NovelToon NovelToon
Cinta Tumbuh Di Medan Pertempuran

Cinta Tumbuh Di Medan Pertempuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: KSTARIA MALAM

Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.

Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Beberapa detik kemudian BOOM

Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.

"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.

Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.

"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.

mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTARUNG BERSAMA

Di dalam kehidupan ini bahkan manusia lebih buruk dari monster,nurani mereka telah mati tidak ada rasa kasihan,seakan-akan manusia lain tidak lebih dari sampah🥶

Sirene meraung semakin kencang, seolah tidak memberi mereka kesempatan untuk bernapas. Ribuan tentara pemerintah menyisir seluruh area laboratorium sambil melepaskan rentetan tembakan ke segala arah, Desingan peluru dan suara ledakan menggema tanpa henti, mengubah laboratorium itu menjadi medan perang yang dipenuhi kepanikan dan kehancuran.

Di depan panel kendali, jari-jari Nayla menari di atas keyboard dengan cepat, sangat cepat. Ia mengaktifkan jebakan yang telah dipersiapkannya jauh sebelum pertarungan dengan Angga pecah.

Boom

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang area laboratorium. Beberapa agen pemerintah tewas seketika, sementara formasi mereka porak-poranda. Kepanikan mulai menyebar, memaksa mereka kehilangan kendali atas situasi.

"akhirnya jebakan yang aku pasang tadi berguna" kata nayla pelan

namun tidak bertahan lama karena agen dan pasukan pemerintah yang tersisa memasuki dalam laboratorium.

Api perlahan merambat di sepanjang lorong, Asap hitam memenuhi udara,Setiap tarikan napas terasa lebih berat.

Angga melangkah Perlahan, di belakangnya anak-anak experiment mengikuti dengan langkah kaki gemetar, tidak ada yang bersuara, mereka Hanya diam tapi raut wajahnya menampilkan ketakutan dan rasa trauma mendalam.

"ke arah kiri" angga memberi perintah kepada nayla dan anak-anak itu

Angga membaca denah dipergelangan tangannya, yang ia lihat hanya Lorong lorong sempit Minim pencahayaan namun Mau Bagaimana lagi itu satu-satunya jalan.

nayla berjalan dengan raut wajah dingin langkahnya sedikit cepat dari biasanya

"aku tidak suka ini"gumam nayla.

"Sejak kapan kau menjadi penakut?"angga bertanya kepada nayla

"aku tidak takut aku hanya benci kekalahan" balas nayla tersenyum.

Tiba-tiba dari arah depan terdengar sepatu pasukan pemerintah telah mendekat

tiba tiba Tembakan melaju kencang menembus asap

dorr!

Salah satu anak jatuh,Tubuh kecilnya terhempas kelantai Darah mengalir deras dan tubuh kecil itu mati.

Angga membeku sesaat Matanya berubah Gelap melihat pemandangan itu.

"BERHENTI!"suara teriakan terdengar keras

dari balik asap Bayangan-bayang muncul satu per satu Pasukan elit Lengkap dengan senjata Siap tempur.

didepan pasukan tentara seorang pria berdiri Tenang Seolah semua ini sudah dia rencanakan "Yas Anggara Pratama" teriakan lantang menyebut nama angga

Angga tidak langsung menjawab Namun genggaman tangannya semakin erat.

"jadi kau salah satu dari mereka?" suara angga begitu dingin dan menakutkan

"Ya kau benar dan aku yang telah membuat semua rencana" balas laki-laki itu! "dua kakak beradik bodoh itu, tidak bisa diandalkan mereka mati terlalu cepat" balas laki-laki itu.

Ternyata dia adalah Reka bunanda Guru dan panutan angga yang ternyata masih hidup.

"ku pikir anda telah mati senpai"angga berkata dengan nada mengejek

"Semua karenamu aku hampir mati" reka bunanda membalas perkataan angga

tanpa sadar nayla melangkah maju sedikit Melindungi angga dan anak anak experiment

"Aku benci orang yang terlalu banyak bicara" balas nayla dingin reka

reka tersenyum tipis Memberi isyarat Dalam sekejap puluhan senjata diarahkan, Laser merah seakan menari di tubuh, dikepala bahkan dijantung angga dan nayla.

"Letakkan senjata kalian berhenti melawan, ini akhir hidup kalian" kata reka dingin

Angga melirik ke arah Nayla Sekejap tanpa kata tapi cukup untuk Mereka saling mengerti

"Angga Menurutmu berapa banyak yang bisa kita bunuh sebelum mereka hancur?" tanya nayla kepada angga

perlahan angga menghela napas pendek Matanya dingin Seperti jurang yang terjal "semua yang berdiri di depan kita" balas angga dingin

Nayla tertawa Lepas, tangannya bergerak Liar Menekan detonator kecil di tangannya.

BOOM

Ledakan mengguncang lorong lorong,api menyembur panas

Pasukan terpental formasi musuh kacau balau Jeritan pecah di langit laboratorium.

"SEKARANG" nayla berteriak kencang

Angga tidak menunggu Ia melesat Masuk ke dalam kekacauan, Karambitnya menari lebih brutal dari sebelumnya, bukan lagi presisi Tapi pembantaian.

Leher koyak, Tulang-tulang patah, Darah menyembur seperti kucuran air

Tidak ada belas kasihan tidak ada keraguan angga terus membantai

di belakang angga anak-anak itu berlari berpencar ke segala arah bersembunyi di pilar-pilar roboh.

reka perlahan mundur melihat pertempuran pecah,namun matanya tetap tenang Mengamati Menghitung "Menarik!!" reka bergumam

reka mengangkat jalur komunikasi "aktifkan fase kedua" suara dingin reka berbicara di earpiece

tiba tiba ledekan terdengar kencang, bunker bergetar hebat Lebih kuat dari sebelumnya Lebih dalam dan Lebih menghancurkan

Layar di pergelangan tangan nayla berkedip dia berhenti Wajahnya berubah Untuk pertama kalinya ia tidak tersenyum

angga ini?" suara nayla tercekat! "dan para manusia experiment di aktifkan para monster dilepaskan" ucap nayla kembali

Dari balik kegelapan lorong sesuatu bergerak Bukan manusia bukan juga mesin hanya monster yang sudah diperintah bunyi

suara suara tidak mengenakan terdengar, tulang retak, Daging bergeser, Monster itu bergerak cepat Napas mereka berat tidak normal

angga tersenyum tipis "Seharusnya memang begini biar seru"ucap angga bergitu senang!

"berarti nay, permainan sebenarnya baru saja dimulai" ucap angga kepada nayla.

To Be Continue..

1
Putri Nayla
harus di eksekusi Thor Manager seperti itu
Putri Nayla
Thor Thor lama banget updatenya
Restu Juli
penjudi memang sialan 🤭
Restu Juli
teguh sialan 🤣
Restu Juli
good cerit Thor 👍
nanda arifin
sangat seram di episode penjara bawah tanah ini😱
nanda arifin
lucu sekali 🤣
nanda arifin
lirik yang indah 👍
nanda arifin
salah satu novel yang bagus dan menarik
andini putri
jangan dibiasakan thor, updatenya terlalu lama
Anonim
teguh merasa seakan dia adalah orang paling Berbahaya, dia tidak tau Kalau angga dan nayla adalah iblis Berbentuk manusia 😆
wina
judi lagi judi lagi, di Pulau jawa judi, di palau Kalimantan judi dan di seluruh negara juga judi, novel pun ikut-ikutan
wina
good lirik lagunya 🔥
wina
begitu seru ceritanya,saya sangat suka thor 🙏
wina
semangat thor🔥
wina
saya sangat menyukai cerita anda thor🔥
andini putri
good novel dark 🔥
Anonim
cih sangat menjijikan si teguh
Anonim
good saya menyukai alur yang seperti ini 👍
putri athalia
saya tidak setuju kenapa para peniudi seperti mereka di selamatkan seharusnya biarkan mereka mati 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!