Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan dari Spirit Hall
Setelah proses awakening selesai, suasana Desa Maple berubah jauh lebih ramai dibanding biasanya.
Nama Li Yu’er menyebar ke seluruh desa hanya dalam beberapa jam.
Anak dengan innate full soul power.
Bahkan banyak penduduk yang datang hanya untuk melihat wajahnya secara langsung.
Bagi desa kecil terpencil seperti Maple, muncul spirit master berbakat tinggi adalah sesuatu yang sangat langka.
Beberapa orang mulai berkata bahwa masa depan Li Yu’er akan cerah.
Ada juga yang mengatakan ia mungkin bisa menjadi Spirit Elder besar suatu hari nanti.
Namun di tengah semua perhatian itu—
Li Yu’er justru merasa semakin waspada.
Ia duduk sendirian di belakang rumah sambil memegang sebuah ranting kecil.
Tatapannya tenang.
Pikirannya sibuk memikirkan banyak hal.
“Spirit Hall pasti akan mulai memperhatikanku…”
Li Yu’er tahu betapa besarnya pengaruh Spirit Hall di Benua Douluo.
Selama seseorang memiliki bakat luar biasa, cepat atau lambat mereka akan direkrut.
Di satu sisi, bergabung dengan Spirit Hall memberi banyak keuntungan:
sumber daya, teknik meditasi, perlindungan,
dan akses menuju dunia spirit master.
Namun di sisi lain…
semakin dekat dirinya dengan pusat kekuatan Spirit Hall, semakin besar risiko rahasia twin martial soul miliknya terbongkar.
Li Yu’er menghela napas pelan.
Saat ini ia masih terlalu lemah.
Bahkan belum memiliki soul ring pertama.
Kalau sesuatu terjadi sekarang, ia tidak punya kemampuan melawan sama sekali.
“Untuk sekarang… aku hanya bisa berjalan selangkah demi selangkah.”
Tak lama kemudian suara langkah kaki terdengar mendekat.
“Yu’er.”
Li Yu’er menoleh.
Ibunya berdiri di sana sambil membawa pakaian yang baru dijemur.
Tatapan wanita itu terlihat lembut, tetapi juga sedikit khawatir.
“Kamu tidak keluar bermain dengan anak-anak lain?”
Li Yu’er tersenyum kecil.
“Aku lebih suka di sini.”
Lin Yue duduk di sampingnya.
Beberapa saat mereka hanya diam sambil mendengar suara angin sore.
Lalu perlahan wanita itu berkata,
“Master De tadi datang lagi.”
Tatapan Li Yu’er sedikit berubah.
“Untuk apa?”
“Ia bilang besok orang dari Spirit Hall kota akan datang menemuimu.”
Seperti dugaan.
Li Yu’er tidak terlalu terkejut.
Bakat innate full soul power terlalu mencolok untuk diabaikan.
Lin Yue memandang putranya beberapa detik sebelum tersenyum pahit.
“Ibu sebenarnya tidak terlalu mengerti dunia spirit master…”
“Tapi mereka bilang bakatmu sangat luar biasa.”
“Tapi semakin luar biasa seseorang… bukankah semakin berbahaya juga?”
Li Yu’er sedikit terdiam.
Perasaan hangat muncul di dadanya.
Wanita ini benar-benar mengkhawatirkannya.
Ia perlahan berkata,
“Jangan khawatir, Ibu.”
“Aku akan baik-baik saja.”
Lin Yue tersenyum tipis sambil mengusap kepala Li Yu’er.
Meski begitu, kekhawatiran di matanya tetap tidak hilang.
Malam harinya…
Li Yu’er duduk bersila di atas tempat tidur kecilnya.
Ruangan gelap dan sunyi.
Hanya cahaya bulan yang masuk dari jendela kayu.
Li Yu’er perlahan menutup mata.
Hari ini Master De sempat memberinya teknik meditasi dasar milik Spirit Hall.
Teknik paling umum untuk spirit master pemula.
Meskipun sederhana, teknik itu sangat penting bagi orang yang baru membangkitkan soul power.
Li Yu’er mulai mengikuti aliran energi di tubuhnya.
Perlahan…
ia bisa merasakan soul power bergerak di sekitar tubuhnya seperti arus hangat.
Namun beberapa detik kemudian—
WHUSSH!
Cahaya biru keperakan tiba-tiba muncul di tangan kanannya.
Moonlit Arrow muncul sendiri.
Busur panjang itu memancarkan cahaya lembut di ruangan gelap.
Li Yu’er membuka mata perlahan.
Ia memperhatikan roh bela dirinya dengan serius.
Semakin lama ia melihatnya, semakin familiar perasaan itu.
Busur ini bukan sekadar senjata biasa.
Ia bisa merasakan koneksi aneh antara dirinya dan Moonlit Arrow.
Bahkan naluri bertarung menggunakan busur perlahan muncul di pikirannya.
Seolah tubuhnya secara alami memahami cara memanah.
Li Yu’er mengangkat tangan dan menyentuh badan busur itu perlahan.
Dinginnya terasa nyaman.
Namun tepat saat itu—
DEG!
Sebuah cahaya emas tiba-tiba muncul di belakangnya.
Ruangan mendadak dipenuhi aura suci yang menyesakkan.
Mata Li Yu’er langsung mengecil.
Bayangan wanita bersayap emas perlahan muncul di udara.
Rambut pirang panjang.
Armor emas.
Tombak perang.
Dan enam sayap cahaya yang memancarkan aura ilahi.
Valkyrie Freya.
Meski hanya muncul sesaat, tekanan auranya jauh melampaui Moonlit Arrow.
Li Yu’er langsung menahan napas.
“Keluar lagi…”
Keringat dingin muncul di dahinya.
Roh kedua ini terlalu kuat.
Bahkan tanpa soul ring pun auranya sudah menakutkan.
Kalau ada spirit master kuat di dekat sini, mereka mungkin bisa merasakan energi tadi.
Li Yu’er segera menenangkan pikirannya dan menarik kembali Freya ke dalam tubuhnya.
Cahaya emas perlahan menghilang.
Ruangan kembali sunyi.
Namun jantung Li Yu’er masih berdetak keras.
“Tidak bisa terus begini…”
Ia mengernyit.
Twin martial soul memang kuat.
Tetapi semakin kuat roh bela diri, semakin sulit disembunyikan.
Apalagi Freya memiliki aura divine attribute yang terlalu mencolok.
Li Yu’er perlahan menatap cahaya bulan di luar jendela.
Tatapannya berubah serius.
Ia harus menemukan cara mengendalikan kedua roh bela dirinya secepat mungkin.
Kalau tidak…
rahasia ini akan menjadi bom waktu.
…
Keesokan paginya.
Desa Maple kembali gempar.
Sebuah kereta hitam dengan lambang Spirit Hall memasuki desa.
Beberapa pria berjubah putih berjalan turun dari kereta.
Aura mereka jelas berbeda dari penduduk biasa.
Dan di tengah mereka—
berdiri seorang pria tua berambut abu-abu dengan tatapan tajam.
Begitu melihat pria itu, Master De langsung menundukkan kepala hormat.
“Salam kepada Elder Xu.”
Penduduk desa langsung panik.
Mereka tidak tahu siapa pria tua itu.
Namun hanya dari sikap hormat Master De saja, mereka sudah bisa menebak statusnya tidak sederhana.
Pria tua itu mengangguk pelan.
Tatapannya segera menyapu seluruh desa.
Lalu berhenti pada satu anak laki-laki yang berdiri di depan rumah kayu sederhana.
Li Yu’er.
Untuk sesaat…
mata Elder Xu sedikit menyipit.
Karena entah kenapa—
anak itu memberinya perasaan yang sangat aneh.