NovelToon NovelToon
Ibu Susu Sambung

Ibu Susu Sambung

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu susu / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: phoebeee

Luna Amara Kaito adalah wanita cantik yang hidupnya hancur karena dosa masa lalu kakaknya. Karena kesalahan itu, ia dipaksa menikah dengan Galen Arlan Wilson, pria tampan namun berhati dingin dari keluarga yang menuntut balas. Bagi keluarga Wilson, pernikahan itu bukan cinta, melainkan hukuman.

Galen yang memiliki pesona luar biasa tapi penuh amarah memperlakukan Luna dengan kejam. Ia memaksa Luna menjadi ibu susu sambung bagi bayi mungilnya meski Luna belum pernah melahirkan.

Namun segalanya berubah pada suatu malam ketika Galen merenggut kehormatan Luna. Sejak malam itu, Luna hidup dalam ketakutan. Ia takut hamil, takut masa depan, dan takut pada suaminya sendiri.

Hingga suatu keajaiban datang, membawa kebenaran yang selama ini tersembunyi. Luna akhirnya mengetahui bahwa perbuatan kakaknya jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Dan satu fakta mengejutkan, bayi yang selama ini ia rawat ternyata anak kandung Kakanya.

Apakah itu anak kandung Galen juga? akankah luluh pada Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Regan Membutuhkan ASI

Galen memarkirkan mobil di perkarangan rumah miliknya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam.

Setelah selesai ikrar janji suci Galen memilih langsung menuju ke kantor karena Ia harus bertemu dengan klienya. Ia tidak menyangka bahwa Ia sudah menikah sekarang walaupun penikahanya privat, oleh karena itu Ia tidak bisa membatalkan janji begitu saja jika tidak memiliki alasan jelas.

Galen berjalan membuka pintu rumah besar miliknya yang langsung di sambut oleh Bibi Tena "Selamat malam Aden Galen" ujar Bibi Tena menyambut Galen.

Galen menganggukan kepalanya membalas sapaan Bibi Tena. Dirinya kaget melihat Bibi Tena masih bangun di tengah malam seperti ini. "Bibi kenapa belum tidur?" tanya Galen kepada bibi Tena

"Kebetulan saya kebangun, Den" ujar Bibi Tena kepada Galen

Galen menganggukkan kepalanya membalas perkataan Bibi Tena. Dirinya memutar kepalanya ke sekitar seolah mencari seseorang

Dimana wanita itu?

"Regan mana Bi?" tanya Galen.

Dirinya seharian ini belum berinteraksi dengan bayi gembulnya. Regan tidak ikut melihat pernikahanya, ia berusaha menyembunyikanya

Tidak akan Galen biarkan keluarga Luna bertemu dengan bayi gembulnya.

"Dia sudah tidur Den bersama baby sitter barunya"

Galen mengerutkan keningnya, baby sitter? Apa Mommynya baru saja merekrut baby sitter baru tanpa sepengetahuannya?

"Baby sitter?" tanya Galen dengan nada bingungnya

"Oh Aden tidak tahu? Iya Nyonya tadi siang bilang bahwa Den Regan punya baby sitter baru yaitu Nak Luna" ujar Bibi Tena dengan nada polosnya.

Galen menghela napas panjangnya, ini semua pasti semua ulah Mommy. Galen hanya diam,ia tidak membela atau marah ketika wanita yang sudah menjadi istrinya diperkenalkan sebagai baby sitter.

Galen menganggukkan kepalanya kemudian "Saya ke atas dulu Bi" ujar Regan

Dirinya meninggalkan Bibi Tena dan berjalan menuju lantai atas.

Dirinya tidak peduli bagaimana Mommy memperlakukan Luna, semua itu pantas di dapatkanya.

Namun langkah Galen seketika tertahan, ketika mendengar suara barang terjatuh dan suara tangisan bayi.

Brakk!!

Oekkk oekkk

Galen sontak langsung turun kebawah berlari,mencari sumber suara tangisan anaknya. Ia tidak peduli dengan badanya yang sudah lengket seharian tadi.

Tak ada yang boleh menyakiti anaknya.

Galen terkejut melihat orang beramai-ramai di gudang dekat dapur termasuk Mommy. Kenapa semuanya di sana? apa ada yang terjadi? Suara tangisan Regan semakin terdengar keras membuat Galen semakin panik.

"Kamu gimana hah? Mau mencelakai cucu saya?!!!" bentak Yura.

Dengan cepat Galen berjalan menuju gudang tersebut dan melihat Mommy membentak- membentak Luna?

" Kamu sama saja dengan Kakakmu yang suka sekali membuat onar!! Kamu sengaja ingin mencelakai cucu saya kann???" tunduhan Yura dengan nada kerasnya

Galen memutar pandangannya ke seluruh ruangan. Ruangan ini biasanya tempat gudang namun sudah berganti menjadi bentuk kamar yang sederhana, dirinya kemudian melihat ke arah Mommy yang berusaha menenangkan Regan di gendongannya yang masih nangis juga.

Matanya beralih melihat Luna yang tampak panik dengan mata berkaca-kaca melihat Regan yang menangis dengan keras dan terisak-isak

"Sa-saya tidak melakukan a-apapun Nyonya" ujar Luna dengan nada terbata-batanya.

"Lalu apa, hah? Kenapa Galen menangis keras dan terisak-isak seperti ini? Pasti kamu menjatuhkannya kan??!!!" tanya Yura dengan nada penuh tuntutannya

Luna sontak menggelengkan kepalanya. Ia tidak melakukan itu semua, Ia sayang kepada bayi itu walau mereka baru saja bertemu tadi. Ia merasa ada koneksi di antara mereka, merasa nyaman.

"Ti-tidak -"

Yura melihat Galen sudah pulang dari kantor sontak langsung mendekati anaknya "Sudahlah jangan membuat alasan. Galen! Lihatlah wanita sialan itu sudah membuat Regan menangis seperti ini" ujar Yura sembari menunjukkan Regan yang menangis keras dan terisak-isak.

Galen hanya diam dengan ekspresi datar miliknya. Ia melihat ke arah Regan, bayi itu semakin menangis dengan kencang hingga matanya terbelalak melihat Regan memuntahkan sesuatu di mulutnya dan pernapasan sesak.

"Regan!!" sentak Galen berusaha menyadarkan bayi gembul di tanganya. Namun percuma, Regan semakin terengah-engah dan kejang membuat Galen panik.

"MOMMY !!! PANGGIL DOKTER" teriak Galen

Sontak keadaan semua kacau, dengan cepat Yura menelpon dokter keluarga Wilson. Luna menatap Regan dengan mata berkaca-kaca miliknya. Hatinya merasa sakit melihat Regan seperti ini, ia merasa. Entah kenapa hatinya merasa terluka.

Luna menundukkan kepalanya, dirinya menanti di luar pintu kamar milik suaminya. Ia tidak sendiri ada Yura, Galen juga Bibi Tena menanti dokter yang sedang memeriksa Regan di dalam kamar.

Clekk

"Bagaimana dok keadaan cucu saya?" tanya Yura kepada dokter

"Cucu anda sekarang sudah lebih baik. Untung saja cucu anda cepat ditangani jika tidak, itu dapat membahayakan nyawanya" ujar sang Dokter

Yura sontak langsung melihat ke arah Luna dengan pandangan yang menusuk. Luna yang merasa ditatap melihat ke arah mertuanya yang menatap tajam ke arah dirinya.

"Ini semua gara-gara kamuu!!" sentak Yura menunjuk ke arah Luna.

Luna mendengar perkataan Ibu mertuanya membuatnya menunduk ketakutan.

"Anda tenang dulu Nyonya. Cucu anda mengalami kejang-kejang dan muntah-muntah diakibatkan karena cucu anda tidak cocok dengan susu formula" ujar sang Dokter.

"Maksud Anda Dok?"

Tanya Galen yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Bayi Regan di umurnya yang sekarang sangat tidak cocok untuk minum susu formula. Bayi Anda mengalami alergi dan dapat menyebabkan keracunan akibat tidak cocoknya kandungan di susu tersebut" jelas Dokter

"Lalu apa yang harus kami lakukan Dok?" tanya Yura kepada sang Dokter. Ia tidak ingin cucunya kenapa-napa apapun akan Ia lakukan agar cucunya kembali sehat.

"Cucu anda membutuhkan ASI bukan susu formula. Umurnya masih terlalu kecil dan Regan adalah bayi yang sensitif, dirinya tidak bisa menerima ASI dari sembarang orang, alangkah lebih baiknya jika Ibu kandungnya yang menyusuinya" ujar sang Dokter menjelaskan.

Semua orang terdiam, keterdiaman semua orang membuat Luna bertanya-tanya. Dirinya sedari awal sudah sangat penasaran kemana Ibu Regan berada? Jika ini anak Galen kenapa Ia memilih menikah denganya? Kemana istrinya yang pertama.

Apakah ia adalah istri ke dua? Kenapa Ayah tidak mengatakanya? Apakah istri pertama Galen tidak marah?

"Ibunya sudah mati" sentak Galen dengan nada dingin.

Luna tertegun mendengar perkataan Galen. Malang sekali bayi gembul tersebut karena Ibunya sudah meninggal hingga Ia tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.

"Apa tidak ada kerabat kandung dari Almarhum Ibunda Regan yang bisa mengeluarkan ASI? Sepertinya Itu dapat membantu Regan karena kerabat tersebut sedarah dengan alm Ibundanya" jelas sang Dokter kembali.

Galen dan Yura sontak langsung melihat ke arah Luna. Luna yang merasa ditatap dengan spontan melihat kepada orang yang menatapnya, dirinya berkerut bingung. Kenapa Galen dan juga Ibu mertuanya melihat ke arah dirinya.

"Apa dia bisa Dok?" tunjuk Galen dengan nada dinginya

Luna tersentak pelan melihat arah tunjukkan tangan milik Galen. Apa maksudnya? Kenapa Galen menunjuknya.

"Apa Anda sebelumnya pernah melahirkan dan mengeluarkan ASI nona?"

Luna terkejut ketika sang Dokter menghadap dirinya dan bertanya. Dirinya menggelengkan kepalanya, Ia tidak pernah hamil dan melahirkan apalagi mengeluarkan ASI.

"Sa-saya tidak pernah melahirkan" ujar Luna dengan terbata-bata

Sang dokter menghela napas panjang "Sayang sekali. Baby Regan harus segera menemukan ASI yang cocok jika tidak maka pertumbuhan kesehatanya akan mengalami masalah"

Andai saja dirinya bisa mengeluarkan ASI maka Luna dapat membantu baby Regan, entah kenapa batinya merasa dekat dengan Regan walau dirinya baru saja bertemu dengan bayi mungil tersebut.

"Apa tidak ada cara lain dok?" tanya Galen kepada sang Dokter, Ia benar-benar sudah putus asa. Ia tidak ingin Regan kenapa-napa. Ia merasa gagal.

"Hanya tinggal satu cara"

"Apa itu Dok. Apapun caranya Akan saya lakukan" ujar Galen dengan mantap

"Yaitu Nona Luna dapat melakukanya"

1
OneFold
mana kelanjutannya thor? lumutan ini nungguin dr 2025
Mecca Delsa
Up banyak dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!