NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #04

"Viola! Viola di mana kau?" ucap Liam yang saat ini masuk ke dalam perusahaan nya sambil meneriaki nama tersebut.

"Pak Liam, ada apa ini? Ada yang bisa ku bantu?" tanya resepsionis perusahaan tersebut.

"Viola, ayo cepat panggil kan dia untuk ku, suruh dia menemui ku di ruangan pribadi," kata Liam yang tak tau apa-apa.

Seketika semua orang yang ada di sana mengerutkan kening mereka masing-masing.

Bukan tanpa alasan, hanya saja, selama seminggu Liam tidak masuk ke perusahaan, begitu juga dengan Viola, seluruh pekerja di sana berfikir kalau setelah mendaftar kan pernikahan, pasangan suami istri itu sengaja pergi berbulan madu diam-diam tampa sepengetahuan siapapun, karena Viola cukup bergaul dengan rekan-rekan kerja nya, di selalu menceritakan tentang hubungan cintanya dengan Liam kepada mereka.

"Kak Liam, apakah kami tidak salah mendengar kau mencari Viola di sini? Bukan kah dia seharusnya menghabiskan waktu bersama dengan mu?" ucap Sekar, sepupu Liam yang notabene nya adalah sahabat baik Viola.

Viola dan Sekar menjadi sahabat selama empat tahun lamanya, itu artinya persahabatan mereka telah di mulai lebih lama dari hubungan Liam dan Viola. Kenal nya Liam dengan Viola itu juga karena Sekar, dia sengaja bermaksud untuk menjadikan Viola istri Liam, kakak sepupu nya itu.

Hal ini dia lakukan bukan karena Sekar orang jahat, tetapi Sekar mengira jika Viola dan Liam menikah dia tidak akan jauh-jauh dari sahabat nya itu, Sekar sangat menyayangi Viola karena di pertemuan pertama mereka, tepat sebelum mereka menjadi sahabat baik, Viola adalah penyelamat Sekar, dia menyelamatkan Sekar dari trek yang hampir menabrak Sekar, setelah kejadian itu lah mereka mulai dekat satu sama lain.

Tetapi kesalahan Sekar adalah, dia tidak pernah tau sifat asli kakak sepupunya itu seperti apa, bukan nya sifat asli yang jahat, namun sifat di mana Liam tak pernah bisa melupakan orang yang dia cintai seperti Laura contohnya, padahal itu sudah jadi mantan kekasih.

"Sekar, apa maksud mu dia menghabiskan waktu bersama ku? Aku seminggu penuh merawat Laura di rumah sakit dan Viola, dia sama sekali tidak menghubungi ku setelah malam itu," ucap Liam dengan wajah bingung.

Semua orang yang mendengar kericuhan itu seketika terdiam, mereka kembali kaget setelah mendengar ucapan Liam, mereka pikir pernikahan antara Liam dan Viola sudah berlangsung namun sayangnya Liam seminggu ini malah bersama dengan sang mantan kekasih.

"Apa? Jadi kalian tidak menikah? Kau lagi-lagi membatalkan pernikahan mu dengan Viola karena wanita itu?" ucap Sekar tak habis pikir.

Liam melihat sekeliling nya, semua karyawan yang ada di sana menatap ke arah nya dengan berbagai macam tatapan.

"Apa yang kalian lihat? Sudah tidak mau bekerja?" ucap Liam marah.

Semua orang yang takut seketika kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, meksipun begitu mereka tak bisa mempercayai apa yang sudah di lakukan Liam untuk yang kesekian kalinya kepada Viola.

"Kak Liam aku ingin bicara dengan mu," sebagai sahabat baik Viola, Sekar pun segera menarik tangan kakak sepupu nya dan kemudian membawa nya masuk ke ruangan tertutup di kantor tersebut.

"Lepaskan aku, aku ingin mencari Viola, aku ingin ..."

"Ingin memarahinya!? Ingin apa lagi?" ucap Sekar sambil menutup ruangan tersebut agar tak ada yang mendengar ucapan mereka.

"Sekar, aku benar-benar tidak bermaksud membatalkan pendaftaran pernikahan itu, tetapi Laura sakit dan dia membutuhkan ku," ucap Liam begitu polosnya.

"Karena dia yatim piatu? Karena dia lemah? Kenapa kak? Kau seperti nya sampai saat ini tidak pernah melupakan Laura, tidak kah kau sadari kalau setiap kalian ingin melakukan pernikahan Laura pasti jatuh sakit, dan sekarang sudah yang kelima kalinya kau mengecewakan Viola," lirih Sekar tak habis pikir, dia saja sangat kecewa dengan hal ini.

"Kau tidak bisa menyalahkan Laura, dia juga tidak pernah ingin sakit seperti ini, tapi Viola seharusnya menjadi wanita yang pengertian," jawab Liam kekeh membela Laura.

"Sudahlah, aku rasa tidak ada gunanya berdebat dengan mu, tidak ada gunanya lagi, aku harap kau tidak menyesali semua ini," kata Sekar yang begitu lelah dengan kebodohan sepupunya itu.

"Tunggu Sekar, di mana Viola?" ucap Liam sambil memegang pergelangan tangan Sekar.

"Di mana dia? Kenapa kau bertanya kepada ku? Aku sudah tidak melihat nya selama satu Minggu dan aku kira saat ini kalian sudah bahagia bersama, tapi kenyataannya kau sendiri tidak bersama dengan Viola ku," ucap Sekar yang kemudian menepis tangan Liam lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Tidak, kemana dia pergi? Nomernya juga sama sekali tidak bisa di hubungi, Viola semarah itukah kau kepada ku?" ucap Liam yang kini gelisah karena tak dapat menemukan keberadaan Viola.

Sementara itu di sisi lain ...

Pandu yang saat ini menatap layar laptop nya sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, ini sudah hari ketujuh dan adik nya masih koma.

"Tuan muda, sepertinya rapat kali ini tidak bisa kita lanjutkan," kata para rekan yang mengerti situasi Pandu saat ini.

"Ya, bubar saja," ucap Pandu sambil memijat alisnya dengan satu tangan.

Dia terlihat sangat pusing dan kepala nya di tumpuki dengan beban pikiran.

Sudah yang ke dua kalinya rapat perusahaan di adakan dan itu amburadul karena kurang nya konsentrasi pandu.

"Tuan muda!" teriak sekertaris Pandu yang saat itu menerobos masuk ke dalam ruangan.

"Ada apa?" ucap Pandu dengan tatapan tajam.

"Nona muda, dia sudah sadar, tuan meminta mu segera datang ke rumah sakit," ucap sang asisten.

Seketika, Pandu yang mendengar kabar tersebut langsung berdiri dari duduknya dan kemudian menarik jas yang ada di kursi, tampa basa-basi ia keluar dari ruangan tersebut dengan langkah besar menuju rumah sakit.

"Aku dengar pak Pandu dan adik perempuan nya sama sekali tidak memiliki hubungan dekat, tapi kenapa dia terlihat hampir gila dengan situasi ini?" kata salah satu karyawan perusahaan Pandu yang sedang bergosip dengan teman-teman nya.

"Ya menurut gosip yang beredar seperti itu, pak Pandu benci adik nya karena dia mengira kelahiran adik nya membuat sang mama meningal," sambung yang lainnya.

"Apa yang kalian bicarakan? Biar bagaimanapun dia adalah adik kandung pak Pandu, wajar dia khawatir, tapi aku penasaran, bagaimana wajah adik pak Pandu itu," sambung mereka lagi.

Karena tidak ada Pandu di perusahaan, seperti nya mereka bebas bergosip ya teman-teman.

"Aku juga penasaran, dia sosok misterius, dia sangat di sayangi oleh papa nya, karena itu lah dia di simpan seperti harta, hanya sedikit yang mengenali wajah nona muda kaya itu,"

"Katanya dia sangat cantik, mirip seperti mendiang ibunya yang seorang wanita bangsawan yang katanya keturunan Belanda,"

"Sudah selesai bergosip? Kalau begitu gaji kalian masing-masing aku potong sebagai peringatan," kata sekertaris Pandu yang notabene nya adalah orang yang sangat galak.

"Astaga, matilah ayo cepat kembali bekerja," ucap mereka masing-masing tak berani bicara banyak lagi.

"Huh, kalau saja kalian tidak punya talenta, aku sudah akan memecat kalian semua, karena lalai dan suka bergosip," ucap sang sekertaris sambil mengawasi para bawahan nya.

Saat ini tak ada yang berani bicara lagi, masing-masing bungkam dan mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan mereka.

Sekretaris Pandu adalah sosok yang di takuti di perusahaan Pandu selain Pandu sendiri, namanya Monica dan dia adalah seorang yang tegas dan cekatan. Yang paling penting, dia juga cantik.

Sementara itu di sisi lain ...

"P-pa ..." lirih Viola yang saat ini menatap wajah sang papa yang terlihat sangat bahagia melihat dirinya membuka mata.

"Iya sayang, papa di sini, bagaimana dengan mu? Apa yang kau rasakan?" ucap Arman sambil menatap wajah Viola.

"Aku tidak bisa merasakan apapun selain rasanya sakit," ucap Viola sambil memegang kepala nya.

"Dokter apa yang terjadi dengan putri ku?" ucap Arman kebingungan.

"Sebentar pak Arman, aku sedang melihat perkembangan nya," ucap sang dokter sambil memperhatikan Viola.

"Pa? Kenapa aku di sini? Apa yang terjadi kepada ku?" Ucap Viola untuk yang kesekian kalinya.

"Kau tidak mengingat kejadian sebelumnya?" ucap Arman sambil berdiri dari duduknya.

Viola hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Tak lama kemudian Pandu pun menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Viola," ucap nya menghampiri ranjang tempat sang adik terbaring.

"Kakak," ucap Viola dengan tatapan datar.

"Pa, kenapa? Ada apa dengan nya?" Kata Pandu tak mengerti.

"Aku juga menunggu jawaban dokter," kata Arman.

"Nona Viola, aku tanya kepada mu, berapa usia mu sekarang?" ucap dokter itu kepada Viola.

"Ha? Usiaku?" Viola terlihat bingung, dia terdiam sejenak dan kemudian mengangkat tangan nya dan terlihat menghitung sepuluh jari.

"Dokter, pertanyaan macam apa ini? Tentu saja usia ku ... sembilan belas tahun," jawab Viola dengan senyum yang mengembang di bibir nya.

Seketika papa Arman dan Pandu terdiam, wajah mereka menunjukan bahwa mereka sangat kaget dengan jawaban Viola barusan.

"Sembilan belas tahun?" ucap Arman dan Pandu secara bersamaan dan saling pandang satu sama lain.

Dokter terlihat memahami apa yang sedang terjadi kepada Viola saat ini, dia tersenyum tipis dan kemudian mengucapkan beberapa patah kata.

"Kalian berdua ikut aku keluar sebentar, ada yang ingin aku bicarakan, suster tolong awasi nona," ucap sang dokter yang kemudian berjalan pergi dari ruangan tersebut.

Beberapa menit kemudian.

"Amnesia, dia mengalami amnesia," ucap dokter tersebut.

"Tapi dia mengingat ku,"

"Ya dokter dia juga mengingat ku,"

Jawab papa Arman dan Pandu.

"Benturan keras terjadi di bagian kepala nona, untung nya ini tidak menghapus seluruh ingatan yang dia miliki, dia hanya kehilangan ingatan nya selama tiga tahun terakhir, karena itu lah dia tidak melupakan kalian, seharusnya ini adalah sebuah berkat," kata dokter itu kepada Pandu dan papa Arman.

"Pa, itu artinya adiku tidak akan ingat dengan laki-laki itu kan?" ucap Pandu dengan senyum mengembang, namun air mata menetes dari mata indah nya.

Sementara papa Arman masih sedikit bingung.

****

1
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kesian Zehan sih udah suami istri malah udah cinta tapi gak bisa nyentuh Viola...
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!