NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 "Hiduplah Untukku," Bisikan Terakhir yang Memecah Hati

Api pemakaman telah padam, menyisakan tumpukan abu hangat dan bau hangus yang menyengat. Malam semakin larut, dan kesunyian kembali menyelimuti hutan, namun kali ini kesunyian itu terasa mematikan dan mencekam.

Li Yao duduk bersila di tanah yang masih panas. Di hadapannya, tidak ada lagi sosok yang bisa dipeluk, tidak ada lagi suara yang bisa didengar. Hanya ada segenggam abu dingin yang tertiup angin, sisa terakhir dari kebahagiaannya.

Kepalanya tertunduk dalam, tubuhnya gemetar hebat. Rasa sakit di dadanya sedemikian rupa, seolah-olah ada pisau tajam yang terus mengiris-iris jantungnya tanpa henti.

'Mati... aku ingin mati...' batinnya menjerit keputusasaan. 'Apa gunanya aku hidup lagi? Dunia ini sudah hancur. Qingyu sudah tidak ada. Semuanya sudah tidak ada artinya lagi.'

Tangannya perlahan meraba pinggang, mencari belati yang tersisa. Jika ujung tajam itu menusuk jantungnya, rasa sakit ini akan berakhir. Ia bisa menyusulnya. Ia bisa memohon maaf padanya di alam sana. Ia bisa bersama Qingyu lagi, selamanya.

Air mata kembali menetes membasahi tanah kering.

"Maafkan aku, Qingyu... Aku tidak kuat... Aku tidak sanggup hidup sendirian di dunia yang kejam ini..." bisiknya pelan, air matanya jatuh di atas gagang belati.

Ia sudah siap. Ia sudah mengangkat belati itu, mengarahkannya tepat ke dada kirinya. Matanya terpejam, membayangkan wajah wanita itu, tersenyum menunggunya di ujung terowongan cahaya.

Namun, tepat saat belati itu hendak menembus kulit...

"Hiduplah... hiduplah untukku..."

Suara itu! Suara lembut itu tiba-tiba bergema jelas di telinganya! Bukan dari luar, tapi dari dalam kepalanya, dari kedalaman ingatannya yang paling dalam!

BYUR!

Belati itu terlepas dari tangannya, jatuh ke tanah dengan suara nyaring. Li Yao membuka matanya lebar-lebar, napasnya memburu mendadak.

"Jangan balas dendam... jangan benci... hanya... jalani hidupmu dengan bahagia..."

Kalimat-kalimat terakhir itu terus berputar di benaknya seperti pita rekaman yang rusak. Wajah Ling Qingyu saat mengucapkan kata-kata itu, wajah yang penuh kasih sayang bahkan di detik-detik terakhir hidupnya, terbayang jelas di depan matanya.

"Qingyu...?" Li Yao menatap kosong ke depan. "Kau... kau memintaku untuk hidup?"

Tangan yang tadi ingin membunuh diri sendiri kini gemetar hebat menahan rasa sakit yang bertolak belakang. Ia ingin mati untuk mengakhiri penderitaan, tapi ia tidak bisa melanggar janji terakhir sang kekasih.

"Kenapa?! Kenapa kau menyuruhku hidup?!" teriak Li Yao ke angkasa malam, suaranya pecah dan serak. "Hidup itu menyakitkan! Melihat dunia ini tanpa kehadiranmu itu bagaikan siksaan neraka! Kenapa kau memaksaku menanggung semua ini sendirian?!"

Tidak ada jawaban. Hanya angin yang berhembus pelan menjawab teriakannya.

Li Yao jatuh tertelungkup di tanah, memukul-mukul tanah dengan kepalan tangannya hingga berdarah.

"Aku benci ini! Aku benci diriku! Aku benci dunia ini! Tapi... tapi aku tidak bisa menolak permintaanmu..." isaknya terisak-isak seperti anak kecil yang kehilangan arah.

Ia ingat betul, saat Ling Qingyu mengucapkan kalimat itu, ia menggunakan sisa napas terakhirnya. Ia memberikan nyawanya demi menyelamatkan Li Yao. Jika sekarang Li Yao bunuh diri, maka pengorbanan wanita itu menjadi sia-sia. Nyawa yang diselamatkan itu akan terbuang percuma.

"Baiklah... Baiklah Qingyu..." Li Yao mengangkat wajahnya yang bengkak dan berdarah. Matanya yang tadinya kosong, kini perlahan dipenuhi oleh cahaya aneh, campuran antara kesedihan mendalam dan tekad yang membeku.

"Aku akan hidup. Aku akan menuruti kemauanmu terakhir."

Ia menggenggam tanah di hadapannya, mengambil sedikit abu sisa pembakaran itu, lalu memeluknya erat ke dada.

"Tapi kau harus tahu, Cintaku... Hidup yang akan aku jalani ini bukan hidup yang bahagia seperti yang kau minta. Maafkan aku... aku tidak bisa berpura-pura bahagia tanpamu."

Suaranya turun menjadi bisikan yang dingin dan mengerikan.

"Aku akan hidup... Aku akan hidup hanya untuk menjadi kaki tangan ingatanmu. Setiap detak jantung ini, setiap tarikan napas ini, akan aku persembahkan untuk mengenangmu. Dan siapa pun yang merenggutmu dariku... aku akan cari mereka."

Li Yao berdiri perlahan. Tubuhnya masih gemetar, tapi kakinya sudah tidak lemas lagi.

"Bisikan terakhirmu adalah satu-satunya alasan aku tetap berada di dunia yang kotor ini. Hiduplah untukmu... ya... aku akan hidup. Aku akan hidup sampai dendam ini lunas, sampai dunia ini tahu betapa besarnya cinta kita."

Ia menatap tempat itu untuk terakhir kalinya, lalu berbalik badan. Langkah kakinya meninggalkan lembah kenangan, menuju kegelapan hutan yang tak berujung.

Malam itu, Li Yao pergi. Meninggalkan masa lalunya yang hancur, membawa beban janji yang berat, dan hati yang kini terpecah menjadi dua: separuhnya adalah cinta abadi, separuh lainnya adalah es yang membeku.

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!