Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 31
Terang saja Alana jadi curiga kenapa Aruni yang biasanya terbuka apalagi kalau masalah ponselnya, tiba-tiba seperti itu. Seperti ada yang di tutupi oleh Aruni. Alan semakin tak mampu mengendalikan pikirannya karena ada rasa cemburu terbesit di hatinya.
"Kamu kenapa ? Apa ada yang kamu sembunyikan ?" Tanya Alan yang menatap Aruni tajam.
"Gak ada apa-apa sih, cuma aku lagi malas saja meminjamkan kamu ponsel ini." Kata Aruni yang tak mampu menatap kembali mata Alan yang sedang melihat padanya.
"Kenapa ? Apa yang kamu sembunyikan dariku ?" Tanya Alan yang semakin mencurigai Arun.
"Tidak ada yang ku sembunyikan, percaya saja sudah." Jawab Aruni.
Alan yang kesal karena Aruni mulai ada rahasia terhadapnya mulai beranjak dari tempat duduknya, Dan melangkah menjauh dari Aruni menuju jendela kecil yang ada tidak jauh dari ranjang di kamar itu.
"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan sampai aku pun tak boleh melihat ponselmu, kamu tak seperti biasanya yang selalu terbuka. Apa kecurigaan aku benar kalau saja kamu memiliki lelaki lain selain aku ? Makanya kamu begitu bersikeras merampas ponsel itu dariku ? Kalau memang iya tolong terus terang saja Aruni, aku tidak apa-apa. Dan jika laki-laki lain saat ini sudah ada di hati dan hidupmu yang sekarang, lebih baik aku mundur dan aku akan mengalah demi kebahagiaanmu." Ucap Alan yang menyampaikan isi hatinya dengan penuh kecurigaan.
"Ah sayang bukan seperti itu," jawab Aruni yang merasa bersalah sehingga membuat Alan jadi berpikiran macam-macam terhadapnya. Aruni segera mendekati Alan dan tiba-tiba saja memeluk Alan dari belakang.
"Ah sial, kenapa saat-saat seperti ini malah adik kecilku (kejantanan Alan) bangun ya? Aku gak bisa berdekatan begini dengan Aruni, aku takut nanti dia melihat kalau adik kecilku ini bangun dengan jelas lantaran aku memakai celana pendek dan tipis ini." Ucap Alan hanya di dalam hati.
"Sayang, kok kamu diam sih. Aku berani sumpah kalau tidak ada laki-laki selain kamu yang aku miliki saat ini, semua kecurigaan kamu itu salah sayang. Dan jangan pernah berkata begitu lagi padaku seolah kamu menuduhku tiada setia padamu. Aku tidak akan sanggup bila kamu pergi jauh dariku, aku lebih memilih lenyap dari bumi ini bila aku tak bisa bersama denganmu. Sayang cup cup," jelas Aruni yang masih memeluk Alan dari belakang dengan kedua tangannya yang melingkari tubuh Alan dan mendarat di dadanya. Kemudian dengan sengaja Aruni menciumi leher Alan dekat bagian telinganya Alan.
Tindakan Aruni yang seperti ini membuat Alan semakin susah mengendalikan dirinya sendiri, dengan sikap Aruni yang manja dan saat ini memeluknya dari belakang. Karena memang tubuh Alan lebih tinggi dari Aruni maka saat itu Alan merasakan ada dua gumpalan lembut (dada Aruni) yang mendarat di bagian punggungnya yang semakin membuat Alan resah dan di tambah lagi ketika Aruni menciumi leher bagian belakang yang semakin membuat Alan bergairah.
"Apa benar hanya aku ?" Tanya Alan sembari membalikkan badannya dan melepaskan kedua tangan Aruni yang tadinya melingkari tubuh kekarnya itu seraya menatap langsung mata Aruni.
"Iya hanya kamu," jawab Aruni yang juga menatap mata Alan, ternyata sesedih itu Alan saat ini hingga Aruni melihat butiran bening dari mata Alan berjatuhan dan masih tersisa segerombolan lainnya di balik kelopak matanya yang terlihat begitu sangat jelas.
"Sungguh ?" Tanya Alan yang langsung saja memeluk Aruni dengan mesranya dan mencoba menahan gairahnya terhadap Aruni dengan menenggelamkan wajahnya pada pundak Aruni.
"Iya, maafkan aku membuatmu bersedih." Kata Aruni dan mengeratkan pelukannya terhadap Alan.
Aruni dan Alan yang menikmati pelukan satu sama lainnya. Sesaat Aruni merasakan adanya suatu benda yang terasa keras dan menggumpal di bagian pahanya,ketika Alan bergerak maka benda itu akan ikut bergerak. Ketika Alan semakin merapatkan badannya dengan badan Aruni maka benda itu semakin jelas terasa, namun Aruni menepis semua itu.
Aruni yang tiba-tiba kembali mengecup bagian leher Alan tanpa disadari efeknya terhadap Alan, jelas saja itu membuat Alan susah mengendalikan nafsunya. Semua dilakukan Aruni tanpa tahu kalau hal itu dapat membangunkan singa tidur dan akan mengancam dirinya sendiri.
Alan yang tak bisa menahan Birahinya seketika ******* bibir kecil dan lembut milik Aruni yang dari tadi membangunkan dan meningkatkan gairahnya, bak gayung bersambut Aruni juga mengikuti perlakuan Alan. Sesekali ketika keduanya saling bekerja sama dengan secara bergantian mencicipi lidah satu sama lain, terkadang keduanya saling berkelahi dan bergelut di dalam sana.
Alan yang memimpin permainan ini semakin lama bertindak semakin brutal saja, kedua tangannya yang memegangi kedua pipi Aruni semakin lama semakin kencang. Sesekali Alan melepaskan ciuman diantara keduanya seraya mengambil nafas panjang dan kemudian melanjutkan ke ronde berikutnya dengan menutup kedua matanya seraya menikmati semua itu begitupun dengan Aruni.
Alan yang memang tak bisa lagi mengendalikan semua keadaan ini semakin lama semakin menikmati dan langsung saja mencumbu Aruni.
Puas bermain-main di bagian bibir, Alan mulai ganas dengan mencumbui leher Aruni dan secara langsung membuat Aruni juga merasakan libidonya naik seketika. Dijelajahi leher Aruni dengan mulutnya tanpa ada bagian yang terlewatkan sedikitpun sambil memegangi pundak Aruni. Aruni tak sadar bahwa dia mendesah kecil dan membuat Alan semakin bersemangat seketika mendengar ******* lembut Aruni.
Aruni yang memang menyerahkan sepenuhnya dirinya pada Alan pun tidak menolak sedikitpun apapun yang akan di perbuat Alan. Tak puas di sana, yang mana alah sudah membasahi leher Aruni dengan sentuhan bibirnya, Alan kembali lagi ******* bibir Aruni dan mereka kembali mengulang ciuman maut satu sama lainnya lagi.
Kali ini tak hanya sampai di sana, Alan yang merasa sangat bergairah dan bersemangat memegangi leher Aruni dengan satu tangan saja dan tangan yang satunya lagi mencoba meraih tangan Aruni. Mencari-cari dimana tangan Aruni dan akhirnya Alan mendapatkan satu tangan Aruni dan segera menggenggamnya, dan Aruni pun membalas genggaman tangan Alan tersebut.
Karena merasa tak ada penolakan sedikitpun dari Aruni, Alan menuntun tangan Aruni yang di genggamannya itu ke arah dimana adik kecil punya Alan yang sudah mengeras dengan sempurna. Dituntunnya tangan Aruni membelai lembut adik kecilnya itu dari luaran saja dan di batasi kain tipis itu, Aruni dengan lihai membelai lembut dan penuh kasih sayang harta berharga yang akan menjadi miliknya di masa depan kelak.
Alan yang merasakan belaian mesra dari tangan sang kekasih dengan penuh kelembutan semakin tak kuat dan tak merasa puas dengan itu saja.
Yang ada di pikiran Alan saat itu hanya ingin memiliki Aruni dan semuanya kepalang tanggung, karena kesempatan tak akan datang sampai dua atau tiga kali.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊