NovelToon NovelToon
Lelakimu

Lelakimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Dikelilingi wanita cantik / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:156.2k
Nilai: 5
Nama Author: syafridawati

Dylan pemuda berhati luhur, baik, polos juga tampan. Ia memiliki kepintaran yang luar biasa juga hobbi yang suka berganti-ganti mengikuti mood-nya. Dylan juga tidak pernah membanggakan diri sebagai putra konglomerat.

Karena suatu skandal ia di buang papanya ke daerah terisolir jauh dari kata modern sebagai hukuman, ia hanya boleh kembali bila ia sudah berhasil.

Di dusun ini Dylan bertemu gadis cantik yang bernama Lili seorang guru yang mengabdikan diri di pedalaman, Lili tunangan Defri Kakak sepupu Dylan yang sudah meninggal. Hingga karena suatu kesalahpahaman keduanya menikah, tanpa cinta.

Ayu seorang gadis cantik putri seorang pria terkaya di dusun sangat membenci Lili dan terobsesi dengan Dylan. Ayu dan komplotannya berusaha menghancurkan rumah tangga Dylan dan Lili.

Mampukah Dylan menjadi seorang lelaki yang penuh kasih dan tanggung jawab? Untuk Lili, papa dan penduduk dusun.
Mampukah Dylan meraih cinta, kehormatan dan kepercayaan....

Nb: Maaf jika banyak kesalahan, karena saya baru mencoba untuk menulis.
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syafridawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tipu muslihat

Lili memulai aktivitas mengajarnya di rumah, Dylan membuat sebuah kursi dari rotan yang nyaman untuk Lili juga membuat bangku dan meja seperti anak kuliahan untuk murid SD, Dylan membuatnya dari kayu yang di cat coklat terang, rumah Mak Upik berubah menjadi sekolah darurat. Anak-anak teramat senang apa lagi Mak Upik selalu menyuguhkan makanan ringan sewaktu istirahat.

Mak Upik benar-benar wanita yang luar biasa baik.

Lili sangat terhibur dengan semua kehadiran anak didiknya apa lagi Mak Upik memberikan kemanjaan kepada mereka.

PLN sudah mulai berfungsi akan tetapi Rawin keberatan atas penumbangan sebaris pohon kelapanya, ia ingin meminta ganti rugi ke pihak PLN dan pemerintah.

"Aku tidak perlu PLN, aku tidak ingin kelapaku habis di tebang untuk hal yang tidak berguna?" ucap Rawin.

"Pak Rawin, semua ini untuk kemajuan dusun kita. Apakah Bapak ingin anak cucu kita selalu tertinggal? Apa Bapak tidak ingin melihat Dusun Puak maju pesat?" tanya Pak Kadus.

"Saya tidak peduli, tidak usah masuk PLN juga tidak masalah!" ucap Rawin.

"Aku berusaha agar PLN tidak masuk, orang-orang akan mengetahui kebenaran tentang Puak, bukankah selama ini mereka orang-orang bodoh? Sehingga dengan mudahnya aku memanipulasinya." Batin Rawin.

"Pak Rawin, kami sangat membutuhkan PLN, puskesmas, sekolah, jaringan telekomunikasi kita sudah banyak tertinggal Pak." Ucap Ustad Budi.

"Saya tidak peduli, kalau anak-anak Bapak atau Ibu mau bersekolah mengapa tidak bilang kepada saya biar saya yang akan menyekolahkan? Buktinya anak-anak kalian yang bersekolah di luar hidup bahagia dan selalu mengirimkan uang kepada kalian setiap bulan?" ucap Rawin.

"Memang anak kami mengirimkan uang, tapi sudah 5 tahun putriku tidak pulang? Apa yang sebenarnya terjadi pada putriku pun aku tidak tahu, karena tidak ada telpon ataupun hand-hand apa itu namanya?" ucap Ibu Maryam menoleh ke arah Dylan.

" Hand phone, Bu." Jelas Dylan.

"Nah, itu dia. Apa pun itu! Aku ingin mengetahui kabar putriku. Aku tidak peduli seluruh kelapaku akan di babat habis, asalkan aku bisa mengetahui kabar putriku!" Jawab Maryam tidak kalah sengitnya.

"Bukankah kau bisa mengirimkan suratmu Maryam?" Jawab Rawin lagi.

"Bagaimana aku bisa mengirimkan surat? Aku sendiri tidak bisa baca tulis? Kau lupa hei, Rawin? Di sini baru ada sekolah berapa tahun?" Maryan berapi-api.

"Sudah Bapak-bapak Ibu-ibu! Kita berkumpul di sini untuk musyawah bukan bertengkar. Sekarang saya mau tanya siapakah yang setuju Puak masuk semua fasilitas dari pemerintahan dan yang tidak setuju? Bagimana Ibu- ibu Bapak-bapak?" Ucap Pak Kadus bijaksana.

Hasil voting rapat 99% warga mengingginkan semua fasilitas pemerintahan masuk, hanya Rawin dan komplotannya saja yang tidak mau.

"Aku tidak peduli, aku ingin ganti rugi?" bentak Rawin karena ia merasa kalah.

Rawin dan komplotannya meninggalkan balai dusun dengan kesal.

Akhirnya karena sebuah inisiatif semua warga, mereka bersedia mengumpulkan dana untuk mengganti rugi pohon kelapa Rawin namun, ia tetap berseteru dia tidak ingin ganti rugi yang sedikit.

"Pak Rawin, bila Bapak tidak mau ganti rugi tidak masalah, tetapi warga sudah berniat sangat baik kepada Bapak akan tetapi, bila Bapak tidak mau menerimanya Bapak akan berurusan kepada pemerintah, karena sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia1945 pasal 33 ayat (3) yang berbunyi, 'Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat', jadi Pak Rawin bersiaplah bila ada panggilan dari pengadilan karena sudah melawan Negara Republik Indonesia kita ini Pak, lagian pemerintah saat ini mengadakan pengentasan desa tertinggal. Bagaimana Pak?" Dylan memberikan masukan kepada Rawin, karena ia mulai kesal atas tingkah laku Rawin yang pongah dan lebih mementingkan diri sendiri.

Rawin mulai ragu, ia takut kedoknya selama ini akan terbongkar. Selain bisnis narkobanya para gadis dusun yang berkeinginan sekolah ataupun bekerja di kota tidak sesuai dengan yang mereka pikirkan selama ini. Para gadis itu ia jual kepada mucikari di kota, Rawin mulai gelisah ia mulai dilema akhirnya, ia pun menyetujui penembangan pohon kelapanya.

"Anak keparat ini, membuat bisnisku semangkin kacau. Bila terus-terusan begini warga akan tahu yang sebenarnya aku bisa kacau!" umpat hatinya kesal.

"Toni, kamu panggil Madar!" ucap Rawin.

Rawin sudah tidak perduli lagi bila harus membunuh Dylan atau siapa pun yang membahayakan kehidupan mewahnya.

Orang-orang dusun hanya mengetahui sekelumit kehidupan Rawin. Mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya Rawin dan kekayaan yang ia miliki, ia memiliki begitu banyak aset di luar kota hasil dari semua kerja kotornya, warga Puak hanya mengenalnya sebagai Lintah Darat, itu hanyalah kamuflase belaka.

"Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya Ucok dan apa sebenarnya tujuannya ke dusun ini." Batinnya mulai curiga.

Apa lagi Rawin mulai mendengar, seminggu yang lalu ada seorang pemuda dari Ibu Kota yang mengunjungi Dylan. Ia mulai menaruh curiga, " Si Ucok ini jika dibiar-biarkan akan mengundang kehancuranku, bagaimanapun ia harus lenyap! Bila memang ada hubungannya di balik semua ini." Batin Rawin ia sudah bolak-balik di ruang kerjanya.

Madar memasuki ruang kerja Rawin dengan sikap dinginnya, "Ada hal penting apa?" tanya Madar datar.

"Aku ingin tahu siapa sebenarnya Ucok? Kamu tahu pemerintah sudah mulai membangun jalan raya, PLN sudah mulai berfungsi, sebentar lagi puskesmas, sekolah dan jaringan telekomunikasi mulai ada. Kamu tahu apa artinya semua itu buat kita?" Rawin mendudukkan pantatnya di kursi kebanggaanya.

"Kau tahu Madar keadaanmu? Aku tidak bisa melindungimu ataupun usaha kita, kita akan hancur!" Ucap Rawin.

"Lalu?"

Brakk!

Rawin menggebrak meja, " Kau pura-pura tidak tahu atau memang goblok?" bentak Rawin.

" Apa kau ingin membusuk di penjara?" tanya Rawin.

" Aku tidak masalah, aku tidak memiliki hutang apa pun pada Puak, mengapa aku takut? Satu hal lagi, aku tidak punya anak istri yang akan aku tanggung jawabi." Ucap Madar datar.

"Apaa? Oo jadi, karena alasan itu kau tidak ingin memperjuangkan usaha kita?" jawab Rawin.

"Bukankah yang diuntungkan selama ini adalah dirimu dan keluargamu? Aku merasa sudah banyak berkorban untukmu Rawin." Madar menatap lekat ke wajah Rawin.

Rawin dan Madar adalah komplotan mafia terbesar, gembong nomer satu narkona seAsia-Tenggara.

Rawin menatap Madar dengan pandangan tajam.

"Baiklah, apa yang kau inginkan sebenarnya Madar?" tanya Rawin mencoba memahami Madar mencari titik kelemahannya, agar Madar bersedia selamanya di sisinya.

"Aku ingin berkeluarga, ada orang yang akan aku lindungi!" ucap Madar.

" Menikahlah! Dengan wanita mana pun yang kau suka!" jawab Rawin.

"Aku ingin menikahi putrimu, Ayu! Karena aku tahu, bila aku menikahi wanita lain kau tetap akan mengancam kedudukanku mengatasnamakan istri dan anakku, bila aku jadi menantumu kau tak perlu mengancamku aku akan menuruti semua keinginanmu." Madar memandang lekat wajah Rawin.

" Hahaha, aku kira kau tidak pernah mencintai putriku Ayu, aku kira kau hanya menganggapnya sebagai ponakanmu. Tidak masalah! Aku lebih menyukai ia menikah denganmu dari pada suami orang." Ucap Rawin.

"Bukankah kau sendiri berpoligami?" tanya Madar.

" Ya tidak aku pungkiri hal itu, tapi aku juga ingin anakku bahagia dengan kehidupan rumah tangganya, tanpa harus berbagi." Ucap Rawin.

Akhirnya keduanya sepakat Rawin akan menikahkan Ayu dengan Madar.

Agar Madar selalu di sisi Rawin, begitu juga sebaliknya Madar berkeinginan menikahi Ayu karena rasa cintanya dan tak ingin Ayu dimiliki pria lain.

"Aku akan mengutus Tony ke kota, ingin mencari tahu siapa sebenarnya Ucok? Bagaimana menurutmu?" tanya Rawin.

" Silakan! Lebih cepat lebih baik" jawab Madar.

"Apakah kau masih bekerja di perkebunan itu?" tanya Rawin.

"Masih! Ucok orang yang rajin, profesional bekerja memiliki banyak kepintaran, selain itu semua anggotanya sayang kepadanya." Jelas Madar.

"Apakah ia tidak memiliki kelemahan? Omong kosong! Bila ada orang yang sempurna." Jawab Rawin kesal. Ia kesal pada Dylan karena sejak kedatangan Dylan Puak mulai banyak kemajuan, PLTD yang selama ini sengaja ia rusak dan mengancam semua teknisi yang ingin memperbaikinya ataupun ia selalu beralasan suku cadangnya yang tidak ada. Rawin ingin Puak selalu tertinggal agar ia mulus menjalankan kejahatannya di tengah lautan ataupun di tengah hutan akasia maupun hutan-hutan kecil lainnya.

Bila Puak selalu gelap tanpa cahaya lampu, warga akan cepat tertidur dan tidak mengetahui perkembangan zaman, bila PLN masuk, secara otomatis warga akan membeli peralatan elektronik dan mulai pintar menelaah berita. Rawin juga berpikir karena Dylanlah dia harus rela menikahkan putri kesayangannya dengan penjahat sepertinya juga.

"Di bidang pekerjaan dia tidak ada cela kelemahan tetapi, ia sangat mencintai istri dan wanita tua itu." Jawab Madar.

" Mak Upik?"

"Iya"

" Hm, wanita tua itu sangat berpengaruh di dusun ini, hampir semua warga pernah ia tolong. Aku juga sedikit keberatan bila kita harus menyentuh wanita tua itu, kau tahu mengapa? Setengah tanah warga di sini adalah miliknya, ia menghibahkan setengah tanah miliknya untuk rumah-rumah warga. Bila kita mengusiknya, itu artinya kita bersiap berperang dengan warga aku tidak ingin kita memiliki resiko yang besar." Jelas Rawin.

Bersambung ....

Terima kasih jangan lupa like, comen, hadiah dan Vote-nya.😘🤗🤗

1
Suyatno Galih
ceritanya kampung terisolir jadi heboh dg dtgnya toke sawit yg mau mbangun kampung, semangat
Vita Anggraini
ditunggu thor..... kelanjutannya okeeee
syafridawati: insya Allah kak
total 1 replies
Vita Anggraini
gank Kabir kreennn aku udah baca samai tamat happy ending.... pulau kematian
syafridawati: makasih kak
total 1 replies
Vita Anggraini
hahaha aku yg baca aja ketawa....
syafridawati: hahaha
total 1 replies
Vita Anggraini
papa Andrian kreeennn
syafridawati: ya aku juga suka kisah ini sebenarnya
total 1 replies
Vita Anggraini
kreennnn jln cetitanya
syafridawati: terima kasih kak, tapi itu pun nggak selesai season keduanya belum buat juga
total 1 replies
Vita Anggraini
edan Rawin
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut Thor
menarik
syafridawati: mungkin suatu saat nanti aku buat sekuelnya. sekarang lagi sibuk
total 1 replies
Auditor
hm gk bisa brkata kata ih 😊
Hiatus
semangat kak
PanggilsajaKanjengRatu
Hy kak, yuk mampir di novel baruku "Lihat Aku, Dan buka Hatimu"
Nm@
"My Brother" hadir, Kak!
Juefioritah Fun Min Wah
semangat sis..saya like..
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
4 like+rate 5 dan komen sudah mendarat kaka😘😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
like
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
😍😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
Hai kaka, aleena mampir nih😍
Hiatus
aku mampir kak
Nona Kos Anjani
like😍
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
Tante kesayangan tuan muda mampir, semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!