Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang Perceraian 2
Di seberang sana,ada seorang pria tampan yang mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir mungil Luna.Suara itu terdengar sangat jelas,di telinga tajam Alan.Pria tampan itu mengepalkan kedua telapak tangannya,rahangnya mengeras.Seakan tidak rela jika wanita yang di lindunginya,meneteskan air mata derasnya sembari berteriak di depan pria yang masih berstatus sebagai suami Luna saat ini.
Alan berusaha keras,untuk tidak ikut campur hari ini.Alan di sini untuk mewakili ibunya,yang dengan sangat menyesal tidak bisa terbang hari ini menemani putri angkatnya.Alan di percaya Nina,untuk menjaga Luna dari hal yang tidak di inginkan.Tapi untuk sekarang,bukan urusan Alan untuk masuk dan berdiri di sisi Luna menghadapi suaminya.Alan masih belum punya hak saat ini,status kakak angkat untuk Alan tidak akan berpengaruh bagi seorang Rama dan keluarganya.Sejak awal mereka mengira Alan adalah selingkuhan dari Luna,bukan sebagai kakak angkatnya.
"Joe kau harus menerima hukumanmu,karna telah membiarkan pria itu menyakiti Luna...Tugasmu,untuk berada di sampingnya selama aku tidak ada." Kilatan amarah Alan luapkan kepada asistennya.
"Habislah aku hari ini,aku melakukan kesalahan besar." Batin Joe tersentak.
"Tuan a aku.." Joe tidak mengerti,bagaimana menjelaskannya sekarang.
"Bawa Luna masuk," Titah Alan mutlak.
"Baik Tuan.." Patuh Joe,tanpa membuang waktu.Asisten pribadi Alan,berlari menghampiri Luna.
"Tidak masalah jika kau sudah tidak mengiginkanku Mas,aku tidak akan memaksa untuk terus berada di sisimu.Aku cukup mengerti,aku tidak pantas untukmu..Aku kecewa padamu,aku berharap semua yang kau lakukan padaku,bisa membayar semua hutangku di masa lalu.." Luna menjelaskan,tangannya menyeka kasar sisa air matanya.
Entah mengapa,hatinya merasa sedikit lega sekarang.Ahirnya wanita malang itu bisa mengungkapkan semua kepedihan yang tersimpan rapi selama ini.Luna tidak berharap,mengatakan semua ini di depan Rama.Tapi jika di pikir-pikir,mungkin ini pertemuan terahirnya dengan Rama.
Luna ingin menghapus semua kenangan bersama dengan suaminya,di hari ini dan di tempat ini.Luna ingin melepas semua yang di gengamnya pada saat ini,wanita itu berharap bisa hidup dengan damai dan bisa mulai menata hidupnya untuk masa depannya sendiri.Tapi siapa yang tau,jika Rama bahkan enggan untuk melepaskan Luna.
"Kau masih bisa memikirkannya Luna,aku masih bisa memaafkanmu jika kau mau meminta maaf pada mama..Mama mungkin,banyak salah padamu.Tapi dia lebih tua darimu Luna,dia tidak akan keberatan jika kau menerima Anggel sebagai istri keduaku..Mari kita ahiri masalah ini,dan memulainya kembali Luna." Dengan tidak tau malunya,Rama mengatakan omong kosong seperti ini.
Luna tercengang mendengar penuturan dari suaminya,Luna tidak percaya suaminya akan mengatakan hal seperti ini.Walaupun Luna sudah menduganya,jika suaminya akan enggan melepasnya tapi tetap akan menjadikan Anggel sebagai istri keduanya.Memikirkannya membuat Luna tersenyum pahit.
"Mengapa aku harus menurutimu Mas...?" Dengan sinis Luna bertanya.
"Bukankah sebelumnya kau sangat membenciku ? jijik padaku Mas,aku masih menghormatimu...Tapi aku tidak bisa membagi cintaku dengan wanita lain,mungkin aku terlalu berlebihan.Aku tidak bisa membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah tanggaku.Aku tidak mandul,tapi aku harus membiarkan wanita lain memberikan keturunan untuk suamiku..Aku tidak serendah itu Mas,"Sambung Luna tersenyum miris.
"Bukankah kau masih mencintaiku Luna ? Apa salahnya jika kita tetap bersama,turunkan egomu,aku memang menghianatimu.Tapi Anggel hadir lebih dulu,sebelum aku mengenalmu..Ini bukan sepenuhnya salahku Luna,kau tau itu."Ungkap Rama membela dirinya.
Luna kembali tersenyum dan menjawab." Kau benar Mas,aku masih mencintaimu...Aku tidak bisa membencimu,tapi aku juga tidak bisa memaafkanmu..Menikahlah dengan Anggel,itu yang kau inginkan Mas ?,mama juga menantikan ini.Jangan terlalu memperdulikanku lagi,aku berjanji aku tidak akan menganggu kehidupan kalian setelah ini." Luna tetaplah Luna,sesakit apapun hatinya.Wanita itu tidak akan mampu,menyakiti orang lain melalui ucapannya.
"Bagaimana kau bertahan hidup tanpa diriku Luna ?,kau bahkan tidak bekerja..Kehidupan ini sangat kejam dan sulit.Siapa yang akan melindungimu..?" Rama sedikit kesal,menerima penolakan langsung dari Luna.
"Jangan pedulikan aku,bagaimana bisa bertahan.Mas Rama hanya perlu memberdulikan kehidupan barumu,aku turut senang...Mas Rama akan menjadi seorang ayah." Senyum Luna tidak pernah pudar dari wajah sembabnya,sungguh betapa tegar hatimu Luna.
"Kau tidak ingin memikirkannya lagi Luna...? Kau tidak akan menyesalinya ?.." Betapa keras kepalanya Luna,pikir Rama.
Sebelum Rama kembali mengatakan sesuatu,suara Joe terdengar dan membuat Rama sangat kesal.
"Nona sudah waktunya kita masuk." Ajak Joe,menatap Luna.
"Baik.."Jawab Luna,sebelum pergi Luna mengatakan sesuatu pada suaminya.
"Aku duluan Mas." Pamit Luna tanpa menoleh.
***
Satu jam telah berlalu,sidang perceraian telah di mulai satu jam yang lalu.Luna wanita cantik,sedang duduk di kursi tunggal bersebelahan dengan Rama suaminya.Tidak ada kegugupan atau ketakutan di wajah Luna,wanita itu selalu tenang dalam menjalani setiap proses persidangan.
Ketakutan yang sebelumnya di rasakannya,entah hilang kemana perginya.Luna yang sekarang,terlihat lebih tenang dari biasanya.Perjalanan hidupnya yang sangat sulit beberapa saat terahir ini,seperti membawa sisi baru untuk diri Luna sendiri.Berbeda dengan Rama,yang bahkan masih dengan enggan melepaskan Luna dari status istrinya.
Rama berharap persidangan ini,mempunyai banyak kendala yang akan mempersulit mereka.Namun sayang semua yang di harapkannya justru sangat berbalik,sidang perceraian berjalan dengan lancar,hanya membutuhkan sekali sidang saja hakim memutuskan perceraian mereka sudah sah secara agama dan negara.
Ketukan palu tiga kali dari hakim,menandakan jika persidangan itu sudah benar-benar selesai.Di dalam hati Rama masih belum merelakan ini,Rama melirik wanita yang duduk di sebelahnya,jelas jika wajah Luna justru terpancar senyum tipis di wajahnya alih-alih menangis dan tertekan.Rama tidak bisa,tidak mengeram ketidak percayaan muncul di fikiran Rama.
Bagaimana mungkin Luna tidak menyesal karna perpisahan ini,? Luna menoleh menatap Rama,pria yang mulai saat ini sudah bukan suaminya lagi.Tidak ada kendala apapun saat persidangan,tidak ada drama perebutan hak asuh anak,karna memang di pernikahan mereka belum di karuniai seorang anak.Tidak ada drama perebutan harta gono-gini,karna memang Luna tidak memiliki hak apapun atas harta yang dimiliki suaminya.Kini penghuni ruang sidang,sudah mulai berkurang.Luna menatap Rama dan berbicara.
"Maafkan aku selama ini,belum bisa menjadi istri seperti yang kau inginkan Mas,,aku tidak pernah menyalahkanmu mas,kita menikah dengan cinta saat itu,jika sekarang kita berpisah...Maka,mari kita lakukan dengan baik.Tidak perlu ada kebencian lagi di antara kita,mari jalani kehidupan masing-masing mulai sekarang.Kau bisa mengapai kebahagiaanmu, yang sudah berada di depan matamu bersama Anggel." Luna dengan legowo meminta perpisahan baik-baik.
Semua sudah berahir,tidak ada penyesalan di dalam keputusannya.Adapun luka di hatinya,Luna hanya akan menyimpannya sendiri di dalam hatinya.Sebelum mengucapkan hal lainnya,suara seorang wanita mencegah suara Luna.
"Mas...." Panggil Anggel,dengan lembut.
TBC
Hai...Mohon dukungan like,komennya ya 🙏