Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.
Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.
Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Cantik cantik kejam
Tiga jam kemudian. "Selamat datang Nona. Apa yang bisa kami bantu?" sapa seorang manajer hotel pada Xuan Huan. yang kebetulan saat itu dia sedang berbincang dengan dua petugas front officenya. Jadi saat Xuan dan Lili masuk, dia yang langsung menyambut sekaligus berniat melayaninya. karena tamunya tergolong cantik. dan itu tipenya.
"Siapkan dua kamar penthouse, atau minimal suite room. Apa semua itu tersedia?"
"Maaf Nona. Untuk penthouse kami tidak menyediakan, karena ini hotel kecil, cuma bintang tiga. Tapi kalau suite room ada. dan kebetulan dua duanya masih kosong. Apa kedua Nona jadi memesan?"
"Ya, jadi. Siapkan kamarnya. Kami ingin istirahat secepatnya."
"Maaf Nona kalau boleh tahu...?"
"Diam! jangan banyak tanya. Aku tidak suka!"
"Ba ba baik Nona. Mengenai pembayaran...?"
"Gunakan kartu ini. Aku yakin bisa?"
"Siap, laksanakan Nona!"
Bib. Pembayaran berhasil.
'Aneh. kartu ini tidak aku kenal, tapi alat pembayaran bisa mengenalnya. Sebenarnya mereka siapa dan datang dari mana. Kenapa auranya sangat menakutkan. Tak jadilah mau kenalan. Hi...menyeramkan. Cantik cantik kejam' batinnya.
"Apa kau bilang? Cantik cantik kejam. Apa kau mau aku kebiri, ha!?" reaksi Xuan.
"Maaf Nona, saya tidak mengatakan apa apa."
Plak!
"Itu peringatan untukmu, karena telah berani mencampuri urusanku! Lain kali jangan mengatakan apa apa tentang kami. Paham!?"
"Pa pa paham Nona!"
"Ini kota apa, dan kenapa sepi sekali sudah jam segini?" tanya Xuan.
"Ini kota Astra Nona. Tapi pinggiran. Kalau tengahnya ramai"
'Kota Astra? Berarti para badjingan itu telah merencanakan semuanya. Padahal sejatinya gadis ini tinggal di ibukota. Tapi dibawa ke sini dan dihabisi di sini juga. Ini sudah sangat keterlaluan!' batinnya.
"Kalau begitu batalkan pesanan. Buat menjadi dua hari saja, karena kami akan menginap di ibukota provinsi. Mungkin di sana lebih nyaman?"
"Tidak bisa Nona. pembayaran sudah diproses selama seminggu Jadi uangnya tidak bisa dikembalikan."
Alasan manajer itu Xuan tahu, dia mau korupsi. Tapi tidak mengapa dia akan mati juga. Dua hari setelah beristirahat, Xuan akan membunuh badjingan itu tanpa pengadilan.
Baginya, orang orang seperti itu hanya mencari kesenangan saja, dan itu sudah lumrah terjadi.
"Kau ambil saja uang itu. Kami tidak membutuhkannya."
"Te te terima kasih Nona!"
"Ya. Tapi mana kuncinya?"
"I i ini Nona!"
Respon Akmal ketakutan. Namun tanpa dia sadari, tamu misteriusnya itu telah memasukkan jarum penambah kekuatan setan, melalui sela sela jarinya.
Xuan melakukan itu karena tahu, bahwa mereka bertiga adalah kelompok sindikat yang khusus mencari dan menculik gadis gadis muda untuk dijual di pasaran.
Jadi tanpa ragu, langsung melemparkan jarum jarum beracun tanpa warna ke arah ketiganya. Bahkan khusus untuk Akmal, dia menambahkan racun kekuatan, agar saat dia ingin, kerbau pun akan menjadi sasaran. Sadis juga dia?
Satu menit kemudian. Lili dan Xuan sudah berada di dalam kamar masing masing, dan sedang bersiap untuk mandi karena gerah saat berjalan.
"Tuan, nampaknya dua gadis itu bersiap untuk mandi. Ayo kita rekam, dan siarkan secara langsung aksi mereka. agar rating siaran kita naik" Ucap Rhan.
"Benar. Saya juga setuju dengan pendapat Rhan. karena jarang hotel ini mendapatkan gadis secantik mereka. Ini kesempatan besar tuan!" balas temannya.
"Gila kalian. Tak melihat kah betapa takutnya atasan kalian ini saat berhadapan dengan mereka?Pandangan mata keduanya tajam serta mengancam, membuat lututku bergetar, dan lidahku pun tiba tiba kelu. Itu yang kalian katakan kesempatan?"
"Aku tidak berani. Kalian lakukan sendiri, karena entah mengapa keinginanku untuk itu tiba tiba datang. dan aku ingin menuntaskannya pada kalian. Jadi lupakan keinginan itu, layani aku" jawab Akmal, sambil meraba raba miliknya.
Tak lama kemudian, semuanya pun terjadi. Atasan dan bawahan melakukan perbuatan yang tidak bermoral. Di front office lagi. Beruntung saat itu hotel sedang sepi, dan tamunya hanya ada dua, yaitu Lili dan Xuan. Jadi mereka bebas melakukan sesuatu.
"Rasakan kalian. Mau mempermalukan ku ya. Kalian belum pantas!" gumam Xuan, sambil melihat layar komputer yang dikeluarkan oleh Ji Quan. Kemudian mempostingnya di kanal pribadi mereka.
"Mumpung sedang berada di kota Astra. Lebih baik aku berselancar, dan mencari tahu rahasia gadis ini. Siapa tahu mendapatkan petunjuk di dalamnya?" gumam Xuan Huan.
Tok tok tok
"Siapa?"
[Hati hati Nona! Itu perwakilan kelompok kriminal yang senang mempermainkan perempuan]
[Mereka khusus datang saat tamu sedang lengah, atau sedang mandi. Jadi mereka bebas menukar kunci. Setelah itu Nona tau sendiri?] lapor Ji Quan.
"Kurang ajar! Ada saja pengganggu saat genting begini" keluhnya merasa geram.
"Apa kau tidak bisa mengatasi mereka Quan. Aku sedang ada kerja" balas Xuan Huan.
[Tidak seru Nona. Quan memang bisa, tapi kalau Nona yang tampil kesannya gimana gitu. Menegangkan] balas Quan pula.
"Hah! bilang saja kau malas. Ingat! aku ini tuanmu, pemogramanmu! Kalau aku mau aku bisa menonaktifkanmu. Tau?" ancam Xuan.
[Tau, Nona, dan Quan pasrah saja. Tapi mereka ramai. Ada sembilan belas orang. Semuanya tergolong kuat. Rata rata Dan dua. Bahkan ada satu yang mendekati level Dan tiga. Bahaya jika Quan yang tampil Nona. Bisa bisa malah menggoda mereka]
"Itu jauh lebih bagus. Kau akan menjadi Quantum penggoda pria. Tapi sesudahnya mereka mati."
"Jadi cepatlah keluar, habisi mereka. Lalu lempar ke jalanan, atau berikan pada anjing gila. Biar para preman diluaran sana tau, bahwa mulai hari ini, tidak ada lagi tempat untuk mereka."
[Baik Nona, akan Quan lakukan]
"Bagus! Lakukan sekarang. Aku mau mandi"
Sedetik kemudian. "Hai pria pria tampan, mau temani Nona cantik ini mandi tidak? Punggungku sudah gatal ingin digaruk"
"Kalau mau, ayo cepat masuk. Aku sudah tidak sabar ingin dipeluk" ujarnya.
"Siapa kau. Dari mana kau datang. dan kenapa wajahmu buruk sekali, bernanah pula. Cepat pergi sebelum kami habisi!" reaksi Evan, ketua kelompok itu merasa jijik.
"Hihihi. Sungguh tega kalian. Wajah secantik ini kau bilang buruk. Yang cantik itu sebenarnya bagaimana?"
"Seperti gadis yang ada di kamar ini. Dia benar benar cantik. Tak seperti kau, buruk rupa! Jadi cepat menyingkir sebelum aku tembak!"
"Ah, jangan...!"
Dor! Prang!
"Setan! Dia pasti setan. Peluru ku menembusnya dan tak berefek apa apa!" teriak Komar ketakutan.
Lalu berusaha lari untuk menghindari pembalasan.
Wus!
Crack! crack! crack!
Argh!
Sekali menggerakkan tangan, Tujuh belas orang dari kelompok itu pusakanya terpotong. Jatuh menggelinding di lantai, menyerupai terong busuk yang tak jadi dimasak karena penuh ulat.
Pemimpin dan wakil pemimpinnya jadi ketakutan. Walau mereka sudah Dan dua. Tapi melihat kekejaman itu nyalinya ciut juga. Ngilu arus bawah yang mereka rasakan. Bagaimana kalau itu mereka. Tentu sakit bukan?
Brug! Brug!
Tiba tiba saja lutut mereka menyentuh lantai. Takluk sebelum bertarung. Senjata api yang ada di pinggang, mereka lempar jauh jauh. Takut salah sasaran.
"Ampun! Jangan bunuh kami Nona!"