NovelToon NovelToon
Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Alvierra Zea Khanza atau biasa dipanggil Zea rela menjadi gubernur demi mewujudkan impian sang nenek. Tapi sejak menjabat, berbagai teror dan ancaman mulai mengincarnya.

Demi keselamatan Zea, sang kakek mengirim seorang pengawal pribadi bernama Sagara Arya, kapten dingin yang ternyata menyimpan misi rahasia yaitu membunuh Zea.

Sayangnya, menghadapi gubernur yang bar-bar, keras kepala, tetapi begitu tulus mencintai rakyatnya membuat Kapten Sagara perlahan melupakan misinya.

Di antara ancaman, rahasia, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh, sang kapten justru jatuh cinta kepada perempuan yang seharusnya menjadi targetnya.

Ketika tugas dan cinta berada di dua sisi yang berlawanan, akankah Sagara memilih perintah atau melindungi perempuan yang telah mencuri hatinya?

Yuk stay tune ya. Yang gak suka silakan skip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Kapten Sagara Arya

Zea dan Intan kini duduk dengan tenang di meja makan keluarga. Suasana pagi di kediaman keluarga Sultan terasa hangat dan santai, apalagi setelah aroma berbagai hidangan memenuhi ruangan.

“Makan yang banyak, ya. Jangan malu-malu,” ujar Zahra sambil tersenyum kepada Intan.

Intan yang sejak tadi sudah mengambil lauk langsung mengangguk dengan senyum lebar. “Siap, Tante Zahra. Aku nggak bakal malu-malu, kok.”

Zea yang duduk di sebelahnya langsung memutar bola mata. “Aku yang malu lihat kamu.”

Intan menoleh sambil tetap mengunyah. “Kenapa? Tante Zahra yang nyuruh aku makan banyak.”

Zahra tertawa kecil. “Biarkan saja, Zea. Tante senang kalau ada yang menikmati masakan di rumah ini.”

Althaf yang duduk di seberang mereka ikut terkekeh. Kakek Sultan pun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua gadis itu.

“Kalau Intan datang, makanan di meja memang selalu cepat habis,” goda kakek Sultan.

Intan langsung mengangkat tangan. “Itu namanya menghargai makanan, Kek.”

“Bukan menghargai makanan,” sahut Zea. “Itu namanya takut kehabisan.”

“Zea!”

Tawa kecil kembali terdengar di meja makan.

Suasana santai itu tiba-tiba berubah ketika kepala pelayan memasuki ruangan. Pria paruh baya itu berjalan mendekati Kakek Sultan, lalu membungkukkan tubuh sebelum membisikkan sesuatu ke telinga sang tuan besar.

Kakek Sultan mendengarkan dengan tenang. Setelah beberapa saat, ia mengangguk.

“Suruh dia masuk.”

“Baik, Tuan Besar.”

Kepala pelayan segera meninggalkan ruang makan. Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah sepatu dari arah pintu.

Tuk!

Tuk!

Tuk!

Semua orang yang berada di meja makan perlahan menoleh.

Seorang pria tinggi berjalan masuk dengan langkah tegap. Ia mengenakan jas hitam yang rapi, kemeja putih, dan celana hitam, sementara sebuah earphone terpasang di salah satu telinganya.

Wajahnya tegas dan tampan, dengan alis yang cukup tebal serta tatapan dingin yang hampir tidak menunjukkan emosi.

“Selamat datang, Kapten.”

Pria itu mengangguk singkat. “Terima kasih.”

Zea yang baru saja mengangkat roti ke mulut mendadak membeku, matanya membesar. Intan yang duduk di sebelahnya juga perlahan menoleh, matanya melotot. Keduanya saling berpandangan.

Zea kemudian kembali menatap pria tersebut. Pria yang tadi pagi ia serang, pria yang ia kira pencuri. Pria yang bahkan ia sebut dingin karena pergi begitu saja setelah salah dituduh.

Intan menutup mulutnya dengan tangan agar tidak tertawa. Zea mulai merasa tidak nyaman. Sementara itu, Kakek Sultan justru tersenyum puas.

“Zea.”

Zea menoleh perlahan. “Ya, Kek?”

Kakek Sultan menunjuk pria yang baru saja masuk.

“Perkenalkan. Dia Kapten Sagara Arya.”

Zea menelan ludah. “Kapten?”

“Benar. Mulai hari ini, dia akan menjadi pengawal pribadi kamu.”

“Uhuk!”

Zea langsung tersedak roti yang sedang dimakannya.

“Zea!”

Zahra segera berdiri dan mengambilkan segelas air.

“Pelan-pelan, Nak!”

Zea menerima gelas tersebut dan langsung meminumnya.

“Uh!”

Dadanya naik turun karena masih terkejut. Intan buru-buru menunduk agar Kakek Sultan tidak melihat wajahnya yang hampir pecah menahan tawa.

Setelah merasa lebih baik, Zea tiba-tiba berdiri. Ia menunjuk Sagara dengan jari telunjuk.

“Dia, Kek! Kakek gak salah orang?”

Semua orang langsung menoleh kepadanya. Sagara sendiri hanya berdiri tenang.

“Kamu!” tunjuk Zea.

Sagara mengangkat sebelah alis.

Kakek Sultan tampak bingung. “Kenapa? Kamu kenal dia?”

Wajah Zea langsung berubah. Ia menatap Sagara. Sagara menatapnya balik. Keduanya terdiam beberapa detik.

Zea kemudian menggeleng cepat. “Tidak!”

Intan langsung membuka mulut. “Tentu saja kenal, Kek. Tadi pagi Zea—”

Belum selesai berbicara, Zea langsung meraih tangan Intan dan menutup mulut sahabatnya.

“Mmmp!”

Intan berusaha melepaskan tangan Zea.

Zea tersenyum kaku kepada Kakek Sultan. “Nggak ada apa-apa, Kek.” Ia tertawa kecil. “Hehehe. Tadi Intan salah makan.”

Kakek Sultan menyipitkan mata. “Tidak ada apa-apa?”

Zea mengangguk cepat. “Tidak ada.”

Intan masih berusaha berbicara di balik tangan Zea.

“Mm! Mm!”

Zea semakin erat menutup mulutnya.

Kakek Sultan kemudian mengalihkan pandangan kepada Sagara. “Kapten.”

“Ya, Tuan.”

“Kamu kenal cucu saya?”

Sagara menatap Zea sekilas. Zea langsung memberikan tatapan peringatan kepadanya, seolah berkata 'Jangan bilang.'

Sagara kembali menatap Kakek Sultan. “Kenal.”

Zea langsung menegang.

Kakek Sultan mengangguk kecil. “Dari mana?”

Sagara menjawab datar. “Dia gubernur.”

Suasana mendadak hening.

Intan menundukkan kepala karena tidak mampu lagi menahan tawanya.

Zea memejamkan mata. “Ya Allah ...”

Kakek Sultan justru mengangguk puas. “Oh, begitu.”

Zea menatap Sagara dengan kesal. Pria itu bahkan tidak sedikit pun terlihat berniat membantunya menyembunyikan kejadian pagi tadi.

Kakek Sultan kemudian berdiri dan menghampiri Sagara. “Aku serahkan cucuku padamu.”

Tatapan sang kakek berubah serius. “Jaga dia baik-baik. Dia memang keras kepala, tetapi dia sangat peduli kepada rakyat.”

Sagara berdiri tegap. “Siap.”

“Jangan biarkan dia bertindak gegabah.”

“Siap.”

Zea langsung menyela. “Eh, Kek!”

Kakek Sultan menoleh. “Kenapa?”

“Aku ada di sini, loh.”

“Kakek tahu.”

“Kenapa ngomongnya seperti aku anak kecil?”

Kakek Sultan tersenyum. “Karena tingkahmu sering seperti anak kecil.”

Intan langsung tertawa.

Zea melotot kepadanya. “Jangan ikut-ikutan!”

Sagara tetap berdiri dengan wajah tenang. Namun ketika Zea kembali duduk, ia sempat melirik pria tersebut.

Tatapan mereka bertemu.

Zea langsung berbisik dengan kesal, “Jangan macam-macam.”

Sagara menjawab singkat. “Saya tidak macam-macam.”

“Dan jangan ceritakan kejadian tadi pagi.”

Sagara menatapnya datar. “Kejadian yang mana?”

Zea terdiam. Kemudian ia menghela napas lega. “Bagus.”

Sagara menambahkan dengan suara tenang. “Yang Anda serang karena mengira saya pencuri?”

Senyum Zea langsung menghilang.

Intan hampir tersedak minumannya.

“Kapten!”

Sagara hanya mengangguk sopan. “Ya, Nona?”

Zea mengepalkan tangan di bawah meja. Dalam hati ia sudah bersumpah satu hal. Mulai hari ini, hidupnya pasti akan kacau.

.

1
Tiara Bella
keok kan jdnya Soraya.....zea dilawan apa sh yg gk bisa dilakuin sm dia.... waktu kecil aja uler mainannya...
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: masih inget ternyata🤣🤣
total 1 replies
Tiara Bella
gk tw aja kemampuan anaknya dr Zahra ini turun ke anaknya zea.....
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kalah telak pun masih mau mungkir lagi hadeh dasar tak tau malu

tp psti malu nya luar biasa kan setealh terllu pwrcaya diri ahahahaA🤣🤣🤣
SOOOOOKOOOR
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
eleh sudah jelas kalah masih saja ngeles
mau tanding apa lagi bel diri gas ken zea
Tiara Bella
cinta segitiga yg rumit wkwkkwk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
salah kau cari lawan wahai nona Soraya
jangan di kira bukan dari militer zea tak tau apa2 justru karna itu dia di latih sedemiaknrup untk melindungi diri nya s dri sudah tajir dari orok kali 🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
jiahhh ada yg kebakaran jengot
mlh ini pura2 polos
hadeh mboh lah rumit wis asli
piye terusan jal
kyo2 arep meledug kompore 🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahahahah sengaja kan sengaja biar makin terbakar
aaaahhh kira2 apa lagi ya
ryuka
diihhh situ yg mburu situ yg marah2
ryuka
eaaaaaa 😍😍😍😍
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
🤣🤣 malu gak malu gak? ohhh... tentu saja malu, apalagi di hadapan para tentara yang melihat 🤣🤣... dan setelah ini, kau pasti minta ayahmu untuk turun tangan /Chuckle/, 🤣🤣 pengecut lah kalah begitu kau Soraya 🤣... jadi, sebenarnya, siapa nih yang manja?

Zea atau kau Soraya? 😏
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
dihh, udah kalah gak mau ngaku pula, si muka tebal dia 🤣
stnk
😄😄😄👍👍👍
ismi
kenapa ? gak lanjut dibabak baku hantam kak yul😄😄😄
Hary Nengsih
🤣🤣🤣
juwita
krn anak seorang jenderal bisa seenaknya🤣🤣. bener* persis di dunia real🤣🤣
juwita
awas aj memanfaatkan kekuasaan Bpk mu soraya buat dptin sagara🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ajak si Soraya tanding gelut Zea biar th kl kamu bkn gubernur yg manja dan dpt di remehkan oleh dia biar seluruh barak jg th kamu itu gak gampangan dan gak lemah 😏💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kalah ya ngaku kalah aja Soraya jngn buat kamu nanti malu dngn kekeh pengen tanding lg sama Zea 😏😏 makanya jd orang yg sotoy dan suka rendahin jd malukan ternyata Zea lbh unggul dr kamu dah minggir aja jngn di terusin biar gak tambah malu nantinya 😏😡
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Soraya blm th aja kehebatan Zea jd jngn remehkan Zea kl kamu blm lihat sendiri kehebatannya 😏😏😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!