NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04.telat

keesokan harinya delisa sedang terburu-buru karena jam masuk sekolah tinggal 45 menit lagi dan di pastikan dia akan telat, " ini semua gara-gara om " ucap delisa kesal

" kenapa gara-gara saya?? " ucap Alvaro yang ternyata saat ini melakukan panggilan telepon via vidio call,

" ya habisnya om telpon Sampek malem " guman delisa sebal juga lama-lama,

" kan saya memastikan kamu baik-baik saja" ucap Alvaro tanpa mengalah,

" ya setidak nya tidak sampai pagi om " ucap delisa Yap mereka Melakukan panggilan sejak semalam dan sampai keduanya sama-sama tertidur dan sambungan telepon masih aktif hingga pagi.

" kemari malam kita sama-sama tertidur delisa,kamu lupa " ucap Alvaro sembari mengunakan jas nya,

" ngomong-ngomong mana dasi yang cocok untuk hari ini " ucap Alvaro lagi menunjukan dua dasi dilayar ponsel,

" yang corak hitam bagus " ucap delisa yang sudah menyelesaikan kegiatan nya dan segera menyambar tas sekolah.

" baiklah " ucap Alvaro segera memakai dasinya,mereka masih melakukan panggilan vidio call, delisa turun kebawah disambut senyuman hangat sang mama yang sedang mempersiapkan sarapan,

" pagi sayang " ucap mama Rania dan delisa mengecup pipi mulus milik mamanya

" pagi juga mama sayang " ucap delisa lembut bak sutra , " maaf mah hari ini aku bawa bekel aja ya enggak terburu kalau sarapan di rumah " ucap delisa lagi,

" baiklah nak, untung tadi sudah mama siapkan jadi kamu tinggal bawa saja " ucap mama Rania menyerahkan satu bekal khusus untuk putri tercintanya.

" ahh mama so sweet deh " ucap delisa tersenyum hangat, " ya sudah aku berangkat dulu ya mama " ucap delisa manja dan segera menjabat tangan mama Rania.

Delisa menyambar kunci mobilnya yang memang sudah di siapkan oleh mbak dirumah itu.

" pagi mang Ujang " ucap delisa menyapa sopir papanya.

" pagi non mau saya antar atau berangkat sendiri" ucap mang Ujang sopan,

" sendiri aja mang, lagi buru-buru soalnya " ucap delisa dengan cengir nya,

" walah baiklah kalau begitu hati-hati ya non " ucap mang Ujang tapi di balas lambai an tangan delisa yang sudah mengundurkan mobilnya.

" om masih hidupkan " ucap delisa menaruh ponselnya di tempat khusus hp yang tersedia di mobilnya,

" iya, ini saya sedang sarapan " ucap Alvaro ternyata menyadarkan hpnya di gelas yang sengaja di biarkan kosong,

" om sarapan sendiri " ucap delisa tapi matanya fokus kearah jalan didepan nya

" kebetulan semalam saya pulang ke apartemen " ucap Alvaro dengan jelas, dan delisa hanya ber ohh saja,

" jangan ngebut delisa " ucap Alvaro memperhatikan wajah serius delisa,

" gak bisa om ini tinggal 10 menit waktu nya mepet " ucap delisa masih fokus.

" tenang saja kamu tidak akan telat " ucap Alvaro membuka akun obrolannya dan mengetik sesuatu kepada Roy,

" om gak sah bohong,, ehh lah kok tumben gerbang masih ke buka lebar nunggu princess kah " ucap delisa terkikik geli mobil delisa melesat masuk ke are sekolah dan memarkirkan khusus mobil,

Alvaro menggeleng pelan dengan tingkah random delisa yang menurutnya lucu.

Delisa mengambil ponselnya" udah ya om, delisa sekolah dulu " ucap delisa tersenyum kecil kearah ponselnya menampilkan wajah rupawan Alvaro,

" baiklah belajar yang rajin " ucap Alvaro,

" siap calon suami " ucap delisa segera mematikan panggilan vidio call karena merasa malu, " apaan dah Lo delisa " ucap delisa dengan memukul setir didepannya.

Ting ( bunyi notifikasi)

Kamu memanggil ku calon suami?? 😊😊 ( Alvaro 🥶🤍)

Om salah dengar ( you )

Tidak saya mendengar nya dengan jelas sayang ( Alvaro 🥶🤍).

Delisa segera mematikan ponselnya tidak ingin membalas pesan Alvaro terlalu malu untuk dirinya,

Ia segera turun dari mobil dan segera berlari menuju arah kelasnya karena bell sudah bunyi.

Didalam kelas ada kehebohan yang membuat sebagian besar wanita lunglai lesu tidak semangat, delisa masuk kedalam dengan heran.

" ada apa nih Kok tumben pada lemes " ucap delisa duduk dibangku tengah paling pojok

" gara-gara berita kemarin" ucap Aldi santai

" berita apa ?? " ucap delisa masih kurang paham.

" yang di bahas di grub tentang kak Alvaro " ucap Anya yang nyatanya cuek saja,

" ohh" ucap delisa menggaruk kening nya pelan,

' buset dampaknya gini amat ke mereka, untung aja gue enggak jadi ngundang mereka kalau sampai itu terjadi udah jadi bahan gosip gue ' batin delisa merasa lega karena tidak jadi mengudang teman-teman kelasnya,

Alvaro sudah menyampaikan soal masalah undangan jadi delisa memberikan kesepakatan untuk merahasiakan Tentang indentitasnya ke publik siapa dirinya,

Dia tidak ingin menjadi bahan omongan serta dia tidak ingin mengundang Mala petaka pada keluarga nya apalagi yang bertunangan dengannya adalah cucu dari keluarga Adipati yang jelas dari kalangan atas.

" Lo enggak ngerasa kecewa gitu " ucap Aldi menatap heran delisa,bayangkan saja sebagian teman perempuan nya tampak kecewa dan lemas mendengar kalimat tunangan ini masih ditahap itu belum nanti kalau sudah ada kabar menikah bukan kah itu membuat semua gadis pingsan ditempat,

" enggak buat apa itu bukan urusan gue " ucap delisa cuek, tentu saja dia kan calonnya lagian mau dia bukan calonya delisa enggak akan perduli,

" iya sih lo kan anti yang namanya tebar pesona soalnya pesona Lo udah nyebar kemanaa mana" ucap Krisna manggut-manggut.

" itu tau " ucap delisa membuka bekalnya lapar juga dia.

ting ( bunyi notifikasi)

Kenapa enggak jawab ( Alvaro 🥶🤍)

Delisa ( Alvaro 🥶🤍 )

Sayang ( Alvaro 🥶🤍)

aku udah di kelas om nanti aja kalau udah selesai ( you )

Mau saya jemput nanti ( Alvaro 🥶🤍)

Enggak usah, aku bawa mobil om juga Taukan ( you )

Baiklah, tapi bisa ketemu nanti ( Alvaro 🥶🤍)

Mau ketemu dimana ( you )

Dinda Butik jln.cempaka ( Alvaro 🥶🤍)

Ngapain ke butik ( you )

mencoba gaun ( Alvaro 🥶🤍)

👍 ( you ).

Delisa mematikan ponselnya setelah berkirim pesan kepada Alvaro.

" nanti ke cafe yuk lama gak kumpul kita " ucap Mira antusias

" boleh tuh jam berapa kesananya" ucap Anya semangat mendengar ucapan kumpul,

" pulang sekolah aja gak sih " ucap ketua kelas Ririn,

" gue gak bisa kalau pulang sekolah " ucap delisa sembari menguyah roti bakarnya

" lah kenapa del, biasanya mah juga ayok aja " ucap gio.

" ada urusan gue jadi gak bisa kalau pulang sekolah " ucap delisa setelah menyelesaikan acara sarapan nya

" ih enggak asik kalau gak lengkap " ucap bunga manyun,

" gimana kalau sehabis magrib" ucap Bayu yang sejak tadi hanya diam,

" boleh tuh gimana Del Lo mau kan " ucap Anya membenarkan ucapan Bayu

" gue usahain nanti " ucap delisa tersenyum menampilkan gigi yang berjejer rapi dan bersih,

" oke deal ya " ucap gio dan dijawab serempak teman-teman nya

Tidak lama guru pun masuk dan memulai pelajaran utama ya walaupun tinggal satu jam sih.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!