NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inseminasi

Keluarga Wijaya direpotkan dengan pingsannya mama dari Christian dan Melany.

"Kenapa kamu harus disini??"

"Aku mau dekat dengan cucuku."

"Ma, kamu terlihat sehat."

Papanya Christian tidak bisa membujuk mamanya untuk pulang ke rumah. Karena beliau ingin dekat dengan cucunya. Akhirnya mereka pun bermalam di rumah sakit ini. Dan pagi hari dari rumah sakit papanya ke kantor. Disana dia bertemu dengan anak mantunya Manager di perusahaan yang mengatasi setiap permasalahan yang berhubungan dengan hukum. Mertua Lisa, terutama papa mertua sangat berutang budi kepada Lisa, karena semua masalah hukum di perusahaan wijaya grup di selesaikan dengan baik olehnya.

"Apa Christian tidak menyukaimu???" Lisa hanya terdiam.

"Tidak pa."

"Terus kenapa kamu tidak bisa memberikan seorang cucu buat saya." Lebih terdiam Lisa. Dia tidak berani berterus terang kepada mertuanya. Karena jika dia jujur, kemungkinan dia akan di usir dari rumah ini.

"Papa menginginkan kita mempunyai anak."

"Kamu menjanjikan sesuatu yang tidak pasti buat papa."

"Papa tidak boleh tahu masalah kandunganku."

"Kenapa???"

"Aku tidak mau terlihat sedih di hadapan beliau."

"Lisa, kamu sedang bunuh diri kamu sendiri."

"Ya bahkan aku bisa melakukannya. Aku mengijinkan Calista memiliki anak dengan kamu. Dengan persyaratan anak yang di lahirkan menjadi milikku."

"Kamu gila. Tidak mungkin Calista mau."

"Kamu harus membujuknya. Lagian Calista pasti akan menikah."

Terjadi pertikaian antara Christian dan Lisa. Yang menyebabkan Christian meninggalkan rumah mereka. Sedangkan di rumah sakit, sore tadi mama sudah di ijinkan pulang oleh dokter. Daniel masih belum bisa tertolong. Salah satu cara agar dia bisa sembuh adalah tali pusar adeknya.

Hari ini, Daniel sudah di ijinkan pulang, dokter Ezra Pratama sendiri yang mengijinkan Daniel keluar. Jadi selesai kerja, Calista dan Ezra membawa Daniel ke rumahnya. Ezra rencana melamar Calista dia sudah bertekat untuk menikahi maminya Daniel.

"Tama, kamu tahu apa yang harus aku lakukan."

"Iya dan aku mengijinkannya. Aku melakukan ini, biar ketika kamu hamil, mereka tahu bahwa itu anakku."

"Tama......"

"Aku mencintaimu Ita. Aku juga menyayangi Daniel anakmu. Mari kita berjuang bersama."

Akhirnya Ezra Pratama berhasil melamar Calista. Ezra yang tumbuh dan besar di panti asuhan karena sedari bayi dia kehilangan orangtuanya bersamaan pada malam kecelakaan maut itu. Hanya Ezra yang selamat. Jadi hari ini Ezra datang bersama komandannya yang seagama dengannya datang melamar Calista. Bukan hanya komandan, bahkan semua lettingnya juga datang melamar dokter Calista Gunawan. Dan seterusnya nikah dinas pun di lakukan karena Ezra adalah seorang tentara. Pernikahan Mayor dokter Ezra Pratama spesialis onkologi bersama Dokter Calista Gunawan spesialis bedah saraf berlangsung sangat sederhana di sebuah gereja kecil yang ada di dalam kompleks kesatria angkatan darat.

"Sayang malam ini, memang malam pertama kita berdua, tetapi aku tidak mau egois. Aku tidak mau merusak proses inseminasi yang besok akan kamu lakukan demi kesembuhan Daniel anak kita."

"Mas.... Maafkan aku, kamu harus hadir dalam kerumitan masalahku." Tama memeluk istrinya. Malam ini dia hanya bisa memeluk dan mencium istrinya. Karena sebagai laki - laki dia sudah berjanji kepada Christian bahwa dia tidak akan merusak program inseminasi itu.

Jadwal Inseminasi bagi Calista akan berlangsung jam satu siang ini. Calista dan Tama juga Christian memilih rumah sakit berbeda. yang kerahasiaannya di jaga. Semua ini untuk kesembuhan Daniel. Sambil menunggu waktu sembilan bulan lebih kesehatan Daniel di pantau oleh papinya.

Calista yang sudah ijin hari ini tidak kerja. Kemarin dia sudah menyelesaikan pekerjaannya karena dia akan ijin dua hari. Sementara Suaminya dokter Tama masih menjalankan tugasnya jam makan siang baru dia menemani istrinya untuk proses inseminasi itu. Jam sepuluh Calista mendapat telepon dari Lisa. Ingin bertemu, Calista tahu, apa yang akan di bicarakan oleh Lisa.

"Mau makan apa, biar saya pesankan??"

"Mohon maaf saya sudah sarapan dari rumah. Mau bicara apa silahkan. Karena sepuluh menit lagi suami saya akan menjemput saya di tempat ini." Raut wajah Lisa sangat marah. Sangat terlihat sekali. Kemudian Lisa menyodorkan sebuah kertas buat Calista tanda - tangani.

"Kertas apa ini??"

"Kamu bisa membacanya."

Calista melihat disitu tertulis surat perjanjian. Dan dia membaca dengan seksama. Seketika Calista mengembalikan kertas itu kepada Lisa.

"Saya tidak perna berjanji untuk menyerahkan anak saya kepadamu. Jadi saya tidak akan mejanda tangani surat ini."

"Tetapi hasil pembicaraan kamu dengan Christian adalah menyerahkannya kepada kami. Saya sebagai istri sahnya otomatis akan menjadi mami dari anak itu."

"Saya sebagai ibunya, akan memilih siapa yang pantas menjadi maminya. Mohon maaf."

"Tolong saya ita. Saya ingin sekali menjadi ibu.Kamu pasti sudah tahu dari Christian kondisi keadaanku. Dan mertuaku sangat menginginkan cucu dari anak laki - lakinya."

"Saya tidak mau tahu, urusan kamu dengan mertuaku. Sekali lagi saya pasti memilih siapa mami yang pantas buat anak saya. Jika saya dan suami saya tidak mampu mengurus anak itu."

Lisa sudah berlutut di hadapan Calista. Perempuan egois ini mau merendahkan dirinya. Satu pemandangan yang tidak mungkin. Karena sedari sekolah Lisa itu egois, padahal kehidupannya sangat prihatin. Semua mata di restoran itu melihat kearah mereka.

"Berdiri Lisa. Semua orang di restoran ini melihat kamu."

"Ita tolong saya. Saya ingin menjadi seorang ibu."

Calista menatap Lisa. Calista sangat kasihan. Hati kecilnya tergerak. Sebenarnya kondisi Lisa sudah diketahui oleh Calista dari Christian namun juga dari suaminya sendiri Tama. Bahwa di usianya yang masih tergolong muda, tidak bisa memiliki anak, karena dia sudah masuk dalam masa menopause. Akibat Kista besar yang mengalangi jalan lahirnya. Sehingga tidak bisa terjadi penyatuan sel telur dengan sel sperma.

"Aku berterima kasih karena kamu mengijinkan Christian untuk melakukan semuanya ini untuk menolong Daniel anak saya. Saya akan mempertimbangan semuanya ini."

Tidak lama Mayor Ezra Pratama suami Calista datang menjemputnya. Karena susah waktunya mereka akan ke rumah sakit tempat sperma Christian di simpan setelah melakukan beberapa tahap untuk spermanya siap disuntikan kedalam rahim Calista.

"Mas....."

"Aku menyetujuinya sayang. Aku akan menemani proses ini." Tama mencium istrinya di bibir sangat lama. Dia memeluk sangat erat memberi kekuatan kepada Calista Gunawan istrinya. Kemudian proses inseminasi itu pun berlangsung. Terlihat Calista begitu risih ketika keteter khusus dimasukan kedalam organ intimnya. Dan kemudian sperma Christian dimasukan kedalam rahim Calista.

Tama meneteskan air matanya. Calista memegang erat tangan suaminya. Meskipun dia merasa kuat, namun ini bagaikan sebuah perzinahan yang dia sarankan. Karena ini satu - satunya cara agar Daniel bisa sembuh. Apalagi usia Daniel Caleb saat ini sudah empat tahun.

"Maafkan aku sayang, harusnya aku tidak boleh menangis."

"Mas... I love you."

"Love you more sayang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!