NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. kebencian yang makin dalam dan ancaman

Element world hotel, Jakarta.

Ruang makan privat bernuansa gothic-luxury di restoran hotel bintang lima itu terasa begitu mencekam. Meja panjang berlapis taplak putih itu diselimuti keheningan yang menyesakkan, dihiasi denting sendok dan garpu yang beradu tipis.

Di ujung meja, Pak Victor Argantara—dengan kursi rodanya—menatap penuh wibawa ke arah dua anak muda yang duduk berhadapan. Di sampingnya,

Denis Atmaja, kakak sepupu Nayla yang kini menjabat sebagai CEO di perusahaan tekstil PT Era jaya, sementara dia sebagai pengganti mendiang orang tua Nayla, tersenyum sopan.

Namun, di antara dua calon pengantin itu, aura yang terpancar bukannya romantis, melainkan dendam membara.

Ethan mendengus sinis, matanya melotot menatap gadis di depannya. Gadis yang siang tadi melempar sepatu ke kepalanya di Element world Department Store dan memanggilnya 'bapak tua ubanan', kini duduk dengan gaun pesta merah hati yang indah rambutnya di tata Curly rapi, jauh dari kesan 'pengamen jalanan' tadi siang. 

Tapi bagi Ethan, tatapan mata Nayla tetaplah tatapan bocil kematian yang amat dia benci.

Nayla pun tak kalah sengit. Dia meremas serbet di pangkuannya, merutuki takdir konyol yang mempertemukannya kembali dengan si pak tua sombong karatan ini.

"Malam ini, keputusan sudah bulat," suara berat Pak Victor memecah keheningan.

"Pernikahan ini adalah mandat langsung dari almarhum ayah kamu mbak Nayla dan juga mendiang Kakek dari Ethan. Kami tidak menerima penolakan. Karena kalian berdua ternyata sudah saling mengenal—"

"Kami tidak kenal, Daddy! Cuma kebetulan ketemu tadi siang itu aja" potong Ethan cepat dengan nada dingin.

"Saya juga tidak kenal dengan bapak tua ini, maaf ya!" sahut Nayla tak mau kalah, menekankan kata 'bapak tua' dengan tatapan menusuk.

Denis menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya, tak tahan pada kelakuan bar-bar adik sepupunya. "Nayla, jaga sikapmu. Pak Victor dan keluarga Argantara sudah sangat baik mau menjaga warisan orang tua kamu lewat jalinan keluarga ini. Kalian harus bertunangan secepatnya, minggu depan!"

"Apa?! Kok minggu depan?!" seru Ethan dan Nayla bersamaan.

Makan malam yang penuh tekanan itu akhirnya usai tanpa ada kesepakatan manis. Begitu kedua orang tua dan Denis bergerak menuju area khusus untuk menyelesaikan dokumen, Ethan dan Nayla berjalan mendahului menuju lobi utama lantai bawah, berdiri menanti pintu lift terbuka.

Suasana lobi malam itu tergolong lengang. Hanya ada seorang resepsionis di balik meja jauh dan dua pegawai hotel yang bersiap merapikan dekorasi. Begitu pintu lift tertutup dan mereka hanya berdua di koridor lobi, perdebatan panas langsung meledak.

"Bocah gila! Kamu sengaja kan jebak aku?! Ngaku kamu!" bentak Ethan sambil bertolak pinggang, menatap merendahkan Nayla dari atas ke bawah. "Siang tadi pura-pura lempar sepatu, tahu-tahu malam ini muncul jadi calon tunangan ku! Cih, murahan sekali trikmu!"

Wajah Nayla merah padam. "Eh, enak aja, dengar ya pak tua ubanan sombong! Pede banget kamu! Siapa juga yang mau dijodohkan sama pria kasar dan arogan kayak kamu?! Kalau bukan karena amanat almarhum Papi dan Bang Denis yang maksa, aku juga kagak sudi liat muka kamu!"

"Bagus kalau begitu! Mending kamu bilang ke abang mu itu buat batalkan perjodohan konyol ini, sebelum aku buat hidupmu seperti di neraka!" ancam Ethan melangkah maju.

"Coba saja kalau berani, kalo aku ogah repot!" balas Nayla bertolak pinggang, melotot penuh tantangan.

Ethan yang muak dan merasa kepalanya kembali berdenyut melengos pergi. "Terserah! Malas aku melayani bocil gila!"

Namun, baru dua langkah Ethan berbalik, ekor matanya menangkap sesuatu yang aneh.

Di sudut lobi ini dekat pilar besar, seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi baseball rendah mendadak merogoh balik jaketnya. Kilatan logam mengkilap terpantul lampu kristal.

Itu sebuah pistol berperedam suara  Mata Ethan melotot sempurna. Pria misterius itu memposisikan tubuhnya, membidik lurus tepat ke arah dada Nayla yang masih bersedekap dada sambil mengerucutkan bibir kesal di depan lift.

"Targetnya bocah itu ! Ya tuhan!" Pekik Ethan.

Insting bertarung yang terasah selama bertahun-tahun di New York membuat tubuh Ethan bergerak otomatis melebihi kecepatan pikirannya.

"Nayla, awas!!!"

CRASH!...

Bruk.....

Seketika Ethan melompat dan menyambar tubuh mungil Nayla secara brutal. Mereka berdua jatuh terjerembab keras ke lantai marmer yang dingin.

DESSS!

Pyaar....pyuar...!!

Suara tembakan teredam terdengar, bersamaan dengan pecahnya pot bunga keramik besar tepat di belakang tempat Nayla berdiri tadi. Serpihan tanah dan keramik berhamburan ke mana-mana.

"Aaaaaahhh!" Nayla berteriak histeris, menangis ketakutan dalam posisi tiarap di bawah lindungan bayangan tubuh Ethan. 

Suasana lobi seketika geger dan kacau balau. Resepsionis menjerit, dan para security yang mendengar dentuman pot hancur mulai berlari panik mendekat.

Nayla yang masih syok dan menangis tersedu-sedu menengadah, namun Ethan sudah tidak ada di sampingnya. Pria itu sudah melesat bagai kilat. Tanpa memedulikan rasa takut atau keselamatan dirinya, darah bertarung Ethan bergejolak hebat. 

Dia mengejar cepat sosok penembak misterius yang langsung berbalik dan berlari kencang menuju pintu keluar lobi ke arah parkiran depan hotel yang gelap dan sepi.

"Berhenti kamu, pembunuh sialan!" teriak Ethan bergema di area parkiran.

Sang pembunuh bayaran berbalik. Tanpa membuang waktu, dia menarik sebuah pisau komando bergerigi dari pinggangnya dan menyerang Ethan secara mendarat.

Sreet!

Trang....

Ethan mengepalkan tangannya. Mengandalkan teknik Taekwondo tingkat tinggi yang dia kuasai, Ethan menghindar dengan kelincahan luar biasa. Dia melancarkan tendangan memutar, yang tepat mengenai dada penembak itu hingga sang pembunuh terdorong ke kap mobil.

Brakk....

"Menyerahlah kamu!" Namun, pembunuh itu bukan orang sembarangan. Dia bangkit dengan cepat dan menyabetkan pisau komandonya secara kalap. 

Ethan berhasil menangkis pukulan susulan, tapi sabetan pisau yang cepat menusuk dan merobek lengan jas serta kulit lengan kirinya.

"Sial!" meringis Ethan, darah segar langsung mengucur merembes membasahi kemeja putihnya.

Brak!

Ethan membalas dengan tendangan depan telak di wajah sang pembunuh hingga pisaunya terlempar. Tepat saat Ethan hendak mengunci leher pembunuh itu, suara derap langkah dan teriakan para security hotel berdatangan dari arah lobi.

"Di sana! Cepat tolong Pak Ethan!" Tahu posisinya terdesak dan kalah jumlah, sang pembunuh bayaran langsung memanfaatkan kegelapan malam, melompati pagar pembatas parkiran, dan menghilang menembus semak-semak jalan raya.

Ethan terengah-engah, memegangi lengan kirinya yang terus mengucurkan darah. Matanya menatap tajam ke arah kegelapan malam dengan napas memburu. Perjodohan konyol ini baru saja berubah menjadi ancaman pembunuhan yang sangat nyata

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!