NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 Ribut Lagi

Perdebatan itu semakin ramai. Semua berbicara hampir bersamaan hingga tak ada yang benar-benar mendengar satu sama lain, saling menyalahkan tidak ada yang mau kalah.

Baik mulut wanita pria sama saja hanya Alfian yang semakin frustasi melihat kekacauan di antara teman-temannya.

Bahkan Celia yang sejak tadi juga tidak mau kalah. Karena terlalu fokus beradu mulut, tangan Diego tidak sengaja mendorong tubuh Celia yang membuatnya melangkah mundur

Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Untuk sesaat ia yakin akan jatuh.

Mata Celia melotot sudah membayangkan bahwa tubuhnya akan terhampar aspal yang sangat keras. Namun, sebelum itu terjadi, sebuah tangan dengan sigap meraih lengannya. Tangan yang lain menahan pinggangnya agar tidak benar-benar terjatuh.

Bruk.

Bukan tubuhnya yang menghantam lantai, melainkan langkahnya yang terhenti tepat saat Alfian berhasil menahan tubuhnya dengan posisi kayang.

Mata Celia melotot, dengan nafas memburu, Celia benar-benar kaget dan sementara tatapan Alfian tampak dingin dengan kerutan dahi di wajahnya.

"Lepas!" teriak Celia.

Sentuhan tangan Alfian baginya adalah dosa besar karena mereka bukan mahram.

"Lepas...!" teriaknya kembali.

Tidak berpikir panjang Alfian melepaskan Celia dan terjadi

Brukkk.

Suara benturan yang cukup keras terdengar membuat kericuhan seketika menjadi hening. Chaca dan Chika sama-sama membalikkan tubuh melihat apa yang terjadi membuat mereka kaget.

"Auhhhhh!" keluh Celia saat tubuhnya terbentur aspal dengan pinggang yang terasa sakit.

"Celia!" teriak keduanya serempak dengan menghampiri teman mereka dengan berjongkok memeriksa keadaan Celia.

"Apa-apaan sih lo hah!" umpat Chaca.

"Bukan kesalahan gue," sahut Alfian.

"Issss dasar!"

Chaca dan Chika membantu Celia untuk berdiri dengan Celia memegang pinggangnya yang terasa sakit.

"Dasar lo, lo sengaja bukan," sahut Celia.

"Lo yang nyuruh gue buat lepaskan dan gue sudah lakuin," sahut Alfian.

"Sudah-sudah hentikan semuanya dan jangan membuat keributan di depan pintu pagar konser ini, jika kalian semua masih berada di sini dan membuat kekacauan saya akan melaporkan polisi dan orang tua kalian bisa dipanggil!" tegas satpam memberi ancaman.

"Iya-iya pak," sahut mereka dengan serempak tampak terpaksa.

"Dasar anak remaja sekarang!" kedua satpam itu menggelengkan kepala dan kemudian berlalu dari hadapan para remaja yang masih menyimpan rasa kekesalan.

"Heh! urusan kita belum selesai ya," sahut Kania.

"Urusan apaan, kalian yang mulai duluan, mengejek kita bertiga dan lihatlah Allah maha adil langsung memberi karma kepada kalian dengan tiket kalian tiket palsu, katanya orang kaya, sekolah di sekolah elit dengan fasilitas mewah, ternyata murid-muridnya untuk nonton konser aja harus mencari tiket palsu," ejek Chaca.

"Eh jaga tuh mulut, apa kabar dengan kalian bertiga," sahut Diego.

"Ya, kita bertiga karena ditipu," sahut Celia mencari pembelaan.

"Ya sama aja," sahut Yogi tertawa terbahak-bahak bersama dengan teman-temannya.

"Ketawa-ketawa udah kayak sun go kong," ejek Chaca.

"Lo bertiga cewek alay," celetuk Diego.

"Hey kita ini wanita-wanita jenius," tegas Chika.

"Apaan jenius, lo bertiga cewek cabe-cabean, cegil, alay," ejek Yogi.

"Eh sembarang...." Celia bersama dengan teman-temannya mulai terpancing.

"Sudah hentikan!" bentak Alfian.

"Kita sebaiknya pergi dari sini, mereka bertiga hanya cari perhatian dan tidak ada gunanya meladeninya orang-orang seperti mereka!" tegas Alfian terlebih dahulu berlalu dari hadapan orang-orang tersebut dan sebelum itu matanya menata Celia yang juga menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Huhhhh, buang-buang waktu berhadapan dengan orang-orang seperti kalian!" ucap Valery terlalu dari hadapan Celia dan teman-temannya, kemudian diikuti dengan Kania Diego dan juga Yogi.

"Huhhhh yang adanya kita yang membuang -buang waktu berhadapan dengan orang-orang kaya songong!" teriak Chika dengan emosi.

"Celia kamu tidak apa-apa?" tanya Chaca.

"Tidak.....issss amit-amit tangan kotornya menyentuh tubuhku," Celia kegelian pada tubuhnya sendiri yang disentuh oleh Alfian seolah-olah hal itu sangat menjijikkan dan begitu najis.

"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini, percuma nabung mahal-mahal eh ujung-ujungnya kita tidak bisa nonton konser idola kita," sahut Celia dengan kesal.

"Ya sudah ayo!" ajak Chika dengan mereka bertiga yang akhirnya meninggalkan tempat tersebut.

*****

"Ini sungguh memalukan Kania, kita bukan orang kekurangan yang tidak mampu membeli tiket, apa-apa sih lo, kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Valery melampiaskan kemarahannya kepada sahabatnya di saat mereka tampak nongkrong di tempat biasa.

"Valery gue juga tidak tahu jika kejadiannya akan seperti ini, gue sudah hati-hati untuk membeli tiket dan tidak tahu jika aku ujung-ujungnya kita akan tertipu," sahut Valery.

"Tetapi harga diri kita benar-benar turun di depan gadis cabe-cabean itu," sahut Yogi.

"Setuju," sahut Diego.

"Kenapa sih, mereka selalu mencari masalah dengan kita, tidak ada satupun anak SMA Cendrawasih berani dengan SMA Bintang, tetapi mereka bertiga selalu nyolot, nantangi dan sangat geragas yang tidak tahu etika," sahut Valery tampak begitu kesal.

"Aku sedang mengatakan kepada kalian semua untuk tidak berurusan dengan mereka bertiga, cewek-cewek itu hanya iri dengan kita yang bisa memiliki apapun dan sekolah di tempat yang bagus," sahut Alfian.

"Setuju sih," sahut Valery.

"Sudahlah guise, gue minta maaf atas apa yang terjadi, gue bener-bener nggak nyangka kejadiannya akan seperti ini, semoga ini menjadi pelajaran untuk gue kedepannya dan gue janji akan lebih hati-hati lagi," sahut Kania.

"Sudahlah, gue mau pulang capek!" sahut Valery terlihat moodnya berantakan.

Alfian tidak mengatakan apapun dan juga berlalu dari teman-temannya.

"Alfian tunggu!" Yogi dan Diego langsung berlari menyusul Alfian.

"Isss, awas saja wanita yang telah menjual tiket kepadaku, jika sampai aku menemukannya maka aku akan menyelesaikannya saat itu juga, berani-beraninya dia menipu ku dan membuat teman-temanku malu," umpat Kania dengan kesal.

*****

Tidak jadi menonton konser idola mereka, Celia bersama dengan keduanya tampak menikmati makanan seblak di pinggir jalan. Seperti biasa level ketiganya level yang tingkat pedas sehingga membuat mereka makan berkeringat dengan suara desahan kepedasan.

"Pokoknya gue akan mencari wanita yang menjual tiket itu, enak saja uang kita bertiga sudah habis dan kita bahkan tidak bisa melihat idola kita," sahut Chika dengan kekesalannya dan ditambah dengan pedasnya seblak yang dia makan.

"Makanya mesan tiket itu yang benar-benar aja," sahut Celia.

"Tau ni, uangnya sudah ditabung setahun, eh malah di tipu," sahut Chaca.

"Sudahlah kita jadikan saja semua ini pelajaran dan semoga kedepannya hal ini tidak akan terjadi lagi," sahut Celia dengan bijak.

"Isss, tetapi tetap saja murid-murid SMA Bintang itu menyebalkan, lihatlah laki-laki gendut itu mendorong kamu sampai membuat kamu jatuh," sahut Chaca.

"Namanya juga bedanya besar, mana mampu Dia menjaga keseimbangannya, tetapi untung saja Celia tidak cedera dan jika sampai cedera kita akan minta ganti rugi," sahut Chika.

"Memang tidak cedera, tetapi tubuhku disentuh oleh laki-laki itu, laki-laki sombong dan angkuh, manja dan menyebalkan," Celia tidak berhenti mengumpat dengan kemarahannya pada Alfian.

"Kamu harus mandi suci Celia, jika tidak virus dari kesombongan mereka akan menular pada kamu," ucap Chika.

"Setuju," sahut Chaca.

"Ya, begitu sampai rumah nanti aku akan langsung mandi suci, mandi kembang 7 rupa untuk menghilangkan aura jahat di tubuhku," sahut Celia.

"Huhhhhh, semoga saja kita tidak akan berurusan lagi dengan murid-murid SMA Bintang," sahut Chika.

"Amin!" Celia dan Chaca mengucapkan Amin dengan sangat keras dan bahkan sama-sama serentak.

Bersambung.....

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!