[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]
George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.
Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.
Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.
Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.
“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.
“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.
“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.
Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 4
Setelah pernikahan Diora dan Davis selesai, Gabby langsung pulang ke apartemennya diantar oleh papanya. Ia memang tak tinggal bersama orang tuanya, karena ingin hidup mandiri.
“Terima kasih, pa, mau mampir?” tawar Gabby setelah sampai di depan Apartement Cassa De Jule tempatnya tinggal selama ini.
“Tidak, masih ada urusan yang harus aku selesaikan,” tolak Lordeus, matanya menatap lekat wajah Gabby. Ia melihat raut wajah putrinya berbeda dari biasanya. Sebab, putrinya hanya memiliki dua ekspresi yang selalu diperlihatkan, wajah galak dan penuh emosi. “Kenapa wajahmu seperti itu? Tak biasanya kau seperti ini,” tanyanya.
Gabby tergelak dengan pertanyaan papanya. Ia tak menyangka jika papanya akan mengamati dirinya. Memang sangat jelas ia mengekspresikan rasa kecewanya hingga orang lain bisa melihat apa yang dirasakannya saat ini. Kecewa dengan George yang melupakan janji mereka dan tak mengenali dirinya.
“Siapa yang kecewa? Biasanya aku juga seperti ini, pa,” elak Gabby tak sadar jika dirinya membongkar apa yang dirasakannya saat ini.
Lordeus menyunggingkan senyumnya. “Papa tak mengatakan jika wajahmu terlihat kecewa, tapi kau sendiri yang mengatakannya pada papa, memang apa yang membuatmu kecewa?”
Gabby baru menyadari apa yang ia katakan barusan. Tak ingin diinterogasi lebih dalam lagi oleh papanya, ia segera pamit.
“Aku masuk dulu.” Gabby langsung turun.
Lordeus yang melihat tingkah laku anaknya begitu aneh hanya menggelengkan kepalanya dan bergegas kembali ke kartelnya.
Gabby langsung masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya. Ia berganti dengan baju tidurnya, lalu merebahkan dirinya di kasur empuk dan nyamannya.
“Kenapa aku harus bertemu dengan pria itu lagi!” rutuk Gabby, menghela nafasnya kasar.
Gabby sangat menyesal datang ke pernikahan sahabatnya. Jika dia tahu bahwa George adalah asisten calon suami Diora, mungkin ia tak akan datang. Bertemu dengan George lagi membuat tekadnya ingin melupakan pria itu menjadi semakin sulit. Ia hanya bisa berharap semoga tak akan bertemu lagi setelah ini. Cukup hari ini adalah yang terakhir.
Setelah meminum obatnya, Gabby langsung tertidur pulas tanpa memikirkan apapun lagi.
...........
Dua hari kemudian, selama kurun waktu itu Gabby merasa dirinya berjalan seperti biasanya. Meskipun ada yang berbeda sedikit, yaitu tanpa sahabat yang menemaninya. Tapi dia sangat senang dengan kesendiriannya. Harapannya terkabul tak bertemu dengan pria yang paling dia benci lagi.
Gabby bermain dengan MacBook nya, membuka software sketchup. Tangan terampilnya mendesain bangunan-bangunan untuk dia jual kepada orang-orang. Sekaligus dia membuat konten untuk channel youtubenya khusus desain arsitektur dan tutorialnya. Channelnya sudah mencapai dua puluh juta subscriber, tak ada yang tahu bahwa dirinya adalah orang dibalik akun bernama ‘GARCHI’ yang sudah sangat terkenal di benua Eropa. Karena ia tak pernah menampilkan wajahnya, bahkan sahabatnya pun tak tahu tentang hal itu.
Sumber penghasilannya selama ini berasal dari youtube dan orderan pribadi kepada dirinya untuk membuat desain hunian, baik sekala kecil ataupun besar.
“Betapa nikmatnya hidup, jika tenang seperti ini,” gumam Gabby, lalu menikmati camilan dan kopi yang ia beli melalui aplikasi online.
...........
Sementara itu, pagi-pagi sekali George sudah berada di kantor Triple D Corp. Ia harus menghandle semua pekerjaan sahabatnya yang sedang bulan madu.
“Kenapa dia menelfonku?” gumam George saat melihat ada panggilan telefon masuk dan menampilkan nama Davis di layarnya. Ia langsung mengangkatnya. “Ada apa?” tanyanya ketus.
“Cepat kemari! Bawa psikiater terbaik dan Gabby sahabat istriku!” titah Davis tak ingin ada penolakan.
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
sakit bngt jd gabby
*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada
thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja
thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja
thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga
pakai hati thor