anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi baru
waktu sudah sore, sedari tadi pulang sekolah tanaka langsung tidur setelah membersihkan diri, kini tanaka menatap datar layar hologram didepannya yang tiba2 muncul
"kenapa sikap zeuro dan lima sahabatnya berbeda di novel, seharusnya kemarin yang menolong alisa kan zeuro, tapi kenapa zeuro seolah tak peduli pada keadaan protagonis wanita?" cerocos tanaka pada zero yang sudah melongo mendengar setiap kata2 yang tanaka lontarkan
"karna kedatangan tuan sudah merusak alur novel sedari awal, bahkan kemarin alur novel masih bisa dihitung persennya tapi sekarang tampaknya tuan harus hidup tanpa bergantung pada novel" kata zero sang sistem
"jadi untuk apa aku dipanggil kesini?" tanya tanaka
"tuan harus menyelesaikan misi yang akan tuan dapatkan selama hidup dinovel ini, dan saya akan menemani anda dalam melakukan tugas misi itu karna sekarang saya sepenuhnya sebagai teman tuan didunia novel ini" kata zero dan diangguki oleh tanaka
"misi nya apa?"
"pulang kemansion veroze dan ambil sebuah buku diary diperpustakaan keluarga veroze"
"diary siapa?"
"diary milik asti pengasuh tubuh tuan yang sudah lama hilang"
"hilang kemana?"
"tidak tau tuan mungkin nanti itu akan jadi misi tuan"
"setelah misi aku dapat apa?"
"hadiah akan ditentukan setelah tuan selesai misi"
Tanaka pun bersiap lalu setelah itu ia keluar apart dan menuju kegarasi mengambil motornya, setelah memakai helmnya ia segera melesat dari apartnya menuju mansion keluarga veroze
Sesampainya digerbang mansion veroze, tanaka dicegat oleh dua satpam, satpam itu bertanya ada perlu apa tapi saat tanaka mengucapkan namanya dua satpam itu pun membuka gerbangnya, tanaka masuk dan memarkirkan motornya disana ia juga melihat banyak motor terparkir, tak mempedulikan itu tanaka masuk
diruang tamu sangat ramai, banyak orang tertawa bercanda ria, saat mendengar pintu terbuka atensi mereka mengarah pada sosok pemuda berjalan menuju tangga tanpa menghiraukan kebingungan mereka padanya, sadar akan hal itu seluruh orang disana bertanya2 apa pemuda itu temannya leo namun mereka merasa aneh saat pemuda itu tak pergi keruang game dimana leo dan zeuro beserta empat sahabatnya main game disana
sedangkan tanaka sudah berjalan kelantai tiga ia tidak tersesat dimansion besar nan megah itu karna bantuan zero sistemnya, tanaka sampai pun langsung masuk keperpustakaan
perpustakaan itu sangat besar dan harus menggunakan tangga untuk mengambil buku dirak paling atas
"dimana diary nya?" tanya tanaka pada zero
"dirak paling ujung paling pojok" balas zero
tanaka pun menaiki tangga dan mulai mencari diary yang dimaksud sang sistem
"dimana?" tanya tanaka
"bersampul coklat tua dan agak usang, tuan harus cari sendiri" balas zero
Tanaka kembali mencari diary itu
dilantai bawah, keluarga zerove masih terdiam melamun sambil menunggu pemuda yang tadi naik keatas, mereka tak melarang tanaka karna mereka kira tanaka temannya leo
"panggil leo kemari" titah sang kepala keluarga, alex veroze
seorang laki2 tampan berdiri dan berlalu dari sana dia adalah kakak ketiga tanaka ficezo zerove, ficezo membuka pintu ruang game disana ricuh karna teman teman leo asik bermain game sambil saling mengumpati
"leo" suara bass itu mengagetkan zeuro yang sedang memainkan hpnya, leo yang asik tiduran, arda ardo revi dan azis yang tengah bermain game
Mereka semua menoleh
"ada apa kak?" tanya leo malas
"dipanggil papa?" setelah mengatakan itu ficezo berlalu dari sana
leo pun berdiri diikuti yang lain karna penasaran, biasanya jika sedang main dan berkumpul begini, leo akan dipanggil jika ada hal penting
sesampainya diruang tamu leo duduk disofa yang masih tersisa begitu juga zeuro dan revi sedangkan arda ardo dan azis lebih memilih lesehan dikarpet bulu
"ada apa pah?" tanya leo bingung saat melihat tatapan papanya juga yang lain tampak serius
"tadi ada temen kamu kemari tapi langsung lantai tiga, kamu yang nyuruh dia kesana?" tanya alex
"teman? Siapa? aku cuman bawa sahabat aku aja pah" kata leo membuat alex dan yang lain heran
"terus yang naik kelantai tiga siapa?" belum sempat pertanyaan alex dijawab, mereka mendengar suara langkah kaki, mereka menoleh, leo dan lima sahabatnya terkejut saat melihat tanaka berada dimansion veroze
"tanaka kau ngapain disini" tanya azis sedikit keras pada tanaka karna tanaka berjalan mengarah pintu keluar begitu saja tanpa menoleh sedikitpun pada anggota keluarga veroze padahal tanaka baru saja memasuki mansion mereka dan sekarang tanaka dengan enteng berjalan pergi tanpa menghiraukan mereka
Tanaka tanpa berbalik menunjukkan buku diary ditangannya sambil memegang knop pintu dan membuka pintu itu untuk pergi dari sana dan tentu saja keluarga veroze tak membiarkan tanaka pergi sebelum tanaka menjelaskan semuanya
fiexo veroze kakak sulung tanaka yang sedari tadi diam pun berdiri mendekati tanaka dan dengan cepat menarik tangan tanaka lalu dengan sedikit menyeret tanaka dan mendudukkan tanaka dikarpet bulu didekat azis secara paksa, tanaka sendiri tak melawan
"jelaskan siapa kamu dan ada apa kamu kemari serta apa yang ada ditanganmu itu" suara bariton alex menggema ditengah keheningan itu aura gelapnya juga menguar agar tanaka merasa terintimidasi
Tanaka menatap manik mata alex dengan datar, sudah dibilangkan tanaka tak dapat merasakan emosi apapun, jadi mau segelap apapun aura orang didepannya ini tanaka tak akan terpengaruh
tentu saja keberanian tanaka itu membuat semua orang disana terkejut, diam2 zeuro tersenyum miring
"namaku antanaka aviraza, aku kesini untuk mengambil buku ini lalu pergi pulang" ucap tanaka datar sambil menunjukkan buku diary berwarna coklat agak usang
Keluarga veroze tersentak saat mendengar nama tanaka, alex mendekat lalu menarik paksa masker tanaka, mereka terkejut saat melihat wajah tanaka yang amat tampan
"ada apa?" tanya tanaka
"apa kau punya marga?" tanya alex karna ia sedikit familiar pada wajah tanaka
"dulu punya sekarang tidak" ucap tanaka
"apa margamu?" tanya fiexo datar ia mulai menebak sesuatu dipikirannya
"veroze" singkat tanaka
Mendengar itu semua yang lain syok termasuk wanita paruh baya yang sedari tadi diam pun tersentak, zeuro dan empat sahabatnya sudah menduga itu, tapi tadi disekolah leo menyangkal akan hal itu dan sekarang leo berdiri saking terkejutnya
"tidak mungkin kau si jelek itu!!!" teriak leo
tanaka menatap leo datar tanpa ekspresi apapun "kenapa kau tak percaya padaku?" tanya tanaka
leo menunjuk wajah tanaka "karna dulu wajahmu sangat jelek dan kau bodoh sehingga kami malu punya keluarga seperti mu, tapi kau sekarang mengaku jadi bocah buruk rupa dan bodoh itu mana bisa kami percaya" nada leo naik satu oktaf
"oh itu dulu kata ibu ada satu pelayan, dia yang selalu membuatkan ku susu sedari bayi hingga berumur satu tahun, kata ibu dia melihat pelayan itu memasukkan sesuatu dibotol susuku, ibu yang ketahuan memergokinya diancam oleh pelayan itu, nah jadi ibuku hanya pasrah saat melihat wajahku sedikit demi sedikit memerah dan kadang melepuh, jadi wajahku sudah rusak dari bayi, nah diumur 4 tahun pelayan itu memberiku susu coklat, karna bocah 4 tahun mudah tergiur tentu saja langsung diminum nah setelah itu malamnya aku kejang dan pingsan besoknya wajahku sudah benar2 rusak" jelas tanaka tanpa ada emosi apapun yang terpampang diwajahnya
Tentu saja mendengar penjelasan itu membuat keluarga veroze diam2 menahan kesal, karna wajah tanaka yang dulu benar2 berbeda dengan mereka semua, jadi alex mengira tanaka bukan anak kandungnya, ia mengira tanaka anak hasil dari istrinya yang disetubuhi paksa oleh laki2 lain, meski istrinya menyangkal tapi ia tetap tak percaya, akhirnya, ia mulai menuduh teman laki2 istrinya lalu membunuh mereka dengan sadis, alex juga mengurung istrinya, sejak wajah tanaka berubah jelek mereka mulai mengabaikan tanaka dan sering menyiksa anak yang masih berusia dua tahun itu, tapi tanaka masih dirawat oleh bi asti, tanaka mulai mendapat kekerasan dari keluarganya saat ia berusia empat tahun dan mulai mencari perhatian keluarganya
kembali ke saat ini
"tapi kenapa kau dulu sangat bodoh?" tanya ficezo
"oh itu pelayan yang memberikan ku susu coklat itu sering bilang jika aku pura2 bodoh maka aku akan diberikan guru les oleh kalian dan dari situ juga maka aku akan mulai disayang kalian, begitu katanya, nah karna bocah berusia 4 tahun mudah dibodohi tentu saja bocah itu melakukannya, tapi disaat bocah itu berusia 12 tahun dia mulai sadar tapi pelayan itu datang lagi dan memberikanku segelas air putih, saat itu aku sangat haus tanpa curiga ku minum apalagi pelayan itu yang kupercaya sedari kecil dia yang membuatkan ku susu, nah mulai saat itu aku sering pusing dan tanpa sadar bertingkah bodoh dan mulai mencari perhatian kalian, tanpa kusadari itu terjadi hingga kemarin aku mengalami kecelakaan dan koma selama satu bulan dan kata dokter aku anak yatim piatu karna selama satu bulan itu tak ada yang menjenguk sama sekali, tapi kata dokter ada wanita tua yang membayarkan administrasinya dia mengaku sebagai tetanggaku, lalu aku pulang karna biaya ku tak cukup untuk melanjutkan perawatanku" jelas tanaka panjang lebar seolah ia tengah berdongeng, dia bisa bicara panjang lebar begitu karna sudah dibimbing sistemnya, karna sang sistem tau masa lalu tubuh yang tanaka tempati
Tentu saja penjelasan tanaka itu membuat keluarga veroze syok hingga mereka mematung, lalu tiba2 wanita paruh baya yang masih terlihat cantik mendekati tanaka lalu memeluknya sambil menangis pilu
"hiks..avi anakku, hiks..k-kau kembali nak..hiks~mama kangen sama kamu nak, m-mama tau hiks~avi anak k-kandung hiks~mama" elaine veroze istri alex veroze sekaligus ibu kandung tanaka itu menangis keras sambil tetap memeluk tanaka
Tanaka tak membalas pelukan itu dan melepas paksa pekukan elaine, dan itu membuat elaine terkejut hingga ia dengan cepat menatap mata datar dan wajah tanpa eksperi anaknya
"kamu siapa?" tanya tanaka
Tentu saja elaine syok hingga tanpa sadar tubuhnya limbung namun segera ditahan oleh revi yang memang duduk didekat tanaka
"k-kamu tidal k-kenal m-mama?" tanya elaine terbata
"dulu waktu aku sering menangis ibu menenangkan ku ibu berkata abaikan mereka yang menyiksa mu anggap saja tidak kenal, nah aku benar2 tidak kenal kalian" balas tanaka
mendengar itu mereka semakin syok hanya karna sebuah kata penenang tanaka benar2 lupa, padahal yang tanaka maksud dirinya sendiri, kan yang kenal mereka tanaka asli bukan dirinya yang jiwa nyasar
"tapi siapa ibumu?" tanya fiexo dengan nada lirih namun masih didengar oleh zeuro dan tanaka yang memang punya pendengaran sangat tajam
"bi asti itu ibuku, dan aku kesini karna ingin mengambil buku diarynya yang disimpan diperpustakaan mansion veroze" balas tanaka sambil menatap datar fiexo
mereka semua kembali terkejut saat mendengar pengakuan tanaka tentang ibunya yang ia maksud
"a-avi a-aku m-mamamu i-ibu kandungmu, b-bukan pelayan itu" elaine menahan tangis
"tapi ibu bilang siapapun yang menyiksaku anggap saja tidak kenal, jadi aku hanya kenal pada ibu asti saja" kata tanaka membuat semuanya tambah diam
ya dulu elaine memang tak sengaja membentak dan menampar tanaka karna tanaka dituduh oleh alisa anak yang mereka angkat, alisa menuduh tanaka memukulnya, hingga dari situ elaine yang mulai menyayangi alisa yang polos, mungkin?, elaine tanpa sadar sering memukul dan membentak tanaka meski akhirnya ia merasa bersalah tapi ia tutupi karna takut suaminya marah akhirnya ia tutupi perasaan sayangnya pada tanaka
"aku izin pamit" setelah itu tanaka benar2 pergi meninggalkan keluarga veroze yang masih diam mematung
Zeuro dan empat sahabatnya yang lain memilih pamit pulang karna mereka tidak mau mengganggu acara sesal menyesal keluarga veroze