NovelToon NovelToon
Raja Untuk Rani

Raja Untuk Rani

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Pihak Ketiga / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.

Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.

Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?

Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Pandangan pertama

💞😍

"Raja, kenapa rumah kita gelap? Apakah mati lampu?."

"Aku juga tidak tau Sam. Lebih baik kita masuk saja.

Candra berhenti sejenak dan bertanya,

" Raj... Benarkah ini rumah kita?."

Saat keluar dari penjara, Candra tidak langsung pulang ke rumah mereka di kota tapi langsung ke kampus tempat Raja kuliah, jadi dia belum mengetahui keberadaan rumahnya.

"Benar ayah... Ayo masuk. Sam, coba kamu periksa dulu ke dalam dan tanyakan pada orang rumah sebenarnya apa yang terjadi."

"Baiklah Raj."

Perlahan pintu rumah yang berukuran besar itu di buka dan saat pintunya di tutup...

Triiingg!

"Selamat datang di rumah kita... Selamat kembali...!."

Tiba-tiba lampu rumah menyala dan terlihat bermacam-macam hiasan terpasang di rumah itu. Raja dan seluruh keluarga sengaja membuat kejutan dan pesta untuk menyambut kedatangan Candra.

Raja sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari dan lampu mati pun termasuk rencana yang Raja buat.

"Selamat datang adikku...."

Roji menyambut kedatangan Candra dengan antusias. Walaupun tadi dia sudah bertemu saat penjemputan, hanya dia turut bahagia dengan kejutan yang Raja siapkan ini.

"Kakak... Kenapa kamu repot-repot membuat acara penyambutan ini?."

"Candra... Aku sudah terlalu tua untuk merencanakan hal-hal seperti ini. Semua ini anak muda seperti merekalah yang melakukannya. Aku hanya mendukung mereka saja. A ha ha ha."

Candra melihat anak semata wayangnya itu dengan bangga. Lalu Rima segera menghampiri Candra dan memeluknya.

" Mas... Bagaimana kabarmu? Hiks hiks hisk...."

"Rima, kabarku baik dan sehat, bagaimana denganmu?."

"Aku juga baik Mas...."

"Rima... maafkan aku, selama ini aku sudah membuatmu menderita. Aku sudah membuatmu menanggung nya dan mengasuhnya sendiri. Anak kita... Lihatlah anak kita sekarang sudah dewasa."

"Iya Mas...."

Raja menghampiri kedua orang tuanya itu dan mengajak mereka untuk ke depan dan memotong kue yang sudah di siapkan.

"Ayah... Ibu... Kemarilah, cepat potong kue nya. Aku sudah lapar...."

"Benar Paman, kami belum makan apapun setelah acara di kampus."

"Baiklah... Baiklah... Ha ha."

Candra dan Rima perlahan memotong kue coklat yang besar itu secara perlahan, lalu memberikan potongan kue pertama kepada Raja dan menyuapinya. Potongan kue yang kedua di berikan kepada kakak tercintanya yaitu Roji.

"Kakak... Kue ini aku berikan spesial untukmu. Terima kasih, selama ini kakak sudah merawat anak dan istriku. Aku tidak tau harus membalas budimu bagaimana hiks hiks hiks...."

"Sudahlah Candra, kamu jangan menangis seperti ini. Apakah kamu tidak malu air matamu terlihat oleh kedua anak muda ini. Bagaimana kalau nanti mereka jadi cengeng sepertimu ha ha ha...."

"Kakak...."

"Kemarilah adikku."

Roji memeluk adiknya itu dengan penuh kasih sayang meskipun usia kedua orang tua itu sudah tak lagi muda, tapi mereka tetap menjaga keharmonisan dan kasih sayang antara keluarga.

"Candra... Raja adalah anakku juga. Sudah menjadi kewajibanku untuk mengurusi dan mendidik dia. Lihatlah, putramu sekarang sudah sangat besar ... dia sudah melebihi tinggi kita ... Kelak mereka berdua akan tumbuh dan menjadi putra kebanggaan kita yang membela keluarga kita."

Candra dan Roji memperteguh keyakinan mereka dengan saling mengepalkan tangan dan mengacungkannya ke atas.

" Yeeee...!."

Perpisahan yang sudah lama menjadikan rasa kasih sayang di antara keluarga Candra semakin besar. Perpindahan mereka ke kota terhindar dari gosip sehingga asal keberadaan Candra tidak dipertanyakan tetangga ataupun masyarakat tempat mereka tinggal sekarang.

"Candra... Hari ini kita harus ke Desa untuk menguruskan surat tanah kita yang masih belum beres."

"Bukannya semuanya sudah beres kakak?."

"Proses nya sudah beres, kita hanya perlu mengambil suratnya saja."

"Selamat pagi ayah, paman...."

Raja dan Sam yang baru datang setelah selesai olah raga di minta ikut bergabung berbincang dengan ayah dan paman nya itu.

"Kakak... Kalau hanya untuk mengambil suratnya saja, bukankah lebih mereka saja yang mengambilnya?."

Roji melihat kedua pemuda yang sedang bergurau sambil mengunyah makanan sarapan yang tersimpan di piring.

"Benar juga, kalau mereka yang pergi tidak akan ada orang sana yang mengenali bahwa Raja dan Sam anak dari keluarga kita."

Setelah kesepakatan bersama siang hari Raja dan Sam bersiap-siap untuk pergi ke Desa. Beberapa pakaian sudah di masukan ke koper karena mereka berencana untuk tinggal beberapa hari disana.

" Nak... Kalian jangan lama-lama berada disana. Setelah surat itu di terima kalian langsung pulang saja, mengerti?."

"Baik ayah...."

"Dan ingat, kalian harus bisa menghindari keluarga Radi. Ayah tidak ingin kalian sampai bertemu dengan mereka."

"Baiklah... Aku berangkat dulu ayah."

Dengan membawa mobil, Raja yang di temani Sam menempuh perjalanan nya kurang lebih sekitar 4 jam, perjalanan yang lumayan melelahkan.

Perjalanan mereka sudah memasuki perbatasan kota dan hampir sampai di desa tempat mereka tinggal dulu. Raja memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan saat melihat sekumpulan orang yang sedang melakukan pertunjukan satu permainan.

Permainan desa yang biasa di tunjukan untuk hiburan anak-anak. Penonton nya pun kebanyakan anak-anak dan mereka tertawa bahagia melihat setiap pertunjukan yang di mainkan oleh seorang ahlinya.

Saat asyik mengikuti permainan... Dari sebrang jalan Raja melihat seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu menaiki kuda di hamparan tanah merah bukan di jalan aspal karena disana masih suasana pedesaan yang asri, dan menungganginya dengan cekatan dan lihai.

Raja melihatnya dengan seksama dan terpesona lalu berkata,

"Cantiknya...."

Salah satu warga desa yang berada di sana juga mendengar perkataan Raja berkata,

"Dia itu anak juragan tanah disini anak muda, namanya Nona Rani."

Raja senang mendengar dan mengetahui nama gadis yang baru saja dia lihat dan hampir mencuri hatinya itu, sambil mengulang menyebut namanya,

"RA-ni."

Di barengi satu senyuman manisnya.

"Raja... Aku harap kamu tidak berpikir macam-macam tentang apapun di desa ini."

Sam mengingatkan sepupunya itu, bahwa tujuan mereka kesana hanya untuk mengambil surat saja. Dan Raja pun mengiyakannya, tapi sambil sesekali dia menoleh lagi dan lagi siapa tau bisa melihat gadis itu lagi.

Mereka menyewa sebuah penginapan yang tidak terlalu jauh dari perbatasan agar bisa dengan mudah ke kantor akte tanah. Penginapan yang biasa tapi bagi warga disana itu adalah penginapan yang paling mahal.

Pagi hari mereka keluar dari kantor akte tanah, tapi belum mendapatkan suratnya karena beberapa kendala.

"Sepertinya kita harus tinggal beberapa hari lagi disini, Sam."

"Iya, tapi aku takut bertemu dengan keluarga Pak Radi Raj."

"Jangan khawatir... mereka kan tidak mengenali kita, santai saja."

Tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang dan mengajak mereka berbincang.

"Sepertinya kalian dari kota ya? Aku belum pernah melihat kalian disini."

"Oh... Iya Pak, kami sedang liburan disini. Kami permisi."

Raja menjawab bapak paruh baya tersebut dengan sopan dan langsung berpamitan.

"Kamu kenapa Sam? Seperti sudah di kejar singa saja."

"Raja, aku tidak mau tinggal lama-lama disini. Orang-orang disini sangat membuatku takut, mereka seolah akan bersiap menelan kita."

"A ha ha ha... Kamu ini."

🥀Bersambung...

1
fans
Bintang 5 untukmu
վմղíα | HV💕
KK yunia hadir lagi
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bener,stdknya desa tmpt kita lahir jngn sampai ditinggalkan hanya karena usaha makin sukses,mnding bangun di desa kita jngn mlupakan desa tmpt kita lahir
Aurora: Benar sekali, aku setuju kak...
total 1 replies
Zhu Yun💫
Akhirnya happy ending. 🤗
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰
Aurora: Waduh, bahaya ini mah 🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Vincar
mungkin Rani masih punya perasaan sama Raja
Aurora: Betul banget, meskipun dah jadi mantan, tapi hati perempuan itu susah pindah ke lain hati hati.
total 1 replies
Rosee
bintang lima untuk author
Rosee
semangat thoor
Vincar
1 iklan mendarat Thor
Aurora: Makasih...
total 1 replies
Vincar
1 ikan mendarat Thor. Semangat terus 😇
Aurora: Makasih kak...
total 1 replies
Vincar
Nikah sama Rohit, tapi cintanya sama Raja. Lanjut Thor 🔥
Erarefo Alfin Artharizki
hai thor, mau tukeran mawar ?
Erarefo Alfin Artharizki
indian feels in the novel, keren keren
Erarefo Alfin Artharizki
tinggalin jejak dulu kak, semangat nulisnya ya
վմղíα | HV💕
up
Briliant
Ceritanya bagus
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur.
Aurora: Makasih kakak 😍🙏🙏
total 2 replies
Viin
pasti banyak uangnya😁
Viin
semangat kak, ceritanya penuh aksi hehe
Zhu Yun💫
Ayo Raja tarik tangan Rani dan bawa lari aja 🤭🤣🤣
Aurora: Wkwkwk dramatis banget 😅
total 1 replies
Vincar
pasti si Raja cemburu melihat pernikahannya. lanjut Thor 😇
Aurora: Banget.. dan nyesek
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!