Mampir karya ongoing Author juga...
- Reinkarnasi Sang Pahlawan
- Pahlawan Di Dunia Moderen
===
Lanjutan dari novel Pahlawan Di Dunia Kultivator book 1, jadi jika ingin membaca book 2 maka baiknya membaca book 1 dulu.
Kekacauan di Benua Langit akan dimulai, Sekte Lembah Siluman sudah mulai melakukan pergerakan.
Shin bersama teman-temannya akan berjuang, untuk menghentikan kekacauan ini.
Apakah nantinya Dewa Siluman akan berhasil bangkit kembali? Bagaimana Shin akan menghentikan Dewa Siluman jika makhluk itu benar-benar bangkit?
Ikuti lanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardian Uzumaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.Kedatangan Yang Tidak Dibutuhkan
Sudah setengah jam berlalu Xu Xuan berada di dalam Penjara Kegelapan Tetua Du Gu, entah sudah berapa banyak aura Tetua Du Gu yang dia tebas hingga hancur namun jumlahnya seakan tidak berkurang.
Xu Xuan masih bisa merasakan ribuan aura Tetua Du Gu yang terus melesat menyerangnya.
Entah seperti apa bentuk dari aura itu, Xu Xuan sama sekali tidak bisa melihatnya.
"HAHAHA! ADA APA XU XUAN? BUKANKAH KAU BILANG BISA KELUAR DARI PENJARA KEGELAPAN KU?" Tetua Du Gu kembali tertawa keras.
"Sial, ini tidak ada habisnya!!" Xu Xuan yang awalnya terlihat tenang, kini kerutan mulai terlihat dikeningnya.
Dua sadar jika terus seperti ini maka cepat atau lambat dia akan kehabisan energi Qi dan saat itulah kematian akan menjemputnya.
Namun meskipun Xu Xuan sudah mengetahui hal itu, dia sama sekali tidak memiliki solusi dalam masalah ini.
Sementara itu, Tetua Du Gu saat ini tersenyum menyeringai lebar di satu sudut dalam Penjara Kegelapan, menatap Xu Xuan yang terus diserang oleh bayangan hitam dengan penuh kepuasan.
"Teruslah menyerang sampai kau kehabisan tenaga, saat itulah aku akan membunuhmu!" gumam Tetua Du Gu.
Dia memang berencana membuat Xu Xuan kehabisan tenaga terlebih dahulu sebelum membunuhnya, karena saat menggunakan teknik Penjara Kegelapan ini, kekuatannya akan menurun drastis.
Tetua Du Gu sadar dengan kekuatannya saat menggunakan Teknik Penjara Kegelapan tidak akan mungkin bisa mengalahkan Xu Xuan, jika dia mendekat maka sudah pasti dia akan mati tertebas tanpa bisa menghindar.
Jadi untuk saat ini Tetua Du Gu hanya bisa menunggu sampai Xu Xuan kehabisan tenaga, supaya lebih mudah membunuhnya.
Tapi sepertinya akan lama sampai saat dimana Xu Xuan kehabisan energi Qi, jadi Tetua Du Gu memutuskan untuk menambah bayangan hitam untuk menyerang Xu Xuan.
Tetua Du Gu mengibaskan tangannya membuat bayangan hitam yang semua berjumlah ribuan, kini menjadi ratusan ribu.
Xu Xuan terkejut merasakan aura Tetua Du Gu yang tiba-tiba bertambah banyak secara drastis.
Jumlah ribuan saja sudah merepotkan apa lagi jika berjumlah ratusan ribu.
Sesaat Xu Xuan diberikan jeda, aura Tetua Du Gu yang dia rasakan tidak lagi menyerangnya.
Xu Xuan sekarang sudah mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya, nafasnya sudah mulai tidak teratur, menunjukkan jika dia mulai kehabisan tenaga.
"HAHAHA! BAGAIMANA DENGAN INI SEKARANG XU XUAN!!"
Seketika, ratusan ribu bayangan hitam itu menyerang Xu Xuan dengan kecepatan tinggi.
Tanpa bisa melakukan hal lain, Xu Xuan menebas semua bayangan hitam yang mendekat, sambil terus berpikir apa yang harus dia lakukan dalam situasi ini.
"Sial, jika saja aku bisa melihat di tempat ini menghadapi jutaan aura ini tidak akan semerepotkan ini!!" gumam Xu Xuan dalam hati.
Sesaat kemudian, entah kenapa Xu Xuan teringat kata-kata dari ayahnya dulu, yang merupakan Master Sekte Pedang Ilahi sebelum dirinya.
"Jangan terlalu bergantung pada mata! Karena bisa saja mata mu menipu mu, tapi percayalah pada apa yang kau rasakan! Dalam ilmu pedang jika kau tidak bisa melihat musuh mu maka gunakanlah hal lain untuk melihat! Hati mu! Jiwa mu! Insting mu! Kau bisa menggunakan semua itu untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata mu! Kau harus sepenuhnya menjadi pedang! Tubuh, hati, jiwa dan insting mu harus bisa menjadi pedang untuk mu!"
Mata Xu Xuan melebar setelah mengingat kata-kata ayahnya itu, entah kenapa dia mendapatkan pencerahan yang dalam seketika.
Xu Xuan memejamkan matanya, sambil terus menebas bayangan hitam, dia merasakan area sekitarnya, dia berusaha membagi konsentrasinya untuk menyerang sekaligus fokus dalam merasakan area sekitar.
Sangat sulit untuk melakukan hal itu, namun Xu Xuan terus berusaha.
Setelah beberapa menit, Xu Xuan seperti bisa memproyeksikan gambaran area sekitar didalam otaknya.
Dia akhirnya bisa mengetahui jika yang menyerangnya selama ini bukan Tetua Du Gu, melainkan bayangan hitam.
Beberapa saat kemudian, Xu Xuan menemukan keberadaan Tetua Du Gu di suatu sudut didalam Penjara Kegelapan.
Xu Xuan menoleh kearah Tetua Du Gu, meskipun matanya terpejam, dia seakan bisa melihat segalanya.
Tetua Du Gu terkejut melihat Xu Xuan yang menoleh kearah dengan mata terpejam.
"Apakah dia mengetahui keberadaan ku? Tidak mungkin, didalam Penjara Kegelapan ku seharusnya tidak ada yang bisa merasakan keberadaan ku dalam jarak sejauh ini!" Tetua Du Gu menolak percaya jika Xu Xuan mengetahui keberadaannya.
Namun sesaat setelah itu, Xu Xuan dengan ganas memotong semua bayangan hitam itu kemudian melesat kearahnya.
"Tidak mungkin!" Tetua Du Gu mengibaskan tangannya, membuat semua bayangan hitam menghadang jalan Xu Xuan.
Tubuh Xu Xuan tiba-tiba meledakkan energi petir ganas yang menyebar kesegala arah, dia kembali menebaskan pedangnya mengeluarkan semburan gelombang petir.
*BOOOMMM...!!
Ledakan keras terjadi menghancurkan semua bayangan hitam yang menghadang jalannya.
"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!!" tanpa memiliki pilihan lain, Tetua Du Gu terbang menjauh sambil mengarahkan semua bayangan hitam untuk menghadang Xu Xuan.
Namun semuanya percuma, Xu Xuan dapat dengan mudah menghancurkan semua bayangan hitam.
Dalam sekejap jarak antara mereka berdua menipis.
Xu Xuan bergerak cepat, seketika dia sudah berada didepan Tetua Du Gu.
"Ini sudah berakhir!!" Xu Xuan langsung menebaskan pedangnya, memotong tubuh Tetua Du Gu dari pinggang hingga terbagi dua.
Tubuh Tetua Du Gu pun jatuh menghantam tanah, bersamaan dengan menghilangnya semua bayangan hitam didalam Penjara Kegelapan dan juga Penjara Kegelapan yang kini hancur.
"SIALAN! SIALAN KAU XU XUAN!!" Tetua Du Gu berteriak keras.
Meskipun tubuhnya sudah terpotong menjadi dua bagian, namun sepertinya dia masih bisa hidup.
Xu Xuan melayang turun dan mendarat di samping tubuh Tetua Du Gu.
Tetua Du Gu masih memandang Xu Xuan dengan penuh kebencian, seakan tatapan matanya bisa mencabik-cabik Xu Xuan.
"Ini adalah akhir untuk mu!!" Xu Xuan memusatkan energi petir kuat ditangannya, kemudian dengan keras menghantam kepala Tetua Du Gu, menyebabkan ledakan yang menghancurkan kepalanya.
Tidak lama setelah itu, Xu Huang tiba disana, dia menaikan alisnya melihat pertarungan ternyata sudah berakhir, dan dimenangkan oleh Xu Huang.
"Sepertinya kedatangan ku sama sekali tidak dibutuhkan!" Xu Huang melayang mendarat didekat Xu Huang.
"Kakak, bagaimana dengan pertarungan mu!" tanya Xu Xuan
"Sudah pasti aku tidak akan kalah!" jawab Xu Huang.
Xu Xuan tersenyum tipis sebelum mengatakan "Baiklah kalau begitu, kita akan membantu yang lainnya!"
Setelah itu mereka pun pergi menuju tempat dimana pertarungan antara Tetua Hong Ao melawan Su Huangli.
Dengan terbunuhnya Tetua Duan Chu dan Tetua Du Gu, sudah dipastikan jika kemenangan akan berada ditangan aliansi aliran putih.