perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab4 ketemu lagi
Setelah sebulan berlalu lutfi masih penasaran dengan dani,dan selalu membuat dani kerepotan,dani masih mengumpulkan bukti kecurangan bowo dan lutfi anaknya.asri juga masih kerja di toko sparepart,dan masih penasaran dengan nasip dari dani.dan siang iru dani di suruh mengambil sparepart di toko tempat asri kerja dengan parjo,dan mereka pun berboncengan berdua menuju ke toko tersebut
*******
Sementara di toko tempat asri
"Sri bukannya itu orang yg nganter lo kemarin?" tanya yuni pada asri,setelah melihat dani memarkirkan motornya.
Asri ikut menatap ke arah pandang Yuni,dan tampak.terkejut
"Eh iya kayaknya yun" jawab asri yg datang dari belakang setelah solat dzuhur.
"Mbak ngambil pesanan dari seker garage mbak." kata parjo setelah sampai di depan yuni karena parjo turun dulu,sedang dani memarkirkan motornya dan menyusul parjo.
"Udah mas parjo?"tanya dani.
"Ni lagi di cek ama mbak yuni."sahut parjo.
"Ini mas."sahut yuni membawa barang di temani asri.dan senyum asri sontak mengembang saat bertatapan dengan dani,begitupun dani.
"Lo mbak asri pa kabar?"tanya dani
Asri tampak tersenyum menatap keberadaan Dani.
Baik mas ,mas dani sendiri baik kan? sambil tersenyum manis kepada dani.
Dani juga tersenyum tak kalah manis kepada Asri
"Baik,sehat."jawab dani dan tersenyum.
"Mas parjo temannya ndak mau di kenalin ni?" sahut yuni.
"Lah itu si asri malah dah kenal."jawab parjo
yuni yang melihat ke akraban antara sahabatnya dan cowok yang menolongnya tampak tersenyum penuh arti
"Iya jodoh kali" jawab yuni.
Jawaban yuni sontak membuat asri dan dani tersipu malu malu.tapi jawanan dani malah sontak bikin bikin semua melongo.
"Iya mbak,mbak asri mau ndak berjodoh sama saya?"tanya dani dan semua melongo.
parjo yang mendengar perkataan Dani tampak kaget
"Buset,bocah gemblung! ni anak main ngajak berjodoh,asal aja,paling ngak kenal dulu jalan dulu pacaran dulu baru nikah." sahut Parjo sambil melotot ke arah Dani
"Iya mas,kalau suka itu ya pacaran dulu kek."celetuk yuni.
Dani yang di tatap malah memasang tampang tak berdosa
"Lah ngapain pecaran cuma bikin nambai dosa,aku meunya kalau udah cocok langsung nikah aja,nanti pacarannya kalau udah halal aja.gimana mbak asri?"tegas dani lagi.
"Lo gimana sri?"tanya yuni sambil menyenggol lengan asri yg masih melongo.
Asri yang mendengar perkataan Dani tadi langsung terdiam,bahkan jantungnya sudah berdebar dan ingin melompat keluar.
"Heh,ke.kenapa?"jawab asri terbata karena reflek tersadar dari lamunannya setelah di senggol Yuni
yuni tampak memutar bola matanya
"Itu tadi soal lamaran mas dani."kali ini yuni menanyai asri.
Asri yang di tanya tampak tersipu malu,bahkan kedua pipinya sudah berubah menjadi merah seperti tomat.
"Apa sih yun,orang mas dani cuma bercanda juga."jawab asri sambil menahan malu.
parjo yang mendengar perkataan dari Adri langsung menoleh kepada Dani
"Lo sirius ndak dan?mentang mentang alim lo main ngajak kawin aja."ucap parjo bertanya kepada Dani
"Iya ni mas dani."sahut yuni sambil mengecek barang pesanannya."nanti kalau Asri baper bagaimana?"lanjut Yuni
"Saya ndak bercanda mbak,mbak asri mau ndak nikah sama saya,saya serius sama mbak asri,tapi yaitu saya cuma montir,saya anak orang ndak punya,jadi saya ndak menjanjikan hidup enak,tapi saya berjanji membahagiakan mbak asri dan menjaga mbak asri dengan seluruh jiwa ragaku."sahut dani dengan sangat yakin. bahkan Dani mengucapkan hal itu dengan jantung yang rasanya mau melompat keluar."Ya Allah, kenapa malah gue ngomong kayak gini sih? nanti kalau di tolak kan malu,bener bener nekat gue."batin Dani
Semua di buat melongo lagi dengan jawaban dani.dalam hati sebenarnya asri merasa dani cowok yg beda,dia langsung berkomitmen,ndak mau main main,tapi di sisi lain hatinya dia masih berfikir kalau dani ini cuma bermain main.
"Mas dani apa mas dani tau saya dan latar belakang keluarga saya?"jawab asri.
dani yang sudah terlanjur basah tak mau mundur,dia pikir sekali basah maka sekalian saja.
"Makanya kenalkan aku ke ayahmu,aku akan meminta restu langsung kepada beliau."jawab dani dengan keyakinan.
kembali Asri terdiam,dia merasa ragu terhadap Dani,tapi dia menemukan kenyamanan dan sesuatu yang berbeda saat bersama Dani,dan juga Dani ingin langsung berkomitmen. Dan setelah berperang dengan perasaannya akhirnya Asri memutuskan
"Oke besuk minggu aku pulang dan mas dani buktikan keseriusan mas dani ke ayahku ya. jadi kalau memang mas Dani serius,lamar aku ke ayahku." tantang asri ke dani.
tanpa pikir panjang Dani pun menyetujui
"Siap,besuk minggu aku jemput di kosanmu."lanjut dani.sontak semua jadi terkajut dengan jawaban asri dan dani.
*******
Sementara di bengkel meli bingung mau nembak aja dani,karna dani seperti tak melihat sinyal yg meli berikan.
"Lo yakin mel,nanti sore mau nembak si dani?" tanya fani.
"Iya,kelamaan nunggu,orang di kasih sinyal ndak ngerti ngerti."sungut meli.
Nita yang mendengar perkataan dari Meli langsung menyahut
"Ini ni namanya emansipasi wanita."jawab nita.
"Huh,pusing gue,takut keduluan."saut meli lagi.
******
Setelah sore jam pulang kerja keempat cewek tersebut nunggu dani di pintu keluar,rencananya mau nembak dani.
"Tok si dani mana?"tanya meli sama totok yg keluar duluan.
"Tu di belakang sama kang parjo."jawab totok sambil berjalan keluar.
"Itu tu mel dani sama parjo datang."sahut ani setelah melihat dani keluar sama parjo.
"Dan tunggu bentar,gue mau ngomong."seru meli sambil menghentikan jalan dani.dan dani pun berhanti dengan bingung meli mau ngomong apa
Dani berhenti dan mengangguk di depan Meli.
"Ya mbak,mau ngomong apa ya?"jawab dani.
Meli merasa salah tingkah,meski dia berpengalaman dengan cowok,tapi dia masih tremor di depan Dani
"Gini dan gue terus terang suka sama lo,dan lo harus mau jadi cowok gue."jawab meli to the poin.
Dani tampak terkejut dengan perkataan dari Meli,karena menurutnya dia tak memiliki perasaan apapun kepada Meli
"Lah kalau saya ndak mau mbak."jawab dani.
"Itu berati lo mau kehilangan kerjaan lo,"sahut sahut meli. dia tak akan pernah mau menerima penolakan
"Yaudah."jawab dani sambil berlalu pergi ke parkiran motornya di susul parjo.dan itu sontak membuat meli dan teman temannya melongo kaget.
Meli dan teman temannya tampak kaget
"Gila ada juga yg berani ngelawan meli,"batin fani.
"Sial tu dani berani dia ngelawan gue,belum tau dia siapa gue."sahut meli.
"Lo mau minta pak bowo mecat dani Mel?"sahut Fani.
"Ndak lah,kalau dani di pecat sama aja gue kehilangan kesempatan dong."jawab meli.
*******
Sementara di kosan asri,yuni setelah makan malam berad di kamar asri,untuk tanya sama asri.
"Lo seriusan sama dani sri?"tanya yuni penuh selidik
"Serius lah,emang kenapa?"jawab asri dengan mantap.
yuni tampak melotot mendengar jawaban Asri
"Lah lo kan belum kenal betul ama si dani,emang sih dia ganteng,keliatan baik,tapi apa beneran baik jangan jangan cuma modus."jawab yuni lagi mencoba mengingatkan Asri
Asri tampak menghela nafasnya
"Yun,kalau cowok udah mantap ngajak berkomitmen,itu sudah nilai plus buatku,dan kalau dia nggak serius pasti dia ndak berani ketemu ayahku,tapi kalau dia berani ketemu ayahku,berati dia serius untuk menjalin hubungan yun,kalau masalah cinta lambat laun pasti tumbuh sendirinya."jawab asri panjang lebar.
"Iya,tapi gimana ya,kan lo belum benar tau dia sri."tambah yuni.
"Bukankan semua pasangan suami istri itu tadinya tak saling kenal,udahlah lagian belum tentu besuk minggu jadi.:tambah asri lagi yang mengira kalau Dani hanya bercanda
"Lah kalau dia jadi datang?" Tanya yuni lagi
"Ya aku nikah sama dani lah,"jawab asri santai.
"Gila lo sri,begitu entengnya lo ngambil keputusan se besar ini?"tambah yuni tak percaya.
"Sebenarnya yun aku dulu punya cita cita kalau aku ndak mau pacaran,dan langsung nikah."tambah asri.
"Yasudah lah sri,terserah kamu aja lah,hidup hidup kamu ini."sungut yuni lagi.
"Ya makasih perhatiannya ya yun,tapi aku ndak tau ya,saat pertama lihat dia itu aku ada rasa gimana gitu,seperti nyaman dan wajahnya tenang dan aku merasa aman aja,dan aku selalu kebayang wajahnya,apalagi waktu habis solat malam kalau mau tidur pasti selalu kepikiran wajahnya dia."aku asri panjang lebar kepada yuni.
"Yaudah ah,gue mau tidur besuk bangunpagi kerja lagi."lanjut yuni sambil berdiri lalu keluar kamar untuk masuk ke kamarnya untuk istirahat.