NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32

Aiko terdiam. Tubuhnya mendadak terasa kaku, dengan posisi yang masih duduk di atas ranjang dan pergelangan tangannya yang masih berada dalam cengkeraman Ren.

Kurogawa...?

Klanku... Ayah...?

Apa aku harus jujur? Apa ini saatnya?

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Rasa bersalah yang teramat sangat melingkupi seluruh tubuhnya. Aiko merasa kotor. Ia merasa tidak pantas berada di sini, bahkan menerima perhatian dari pria yang keluarganya dihancurkan oleh darahnya sendiri.

Jika dia harus membenciku... biarlah dia membenciku sekarang. Daripada aku harus terus hidup di balik kebohongan busuk ini.

Aiko mengepalkan jemarinya yang gemetar di atas pangkuan. Ia mendongak. "Ren... sebenarnya Ay..."

"Aku tahu ini berat untukmu," potong Ren, yang justru membuat cengkeraman di pergelangan tangan Aiko perlahan mengendur.

Aiko terpaku. Kata-katanya tertahan tepat di kerongkongan.

Ren mengembuskan napas berat, matanya menatap jemari Aiko yang bergetar. "Kau tidak perlu takut padaku, Aiko. Aku tahu klan Kurogawa adalah keluargamu. Tapi aku tidak akan pernah menyalahkanmu, atau ayahmu."

Jantung Aiko serasa berhenti berdetak saat itu juga. "A-apa...?"

Ren memalingkan wajah ke arah jendela kamar VIP itu, dengan sorot mata yang penuh perhitungan. "Hiroshi Kurogawa menyerahkan wilayah berharga itu padaku tanpa syarat." Ren kembali menatap Aiko.

"Penyerangan di bukit kemarin... itu adalah buktinya," lanjut Ren dipenuhi keyakinan. "Ada pengkhianat di dalam klan Kurogawa. Ada tetua atau faksi lain di klanmu yang tidak suka Hiroshi menyerahkan kekuasaan itu padaku. Dan sepertinya bajingan itulah yang dulu mendanai Kaito untuk menghabisi keluargaku."

Aiko menatap wajah Ren dengan pandangan nanar. Di mata pria ini, Hiroshi hanyalah seorang pemimpin tua yang kekuasaannya digerogoti oleh pengkhianat di dalam organisasinya sendiri.

Lidah Aiko benar-benar kelu. Keberanian yang tadi sempat mengumpul untuk mengaku, seketika buyar menjadi sebuah ketakutan. Bagaimana mungkin ia sanggup menancapkan luka baru di hadapan pria ini?

"Ren..." suara Aiko terdengar lirih. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya lolos menetes melewati pipinya. "Bagaimana... bagaimana jika pengkhianat itu... adalah orang yang sangat dekat denganmu?"

Ren terdiam sejenak melihat air mata Aiko yang jatuh. Pria itu mengira Aiko terguncang dan ketakutan karena menyadari betapa kejam dan kotornya orang-orang di dalam klan keluarganya sendiri.

Ren memajukan tubuhnya. "Dengar, Aiko," bisik Ren. "Siapa pun bajingan yang memegang kode dewan itu, entah dia tetuamu, keluargamu, atau siapa pun, dia akan membayar semuanya padaku. Tapi kau dan ayahmu... aku tahu kalian tidak bersalah."

"Aku akan tetap memenuhi janjiku untuk melindungimu."

Ucapan dan niat dari Ren justru terasa seperti cambukan yang menyayat dada Aiko. Air mata Aiko menetes semakin deras, bibirnya terkatup rapat menahan isakan yang hampir pecah. Ia menunduk dalam-dalam.

Ren menatap puncak kepala Aiko yang menunduk. Isakan tanpa suara wanita itu membuat bahunya berguncang pelan.

Ren mengembuskan napas kasar, memalingkan wajahnya sejenak. "Cukup, Aiko. Sebaiknya kau pulang."

Aiko tersentak pelan. Ia menyapu air matanya dengan punggung tangan lalu mendongak. "Apa?"

"Kau tahu aku tidak suka mengulang kata-kataku," balas Ren ketus. "Hentikan tangisan konyolmu itu dan pulang ke rumah. Sudah ada Daichi dan anak buahku yang menjaga di luar. Aku tidak butuh ditunggui oleh wanita yang hanya bisa menangis seperti ini."

Namun, Aiko justru menggelengkan kepalanya tegas. "Aku tidak mau."

Alis Ren terangkat. "Aku tidak sedang menawarkan pilihan, Aiko."

"Dan aku juga tidak sedang meminta izinmu, Ren," potong Aiko. "Aku yang tahu kondisimu saat ini, dan aku tidak akan pergi ke mana pun sampai kau benar-benar pulih."

Ren mendengus sinis. "Jangan keras kepala. Kau pikir ruangan VIP ini kamar hotel? Kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri dengan tidur di sofa keras itu."

"Itu urusanku, bukan urusanmu," balas Aiko datar. "Lagipula, bukankah aku sudah bilang kita berada di kapal yang sama? Seorang istri yang meninggalkan suaminya yang terluka sendirian di rumah sakit justru akan terlihat aneh di mata orang-orang Kurogawa maupun Tachibana."

Ren terdiam sejenak. "Terserah kau saja," gumam Ren akhirnya.

Ren lalu menekan tombol panggil di samping ranjangnya. Tak sampai sepuluh detik, pintu geser terbuka dan Daichi melangkah masuk.

"Ada perintah, Bos?"

"Minta pihak rumah sakit menyiapkan kan'i bed di sudut itu," perintah Ren dingin tanpa menatap Daichi.

Daichi sempat mengernyit heran, namun ia mematuhi perintah itu tanpa bertanya lebih jauh. "Baik, Bos. Segera saya urus," jawab Daichi hormat sebelum melangkah keluar.

Tak butuh waktu lama, petugas rumah sakit menyiapkannya dengan cepat dan rapi sebelum kembali undur diri. Ruangan itu kini benar-benar terasa hening.

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Obat pereda nyeri perlahan membuat Ren tertidur dengan deru napas yang terdengar teratur.

Aiko perlahan merebahkan tubuhnya. Namun, matanya terasa enggan terpejam.

Di dalam kegelapan kamar, sensitivitas batin Aiko mendadak bergejolak. Hawa dingin yang tidak biasa perlahan merayap di sepanjang tengkuknya.

Darah orang tuanya... dan darah keluargaku.

Aiko memeluk tubuhnya sendiri. Intuisinya memperingatkan sebuah firasat buruk. Mengenai permainan ayahnya dan dendam Ren yang ternyata bukan sekadar pertempuran kekuasaan.

Aiko mencoba memejamkan matanya. Berharap rasa lelah bisa meredam sesak di dadanya. Namun, di balik kelopak matanya yang terpejam, bayangan masa lalu justru semakin berputar memenuhi pikirannya.

Aiko teringat malam ketika ia pertama kali memutuskan untuk menerima perjodohan ini. Saat itu, pertanda gaib dan bisikan batin dari arwah ibunya, Yumi, terasa begitu kuat membimbing langkahnya.

Bahkan, Aiko yang dipenuhi rasa curiga saat itu yakin bahwa petunjuk Yumi adalah jalan untuk membongkar teka-teki kematian ibunya yang misterius. Peristiwa yang dulu sangat ia yakini berhubungan dengan kekejaman klan Tachibana.

Aiko membuka matanya perlahan, menatap ke arah Ren yang terbaring di atas ranjang medis.

Di dalam kegelapan kamar yang redup, hawa dingin di tengkuk Aiko mendadak semakin terasa. Gelombang energi familiar yang selalu menyertai kehadiran ibunya merayap halus, membuat sensitivitas batin Aiko bergetar. membuat sebuah pertanyaan besar yang mengerikan mendadak terlintas di kepalanya.

Jika Ibu membimbingku untuk menikah dengan Ren... apakah Ibu sejak awal sudah tahu mengenai kejahatan yang disembunyikan Ayah? Atau justru... kematian Ibu sepuluh tahun lalu sebenarnya berhubungan langsung dengan Ayah?

Dada Aiko semakin berdenyut nyeri. Petunjuk ibunya kini terasa seperti teka-teki berdarah untuknya.

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!