

Safira bergeming dan tidak bisa membantah ucapan Tasya, karena apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu, Bena adanya.

"Jadi aku harus bagaimana, Tas?" Wajah Safira terlihat frustasi.

"Kamu bertahan aja. Kamu berpura-pura bersikap biasa aja. Toh Tuan Cakra juga tidak mengenalmu. Tanamkan di pikiran kamu, kalau kamu bekerja demi baby Ian dan anak kamu yang hilang itu," ucap Tasya memberikan nasihat.

Safira menganggukkan kepalanya, membenarkan semua ucapan Tasya.

"Ya, kamu benar, Tas. Harusnya aku mengesampingkan perasaan sakit hatiku demi anak-anakku."

"Semangat, Fir! harusnya kamu berusaha menganggap dia, orang baik yang sudah memberikan kamu dua anak yang tampan-tampan. Kalau bukan karena itu, tidak akan ada si kembar. Iya kan?" ucap Tasya, menghibur Safira.

"Kalian berdua! apa kalian datang ke perusahaan ini hanya untuk mengobrol?!" bentak Ningsih yang tiba-tiba muncul, dengan sorot mata yang sangat tajam.

Tbc

1
Fahmi Ardiansyah
bagus ceritanya aku harap cerita kisah anak2 mereka di bikin yg lebih seru LG
Fahmi Ardiansyah
aku Bru mampir
Fahmi Ardiansyah
bagus ceritanya tpi apa kisah cerita anak2 mereka gak ada ya thor
Fahmi Ardiansyah
ya Alloh ivan2
Fahmi Ardiansyah
akhirnya baby twins lahir di dunia dgn selamat.
Fahmi Ardiansyah
benar benar kocak banget cara bikin mereka panik
Fahmi Ardiansyah
kasihan arick yg di tarik rambutnya🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
yya alloooh 🤣🤣🤣 bisa2nya mereka lupa
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣 bacanya sampai ikut kaget saat Celin klu istri mereka tertukar 🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
iya akhirnya gawangnya gol juga saat benda tak bertulang itu masuk.tinggal tunggu mayonesnya berkembang.
Fahmi Ardiansyah
Tasya bisa berlagak koyok juga ni n kok gak ada visualnya Daniel n Rara ya.
Fahmi Ardiansyah
ngakak aku bacanya lihat arend yg gemes di mau di peluk🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
ingat buangeet Thor.malah aku kangen sama Adrian n rayna juga anaknya thor.kpn mereka ada di novel ini Thor.
Fahmi Ardiansyah
oooh ternyata pengawalnya juga turun temurun Dari keluarga pengawalnya Ardan dulu.
Fahmi Ardiansyah
sabar Niel ya suatu hari kmu pasti akan dpt pekerjaan.
Fahmi Ardiansyah
selamat ya kalian akan jadi papa n mama.mudah2 an kembar.
Fahmi Ardiansyah
santap aja Carl klu lapar sajian yg gak bisa di tolak🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
tu Kalila ngidam kali carl makanya sellu bersikap aneh.
Fahmi Ardiansyah
akhirnya acara belah durennya berhasil meskipun ada insiden dikit😄😄😄
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!