NovelToon NovelToon
Letting Go, My Husband

Letting Go, My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Bella kira hidupnya sangat sempurna, namun siapa sangka jika suaminya malah berselingkuh dengan pelayan di rumah mereka.

Bella sempat ingin mundur, namun kembali berusaha mempertahankan rumah tangga itu, apalagi saat sang suami memohon untuk kesempatan kedua.

Benarkah kami bisa bersatu? Batin Bella, saat melihat sang suami yang tertidur pulas disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LGMH BAB 31 - Permainan Mesuum

Setelah mengirim pesan pada Ben, Azam langsung menggandeng sang istri untuk keluar dari dalam kamar mereka dan turun ke lantai 1.

Makan malam, meski tidak tahu apa yang mau di makan. Seharian ini mereka tidak berada di rumah.

Bella, sedikit menurunkan pandangannya dan melihat genggaman tangan mereka. Ada perasaan yang menghangat di hatinya kala melihat itu.

Juga banyak pertanyaan yang langsung memenuhi isi kepalanya.

Apa Azam akan terus menggenggam tangannya dengan erat ketika menemui wanita itu?

Apa Azam tidak akan melepas genggaman tangan ini ketika ketika wanita itu melihatnya?

Dan masih banyak pertanyaan lagi, tapi karena tak bisa menemukan jawabannya. Bella hanya menghembuskan napasnya pelan, mencoba menikmati saja apa yang ia rasa saat ini.

Menuruni anak tangga satu per satu dengan hati-hati dan langkah seirama. Membuat Bella, sedikit mengukir senyumnya di balik tubuh sang suami.

"Kenapa tidak memeluk lenganku?" tanya Azam, diantara langkah turun mereka yang pelan-pelan.

Sebuah pertanyaan yang membuat Bella langsung mengangkat wajahnya dan menatap sang suami yang menoleh kearahnya.

"Hem?" tanya Bella, memastikan. Takut ia salah mengerti maksud ucapan Azam.

"Peluk lenganku," jawab Azam, seraya memerintah.

Bukannya memeluk, Bella malah mencebik. Aneh, ketika mendengar Azam meminta itu. Karena biasanya dia selalu risih. Mengganggu jalannya.

"Bukannya kamu tidak suka lengannya ku peluk, katamu aku seperti ulat bulu. Menempel dan mengganggu," balas Bella, dengan bibirnya yang mengerucut, menggerutu.

Membuat Azam, merasa gemas sendiri.

Diujung tangga itu, Azam turun lebih dulu dan menghadang langkah Bella agar terhenti saat di anak tangga terakhir.

Membuat tubuh keduanya, jadi sejajar.

"Aku rindu Arraku," ucap Azam membuat Bella bergeming. Keduanya terus saling pandang dengan tatapan yang lekat. Hingga Azam lebih dulu mengikis jarak dan menyesap bibir ranum Bella.

Terbuai, Bella pun menutup matanya dan membalas ciuman itu.

Dan dengan sekali tarikan, Azam berhasil menggendong sang istri seperti bayi koala. Sementara bibir keduanya terus berpagut dengan mesra.

Bahkan Bella sesekali menarik diri, lalu kembali menyatukan bibir keduanya.

Hingga Bella akhirnya mendarat duduk di meja pantri dapur.

Ciuman itu, akhirnya benar-benar terlepas. Dengan bibir keduanya yang mengukir senyum.

"Malam ini aku akan menyajikan makan malam untukmu," ucap Azam.

Ia lantas menarik diri dan membiarkan sang istri tetap duduk disana. Membuka lemari pendingin dan melihat isinya.

Dengan lihai, Azam mulai bergerak, membuat ini dan itu untuk sang istri. Dan Bella hanya terus memperhatikan dengan senyumnya yang lebar.

Hingga akhirnya 2 piring steak dan spaghetti tersaji di dalam piring.

Bella tak menyangka, Azam seahli itu dalam membuat makanan.

Dengan senyum kesombongannya, Azam kembali menghampiri sang istri.

"Bagaimana? aku suami idaman kan?" tanya Azam. Bella mencebik dan memukul dada suaminya pelan. Membuat Azam terkekeh dan kembali mencium bibir sang istri sekilas.

Azam, kembali menggendong Bella dan membawanya duduk di kursi meja makan. Mereka makan sepiring berdua, bahkan Bella pun duduk diatas pangkuan Azam.

"Ingin membuat sebuah permainan?" tawar Azam, membuat Bella melirik kearahnya. Mulut Bella terus mengunyah makanan yang disuapi oleh sang suami.

"Permainan apa?" tanya Bella setelah menelan semua makanannya, ia bahan mengambil gelas berisi air putih diatas meja dan meminumnya sedikit.

Azam, lalu mengambil gelas ditangan Bella itu dan mengembalikannya diatas meja.

Kemudian mengambil 1 kentang goreng dan meletakkannya di bibir. Lalu mengarahkannya ke arah sang istri.

Bella tahu maksudnya, Azam ingin ia memakan dari mulut suaminya.

Dan tanpa babibu lagi, Bella langsung mendekat dan mulai menggigit kentang itu pula. Disusul Azam yang juga menggigitnya secara perlahan.

Hingga lambat laun bibir keduanya bertemu hingga tanpa jarak, menempel namun tidak menyatu. Membuat inti keduanya terasa berdesir.

"Permainan mesum!" ucap Bella.

Membuat keduanya tergelak. Azam terus memegang pinggang sang istri agar istrinya itu tidak jatuh.

"Waktunya minum susu," ucap Azam dan membuat Bella langsung meronta.

"Tidak mau!" pekik Bella namun ia tidak bisa kabur.

Malam ini, terasa semakin hangat bagi keduanya. Bahkan lebih banyak terdengar lenguhan dan erangan kecil Bella.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi datang.

Dan sesuai rencana, hari ini Azam akan membawa istrinya Bella untuk menemui Raya.

Tepat jam 10 pagi, Raya sudah berada di cafe yang menjadi tempat pertemuan mereka. Raya tidak sendiri, ia didampingi oleh Ben.

Mereka duduk di meja terpisah, menunggu kedatangan Azam dan Bella.

Sesekali, Raya melongok ke arah pintu masuk. Menunggu sang kekasih dengan tidak sabaran dan hati yang berdebar. Raya, bahkan berulang kali merapikan pula rambutnya.

Sebisa mungkin, tampil dengan sebaik-baiknya.

"Tuan sudah di depan Nona, saya akan menjemput Beliau," ucap Ben. Ia pun undur diri dari sana dan meninggalkan Raya seorang diri.

1 lantai cafe ini sudah dipesan semua oleh Azam. Untuk melindungi privasi mereka.

Tak lama setelah Ben pergi, akhirnya Raya melihat Azam yang masuk.

Raya lantas berdiri dengan senyum lebar yang terukir di bibirnya. Namun tak butuh waktu lama, senyum itu langsung surut secara perlahan. Saat dilihatnya, Bella menyusul.

Deg!

Seketika itu juga hatinya terasa teremat. Diremat dengan paksa hingga terasa begitu sesak.

Azam pun merasakan hatinya yang berdesir kala melihat Raya di sana. Namun sekuat tenaga, ia mengukuhkan pendirian. Bahwa kini, Bella lah istrinya.

Sesaat, tatapan Bella dan Raya pun bertemu. Lalu putus saat Azam menggenggam erat tangan sang istri dan mulai berjalan menghampiri Raya.

Sampai di sana, Bella lebih memilih untuk memalingkan wajah, sungguh enggan menatap wanita itu. Bella hanya menurut, saat suaminya mendudukkannya disalah satu kursi.

"Ray, maaf merepotkan mu jauh-jauh datang kesini," ucap Azam, dibawah meja sana, tangannya terus menggenggam erat tangan sang istri. Bahkan meletakkan tangan Bella itu diatas pangkuannya.

Raya bergeming, kedua netranya terasa panas seolah air mata itu akan tumpah. Raya, sungguh takut mendengar ucapan Azam selanjutnya.

Ia bahkan menggeleng pelan, berharap Azam mengerti akan isyaratnya itu. Raya tidak ingin, Azam mengucapkan kata yang bisa menyakiti hatinya.

"Aku ingin kita bertiga bertemu dan menyelesaikan semuanya," timpal Azam.

Dan Raya terus menggelengkan kepalanya. Sementara Bella, memilih diam dan terus memalingkan wajah. Hanya sudi mendengar.

"Bella tidak percaya jika hubungan kita sudah berakhir, jadi aku ingin kamu juga mengatakan hal itu pada Bella," terang Azam.

Setelah mengatakan itu, Azam pun menelan salivanya dengan susah payah. Berulang kali mengkukuhkan hatinya sendiri. Apalagi saat melihat air mata mulai mengalir dikedua netra Raya dan Raya pun buru-buru menghapusnya membuat Azam semakin iba.

"Maafkan saya Nyonya, saya salah," ucap Raya akhirnya, membuat Bella jengah.

Entahlah, apapun yang diucapkan oleh wanita itu, tetap saja membuatnya tak suka, bahkan benci.

Bella, lalu menatap Raya yang sudah menangis. Menatap dengan tatapannya yang dingin.

"Kamu mengaku salah tapi tetap menangis ketika mendengar Azam mengatakan tentang hubungan kalian yang sudah berakhir, apa itu tidak menjijikkan?" tanya Bella, sarkas.

Bukan hanya Azam yang terkejut mendengar ucapan Bella itu. Tapi juga Raya yang mendadak takut.

Bahkan Bella langsung menarik tangannya yang digenggam erat oleh sang suami.

Berdiri dan segera pergi dari sana. Bella, tak kuasa untuk berlama-lama disini. Rasanya ia ingin menjambak-jambak rambut wanita itu.

"Menjijikkan," ucap Bella, dan masih didengar jelas oleh Azam dan Raya.

Dan saat Azam hendak menyusul istrinya itu, Raya dengan cepat manahan lengan Azam, dengan deraian air matanya.

"Mas, kenapa kamu tega," ucap Raya, mengiba.

Dan dengan pelan, Azam pun melepaskan tangan Raya itu dari lengannya. Hatinya memang berdesir kala melihat Raya yang menangis. Tapi ia lebih merasa sesak saat melihat Bella yang pergi.

"Aku tahu kamu wanita yang baik Ray, lambat laun kamu akan mengerti jika hubungan kita kemarin itu salah," jelas Azam.

Setelah mengatakan itu, Azam segera berlalu dari sana. Berlari, mengejar sang istri.

Meninggalkan Raya, yang berlinang air mata.

1
Rahmi Mamimima
Rebut ajalah. Drpd bella sm laki2 plin plan
Rahmi Mamimima
Bel, bel. Ngapain berharap sm org yg sdh menorehkn bnyk luka di hatimu
si kece
masalahnya yg meminggal itu bkn sodara, bkn siapa2, hanya mantan pekerja, kecuali dlu dia pernah nyelametin nyawa lo atau ngasih sebelah ginjalnya, baru deh msh masuk akal alasan lo bela2in ke bandung dan mengabaikan istri lo zam.
si kece
cm demi rusli yg bukan siapa2, km mengorbankan banyak hal zam ckckck
si kece
lu emang jahat. lu org dewasa, bkn anak2 yg gampang kehasut. mikir..
si kece
puassss bgt. dr awal gk ada rasa kasihan gw sm si raya.
si kece
telaaatttttt.. makanya jd laki kudu tau prioritas. udh tau bela msh sensitif soal raya, malah maksa ttp pergi, mau gmn pun mereka org lain, kan bs nyuruh si ben aja yg wakilin takziah.
si kece
alhhh basiiiiii
si kece
nih kelakuan cewek yg lu anggap lebih baik dr bella LOL 🤪🤪
si kece
maaf dah gw mah gk ada kasian2nya sm si raya. dia tau resiki berhubungan sm suami org. mau dipaksa gmn pun sm si azzam, klo dia pnya harga diri, jgn mau lah disuruh nunggu. jd apa yg dia rasain sendiri adalah penyakit yg dia bikin sendiri.
si kece
sengaja. biar azzam simpatik sm dia
si kece
sama bel. gw jg benci bgt. mau secinta apapun, namanya laki2 udh beristri, kita sbg perempuan baik2 ya hrs tau diri. menjauh, bkn malah mau2 aja diajak bertahan. manusia diberi akal, gunanya agar berfikir atas segala sesuatu.
si kece
sundari: sundal tidak tau diri 🤣🤣
si kece
sok perfect sih lo jd manusia. merasa paling tak berdosa
si kece
najis. munafik
si kece
gw paling benci sm org sok suci, dan menganggap org lain ahli neraka, hanya krn casing luarnya
si kece
makanya jgn suuzon sm org.
si kece
yg jelas derajat bela jauh lbh baik dr wanita yg hadir jd org ketiga, bahkan Nabi aja gk mau ksh safaat bagi perusak rumahtangga org.
si kece
dihhh
si kece
naik lg air mata gw 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!