NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung Ke Rumah Nyonya Dwi A Ningsih

Berkunjung Ke Rumah Nyonya Dwi A Ningsih

__________________

Malam baru saja bertandang, menggantikan siang yang kini telah beranjak ke peraduan. Dari balik jendela kamar, aku dapat mengintip sang bulan yang hampir sempurna. Meski cahanya sedikit tertutup oleh awan.

Selesai sembahyang magrib, aku bergegas siap-siap untuk mengunjungi neneknya Riski, nyonya Dwi A Ningsih. Sengaja aku memakai gaun yang ku beli di butik Irma kemarin, dengan harapan busana terbaik akan mengantarkanku pada tempat yang baik. Seharusnya memang seperti itu.

Aku mematut diri di depan cermin, merias sedikit wajah dengan polesan natural. Setelah merasa penampilan sudah pantas dan tidak berlebihan, segera menyambar tas yang warnanya senada dengan gaun. Sempurna.

Ok, baiklah ARini Valencia, kamu harus menyelesaikan semua kekusutan ini dengan baik, jangan sampai salah jalan. Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak. Jangan lupa baca basmallah.

Setelah merasa semuanya siap, aku keluar setelah berpamitan pada Bi Ijah. Wanita tua itu tersenyum memberiku semangat. Ah! Bahkan orang yang bukan siapa-siapaku saja jauh lebih peduli padaku dari mama, wanita yang seharusnya ada disaat-saat seperti ini.

Jalanan malam terlihat lenggang, mungkin karena habis diguyur hujan lebat. Hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang. Aku menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan kesempatan langka ini untuk melaju sedikit leluasa.

Kini sampailah di rumah neneknya Riski.

Setelah menekan bel beberapa kali, seseorang yang berbaju perawat membuka pintu. Ia tersenyum ramah lantas mempersilahkan masuk. Aku menebak jika perempuan tersebut adalah perawat khusus bu Dwi.

Di ruang tamu, telah duduk wanita tua yang aku perkirakan adalah Bu Dwi. Wanita yang masih terlihat anggun meski usia tidak lagi muda. Tunik bermotif bunga berpadu dengan hijab polos berwana coklat muda terlihat serasi dengan perawakannya yang bersahaja.

"Silahkan duduk, Nak!" pinta wanita itu lembut, bibirnya tak henti menyungging senyuman.

"Saya kesini atas perintah pak Riski, Apakah benar ini Ibu Dwi, Omanya Riski?" tanyaku polos.

Wanita tersebut tersenyum ramah, lalu membetulkan duduknya dan kini menghadap kearahku. Sesaat sepasang netra kami saling memandang membuat ku seketika membuang pandangan karena gugub.

"Ternyata kamu gadis yang cantik dan lembut, berbeda dengan apa yang diceritakan Riski kepada Oma."

Aku mengernyit dahi, sementara bu Dwi terkekeh ringan. Ah, apa ini? Kenapa saat ini seperti sedang berhadapan dengan calon ibu mertua? Ayo Rini, sadarlah! Jangan sampai kekonyolan hari ini akan kamu sesali di kemudian hari.

Riski muncul entah dari mana, tiba-tiba saja ia telah berdiri di sampingku. Aku memandangi Bu Dwi dengan alis bertautan dan lagi - lagi bu Dwi menanggapinya dengan senyuman. Pantas saja wanita tersebut terlihat segar dan anggun, ternyata salah satu ramuannya adalah rajin tersenyum.

Suara petikan jemari Riski, menyadarkanku dari lamunan.

"Hentikan acara semedinya," ucap lelaki itu ketus.

"Riski, bersikaplah layaknya seorang lelaki, jangan seperti itu." ucap bu Dwi. Terlihat jelas ketidak sukaannya ia dengan perlakuan Riski barusan.

"Pak Riski, boleh kita bicara sebentar,"

"Bicara aja disini," jawabnya bergeming.

"Rasanya tidak sopan jika saya bicarakan di sini di depan Oma," ucapku dengan nada penekanan.

"Riski! nak Rini benar, kamu ikuti saja, pasti ada sesuatu yang harus ia bicarakan denganmu." bu Dwi memberi pendapat.

Aku berjalan menuju ruang tengah diikuti dengan Riski dari belakang. Beberapa lukisan bertema pahlawan terpampang di dinding ruangan ini. Terlihat juga beberapa ayat Al-Quran terukir apik pada material kayu yang telah diberi cat coklat.

Aku berbalik arah, menatap lelaki dingin yang telah berdiri di hadapannku, Ia maju beberapa langkah ke arahku hingga jarak antara kami kurang dari setengah meter. Bahkan suara hembusan nafasnya hampir terdengar olehku.

Sesaat sepasang mata kami saling beradu, tanpa sengaja tatapanku terfokus pada warna bola mata indahnya. Iris kecoklatan itu terlihat cantik sekali.

"Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu?"

Pertanyaan Riski sukses membuatku salah tingkah. Aku mencoba tetap tenang dengan berpura-pura mengedarkan pandangan kesudut ruangan.

"Apa maksud semua ini? Nyonya Dwi bilang kalau aku akan menjadi pengasuhnya mulai bulan ini,"

"Jika tidak suka, tinggal bilang tidak setuju saja, tak perlu protes dengan apa yang saya putuskan." ucapnya sombong, rasanya ingin sekali menggetok kepalanya dengan palu ajaib. Menyebalkan.

Aku mencoba tersenyum dengan emosi yang telah berada di ubun-ubun. Hampir saja ia meledak.

"Ok! Saya tidak setuju dengan perjanjian ini." ucapku tegas.

Riski tertawa penuh kemenangan, mungkin ia sedang menertawakan kebodohanku.

"Apa kau sudah lupa, siapa yang telah memberi jaminan agar kamu tidak di jebloskan kepenjara, kau lupa, hah!" ucap Riski dengan penuh amarah tepat dihadapanku, membuat hatiku sedikit ketakutan.

Aku melotot ke arahnya, lagi-lagi kami saling menatap satu sama lain dalam diam. Bagaimanapun, di balik sikap dinginnya, ia tetaplah lelaki yang tampan dan klimis. Entah sudah berapa wanita yang telah tergila-gila padanya.

"Aku baru tau, ternyata kamu itu hanya bicara saja yang besar." ucapku sambil tersenyum sinis.

"Apa maksudmu?"

"Hari ini, polisi datang ke rumahku karena kasus dengan lelaki tua itu."

Riski terlihat kaget, sepertinya ia memang tidak tahu jika kasus ini kembali mencuat.

"Terus polisi tersebut bilang apa?" tanyanya lagi, kali ini dengan nada lembut.

Aku menjelaskan panjang lebar tentang kedatangan polisi tadi siang. Sementara Riski mendengarkan dengan serius, sesekali ujung matanya menatap ke arahku.

"sekarang begini saja," ucapnya menyela pembicaraanku.

"Maksudmu?"

"Kamu tandatangan surat perjanjian ini dan besok aku akan membereskan masalah kau, bagaimana?" ucapnya sambil menyodorkan sebuah berkas yang ia ambil dari saku jas mahalnya.

Aku bergeming dengan hati dan pikiran bergelut di dalam sana, berharap menemukan solusi tanpa harus berurusan dengan lelaki ini. Entah mengapa aku merasa, ia sedang mencoba memanfaatkan keluguanku.

Bersambung!

________

Hai Reader!

Jika kamu suka dengan cerita CINTA ARINI (Love story is complicated), jangan lupa tinggalkan jejak ya! Berupa like, komen dan vote supaya Author makin semangat dalam menulis.

Salam sayang untuk kalian semuanya!

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!