Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri yang tepat
Alex pulang ke rumah setalah jam tiga subuh, pria itu cukup lama berada di markas hingga rasa cemasnya sedikit berkurang.
Saat tiba di rumah rupanya Aluna masih lelap dalam tidurnya, biarlah tidur memang kebiasaan wanita hamil.
Setelah membersihkan diri dan mengganti baju, pria itu merebahkan tubuhnya di samping Aluna. Perlahan ia melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu lalu memeluknya, setelah itu menutup matanya dan ikut masuk ke alam mimpi.
Pagi menyapa, suara kicauan burung dan cahaya matahari mengusik tidur Aluna. Wanita hamil itu perlahan membuka matanya, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Setelah melihat ruangan tempat ia tidur, wanita itu baru sadar jika saat ini dirinya sedang berada di kamar milik Alex. maksudnya kamarnya dan Alex!
Wanita itu hendak bangun tapi sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuatnya tidak bisa bergerak, Aluna melirik pria pemilik tangan yang berada di perutnya.
Rupanya pria itu masih tenggelam di alam mimpi, wanita itu menatap wajah pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Tampan," batinnya sambil tersenyum.
Meski menolak mengatakannya secara langsung tapi Aluna tidak bisa berbohong jika Alex memang memiliki wajah tampan, pria itu memang mempesona.
Wajah tampan yang mampu menyembuhkan sisi gelapnya, di mana nyatanya ia adalah seorang yang kejam. Pria mempesona itu mampu menyembunyikan jati dirinya, meski sebenarnya semua hal yang ia lakukan memiliki alasan yang sangat kuat.
Elena, satu nama yang membuat ia menjadi seperti sekarang. Wanita yang terlahir dari rahim yang sama dengannya, satu-satunya harta yang ia miliki.
Pria itu sudah berjanji, jika belum mampu membalaskan dendamnya kepada para pria yang sudah melukai adiknya itu maka ia tidak akan pernah berhenti.
"Jangan terlalu lama menatapku, nanti kau jatuh cinta," ucap pria itu membuat Aluna terkejut, jadi rupanya pria itu sudah bangun.
"Percaya diri sekali!" kesal Aluna sambil memindahkan tangan Alex dengan kasar.
"Aku tampan, jadi aku memang harus percaya diri," ucap pria itu sambil membuka matanya.
"Sudah jam berapa?" tanya Alex membuat Aluna melirik jam yang ada di dinding.
"Jam enam," jawab wanita itu sambil mengikat asal rambutnya panjangnya.
Alex yang sedari tadi menatap Aluna, kembali menutup matanya.
"Bangunkan aku lima belas menit lagi," ucap pria itu sambil menarik kembali selimut yang tadi terlepas.
Tanpa menjawab, Aluna sagita bangkit dari tempat tidur. Wanita hamil itu berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya, entah kenapa ia jadi merasa malas untuk mandi.
Setelah selesai mencuci muka, Aluna berjalan keluar dari kamar. Tujuannya saat ini adalah dapur, meski sudah berubah predikat menjadi nyonya tapi ia tidak bisa hanya diam di dalam rumah.
"Ibu masak apa?" tanya Aluna kepada bibi saat ia telah sampai di dapur, yah meski sudah berubah status wanita itu masih memangil bibi dengan panggilan ibu.
"Kamu sudah bangun? ibu lagi masak nasi goreng," jawab bibi sambil sibuk mengaduk nasi yang ada di atas wajan.
Para pelayan di sini memang sangat jarang memasak makanan yang beragam di pagi hari, bukan tanpa alasan Alex lebih suka sarapan dengan hal-hal yang sederhana.
"Aku bantuin yah," tawar Aluna sambil mendekat ke arah bibi. wanita paruh baya itu hendak melarang tapi Aluna tetap kekeuh ingin membantu.
"bibi sudah mau selesai, lebih baik sekarang kamu mandi dan bangunkan tuan Alex untuk pergi ke kantor," ucap bibi membuat Aluna akhirnya menurut, satu hal yang wanita itu syukuri adalah meski mamanya belum juga sadar tapi Tuhan mengirimkan bibi untuk sedikit mengurangi rasa rindunya.
Wanita hamil itu perlahan naik ke atas tangga untuk membangunkan Alex, hampir saja ia lupa bahwa Alex berpesan untuk membangunkannya.
Belum juga kakinya sampai di depan pintu, Alex sudah keluar dari sana dengan pakaian yang sudah sangat rapi.
"Cepat sekali," ucap Aluna, ia pikir pria itu masih tidur.
Alex yang melihat Aluna berjalan ke arah kamar langsung menghampirinya, pria itu terlihat sangat terburu-buru.
"Aku ada urusan mendadak, kamu tetap di rumah dan jangan kemana-mana sampai aku pulang," jelas Alex membuat Aluna mengangguk patuh.
"Baiklah kalau begitu," sambung Alex setelah melihat anggukan Aluna.
Cup!
satu ciu*an mendarat di kening Aluna, wanita hamil yang tidak menyangka akan di perlakukan seperti itu oleh suaminya itu membulatkan matanya.
"Aku pamit," ucap Alex lalu segera berlalu dari sana, ia merutuki dirinya yang melakukan tindakan tanpa berfikir.
Tapi sungguh, memperlakukan Aluna seperti ini membuat hatinya menghangat. Apakah ia sudah mencintai wanita cantik itu? entahlah hanya Tuhan dan Alex yang tau.
Aluna masih terdiam di tempat yang sama, tanganya mengusap keningnya yang baru saja menjadi tempat pendaratan bibir Alex.
Wajahnya memerah karena malu, ini adalah kali pertama ia merasakan hal seperti ini dalam keadaan sadar.
Tiba-tiba ia merasa jantungnya berdetak rancang, perasaan apa ini? apa ini yang di namakan jatuh cinta? batin Aluna di penuhi tanda tanya.
Perlahan wanita itu berjalan kembali ke dalam kamar, hatinya berbunga-bunga saat ini. Perlakuan manis dari Alex membuat ia jadi tidak mampu berkonsentrasi, dasar Aluna lebay!
....
Alex berjalan cepat masuk ke dalam perusahaan miliknya, kata Bagas tadi pagi ada oknum yang tidak bertanggung jawab menggelapkan dana pembangunan proyek di kota J.
"Apa kau sudah menyelidiki ini dengan benar?" tanya Alex pada Bagas yang setia berjalan di belakangnya.
"Iya Alex, dari awal aku sudah menduga hal ini. Ada banyak data yang terlihat sangat tidak masuk akal," jawab Bagas sambil menyerahkan berkas yang sedari tadi ia bawa.
Setelah sampai di ruangannya Alex duduk di bangku kebesaran miliknya, pria itu segera memeriksa semua berkas yang di berikan oleh Bagas.
Dan benar saja setelah mencocokkan beberapa data terlihat banyak kejanggalan di sana, Alex menatap Bagas yang setia berdiri di hadapannya.
"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan?" tanya Alex membuat Bagas mengangguk mengerti.
Pria dengan setelan kerja itu langsung mengundurkan diri dari hadapan Alex, sekarang Bagas memiliki tugas untuk memberikan hukuman kepada oknum yang korupsi itu.
Sebenarnya dana yang ia korupsi tidak terlalu besar, tapi sayangnya Alex membenci seorang penghianat.
Padahal tadi pagi ia merasa sangat bersemangat karena melihat Aluna yang diam-diam menatapnya, sakarang moodnya benar-benar buruk.
Memikirkan tantang Aluna tiba-tiba pria itu tersenyum, ekspresi Aluna tadi pagi benar-benar membuatnya sangat gemas.
Wajah terkejut wanita itu benar-benar membuat moodnya kembali terisi, Aluna benar-benar adalah wanita yang tepat untuk ia jadikan istri.
TBC