Zerrin Atalea Felix seorang gadis mafia yang meninggal dunia lalu berpindah jiwa atau biasa di sebut bertransmigrasi ke tubuh Claudia Ramirez seorang gadis kaya tapi begitu di benci oleh saudara kandung nya sendiri, hanya kedua orang tua nya lah yang menyayangi nya.. Claudia yang selalu di anggap sebagai pembully di sekolah nya, padahal kenyataan nya selama ini dia hanya selalu di jadikan kambing hitam oleh seorang yang iri pada nya. Kesalahan pahaman ini lah yang membuat Claudia akhir nya di benci secara berlebihan oleh kedua abang dan lelaki yang sudah dia cintai sejak lama beserta anggota genk nya yang merupakan anggota most wanted di kampus. Kelompok para cowok-cowok kaya, keren dan populer di kawasan sekolah.
Bagaimana kisah jiwa Zerin yang berada di tubuh Claudia selanjutnya, ikuti terus kisahnya ya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Serangan Terselubung dan Pertahanan Tanpa Jejak
Nayla tidak membuang waktu setelah ancaman yang ia sampaikan kepada Claudia. Sebagai gadis yang tumbuh di lingkungan di mana kekuasaan dan koneksi adalah segalanya, ia tahu bahwa cara paling efektif untuk melumpuhkan seseorang bukanlah dengan serangan terbuka, melainkan dengan menyerang titik terluas yang bisa dilihat banyak orang nama baik, lingkungan keluarga, dan posisi sosial.
Ia memulai langkah pertamanya dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki ayahnya dan juga hubungan yang ia miliki dengan sejumlah keluarga berpengaruh di kota ini. Dalam waktu singkat, desas-desus halus namun menyebar luas mulai terdengar bahwa keluarga Ramirez sebenarnya memiliki masalah keuangan yang tersembunyi, bahwa Claudia mendapatkan posisi dan perhatian hanya dengan cara licik, bahkan ada yang menyebutkan secara samar bahwa ada hubungan yang tidak jelas antara keluarga itu dengan kelompok-kelompok yang dianggap berbahaya.
Desas-desus ini tidak disampaikan secara langsung, melainkan disebarkan melalui percakapan samar, pesan tersebar di media sosial sekolah, dan pembicaraan di lingkungan orang tua siswa. Tujuannya jelas menanamkan keraguan di benak orang-orang, sehingga jika nanti terjadi sesuatu yang lebih serius, orang akan lebih mudah percaya bahwa Claudia dan keluargalah yang bersalah.
Namun, apa yang tidak disadari Nayla adalah bahwa ia sedang bermain dengan seseorang yang jauh lebih berpengalaman dalam hal intrik dan permainan kekuasaan. Begitu desas-desus itu mulai beredar, Zerrin segera menangkap sumber dan polanya. Ia tidak terburu-buru membela diri secara terang-terangan itu justru akan membuatnya terlihat seperti sedang menutupi sesuatu. Sebaliknya, ia memilih cara yang lebih tenang dan efektif.
“Biarkan mereka bicara sesuka hati,” ujar Zerrin kepada Karim dan tim kepercayaannya. “Kata-kata tanpa bukti hanya akan terbang seperti debu dan hilang dengan sendirinya. Tapi kita harus mempersiapkan jawaban yang tepat dan memantau setiap langkah yang mereka ambil selanjutnya. Jangan biarkan mereka sampai menyentuh keselamatan keluarga atau nama baik sekolah.”
Zerrin kemudian memerintahkan timnya untuk mengumpulkan bukti bahwa kondisi keuangan keluarga Ramirez stabil dan bersih, serta menyiapkan jalur komunikasi yang aman untuk meluruskan informasi jika diperlukan. Ia juga memastikan bahwa tidak ada jejak apa pun yang bisa menghubungkan urusan klan dengan kehidupan sehari-hari Claudia.
Sementara itu, Nayla melihat bahwa desas-desus itu belum memberikan dampak yang cukup besar Claudia tetap tenang, tetap dihormati, dan hubungannya dengan Raka justru terlihat semakin dekat. Hal ini membuatnya kesal dan memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Ia menggunakan pengaruh ayahnya untuk menekan salah satu mitra bisnis keluarga Ramirez, mencoba membatalkan kontrak kerja sama yang telah disepakati dengan alasan yang tidak jelas, berharap hal ini akan menimbulkan masalah nyata bagi keluarga Claudia dan membuatnya tertekan.
Ketika ayah Claudia, Bapak Andi Ramirez menerima pemberitahuan pembatalan kontrak secara tiba-tiba, ia merasa bingung dan khawatir. Kontrak itu cukup penting untuk kelancaran usahanya. Saat ia bercerita kepada Claudia, gadis itu hanya tersenyum tenang dan menenangkannya.
“Jangan khawatir, Ayah. Ini hanya masalah sementara. Beri aku waktu sebentar, dan semuanya akan kembali seperti semula,” ujar Claudia dengan keyakinan yang membuat ayahnya merasa lebih tenang, meskipun ia bertanya-tanya dari mana putrinya mendapatkan rasa percaya diri sebesar itu.
Malam itu, Zerrin mengirimkan pesan rahasia yang sopan namun tegas kepada pihak yang membatalkan kontrak tersebut. Pesan itu tidak menyebutkan nama klan secara langsung, namun menggunakan isyarat dan bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa mengganggu kepentingan keluarga Ramirez sama saja dengan mengganggu pihak yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang tidak bisa dianggap remeh. Bersamaan dengan itu, Zerrin juga menawarkan kesempatan kerja sama lain yang lebih menguntungkan, sehingga pihak yang bersangkutan sadar bahwa mereka telah terjebak di tengah permainan orang lain dan membuat keputusan yang salah.
Hanya dalam waktu dua hari, keputusan itu dibatalkan dan kontrak dikembalikan dengan syarat yang bahkan lebih baik dari sebelumnya. Nayla terkejut dan marah besar ketika mengetahui rencananya gagal lagi. Ia tidak mengerti bagaimana mungkin masalah yang ia anggap sederhana bisa diselesaikan dengan begitu cepat dan rapi.
“Siapa sebenarnya gadis ini?” gumam Nayla dengan wajah memerah karena kesal. “Ia tidak terlihat memiliki kekuatan yang cukup, tapi setiap kali aku mencoba menyerang, ia selalu punya cara untuk membalas tanpa meninggalkan jejak.”
Kegagalan ini membuat Nayla semakin berani dan nekat. Ia memutuskan untuk melibatkan cara yang lebih berbahaya memanfaatkan kelompok perantara yang tidak memiliki hubungan langsung dengan dirinya untuk membuat insiden kecil yang bisa mengganggu keamanan Claudia, berharap Raka akan merasa bahwa Claudia membawa bahaya dan akhirnya menjauhinya sendiri.
Suatu sore, saat Claudia berjalan pulang sendirian melewati jalan yang agak sepi, tiba-tiba dua orang pria asing menghadangnya dengan alasan yang tidak jelas, mencoba menakut-nakuti dan mendesaknya untuk menjauhi Raka. Namun, sebelum mereka sempat melangkah lebih jauh, Claudia dengan tenang dan terlatih menghindari serangan pertama, lalu menggunakan teknik bela diri yang halus namun efektif untuk melumpuhkan mereka tanpa melukai secara parah. Dalam waktu kurang dari satu menit, kedua pria itu sudah tergeletak lemah dan tidak bisa bergerak.
Saat itu juga, Raka yang kebetulan lewat dan merasa ada sesuatu yang salah segera datang. Ia melihat Claudia berdiri tenang, sementara dua orang pria itu terlihat kewalahan. Raka segera menyadari bahwa Claudia memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa sesuatu yang tidak dimiliki oleh gadis sekolah biasa.
“Claudia… kau baik-baik saja?” tanyanya dengan nada khawatir sekaligus penasaran.
Claudia menoleh, memasang ekspresi yang sedikit terkejut dan tenang, seolah itu hanya reaksi alami untuk melindungi diri. “Ya, aku baik-baik saja. Mereka mencoba mengganggu, tapi aku hanya menggunakan cara yang diajarkan ayahku untuk menjaga diri.”
Meskipun jawabannya terdengar masuk akal, Raka merasa ada sesuatu yang lebih. Ia melihat ketenangan di mata Claudia bukan ketenangan orang yang baru saja takut, melainkan ketenangan seseorang yang sudah terbiasa menghadapi bahaya. Namun ia memilih untuk tidak menekan saat itu juga. Ia tahu jika Claudia ingin menceritakannya, ia akan memberitahu pada waktunya.
Setelah kejadian itu, Raka menyadari bahwa ada pihak yang ingin menyakiti Claudia. Ia segera menyelidiki asal-usul kedua pria itu, dan tidak butuh waktu lama untuk melacak jejak yang mengarah ke lingkaran dekat Nayla.
Malam itu, Raka menemui Nayla secara langsung, dengan wajah yang jarang terlihat serius dan marah.
“Nayla, apakah kau yang mengirim orang-orang itu untuk mengganggu Claudia?” tanyanya tanpa basa-basi.
Nayla sempat terkejut, namun segera membela diri dengan nada tinggi. “Apa maksudmu? Mengapa aku harus melakukannya? Dia hanya gadis biasa yang tidak tahu diri mendekati orang yang bukan miliknya!”
“Cukup, Nayla!” potong Raka dengan tegas. “Aku tahu caramu bekerja, dan aku tidak butuh bukti yang banyak untuk menebaknya. Dengarkan baik-baik: perasaanku kepada Claudia adalah keputusanku sendiri. Jika kau mencoba menyakiti dia atau keluarganya lagi, maka hubungan persahabatan dan kekeluargaan kita akan berakhir selamanya. Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani menyentuh orang yang aku cintai.”
Kata-kata itu seperti pukulan keras bagi Nayla. Ia melihat ketegasan dan kekecewaan di mata Raka, dan untuk pertama kalinya ia merasa takut kehilangan dia. Namun, rasa cemburu dan keinginan memiliki tidak hilang begitu saja ia hanya menyembunyikannya lebih dalam, berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari cara lain yang lebih tersembunyi.
Sementara itu, Zerrin menyadari bahwa Nayla tidak akan berhenti hanya dengan teguran dari Raka. Ia tahu bahwa gadis itu memiliki latar belakang yang kuat dan kemungkinan besar akan mencari dukungan lebih lanjut, bahkan mungkin melibatkan ayahnya atau Klan Black Phantom secara langsung.
Maka, Zerrin memutuskan untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih tegas namun tetap menjaga batas. Ia mengirimkan pesan resmi kepada Paman Hendra, bukan melalui Raka, melainkan melalui saluran yang digunakan antar pemimpin klan. Pesan itu menyampaikan bahwa ada pihak yang menggunakan nama dan kekuasaan Klan Black Phantom untuk mengganggu ketenangan dan keamanan wilayah Klan Felix, serta mengancam warga yang tidak bersalah.
Paman Hendra yang mendengar hal ini segera menyelidiki, dan ketika mengetahui bahwa itu adalah perbuatan putri sekutunya yang didorong oleh masalah pribadi, ia merasa sangat malu dan marah. Ia segera memanggil Nayla dan memberikan teguran keras serta membatasi akses dan kekuasaan yang ia miliki selama ini.
“Kau berani menggunakan nama keluarga dan klan untuk menyelesaikan urusan pribadi yang tidak pantas?” bentak Paman Hendra saat Nayla dipanggil ke hadapannya. “Ingat, kekuasaan bukanlah alat untuk memuaskan keinginan sendiri. Jika kau terus berperilaku seperti ini, kau hanya akan membawa bencana bagi dirimu dan orang-orang di sekitarmu. Mulai hari ini, kau tidak boleh lagi bertindak sembarangan, dan semua urusanmu harus melalui persetujuanku terlebih dahulu.”
Nayla hanya bisa menunduk dan menerima teguran itu, namun di dalam hatinya, rasa benci dan keinginan untuk menjatuhkan Claudia justru semakin membara. Ia sadar bahwa ia tidak bisa bertindak sendirian lagi, dan mulai berpikir untuk mencari sekutu lain yang juga memiliki kepentingan untuk menjatuhkan Klan Felix.
Di sisi lain, hubungan antara Claudia dan Raka justru semakin kuat setelah melewati ujian ini. Raka semakin menghormati dan mencintai Claudia karena melihat ketenangan dan kekuatannya dalam menghadapi masalah, sementara Claudia merasa lebih percaya bahwa Raka benar-benar berdiri di sisinya, meskipun ia masih menyembunyikan rahasia terbesarnya.
Namun Zerrin tahu, ketenangan ini hanyalah jeda singkat. Nayla yang telah dibatasi dan dipermalukan akan menjadi musuh yang lebih berbahaya lagi, karena ia kini memiliki alasan yang lebih kuat untuk membalas, dan kemungkinan besar akan mencari jalan keluar melalui cara yang lebih gelap dan berbahaya.
Malam itu, Zerrin berdiri di jendela ruang kerjanya, memandang ke arah langit malam yang gelap namun penuh bintang. Ia menyadari bahwa semakin dekat ia dengan Raka, semakin rumit pula hubungan antara dua dunia yang ia jalani. Namun ia tidak akan mundur. Ia akan terus melindungi apa yang ia miliki, menjaga kebenaran, dan menghadapi setiap tantangan yang datang dengan kepala tegak.
“Setiap serangan hanya akan membuat pertahananku semakin kuat,” gumamnya dalam hati. “Biarkan mereka datang dengan cara apa pun selama aku tahu siapa diriku dan apa yang aku perjuangkan, tidak ada kekuatan yang bisa menjatuhkanku.”
**✿❀ ❀✿** To be continued **✿❀ ❀✿**