Bagaimana jadinya jika kamu harus menikah dengan musuh kamu, itu yang di rasakan Haziqa Elvarreta Shanum atau kerap di sapa Hazi.
Seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit di Jakarta ,anak kedua dari pasangan Kiyia Luqman dan Nyai Khodija.
Hazi harus menikah menggantikan sang kakak, apakah Kehidupan Hazi, akan baik- baik saja setelah menikah, tunggu updatenya hanya di novel ini yaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Istri Pengganti 4
" anda kenal saya?" tanya Mila pada Arras yang memanggil dirinya.
"Ahh....iya saya Arras, anaknya Pak Bram dan Bu Sofia" jawab Arras.
Seketika jantung Mila berhenti berdetak, tidak ia sangka ia bertemu calon suaminya lebih dulu, begitu pula dengan Arras yang sudah di beri tahu oleh bundanya soal Mila.
" Kalian saling kenal?" tanya Hazi yang melihat kakaknya dan juga Dokter seniornya secara bergantian, begitu pula denan Lyora.
" oh- i- ini anaknya temen abi, donatur pondok, kamu kenal juga?" balas Mila yang terlihat begitu gugup.
" Nahhh ini pacarnya Lyora , sekaligus dokter senior termenyebalkan di rumah sakit aku kerja" jawab Hazi menujuk ke arah Lyora.
" mantan Zi" koreksi Lyora.
" Iya mantan, tapi nyebelinnya enggak salah " jawab Hazi.
"Dihhh loe yang nyebelin, loe yang selalu buat mood gue rusak, loe juga yang selalu minta Hazi nemenin loe padahal dia lagi quality time sama gue" Balas Arras yang tidak terima di katain yebelin oleh Hazi.
"Dihhhh..... sadar diri dong dok, Dokter itu...." Belum selesai Hazi membantah pertanyaan Arras, mulutnya lebih dulu di bungkam oleh Lyora.
" suttt..... udah, ini kalau kalian berantem enggak ada ujungnya lebih baik, Kak Mila bawa Hazi pergi mereka kalau berantem pasti lama dan buat pusing, kasian dia juga belum makan kak " ujar Lyora yang masih membungkam mulut sahabatnya tersebut.
" Kalau begitu kami permisi dulu yaa, Assalamualaikum " pamit Mila yang kemudian menarik sang adik menjauh.
Sedangkan di tempat yang sama Arras, masih mengumpati Hazi yang mengejeknya, " padahal dia yang nyebelin ,kenapa sih selalu ketemu dia" gerutu Arras.
" Jangan gitu siapa tau jodoh" ujar Lyora asal bunyi.
" amit - amit sih, kalau jodoh sama dia" jawab Arras.
" Kamu kesini ngapain? bukannya kamu libur hari ini" tanya Arras yang berubah menjadi sedikit lembur pada mantan kekasihnya tersebut.
" sama mantannya aja lembut minta ampun" sindir Atthaya yang sudah mengetahui hubungan kakaknya dan pacarnya yang sudah kandas, namun masih menjalani hubungan baik.
" syirik kamu" sahut Arras meraup wajah sang adik.
" Dih kakak, main raup - raup saja sih" gerutu Atthaya membenarkan rambutnya.
" kalian ini sama aja, aku kesini tadi habis main sama Hazi" jawab Lyora.
" Oalah, lahhh sekarang tuh cewek nyebelin pergi, kamu pulang naik apa?" tanya Arras.
" aku bawa mobil Hazi, soalnya kakaknya Hazi kesini naik mobil, besok aku berangkat bareng Hazi soalnya " jawab Lyora sambil menujukan kunci mobil.Hazi.
" Udah, nanti clbk, kakak pulang sendiri yaa....aku mau main ke kos kak Lyora dulu, boleh kan kakak?"sahut Attahya merangkul lengan Lyora.
" boleh dong" jawab Lyora yang memang sudah menganggap Atthaya sebagai adiknya sendiri.
Sedangkan Hazi di tarik masuk oleh kakaknya ke salah satu restoran sunda yang berada di mall tersebut.
" kak iihh lepas,kenapa jadi aku yang di tarik sihh" ujar Hazi membenarkan tas nya.
" mbak juga ngapain sih debat sama orang di tempat umum" ujar Han.
" Kamu diem" ucap Hazi menatap sang adik.
" Dek, kamu baca chat mbak gak sih semalam? " tanya Mila yang sudah memberitahu alasan sebenarnya dirinya dan Han ke jakarta.
" belom, bentar" Jawab Hazi merogoh ponselnya di saku celakanya.
Mila kemudian menarik ke dua adiknya untuk duduk, Hazi membaca pesan yang di maksud oleh sang kakak dengan seksama.
" serius mbak? mbak udah ketemu orangnya?" tanya Hazi setelah membaca pesan sang kakak.
" Yang tadi dek, dia orangnya" jawab Mila.
" hah... apa? dia? Dokter bucin plus nyebelin itu?"