Kinan Malika, Gadis berusia 23 tahun yang menempuh pendidikan hukum selama 4 tahun, dan setelah lulus dia melamar pekerjaan sebagai notaris dan ingin menjadi pengacara.
Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan kemampuannya. Hingga dia di terima di sebuah perusahaan besar untuk menjadi asisten pribadi seorang bos yang tidak pernah terpikir olehnya.
Baskara Rama Jaya, seorang laki-laki berusia 30 tahun. Bos perusahaan besar yang terkenal dingin dan tidak memiliki belas kasih terhadap karyawannya.
Memiliki trauma masa lalu dan mengindap insomnia akut, menyebabkan dirinya susah tidur ketika malam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Target
Baskara benar-benar tidak tau, bagaimana cara mengatakan pada Kinan jika setelah ini hidupnya tidak akan bisa tenang. Karena bisa saja mamanya itu mencari tau tentang dirinya.
Apalagi sudah mengetahui tempat tinggal mereka. Lagi pula kenapa mamanya harus datang di waktu yang tidak tepat sih.
Jika begini apa yang harus Baskara lakukan? Ini pertama kalinya bagi dia berada di posisi yang tidak menguntungkan menurutnya. Karena selama ini hanya keuntungan saja yang dia pikirkan. Bagaimana caranya menang, tanpa tau rasa kalah itu seperti apa.
Melihat Baskara yang sudah kembali membuat Kinan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Duduk!" titah Baskara saat melihat Kinan hendak pergi.
Gadis itu melihat kearahnya dan kembali duduk. Keduanya sama-sama diam tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan sampai Baskara mulai menyiapkan makanan ke dalam mulutnya barulah dia bicara.
"Besok saya ingin makan siang seperti yang kemarin. 4 sehat 5 sempurna." katanya pada Kinan.
"6 kenyang, 7 tidur!" lanjut Kinan membuat Baskara terkejut.
Kenapa gadis ini seolah-olah sedang menyindirnya? Tapi memang benar juga yang Kinan katakan. Makan siang lengkap 4 sehat 5 sempurna, 6 kenyang, 7 tidur. Bukankah seperti itu yang terjadi pada dirinya.
"Kamu menyindir saya?" tanya Baskara tidak terima.
"Untuk apa menyindir. Lagi pula itu yang sering terjadi sama saya. Bukan anda!" sahutnya membuat Baskara sedikit lebih tenang. Karena bukan dirinya yang di maksud Kinan.
"Sebenarnya apa maksud anda melakukan semua ini? Tinggal disini, makan disini, menyuruh saya melakukan hal-hal yang tidak di lakukan asisten pribadi pada umumnya. Jadi jelaskan apa maksud anda?" cecar Kinan membuat Baskara hanya diam saja sambil menikmati hidangan malam ini.
"Halo, saya sedang bicara saat ini." tegur Kinan saat Baskara tidak menjawabnya.
"Saya akan jawab setelah saya menghabiskan semua ini." jawabnya membuat Kinan cemberutnya.
Baskara menarik sudut bibirnya saat melihat wajah menggemaskan Kinan. Eh, tidak! Gadis itu tidak menggemaskan. Kenapa dia bisa berpikir Kinan itu mengemaskan?
Setelah menghabiskan makan malamnya, Baskara meletakan alat makannya, dan siap bicara dengan Kinan.
"Sudah selesai bukan? Ayo cepat jawab! kenapa anda memperlakukan saya seperti seorang pembantu? Apa segitu rendahnya saya di mata anda?" tanya Kinan penasaran.
Kedua tangannya mengepal erat saat mempertanyakan tentang hal itu.
"Pertama, saya tidak pernah menganggap kamu seperti pembantu. Kedua saya melalukan apapun yang saya inginkan tanpa harus mendapatkan izin dari siapapun. Ketiga, kamu asisten saya. Dan yang terakhir, mungkin setelah ini hidup kamu tidak akan pernah tenang lagi. Jadi sebisa mungkin jangan jauh-jauh dari saya." jelas Baskara panjang lebar membuat Kinan menautkan kedua alisnya menatap Baskara.
Tatapannya seolah-olah ingin meminta penjelasan dari laki-laki itu.
"Asisten mana yang bekerja siang malam? Saya bekerja sebagai asisten pribadi Anda hanya sampai batas jam operasional kantor. Jika di luar itu di hitung lembur. Jadi, apa saat ini? Saya memasak, untuk sarapan anda, bekal makan siang, bahkan hingga makan malam. Itu sudah lebih dari jam operasional kerja saya!" menjelaskan dengan nada jengkel.
"Katakan berapa yang kamu inginkan? Saya akan membayar hasil kerja kamu di luar jam operasional kantor." Kinan ingin melihat seberapa jauh laki-laki ini bisa menyombongkan dirinya.
"20 juta!" jawabnya asal membuat Baskara tersenyum mengejek ke arahnya.
Karena bayaran yang Kinan minta adalah dua kali lipat dari gajinya di kantor.
Baskara tidak menjawab. Dia langsung mengambil ponselnya lalu mengetikan sesuatu disana hingga di lanjutkan pada ponsel Kinan yang bergetar.
Melihat ponselnya bergetar membuat Kinan membuatnya dan apa ini? sebuah bukti pembayaran masuk ke dalam rekeningnya.
" Itu gaji kamu di luar jam operasional kantor. Saya lebihkan, karena kamu juga harus mencuci baju serta membereskan rumah!" ucap Baskara dengan sombong setelah dia meneruskan bukti pembayaran sebesar 30 juta ke dalam rekening bank milik Kinan.
"Sudah saya katakan, Kinan...kamu tidak akan pernah bisa menang melawan saya." Baskara menatap Kinan, dan berlalu dari meja makan setelah menyelesaikan apa yang memang harus dia selesaikan sebelum pergi untuk tidur.
"Dasar gila!" umpat Kinan pelan setelah laki-laki itu pergi.
Walau kesal, tapi dia tidak akan menolak uang itu. 30 juta sebulan di tambah gajinya di kantor bisa mencapai 40 juta bukan?
Selain itu dia juga tidak harus membayar sewa apartemen, jadi uangnya bisa utuh dan dia akan membuktikan pada keluarganya, jika dia bisa sukses tanpa harus menerima perjodohan tidak masuk akal itu.
***