NovelToon NovelToon
Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:202.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.

Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04

"Mas..." Lirih Maharani, sambil berjalan mendekati Agam, dan juga Arini.

"Mas, mas Agam..Hikkssss, hikkksssss..."

Kaki Maharani kehilangan keseimbangan, tubuhnya lunglai merosot hingga jatuh dan terduduk di lantai. Maharani menangis, melihat suami yang begitu ia cintai kini berbaring di tempat tidur dengan Arini tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Inikah yang di nama kan cinta yang akan setia hingga akhir. Perkataan yang hanya terlontar tanpa ada bukti sama sekali dari pria yang begitu sangat ia cintai.

Arini yang memang sengaja memejamkan matanya tadi, berpura-pura membuka mata dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

"Mas Agam." Kata Arini menggoyangkan tubuh Agam, seperti tidak ada masalah sama sekali. Agam yang merasa pusing secara perlahan membuka matanya, dan pandangan mata Agam tertuju pada Arini yang saat ini menutup tubuhnya dengan selimut. Agam benar-benar kaget, lalu kemudian balik menatap tubuhnya yang tidak memakai sehelai benang. Sungguh sesuatu yang di luar nalar. Agam sangat kaget dengan yang barusan terjadi. Dan yang lebih parahnya lagi, Agam mendengar suara tangisan yang Agam hafal betul siapa pemiliknya. Agam melihat ke arah lantai, Maharani tertunduk sambil menangis pilu.

Melihat Maharani wanita yang sangat ia cinta menangis, Agam langsung turun dari tempat tidur dan memakai celana yang tadi berserakan ia lempar ke sembarang arah.

"Sayang." Kata Agam sambil mencoba memeluk tubuh Maharani, namun Maharani menepis tangan Agam, agar tidak menyentuh dirinya.

Di luar kamar, tepatnya di depan pintu. Ramayani tersenyum devil, rencana yang sejak lama ia rencanakan kini telah berhasil. Putranya berhasil masuk ke dalam perangkapnya sendiri. Dan kini tinggal satu langkah lagi, agar Arini dan Agam bisa bersatu.

"Maafkan aku sayang, aku bisa menjelaskan semua ini." Kata Agam, dengan tetap mencoba memeluk Maharani namun tetap saja di tolak. Maharani berdiri dan berlari keluar dari kamar yang dulu menjadi tempat terindah oleh dirinya dan juga sang suami tercinta. Namun, kini kamar itu telah menjadi kamar yang sangat membawa tangis pilu untuk Maharani. Kamar yang hanya bisa menyimpan kenangan kelam yang memiluhkan.

Arini turun dari tempat tidur dengan wajah yang nampak tak bersalah. Arini menundukkan kepalanya dengan memasang wajah sedih.

"Mas.." Panggil Arini dengan lirih dan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.

Agam yang mendengar Arini memanggilnya langsung menoleh ke arah Arini dengan tatapan yang tajam, yang siap untuk memangsa..

"Arini.." Teriak Agam tepat di depan wajah Arini. Agam tidak menyangkah jika Arini nekad masuk ke dalam kamarnya dan menggoda dirinya, hingga melukai perasaan Maharani, wanita yang begitu sangat ia cintai.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tega melukai perasaan Maharani." Betak Agam.

"Melukai?? Kau tega mas! Sangat tega! Kau tahu, aku korban di sini dan seenaknya saja kau memarahiku. Kau yang salah! Kau salah karena telah merayuku dan membawaku tidur di kamarmu ini." Bentak Arini.

Agam merasa prustasi mendengar perkataan Arini. Agam mengusap wajahnya secara kasar dan berteriak sangat keras. Lalu Agam mengambil baju, dan segera memakainya,, berjalan dengan cepat keluar dari kamar mencari Maharani. Agam tahu, bagaimana perasaan Maharani saat ini, saat telah melihat dirinya bersama dengan Arini, wanita yang sangat ingin di jadikan menantu oleh ibunda Agam.

Sepeninggalan Agam, Arini langsung tersenyum dengan sangat bahagia, akhrinya setelah sekian lama, apa yang telah ia nanti-nanti berhasil juga. Akhrinya Agam, telah berhasil masuk ke dalam perangkapnya, dan sebentar lagi, Agam akan menjadi miliknya seutuhnya. Tinggal selangkah lagi.. Kemudian Arini kembali memakai pakaianya dan melanjutkan tidurnya di tempat tidur yang bukan miliknya. Arini mengusap tangannya di bantal, dan tersenyum dengan sangat puasnya. Kini tempat yang selama ini ia dambakan akan menjadi miliknya seutuhnya.

••••

Agam menyusuri rumah dan mencari di setiap kamar dan di setiap sudut rumah, namun tidak menemukan sama sekali Maharani, hingga Agam memutuskan untuk bertanya pada Bi Sri asisten rumah tangga yang begitu sangat dekat dengan Maharani, namun bi Sri berkata, setelah makan malam dirinya sama sekali belum bertemu dengan Maharani.

Duaaarrrrr, bunyi suara petir dan kilat yang serentak membuat Agam menjadi khawatir akan hujan yang sebentar lagi turun, gelapnya malam membuat Agam semakin memikirkan Maharani yang sangat takut akan kegelapan. Agam langsung berlari masuk ke dalam kamar menggambil jaket miliknya dan juga kunci mobil. Agam melihat Arini yang saat ini tidur di atas tempat tidurnya seperti sedang tidak ada masalah. Dan dengan buru-buru Agam berlari menuju garasi mobil.

"Bangunlah sayang. Agam sudah pergi mencari wanita mandul itu." Ucap Ramayani di sela tawa bahagianya. Ramayani sangat bahagia, karena Agam sudah berhasil tidur dengan Arini.

Arini membuka matanya, lalu turun dari tempat tidur. Sambil tersenyum Arini berkata "Sebentar lagi."

Ramayani langsung memeluk tubuh Arini, wanita yang sangat ia dambakan untuk menjadi menantunya, wanita yang ia percaya akan memberikan keturunan dan melahirkan cucu-cucu yang kelak akan menjadi penerus perusahaan.

"Terima kasih karena sudah sabar menunggu waktu ini." Ucap Ramayani sambil mengusap pundak belakang Arini.

1
Misaza Sumiati
bukannya Agam pernah bertemu dengan Bastian , perusahaannya ada kerjasama
Angel Princes: t nn n
n
. m
mm n n
n

n


m


? m m m
bmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm????????????????????????????????????????????????????..
total 1 replies
Misaza Sumiati
aneh Maharani kok bisa yah bertahan
Misaza Sumiati
Maharani itu bodoh
Rita Tanti
Luar biasa
Beauty JK
😍
dwie
lelaki yg di kirim autho😁😁
Henrita Henrita
wanita bodoh iya
falea sezi
novel baguss moga like makin banyak
falea sezi
novel sebagus ini knp sepi like
choky_chiko_r
mksh kak..keren critanya.dan ga panjang eps.nya..mksh kak..tetep berkarya😊👍👍💪💪
altanum
ide ceritanya bagus thor,cuma pengemasan waktu yang agak membingungkan.mungkin bisa dijadikan acuan di karya² selanjutnya.tetep semangat berkarya thor...
Khalisa IncesNya Mia
koq malah q yg jadi emosi ya
Mila Barcelona
authornya kurang fokus...minum Aqua dulu thorrrr...biar lebih teliti
Nenk Jelita
lah bukan ny rekan bisnis gmn sih tiba tiba GK kenal gt
aduh...
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lg ka cerita ny
Ayuni Tri Purnomo
Luar biasa
Ayuni Tri Purnomo
ada lagi mertua modelan kyk gini Thor...
R.A: ada kak. banyak di dunia nyata😅😅
total 1 replies
SRI WAHYUNI
mka y Rani jd cwe jng oon
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Zika Bintang
lain kali kalau buat cerita seorang wanita yang lagi hamil haram hukumnya untuk di talak dan nikah i thour
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi

kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku
Zika Bintang: o iya kak
maaf aku aliran madhab Syafi'i
jadi beda pengertian
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!