David diminta sang papa untuk segera menikah, atau dia akan terancam jadi pengangguran.
Sayangnya, tak ada wanita yang bisa dijadikan istri oleh David. Hingga kedatangan Mauren yang mengajaknya untuk kencan buta menjadi awal semuanya.
Malam itu, mereka menghabiskan malam bersama.
Sayangnya bagi Mauren ini adalah kesalahan terbesar yang dilakukannya. Karena ternyata David tak jauh beda dengan mantan suaminya.
"Menikahlah denganku, atau video kita bersama akan tersebar." David memberikan ancaman pada Mauren. Ini adalah caranya menjadikan Mauren istrinya. Bagi David, Mauren pas untuk dijadikan istri.
Mauren tidak mau citranya buruk. Apalagi dirinya adalah seorang janda. Walaupun David bukan suami yang diinginkannya, tetapi dia menerima pernikahan ini.
"Baiklah, aku mau menikah dengan satu syarat. Jangan sentuh aku!"
"Baiklah, aku setuju. Tapi, jika kamu yang menyentuhku, aku tidak akan melepaskanmu."
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Mauren memutar tubuhnya. Mencari guling untuk dipeluk. Namun, dia menyadari sesuatu. Yang dipeluknya bukanlah guling. Karena terasa keras.
Rasa penasarannya mengantarkannya untuk membelai lembut apa yang dipeluknya. Jelas terasa di telapak tangan Mauren jika yang disentuhnya adalah perut. Karena terasa keras di bagian dada dan lembut di bagian bawah.
Jika ini tubuh manusia. Lalu tubuh siapa?
Pertanyaan itu menghantui pikiran Mauren. Matanya yang masih terpejam terus berusaha berpikir.
Sejenak Mauren mengingat apa yang dilakukannya semalam. Semalam, dia makan malam dengan David. Pria itu memesan wine, dan dirinya ikut minum.
Mauren yang penasaran membuka matanya perlahan. Memastikan siapa yang berada di sebelahnya itu. Benar saja, yang dilihatnya adalah David. Pria yang semalam di temuinya di restoran hotel.
Sial!
Mauren merutuki apa yang dilakukannya. Kini dia berada di samping pria asing. Lebih bodohnya dia tidur dengan pria tersebut.
Mauren mencoba mengingat apa yang dilakukannya semalam. Sayangnya kepingan ingatannya hanya sepotong-sepotong. Sekali pun Mauren mabuk, dia masih mengingat apa yang dilakukannya.
Aku yang memancing lebih dulu!
Rasanya Mauren malu sekali karena dengan gampangnya tidur dengan seorang pria. Ibarat sebuah rumah, Mauren membuka pintu rumah dan mempersilakan orang masuk ke rumahnya.
Jika sudah begini jelas Mauren tidak bisa menuntut. Mengingat dirinyalah yang memulai semuanya ini.
Mauren menarik tangannya yang memeluk tubuh polos David. Kemudian mengintip tubuhnya di balik selimut. Tubuhnya polos dan banyak tanda merah. Jelas itu menandakan jika semalam pertarungan antara dirinya dan David pasti begitu ganas.
Mauren menyadari jika David seorang pemain wanita. Jadi dia mengambil kesempatan darinya. Jika dia pria baik, sekali pun digoda, tentu saja dia tidak akan melakukan sejauh ini. Namun, tetap saja dia tidak bisa menyalahkan David. Karena kucing tidak menolak jika diberikan ikan.
Mauren mengembuskan napasnya. Percuma menyesali semuanya. Yang ada hanya akan menambah sesak di dadanya.
Saat mengintip tubuhnya, tanpa sengaja dia melihat tubuh David yang juga polos. Buru-buru Mauren menutup selimut. Terakhir kali melihat tubuh suaminya, dan itu sudah bertahun-tahun lalu.
Mauren sadar jika tubuhnya sudah lama tak dijamah. Jadi mungkin saat mabuk, tubuhnya tak terkendali. Jelas ini adalah hal yang memalukan sekali. Karena dirinya haus akan belaian.
Mauren berusaha untuk bangun. Dia harus segera pergi dari tempat ini. Jika bisa sebelum David bangun. Dia merasa malu sekali jika harus bertemu dengan David.
Mauren menyibak selimut. Perlahan dia bangun dari tempat tidur. Untuk sejenak dia memegangi kepalanya. Kepalanya begitu berdenyut. Hingga membuatnya mengaduh.
Buru-buru Mauren membungkukkan tubuhnya. Tak mau sampai membuat David terbangun.
Mauren menurunkan kakinya ke lantai beralaskan karpet. Dia membungkukkan tubuhnya agar dapat mengambil bajunya yang berserakan di lantai. Sambil melihat pakaiannya, Mauren terus merutuki kesalahannya itu.
Dengan segera Mauren memakai pakaiannya sambil memerhatikan David. Memastikan jika pria itu tidak terbangun ketika dirinya akan berniat pergi.
Saat bajunya sudah dipakai semua, Mauren mencari tas dan sepatunya. Mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan benda itu. Ternyata berada di ujung ranjang.
Dengan segera Mauren mengambil dua benda itu. Dia memilih untuk tidak memakai sepatunya, karena takut jika David akan terbangun mendengar suara sepatunya.
Mauren keluar dengan pelan-pelan. Memastikan setiap gerakan tidak menimbulkan suara.
aq jg kurang zuka film horror. yg aq zuka film roman, aktion, drama klg, cartoon