NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *28

"Sstt ... apa yang terjadi?" Zihan berucap dengan suara pelan sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.

Ucapan itu membuat Aulia merasa jijik dengan Zihan yang saat ini seolah-olah tidak sadar akan apa yang sudah terjadi. Bahkan, dengan sengaja tidak menghiraukan keberadaannya yang saat ini sedang menahan air mata agar tidak jatuh lagi.

'Bertahanlah, Aulia. Pria bajingan yang sudah memberikan harapan palsu padamu ini memang seorang bajingan sejadi. Jadi, janganlah kamu merasa sakit hati lagi sekarang. Kuatkan dirimu, Aulia.' Aulia berkata dalam hati sambil menggenggam erat tangannya.

'Dan lagipula, kalian menikah juga bukan karena cinta, kan? Dari awal, tidak ada cinta pengikat yang bisa kamu jadikan pegangan, Aulia. Untuk itu, kenapa kamu harus merasa sakit hati hanya karena dia yang telah tidur dengan perempuan lain? Bukankah kamu sudah tahu siapa dia sebelumnya? Dia adalah pria dengan julukan playboy selama ini. Bahkan, akan tetap dengan julukan itu buat selama-lamanya. Dia gak akan bisa berubah sedikitpun. Karena sudah sadarnya seperti itu.'

Setelah menguatkan hati dengan kata-kata yang ia ciptakan sendiri, Aulia pun langsung menarik napas dalam-dalam. Lalu, ia lepaskan secara perlahan agar hatinya cukup baik dan bisa langsung berucap dengan tenang tanpa sedikitpun rasa gugup.

"Apa yang terjadi, Kak Zihan? Kamu sedang tidur dengan perempuan di kamar hotel. Apa kamu masih harus bertanya?"

Ucapan Aulia barusan langsung menyadarkan Zihan akan apa yang sedang terjadi. Diapun langsung bangun secepat yang ia bisa. Lalu, menoleh ke arah asal suara barusan.

"Aulia!" Betapa kagetnya Zihan akan keadaannya saat ini. Wajah Zihan langsung pucat seperti orang yang tidak punya darah lagi.

"Li— Aulia. Bagaimana semua ini bisa terjadi? Bagaimana aku ... Aulia, ini tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan."

Belum sempat Aulia menjawab, Lula yang sedari tadi menunggu kesempatan untuk bicara pun langsung bangun dari baringnya. Iya, dia masih terbaring tadi. Seolah-olah, kalau keberadaan Aulia sama sekali bukan masalah buatnya.

"Mas, ngomong apa sih? Kita yang begitu bahagia tadi sampai langsung tertidur, kini malah ngomong kalau ini tidak sama dengan yang dia lihat. Lagian, bukannya Mas bilang kalau Mas hanya butuh dia sebagai pembantu saja? Yang bisa meringankan .... "

"Cukup! Siapa kamu, hah!? Kenapa kamu malah ada di samping aku sekarang. Perempuan tidak tahu diri. Siapa kamu sebenarnya!" Zihan berteriak keras sambil mendorong Lula. Tapi, dorongan itu tidak membuat Lula terjatuh dari ranjang.

"Mas! Kenapa Mas malah berubah sih? Setelah ada dia di sini, Mas langsung kasar padaku. Mas ini kenapa bisa plin-plan seperti ini, hah! Bukannya Mas yang bilang kalau menikah dengan dia itu hanya karena hutang saja? Mas hanya ingin memanfaatkan dia. Karena orang tua Mas suka sama dia." Lula bicara tak kalah sengit dari Zihan.

Hal itu tentu saja langsung membuat Aulia membulatkan mata karena tak percaya dengan apa yang Lula katakan. Sungguh, dia sangat sakit hati karena ucapan Lula barusan. Karena dia yang langsung percaya dengan kata-kata itu, tentu berpikir kalau Zihan sudah sangat jahat padanya dengan mempermainkan perasaannya sesuka hati.

"Oh, jadi Kak Zihan hanya ingin memanfaatkan aku selama ini ternyata. Kenapa harus susah payah melakukan semua cara itu, Kak Zihan? Kenapa harus bersandiwara dengan susah payah jika hanya untuk memanfaatkan aku? Bukankah aku tidak akan pergi dari kamu, karena memang, pernikahan ini hanya karena hutang yang ayahku punya saja."

"Li, kamu salah paham, Aulia! Semua ini tidak benar. Apa yang perempuan ini katakan bohong, Aulia. Tolong dengarkan aku, biar aku jelaskan."

"Semua sudah jelas. Aku datang hanya ingin melihat seperti apa wajah suamiku saat bersama perempuan lain. Tidak perlu Kak Zihan jelaskan lagi. Karena semuanya, tidaklah penting buat aku."

Setelah berucap kata-kata tersebut, Aulia langsung beranjak. Zihan yang tidak ingin Aulia pergi, berusaha keras untuk mencegahnya. Tapi sayang, dia terhalang kaki yang tidak bisa berjalan sampai membuatnya jatuh dari ranjang.

"Aulia tunggu! Tunggu, Li! Jangan pergi!"

Sakit karena jatuh tidak Zihan hiraukan. Dia berusaha menarik tubuhnya untuk tetap mengejar Aulia. Meskipun terlihat sangat menyedihkan dan terlihat tidak punya harga diri sedikitpun, Zihan tetap melakukan apa yang bisa ia lakukan. Karena yang terpenting saat ini adalah, istrinya.

Sementara Aulia sendiri, ia sangat terluka sebenarnya. Apalagi ketika tahu Zihan jatuh, terus berusaha mengejarnya. Namun, dia abaikan rasa kasihan itu karena perasaannya yang sangat sakit akibat apa yang sudah terjadi. Dia tetap melangkah meninggalkan Zihan meskipun bertolak belakang dengan hati nuraninya saat ini.

Untuk Lula pula, dia yang begitu kasihan akan Zihan, langsung menghampiri Zihan dengan cepat. Rasa bersalah menguasai hati Lula. Dia ingin bilang kalau semua ini hanya pura-pura. Tapi sayang, itu tidak bisa ia lakukan karena saat ini, dia sedang berada dalam ancaman Diani.

"Kak bangun dulu! Kamu tidak akan bisa mengejar istrimu karena .... "

Ucapan Lula langsung terputus karena Zihan yang langsung menepis tangan Lula dengan keras ketika tangan itu ingin menyentuhnya. Zihan dengan tatapan tajam menatap Lula yang kini ada di dekatnya.

"Bia— dab! Siapa kamu yang begitu berani melakukan semua ini padaku, hah!" Zihan bicara dengan nada tinggi sambil mendorong tubuh Lula hingga tubuh mungil itu jatuh terduduk.

"Pergi! Jangan sampai aku berpikir untuk membunuhmu sekarang juga!" Zihan kembali berteriak.

Sepertinya, Zihan benar-benar sedang terbakar api amarah saat ini. Beruntung dia tidak bisa berjalan, jika tidak, mungkin ia akan membahayakan keselamatan Lula sekarang.

Sementara itu, Aulia yang sudah kembali ke mobil langsung meminta pak sopir untuk menjalankan mobil dengan cepat. Tangisan tidak bisa ia bendung lagi ketika mobil meninggalkan tempat di mana sebelumnya berhenti. Tidak Aulia hiraukan keberadaan pak sopir yang mungkin memperhatikan dirinya sekarang. Karena hatinya yang sakit, tidak bisa ia ajak kompromi.

'Tenanglah, Aulia. Kenapa kamu malah menangis sekarang, ha? Hubungan kalian palsu, bukan? Jadi, kenapa harus kamu menangis?' Aulia bicara dalam hati pada dirinya sendiri.

'Kau tahu siapa Zihan, bukan? Dia pria playboy yang sudah punya masa lalu buruk. Jadi, mana mungkin dia bisa berubah. Untuk itu, tenang.'

Sayangnya, kata hati itu bukan malah menenangkan Aulia. Melainkan, membuat Aulia semakin sedih lagi dan lagi. Hingga tak sadar, Aulia menangis dengan suara yang sedikit keras.

Pak sopir yang ada di depan, langsung melihat Aulia sekilas dari kaca mobil yang ada di depannya. "Mbak baik-baik saja?" Si sopir langsung berucap dengan nada prihatin.

"Hiks, maaf Pak. Aku ... ba— baik-baik saja."

Jelas-jelas dia sedang tidak baik-baik saja, tapi si sopir malah bertanya hal yang tidak perlu ditanyakan. Bukannya meringankan masalah, malah menimbulkan masalah lagi.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!