NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapal Penembus Bintang

Kabin VVIP Tertinggi Nomor Satu di Kapal Penembus Bintang bukanlah sekadar kamar; itu adalah sebuah istana mini yang melayang.

Lantainya terbuat dari batu giok putih yang memancarkan hawa hangat, sementara dindingnya dihiasi ukiran formasi pengumpul Qi yang membuat udara di dalam ruangan itu sepuluh kali lebih padat daripada di luar. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kolam air panas kecil yang airnya dicampur dengan kelopak teratai spiritual.

"Mereka benar-benar tahu cara memanjakan orang kaya," gumam Han Luo (Xie Yan), melepaskan jubah luarnya yang kotor dan melemparnya ke lantai.

Dia tidak lagi terbatuk-batuk. Postur bungkuknya menghilang seketika saat pintu kayu eboni yang tebal itu tertutup dan terkunci oleh formasi.

Han Luo berjalan menuju kolam air panas dan membasuh wajahnya. Di sebelahnya, Long Tian (Hei Mian) sedang menurunkan sangkar yang tertutup kain tebal dengan sangat hati-hati.

Dari balik kain itu, Xue'er (gadis Roh Es Primordial) merangkak keluar. Mata biru kosmiknya menatap sekeliling dengan rasa ingin tahu yang polos, sebelum akhirnya dia berlari kecil dan duduk di pangkuan Han Luo, menyandarkan kepalanya ke dada pria itu.

"Dia menyerap sisa hawa dingin dari Inti Emas-mu, Tuan Muda," kata Long Tian, duduk bersila di dekat pintu untuk berjaga. "Energi Nadi Bintang yang Anda serap semalam... sangat mengerikan. Bahkan dari jarak sepuluh meter, saya merasa seperti akan terbakar."

Han Luo membelai rambut perak Xue'er dengan tangan kirinya (lengan tulang iblis).

"Nadi Bintang itu adalah fondasi sebuah kota. Tentu saja rasanya seperti menelan gunung berapi," Han Luo memejamkan matanya, merasakan Dantian-nya yang sedang bergejolak. "Aku harus memadatkan energi ini secara perlahan selama perjalanan satu bulan ini. Jika aku memaksakannya sekaligus, Kesengsaraan Petir akan turun dan menghancurkan kapal ini."

Han Luo menatap Long Tian.

"Dengar, Hei Mian. Perjalanan menyeberangi Lautan Tak Berujung menuju Cakrawala Suci ini akan memakan waktu tepat tiga puluh hari. Selama waktu itu, kita berada di wilayah netral milik Persekutuan Dagang Sembilan Langit."

"Apakah mereka sekuat Istana Matahari Suci?" tanya Long Tian.

"Dalam hal militer murni, mungkin tidak. Tapi dalam hal kekayaan dan koneksi, mereka adalah dewa. Bahkan sekte-sekte raksasa di Daratan Utama tidak berani menyinggung Persekutuan Dagang ini secara terbuka. Kapal ini memiliki formasi perlindungan tingkat Pemutus Roh, dan kaptennya minimal berada di Jiwa Baru Lahir Menengah."

Han Luo memberikan sebuah kantong berisi seribu Batu Kristal Suci kepada Long Tian.

"Pergilah ke geladak publik atau ruang makan. Berbaurlah. Dengarkan apa yang dibicarakan para penumpang lain. Aku butuh intelijen tentang situasi politik terbaru di Cakrawala Suci sebelum kita mendarat."

"Siap, Tuan Muda," Long Tian menerima kantong itu. "Apakah saya harus menyembunyikan kekuatan saya?"

"Tentu saja. Tapi jangan terlalu lemah. Jadilah pengawal Inti Emas Awal yang bodoh, setia, dan mudah marah jika majikannya dihina. Orang kaya di Cakrawala Suci suka meremehkan orang seperti itu, dan orang yang meremehkanmu biasanya berbicara terlalu banyak."

Long Tian mengangguk mengerti. Dia memasang wajah datar dan kaku, lalu melangkah keluar dari kabin VVIP.

Geladak Publik - Ruang Perjamuan.

Jika kabin VVIP adalah istana, maka ruang perjamuan kapal ini adalah sebuah tempat elit.

Langit-langitnya terbuat dari kaca kristal tembus pandang yang memperlihatkan badai kosmik dan taburan bintang raksasa di luar. Ratusan meja bundar dari kayu cendana diisi oleh para kultivator berpakaian mewah. Pelayan-pelayan cantik dengan kultivasi Pondasi Akhir berjalan membawa hidangan daging monster laut dan anggur spiritual.

Sebagian besar penumpang di sini adalah bangsawan muda dari Daratan Utama yang sedang kembali dari ekspedisi ke pulau-pulau pinggiran, atau pedagang kelas menengah yang mencoba peruntungan.

Long Tian (Hei Mian) berjalan masuk. Posturnya yang tinggi besar, dipadukan dengan pedang raksasa yang terbungkus kain di punggungnya, langsung menarik beberapa tatapan. Namun, saat mereka merasakan aura Inti Emas Awal-nya yang sengaja ditekan, tatapan itu berubah menjadi ketidaktertarikan.

Di tempat ini, Inti Emas Awal hanyalah standar minimum untuk menjadi pengawal.

Long Tian duduk di sebuah meja kosong di sudut, memesan sepoci teh, dan mulai memasang telinga.

"Kalian dengar berita terbaru?" suara seorang pemuda berkipas dari meja sebelah terdengar cukup keras. "Istana Matahari Suci sedang murka besar!"

Long Tian menajamkan pendengarannya.

"Ada apa dengan mereka? Bukankah mereka baru saja menemukan tambang kristal baru di wilayah Timur?" sahut teman si pemuda.

"Bukan soal tambang! Kudengar dari pamanku... Pelita Jiwa milik Pengawas Zhong Ye pecah beberapa hari yang lalu!"

Meja itu mendadak hening.

"Zhong Ye?! Pengawas Eksekusi yang kejam itu? Siapa di lautan pinggiran ini yang bisa membunuhnya?!"

"Itulah masalahnya. Tidak ada yang tahu. Kapalnya hilang tanpa jejak. Sekarang Istana Matahari Suci sedang mengirimkan Armada untuk memblokir semua pelabuhan masuk di Cakrawala Suci. Mereka akan menggeledah setiap kapal yang datang dari arah Benua Luar."

Tangan Long Tian yang memegang cangkir teh sedikit menegang.

Sial, batin Long Tian. Senior Bai membunuh utusan itu terlalu bersih, tapi Istana Matahari Suci tidak tinggal diam. Jika mereka menggeledah kapal ini saat berlabuh nanti...

"Hei, Anjing Besar."

Sebuah suara arogan membuyarkan lamunan Long Tian.

Long Tian mendongak. Tiga orang pemuda berpakaian sutra ungu dengan lambang bangau perak berdiri di depan mejanya. Pemimpin mereka, seorang pria dengan tatapan merendahkan, memegang sebuah cambuk di tangannya.

"Meja ini sudah kami pesan. Enyah ke geladak bawah bersama pelayan lainnya,"

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!