NovelToon NovelToon
HALAMAN TERAKHIR

HALAMAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: T.K. OKVIANDI

Bagi Rindu Setia Wiratman, hidup adalah buku catatan yang penuh dengan aturan ketat, ekspektasi, dan kesempurnaan semu. Sebagai gadis populer yang selalu memegang kendali, ia tidak pernah menyangka bahwa takdir akan menuliskan babak paling menyakitkan di saat ia merasa paling rapuh—ketika keluarganya runtuh dan dunianya hancur perlahan.

Di sisi lain, ada Langit Batara Nugroho, cowok arogan yang kehadirannya selalu berhasil menyulut emosi Rindu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, Langit menyimpan luka masa lalu yang belum tuntas dan sebuah rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat.

Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari halaman-halaman berat yang harus mereka balik bersama. Ketika badai menerpa hidup Rindu, justru Langit—seseorang yang paling ia benci—menjadi satu-satunya tempat untuk bersandar.

Namun, pertanyaannya: apakah mereka akan bertahan hingga akhir babak cerita, atau justru terhenti di halaman terakhir kisah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T.K. OKVIANDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HALAMAN EMPAT

Matahari sudah mulai terbit, dengan mengenakan seragam sekolahnya Langit memulai sarapan di meja makan seorang diri, disaat Langit akan membuat roti datang Ayahnya dengan mengenakan seragam serba hitam. "Eh Pah belum berangkat? biasa pagi-pagi udah jalan pah" tanya Langit yang tak seoerti biasanya melihat ayahnya di pagi hari.

"Justru papah baru pulang , lagi menanganin kasus besar ini Tara" jawab ayah dari Langit.

Tara adalah nama panggilan keluarga kepada Langit. Ayah langit adalah reserse kepolisian Polri bernama Inspektur Nugroho Putra Kusuma. "Kasus apa pah? oh iya pah, sabtu depan pulang ekskul Tara mau kemakam mamah ya pah" Ucap Langit .

"Ya udah Tara, titip salam aja ya buat mamah kamu, papah nggak bisa ikut masih menangani kasus, doain papah ya Tara" Jawab Inspektur Nugroho.

"Selalu pah.. Tara jalan dulu ya Pah, Assalamu alaikum Pah" Ucap Langit sambil mencium tangan Inspektur Nugroho dan berlalu meninggalkan meja makan.

Di Pinggir jalan raya , terlihat seorang gadis berhijab dan berseragam SMA Merah Putih sedang menunggu kendaraan umum sambil terus memperhatikan jam tangan nya. Tidak jauh dari gadis itu berdiri tampak beberapa laki-laki berseragam SMA berbincang dan menunjuk ke arah gadis itu. Mereka berjalan mendekati gadis itu, sang gadis yang mengetahui hal itu mulai berjalan menjauhi.

Di tengah jalanan yang merayap , Langit melihat hal itu dan merasakan ada sesuatu yang tidak benar di sana. Langit mengenali seragam yang dikenakan gadis itu adalah seragam SMA Merah Putih sedangkan yang dikenakan para laki-laki itu bukan. Dengan inisiatif sendiri Langit segera menepikan sepeda motornya ke dekat dengan para laki-laki tersebut dan berteriak. "De, sini , kakak kan udah bilang tungguin kakak, kamu malah jalan duluan" teriak Langit kepada Gadis itu.

Sang gadis yang mengenali seragam Langit akhirnya mengerti maksud dari Langit. "Iya kak maaf, abis kakak tadi mandi nya kelamaan sih" Ucap sang gadis kepada Langit sambil berjalan menuju Langit dan para laki-laki itu pergi menjauh dengan wajah kesal.

"Helmnya dipake, udah sekalian aja bareng gue, daripada nanti merekapada balik lagi" Langit menawarkan berangkat bareng kepada gadis itu.

Langit memacu sepeda motor nya tidak terlalu cepat karena menyadari membawa seorang gadis. Sepanjang perjalanan Langit mengajak gadis itu berbincang-bincang. "Oh iya sampe lupa , udah bawa-bawa aja tapi belum kenal, kamu anak kelas berapa?" tanya Langit.

"Heheheh iya kak, aku kelas 11 IPA 2, kalau kakak? Oh iya sebelumnya, makasih ya kak yang tadi, untung aja ada kakak, walau awalnya aku tadi agak bingung, untung aku paham, hehehe kakak namanya siapa?" tanya gadis itu dengan suara sedikit kencang ditengah bisingnya suara mesin sepeda motor.

"Iya sama-sama , tadi juga sebenernya takut dikeroyok, nama saya Langit saya kelas 12 IPA 1, kalau kamu nama nya?" Langit memperkenalkan dirinya.

"Aku Allisya Kak Langit" gadis yang ternyata bernama Allisya mencoba memperkenalkan namanya.

"Pegangan Allisya udah jam segini daripada terlambat" Pinta Langit. Allisya pun berpegangan pinggang Langit, dan Langitpun memacu sepeda motornya lebih cepat.

Suasana di depan sekolah pun sangat ramai, mulai dari para siswa yang berjalan menuju gerbang, turung dari angkutan umum atau ojek, sepeda motor yang berjalan menuju dalam sekolah, dan lainnya. Tampak sepeda motor Langit melaju menuju tempat parkir sekolah. Langit pun Segera memarkirkan sepeda motornya, setelah terpakir dengan benar Allisya pun segera turun dan melepaskan helmnya ,

"Makasih ya kak Langit udah tadi ditolungin ehh dikasih tumpangan juga, eh iya ini ka helm nya" Ucap Allisya sambil memberikan helm kepada Langit.

"Tuh kan bener , itu yang diboncengin anak kelas 11 kan?" tanya Rindu yang memperhatikan Langit dari kejauhan kepada sahabatnya.

"Iya itu sih anak kelas 11 tapi gue lupa siapa namanya , yang gue tau itu anak aktif di PMR" jawab Gina sebisanya.

"Gue mah nggak peduli siapa nama anak itu, yang penting kok ada anak cewek diboncengin sama cowok rese macem tuh anak" Tegas Rindu kepada sahabatnya.

"Ya udah sih Rin, biarin aja kok jadi lu yang ribet, jangan-jangan cemburu lu ya,,, mau lu ya diboncengin Langit, ehhehehe" Ucap Chintia kepada Rindu dengan senyum mengejek.

"Apaan sih lu pada, amit-amit gue cemburu ke orang macam dia, gue cuma bingung aja kok ada cewek yang mau diboncengin segala pegangan pula ke orang yang super duper ngeselin macam dia" Ucap Rindu dengan sinis.

"Iya iya gue percaya kok Rin, tapi kalu cemburu juga nggak apa-apa kok, kan Langit ganteng juga kalu dilihat-lihat" Sindir Jesika kepada Rindu dan ucapannya membuat Chintia dan Gina ikut tertawa mengejek Rindu.

"Tapi kenapa ya hati kecil gue kayak nggak rela gitu, ngeliat Langit boncengan sama cewek laen, ah nggak boleh gitu ah, , bodo amat dah ah" Ucap Rindu dalam hati nya.

"Woy Rin Sadar lu, jangan ngelamun gitu, kesambet aja lu baru tau rasa" Ucap Gina mengejutkan Rindu saat melihat wajah Rindu dengan pandangan kosong.

"nggak mungkin ,eh nggak boleh, bodo amat deh" Rindu dengan spontan berucap terkejut.

"Apaan sih lu Rin , nggak jelas lu ah, kesambet lu ya" Ucap Jesika.

Langit berjalan ke arah sekolah, ke arah di mana Rindu dan teman-teman nya berada. Rindu dan teman-teman nya yang semula menghadap arah Langit, segera merubah posisi nya sambil sibuk memainkan handphone nya saat Langit melewati mereka

"Ehh tau nggak? ada yang baru ngadalin anak kelas 11 luh, pake pelet apa ya tuh cowok" Ucap Rindu kepada temannya dengan maksud mengejek Langit.

"Ahh masa sih, kok bisa ya" Timpa Gina.

"Terus kayaknya sih disengajain itu bawa motor nya ngebut-ngebut biar ceweknya bisa meluk dia, ihhhhh, parah ya tuh cowok" lanjut Rindu. Langit menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rindu.

"Eh ada yang ngerasa ya" Sindir Rindu.

Ternyata Langit bukan melirik kearah Rindu tapi ke arah lantai karena kunci motornya terjatuh. Langit mengambil kunci itu lalu terus berjalan ke arah kelas menjauhi Rindu. Rindu semakin kesal dibuatnya.

Memasuki pukul sembilan pagi, terlihat di lapangan siswa dari beberapa kelas sedang olahraga, Langit dan teman laki-laki sekelas nya sedang bermain bola basket di lapangan, sementara beberapa yang perempuan sedang bermain bola volly, terlihat juga siswa-siswi kelas 11 sedang berolahraga dasar seperti berlari mengelilingi lapangan, push up dan sebagainya.

Langit berhenti bermain basket dan berjalan ke pinggir lapangan, dia beristrahat sejenak duduk di bawah pepohonan . Beberapa saat Langit sedang beristirahat datang Allisa menghampiri. "Eh kak Langit, olahraga juga kak?, Kakak pasti haus , ini kak aku beliin minum" ucap Allisya sambil memberikan sebotol minuman dingin kepada Langit.

"Eh Allisya , iya nih abis olahraga tapi udahan dulu ah , capek, hehehe tau aja nih kalau haus, makasih ya sya, kaka terima nih" Ucap Langit sambil menerima minuman dari Allisya dan langsung meminumnya dengan lahap.

“Haus banget ya kak?" Ucap Allisya sambil tersenyum kecil.

"Hehehe , kamu kenal nggak sama yang namanya Rindu?" Ucap langit sambil tertawa dan menutup botol minumannya.

"Oh kak Rindu, ya kenal banget sih nnggak, tapi tahu aja, kak Rindu itu kan bintang di sekolah kak, bisa dibilang nilainya selalu yang paling tinggi di sekolah, lah kakah kan sama kelas 3 masa nggak tahu" Allisya mencoba menjelaskan siapa Rindu.

"Saya kan pindahan , baru masuk tahun ini jadi ya nggak tau. Oh begitu ya, tapi dia agak rese ya orangnya " Ucap Langit.

"Eh iya ya kakak, pantes aja, pas aku kelas 10 nggak pernah lihat kakak. Hah rese?, baik kok kak , kenapa emangnya kak? Hayo kakak naksir ya, hehehe" jawab Allisya.

"Apaan sih Sya, nggaklah mana mungkin naksir ,tiap ketemu aja pasti berantem, ribut, boro-boro naksir" sanggah Langit sambil cemberut.

"Ya kali aja , sinetron juga gitu biasanya awalnya berantem terus jadian" balas Allisya.

"Ya itu kan film Sya, udah diatur sutradara, kalau beneran mana ada kayak gitu" Langit mencoba menolak pernyataan Allisya . Langit dan Allisyapun tertawa bersama.

"Oi ini sekolah kali , tempat buat belajar bukan pacaran" kata Rindu yang datang menghampiri bersama Gina. "Ih kak Rindu apaan sih, aku mah udah punya pacar kak, bukan kak Langit , pacar aku kuliah di Bandung" tepis Allisya.

"Tuh denger, makanya jangan mikir negatif dulu, katanya bintang sekolah tapi mikirnya negatif mulu" lanjut Langit menegaskan kepada Rindu hingga mereka langsung pergi meninggalkan Langit dan Allisya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!