Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4: Tebasan
Kali ini dia kehilangan kesadaran cukup lama, disaat itu dia melihat sebuah gunung yang terbelah. Selain terbelah tebasan itu juga menebas atmosfer dunia tersebut, Cakra yang tersadar melihat daging kaki didepannya sudah terpotong.
“Huff…. Huff…. “
“Apalagi itu? kenapa rasanya seperti di fiksi luar membelah langit?”
“Hmm tapi aku tak mengikuti jalan yang sama, aku hanya pengguna tenaga dalam, untuk melawan dewa seperti yang mereka lakukan”
“Aku sama sekali tak sanggup”
Cakra melihat udara kosong dan mengatakan.
“Lebih baik berhenti mengangguku, aku tak punya kemampuan seperti kalian, jalanku berbeda”
Tidak tau kenapa setelah itu Cakra bisa menguliti dan membersihkan daging tersebut dengan lancar tanpa masalah. Tapi yang menarik adalah sebuah energi kuning keemasan terlihat melindungi parang, membuat bilahnya lebih tajam. Cakra yang sangat fokus gak sadar akan hal itu, hanya terus menguliti tiap bagian dengan lihai. Setelah selesai Cakra memisahkan bagian beku ke tempat tertutup yang dia aliri udara dari batu dingin. Setelah pemisahan selesai MC, melihat lagi keluar. Di luar terlihat hujan sangat besar sedang mengguyur sekitar.
“Ah hujan ya…”
“Pantas saja cukup dingin”
“Cuaca begini….”
“HUH?!”
Sebuah tentakel raksasa muncul dari awan, dan seorang raksasa memegang gunung pedang.
“Apa-Apaan?”
“Kukira hanya mahluk sebesar bus atau truk saja”
“Tapi melihat skalanya apakah mungkin itu mahluk luar?”
“Ah yasudah lah”
Cakra menutup celah untuknya mengintip, diluar terdengar suara dentuman yang besar. Saat suara itu terdengar sebuah petir raksasa juga muncul. MC yang merasakan ada yang gak beres menutup matanya, sebuah Cahaya yang sangat terang saat itu terlihat dari sela sela gua gunung itu.
“Cahaya?”
“Tapi sepertinya ini bukan hal baik”
“Untung saja aku menutup mataku”
Di luar gua Cahaya itu mengubah mahluk hidup yang berakal menjadi batu, kecuali beberapa mahluk yang termasuk sebagai monster atau Binatang. Terlihat juga manusia terbang dengan pedang melindungi diri dari Cahaya itu. Saat itu terdengar suara seseorang yang marah.
“SIALAN”
“Apakah kalian berniat memusnahkan dunia ini!”
“Walaupun kalian pengguna sihir sudah kami berikan tempat”
“Prilaku gila kalian dengan sihir dimensi ini bisa memusnahkan dunia milik kita”
Cakra yang merasa keadaan sudah reda kembali ke tempat tidurnya, dia terlihat mengasah parang miliknya. Setelah itu Cakra membaca komik yang belum sempat dia selesaikan kemaren, cuaca sudah mendingan di luar. Cakra keluar dari gua melihat gunung pedang dan pulau patah. Walau begitu MC melihat seperti energi bekas jahitan di langit, dia merasakan energi di dunia itu bocor kesana. Cakra yang gak mau ikut campur pun pergi mencari tumbuhan tumbuhan dan jamur yang bisa dimakan.
Di hutan Cakra melihat sebuah kuil aneh, di kuil tersebut terlihat juga energi hitam seperti polusi di dunianya yang dilihat di mimpi.
“Ini… Polusi?”
“Sebelumnya aku sama sekali gak sadar akan hal ini tapi sebenarnya ini apa?”
“Entah kenapa instingku mengatakan untuk mengatasi ini”
Cakra menggunakan parang miliknya untuk menghancurkan batu tersebut. Setelah satu tebasan batu itu terpecah berkeping keping yang membuat energinya polusi benar benar hilang.
“Sepertinya itu batu ini bertindak sebagai lubang”
“Hanya saja lubang nya memerlukan diameter tertentu untuk mengeluarkan energi polusi”
Cakra yang merasakan aneh pada kuil yang baru baru muncul jugak menghancurkan kuil tersebut.
“Memang dinegaraku itu ada yang namanya ketuhanan yang maha esa”
“Hanya saja ini terasa bukanlah bentuk salah satu tuhan di dunia ini”
“Gak mungkin harusnya tuhan energinya mengikis dunia ini, terasa gak cocok”
Terdengar beberapa suara Langkah kaki, Cakra yang menyadari itu manusia langsung keluar lewat jendela. Cakra mengintip, terdengar orang orang ini berdebat akan sesuatu.
“Mana?”
“Bukannya harusnya itu ada disini?”
“Kita telah susah payah memancing mahluk itu turun untuk membuat kita menjadi superior di dunia ini”
“Tapi kenapa batu hitam itu hilang”
Cakra mendengar itu mengendap keluar dari area sekitar itu, untungnya kali ini gak ada masalah klise seperti menginjak ranting. Dirinya langsung bergerak sangat cepat untuk kembali ke gua, didalam gua Cakra langsung beristirahat dirinya pun menyamarkan dinding guanya menjadi sebuah dinding batu. Setelah guanya selesai disamarkan Cakra masuk kedalam, didalam gua Cakra mengatur nafasnya berpikir siapa orang orang itu.
“Orang orang itu penyihir?”
“Tapi bagaimana mungkin penyihir bisa di dunia xianxia?”
“Jangan bilang dunia ini punya penyihir dan juga cultivator?”
“Mahluk kemaren jangan bilang itu perbuatan mereka, karena yang kutau mahluk itu hanya ada di fiksi milik mereka”
“Ah aku yang hanya orang Nusantara biasa kenapa bisa masuk ke dunia aneh begini. Tapi sepertinya kedua pihak belum menyadari keberadaanku”
“Lebih baik aku mulai mencari tau bagaimana cara meningkatkan kekuatan tenaga dalamku, aku bukanlah orang yang melawan langit ataupun menggunakan aturan.”
Cakra berpikir lalu dia mengingat lagi saat dia pingsan, dirinya lalu mencoba lagi menyerap tenaga alam. Kali ini berhasil tenaga saling melengkapi, walau gak benar benar menyatu Cakra mulai mengendalikan energi itu untuk berputar menjadi sebuah bola di inti tenaga dalam dibawah pusarnya. Sedikit demi sedikit pusaran itu memenuhi inti tenaga dalamnya bagai sebuah bola yang diisi angin. Tapi MC hanya bisa mengisi setengahnya membuat kedua energi tersebut berputar dan terus menyerap walau dirinya hanya bernafas saja.
Cakra mulai mengerti jikalau untuk membentuk energi tubuh bernafas juga diperlukan, dia mencoba mencampur energi itu untuk digunakan pada parang miliknya. Parang tersebut rupanya berhasil menyatukan, tapi Cakra baru menyadari jikalau parang itu sama sekali gak tumpul.
“Loh?”
“Bukannya aku menggunakan parang pagi ini?”
“Kenapa rasanya parang ini sama sekali gak digunakan?”
“Juga energi ini menyatu sangat baik”
“Apalagi dengan energi keemasan yang berasal dari tenaga alam”
“Untuk energi biru dari tenaga dalam ini seperti merawat senjata ini”
Cakra melakukan tes dia mencoba mengayunkan parang dengan pelan ke dinding terlihat dinding tersebut dipotong dengan mulus. MC juga mulai mempelajari energi untuk menyatukan dengan tubuh, hanya saja energi itu terlihat terlepas dan menguap jikalau digunakan ke tubuhnya.
“Hmm tak bisa ya”
“Energi dengan entri emas sama sekali gak bisa menempel”
“Sedangkan energi dengan entry biru bisa”
“Aku harus memikirkan cara”
Cakra mencoba memadatkan energi biru, hanya saja energi emas itu sama sekali tak bisa dipadatkan. Dia mencoba melakukan dan fokus tapi karena energi emas bukan miliknya dia sama sekali belum bisa mengontrol itu. Untuk sekarang Cakra Hanya menggunakan energi untuk sedikit demi sedikit menjadi tenaga dalam didalam tubuhnya. Tiba tiba terdengar suara pertarungan di luar dimana MC bisa merasakan getarannya.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...