NovelToon NovelToon
Putri Yang Ditukar

Putri Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Setelah 17 tahun hidup dalam kemiskinan dan menjadi korban perundungan oleh Clarissa, si "Putri Mahkota" sekolah, sebuah kecelakaan tragis mengungkap rahasia besar: Adel adalah putri kandung keluarga konglomerat Mahendra yang tertukar saat lahir.
Kembali ke rumah mewah ternyata bukan akhir dari penderitaan. Adel harus menghadapi penolakan dari ibu kandungnya sendiri yang lebih menyayangi Clarissa si anak palsu. Namun, Adel bukanlah gadis lemah yang bisa ditindas. Dengan bantuan Devan, tunangan Clarissa yang dingin dan berbahaya, Adel bangkit untuk merebut kembali takhtanya, membalas setiap penghinaan, dan membuktikan siapa pemilik sah dari nama besar Mahendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Gema tembakan peringatan dari polisi masih menyisakan denging di telinga para tamu undangan. Ruangan yang tadinya penuh kemegahan kini tampak seperti medan perang yang berantakan. Clarissa terduduk di lantai, pisau pemotong kue yang tadinya ia genggam telah terlempar jauh, sementara tubuhnya gemetar hebat di bawah pengawasan petugas keamanan.

Nyonya Siska mencoba merangkak mendekati Clarissa, namun langkahnya terhenti saat Tuan Mahendra melangkah maju. Pria itu tidak tampak seperti pria yang baru saja dikhianati; ia tampak seperti seorang aktor kawakan yang sedang menyiapkan panggung terakhirnya.

Tuan Mahendra mengambil mikrofon dari atas podium yang miring. Ia terbatuk kecil, mengatur napasnya agar terdengar berat dan penuh sesak.

"Hadirin... mohon tenang. Tolong, tetaplah di tempat kalian," suara Tuan Mahendra menggema, rendah dan penuh wibawa yang terluka.

Ia menatap para wartawan yang kameranya masih menyala, lalu menatap kerumunan investor yang wajahnya tampak skeptis. Tuan Mahendra memejamkan mata sejenak, membiarkan keheningan membangun ketegangan.

"Apa yang kalian lihat malam ini... adalah puncak dari beban mental yang dipikul oleh keluarga kami," ucapnya dengan suara serak. "Saya, Hendra Mahendra, berdiri di sini untuk mengakui satu kebenaran yang baru saja kalian dengar. Benar... Adelard adalah putri kandung saya yang tertukar tujuh belas tahun lalu."

Suara gumaman kembali pecah, namun Tuan Mahendra segera mengangkat tangannya, meminta keheningan.

"Namun, tuduhan bahwa kami menyembunyikannya secara sengaja untuk menyakitinya adalah sebuah belati yang menusuk jantung saya sebagai seorang ayah," Tuan Mahendra menatap Adel dengan tatapan yang sangat sedih, namun penuh manipulasi. "Adel, maafkan Ayah jika rencanaku justru membuatmu salah paham sejauh ini."

Adel mengerutkan kening, bibirnya kelu. "Rencana apa, Ayah?"

Tuan Mahendra menoleh kembali ke arah hadirin. "Hadirin, bayangkan posisi kami. Di satu sisi, ada Clarissa yang telah kami besarkan dengan cinta selama tujuh belas tahun. Di sisi lain, ada Adel yang baru saja kami temukan. Kami hanya... menunggu waktu yang tepat. Kami berkonsultasi dengan psikolog terbaik untuk mencari momen di mana kedua putri kami ini bisa menerima kenyataan tanpa harus menghancurkan satu sama lain. Kami ingin mengumumkannya dengan cara yang paling terhormat, bukan di tengah kekacauan seperti ini."

"Bohong!" teriak Devan dari samping Adel. "Anda membiarkannya tinggal di paviliun pelayan! Anda membiarkannya dihina! Apakah itu bagian dari 'rencana' Anda?"

Tuan Mahendra menarik napas panjang, menatap Devan dengan tatapan seorang pria tua yang bijak. "Tuan Muda Devan, kau masih sangat muda untuk mengerti tentang manajemen trauma. Paviliun itu adalah permintaan Adel sendiri agar ia bisa beradaptasi perlahan—begitulah yang saya sampaikan pada istri saya agar dia tidak terkejut. Saya ingin mereka saling mengenal sebagai 'teman' terlebih dahulu sebelum menjadi 'saudari'. Tapi sepertinya, provokasi dari pihak luar dan amarah masa muda telah merusak rencana indah yang kami susun."

Nyonya Siska, yang menangkap sinyal dari suaminya, segera berdiri dan menghampiri podium. Ia memegang lengan Tuan Mahendra, air matanya tumpah dengan sangat dramatis.

"Benar..." isak Siska. "Kami hanya ingin melindungi mereka berdua. Hendra bilang padaku bahwa Adel butuh waktu untuk belajar etiket sebelum dunia mengenalnya sebagai Mahendra. Aku... aku hanya seorang ibu yang tidak ingin melihat kedua anakku hancur karena berita yang mendadak."

Siska beralih menatap para tamu. "Apakah salah jika seorang ibu ingin mempertahankan kedamaian di rumahnya? Apakah salah jika aku masih mencintai anak yang kususuhi selama bayi, meskipun dia bukan darah dagingku? Clarissa adalah jiwaku, dan Adel adalah darahku. Bagaimana aku bisa memilih salah satu di antaranya tanpa merasa berdosa?"

Para tamu mulai berbisik-bisik. Narasi "perlindungan mental" dan "kasih sayang ibu" mulai meruntuhkan kemarahan mereka. Para investor yang tadi ingin menarik sahamnya kini mulai ragu. Jika ini hanya masalah 'salah paham keluarga' akibat penanganan trauma, maka reputasi bisnis Mahendra Group masih bisa diselamatkan.

"Tapi Ayah membiarkanku sakit tanpa ada yang merawat!" Adel bersuara, suaranya bergetar karena amarah yang memuncak. "Ayah tahu aku hampir mati di paviliun itu!"

Tuan Mahendra menatap Adel dengan pandangan kecewa yang dibuat-buat. "Adel... Ayah diberitahu oleh pelayan bahwa kau hanya kelelahan. Jika Ayah tahu kau separah itu, Ayah akan memindahkan seluruh rumah sakit ke mansion ini. Ayah rasa... ada orang-orang di sekitar kita yang sengaja memutus komunikasi agar terjadi kekacauan malam ini."

Tuan Mahendra melirik asistennya, seolah-olah ingin menyalahkan pihak ketiga atas kelalaiannya sendiri.

"Hadirin," Tuan Mahendra kembali menguasai podium. "Malam ini seharusnya menjadi pesta kebahagiaan. Saya berjanji, mulai besok, Adelard akan menempati posisinya yang sah. Namun, saya juga tidak akan membuang Clarissa. Bagi saya, memiliki dua putri adalah berkah, bukan kutukan. Saya mohon, jangan biarkan urusan domestik kami menghancurkan kepercayaan yang telah kalian berikan pada Mahendra Group selama puluhan tahun."

Ia membungkuk dalam-dalam di depan kerumunan. Tepuk tangan perlahan mulai terdengar, bermula dari satu sudut hingga menjalar ke seluruh aula. Citra Tuan Mahendra berubah dari seorang pembohong menjadi seorang ayah yang berjuang keras demi keharmonisan keluarganya.

Clarissa, melihat kesempatan itu, merangkak mendekati kursi ayahnya dan menangis tersedu-sedu. "Ayah... maafkan aku... aku hanya takut kehilangan Ayah dan Ibu... aku tidak bermaksud jahat pada Adel..."

"Iya, Nak... Ayah tahu. Kita semua terluka malam ini," ucap Tuan Mahendra sambil mengusap rambut Clarissa, namun matanya tetap tertuju pada kamera wartawan.

Adel berdiri mematung di tengah aula yang kini mulai kembali tenang. Ia melihat bagaimana kebenaran yang ia perjuangkan dengan taruhan nyawa, kini diputarbalikkan menjadi sebuah drama melankolis yang menguntungkan ayahnya. Ia melihat Devan yang mengepalkan tangan, siap untuk mengamuk lagi, namun Adel memegang tangan Devan.

"Sudah cukup, Devan," bisik Adel dingin. "Kau lihat itu? Bahkan di depan bukti yang paling nyata pun, mereka bisa membuat dunia percaya bahwa mereka adalah korban."

"Kita tidak bisa membiarkan mereka menang dengan pidato sampah ini, Adel!" desis Devan.

"Mereka tidak menang," Adel menatap ayahnya yang kini sedang bersalaman dengan salah satu investor utama seolah tidak terjadi apa-apa. "Mereka baru saja menggali lubang yang lebih dalam. Dan kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menarikku masuk ke dalamnya."

Adel melangkah mundur, menjauh dari lampu-lampu pesta yang kini terasa memuakkan. Di panggung, Tuan Mahendra terus tersenyum dan meminta maaf, menenangkan badai pasar saham dengan kebohongan yang dilapisi madu. Pesta perak itu tetap berlanjut, sebuah pesta yang dibangun di atas fondasi kepalsuan yang kini telah dikonfirmasi secara resmi oleh sang penguasa Mahendra.

*Gaes aku minta komen dan reviewnya ya, thanks ya gaes

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!