NovelToon NovelToon
TUAN TAMPAN (Late In Love)

TUAN TAMPAN (Late In Love)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vey Vii

Kisah pernikahan paksa yang di alami oleh seorang gadis berusia 22 tahun dengan seorang laki-laki arogan yang di pilih ayahnya sebagai mempelai pria putrinya.

Sabrina, terpaksa menerima pernikahan ini demi menyelamatkan perusahaan milik ayahnya yang hampir bangkrut, dia harus merelakan dirinya sebagai alat balas budi kepada laki-laki yang telah bersedia membantu keluarganya.

Meskipun sang suami adalah laki-laki yang begitu tampan dan mapan, Sabrina kurang menyukainya. Sabrina memiliki karakter yang cenderung mudah mengeluh dan keras kepala, ia wanita yang tidak suka di atur dan bertindak sesukanya.

Di novel ini, kalian akan di buat kesal tujuh turunan sama si pemeran utama. HAHAHA


Selamat membaca, semoga suka ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali bertemu

Sarapan pagi ini istimewa sekali, rasanya sudah lama melewatkan sarapan pagiku di rumah, aku selalu berangkat pagi-pagi setiap hari, karena memang banyak hal yang harus aku kerjakan di butik, aku biasa membeli sarapan di warung soto sebelah butik.

Usai sarapan, aku kembali ke kamar, melanjutkan aktifitas rebahanku yang sempat terjeda, guling sana guling sini, miring, tengkurap, sampai angkat kaki ke tembok, semuanya sambil memainkan gawaiku, scroll aplikasi biru berlogo F keatas dan kebawah, isinya hanya teman-temanku yang memamerkan pacar mereka.

Huft... apa hanya aku disini yang jomblo abadi. Ah, setidaknya aku jauh dari zina. Pacaran juga kan tidak menguntungkan, bikin pusing kepala barbie aja pacar-pacaran segala. Jomblo aja merdeka, bebas ini dan itu semauku.

Jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh.

"Ah, cepet banget jam ini muter, perasaan baru 5 menit rebahan," gumamku dalam hati sambil berganti baju untuk bersiap ke butik, karena sudah ada janji bertemu clien hari ini.

..

Panas sekali siang ini, maklum saja, aku hampir tidak pernah berangkat sesiang ini ke butik, biasanya selalu berangkat pagi sebelum matahari merangkak naik, karena cuaca yang terik dan kerongkongan yang mulai kering meronta-ronta ingin lekas disegarkan, maka aku memutuskan untuk memarkir sepeda motorku di depan butik dan melipir ke cafe depan sendirian.

Kali ini aku ingin duduk di bagian pojok cafe yang beralaskan karpet bulu lembut dengan hiasan boneka-boneka lucu di sisi kanan kirinya, aku hanya ingin selonjoran saja, meregangkan otot-otot kakiku yang lelah sepanjang perjalanan.

"Mas, pesan es krim coklat gellato ya," ucapku kepada mas-mas pelayan cafe yang datang menghampiriku.

"Tumben mbak Sabrina mau es krim, biasanya coklat panas," jawabnya sambil tersenyum.

"Ah... hari ini panas sekali mas, Aku baru datang siang-siang begini, jadi pengen yang nyegerin," ucapku sambil menyeringai.

Beberapa menit kemudian, datang rombongan anak laki-laki berseragam putih abu-abu yang mungkin sedang bolos sekolah, mana mungkin sekolah sudah pulang jam segini.

"Eh mbak, gabung yuk sama kita-kita, kasian nih cantik-cantik sendirian aja." goda salah satu anak yang memakai topi bergambar super hero berwarna merah.

"Kalian masih kecil yang sopan ya!" bentakku sambil melotot, hampir saja kedua bola mataku mau copot.

"Heh, kalian anak kecil, jangan mengganggu orang tua yang sedang sendirian, dosa tau!" sela seseorang datang tiba-tiba.

"Eh sejak kapan aku jadi orangtua, aku ini masih muda, masih imut begini dibilang tua, dasar rabun!" pekikku dalam hati sambil melirik tajam kearah lelaki itu.

Rupanya laki-laki kemarin, aku tidak menyadari kedatangan mereka, karena mataku sedang sibuk melihat gawai yang sedari tadi kupegang.

Pelayan datang membawakan pesananku, dia menaruhnya disebelah kananku sambil tersenyum, Aku hanya mengangguk pelan.

"Eh, Nona yang kemarin ya, bolak-balik ketemu nih kayak jodoh, kita belum kenalan loh, tapi selalu dipertemukan," sapa leki-laki itu sambil tertawa lebar, untung tidak ada lalat yang masuk kemulutnya.

"Maaf ya tuan, anda sendiri kalau berbicara tidak sopan, percuma anda menasehati bocah SMA tadi, bikin malu."

"Gabung saja dengan kami nona, Boss ku juga tidak keberatan, benarkan boss?" jawabnya sambil melirik seseorang yang dipanggilnya boss.

"Hmm." Seseorang yang di panggilnya boss hanya berdehem sambil mengangguk, tanpa menoleh sedikitpun, sibuk memilih menu dalam lembaran yang dia pegang.

"Terimakasih, saya senang sendirian," ucapku tanpa menoleh, biar saja mereka berpikir aku sombong, sok jual mahal.

Aku tidak peduli, aku ingin menikmati es krimku dengan penuh hikmat tanpa gangguan, aku beranjak mengemasi tasku dan membawa es krim yang sudah hampir meleleh ini ke meja yang lebih jauh dari mereka.

Sial sekali hari ini, berpanas-panasan dijalan, digoda bocah, ditambah lagi bertemu laki-laki menyebalkan yang kemarin hampir saja kuajak baku hantam.

Tanpa berlama-lama, aku menghabiskan es krimku hingga tetes terakhir, pekerjaan di butik sudah melambai-lambai ingin segera dituntaskan. segera aku ke kasir untuk membayar.

"Mas, ini uangnya." aku menyodorka satu lembaran biru ke petugas kasir.

"Pesanan mbak Sabrina gratis, sudah dibayar Tuan Joe tadi," jawab mas-mas berseragam merah di depanku.

"Siapa dia? Siapa tuan Joe?" aku memelototkan mata penasaran.

"Laki-laki yang tadi duduk di kursi dekat mbak Sabrina, yang duduk berdua sambil ditunggu bodyguard dibelakangnya," ucapnya sambil menunjuk kursi yang dimaksud.

"Baiklah, terimakasih."

Rupanya laki-laki itu membayar pesananku, dan sekarang tiba-tiba pergi begitu saja, aku kan belum berterimakasih.

...

Memasuki butik, aku menyapa semua karyawanku yang sibuk mengemas baju-baju untuk segera dikirim ke tuannya. Aku segera berlalu menaiki tangga menuju lantai atas, menunggu clienku yang sudah janji datang siang ini.

Selang beberapa menit Riani datang, diikuti wanita cantik dibelakangnya, sepertinya dia adalah clien yang aku maksud, namanya nona Hana.

"Silahkan duduk nona Hana, Ada yang bisa saya bantu?" Aku mempersilahkannya duduk di sofa panjang dekat jendela.

"Tentu saja nona Sabrina, Aku datang untuk memesan gaun terbaik rancanganmu untuk ku pakai di hari jadi perusaan terbesar di kota ini," jawab wanita berkulit putih ini sambil tersenyum.

"Baiklah, saya akan tunjukkan beberapa koleksi saya, anda bisa memilihnya sendiri, setelah anda memilih design yang sesuai, kami akan memprosesnya." Aku menyodorkan lembaran-lembaran kertas putih bergambar gaun-gaun hasil coretan tanganku.

"Waw, semuanya cantik nona, tanganmu lihai sekali dalam menggambar, aku suka sekali semua karyamu." Wanita itu tersenyum senang.

"Aku pilih yang ini." Lanjutnya sambil menunjuk gambar gaun yang bagian depannya hanya selutut, dan bagian belakang berekor panjang sampai ke lantai.

"Baiklah nona, gaun ini memiliki dua pilihan warna, merah muda dan biru cerah." Aku memberinya pilihan.

"Aku mau yang merah muda saja, tolong di perhatikan jahitan dan hasilnya yang mirip dengan gambar ini, aku tidak mau dikecewakan." lanjutnya memastikan.

"Baiklah nona, kita akan terus memberi kabar hasilnya nanti.

"Terimakasih banyak nona, aku senang memilih designmu, semoga hasilnya juga memuaskan. Aku permisi."

Aku tersenyum sambil menjabat tangannya.

...

"Riani, segera proses gaun yang tadi sudah aku serahkan polanya padamu, Aku ingin pulang lebih awal," ucapku kepada Riani yang sedang duduk memotong kain sambil nyemil batagor.

"Oke Saa, jangan khawatir, aku akan mengurus semuanya, kau pulang saja, sepertinya hari ini moodmu sedang tidak baik"

"Ada ada saja kau ini, aku baik-baik saja Riani, hanya sedikit kesal saja." Aku tertawa sambil berlalu pergi membuka pintu kaca butikku.

.

.

.

.

.

.

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like dan komentar yang membangun ya ❤️

1
Apthiana Devi
Luar biasa
Irma Dwi
masih memantau
Irma Dwi
baru baca,,,,

semoga suka, sama kayak novel othor yg lainnya,,,,
🥰🥰🥰🥰
Raja Rosnenty
Luar biasa
Rari
Bagus sih... cuma ada yg janggal... masak panggil suami Tuan sih
Revina Darajati
ATM Kamu kenapa gk diminta Sabrina..nti dihabsin Ama adikmu itu
Revina Darajati
aku doain Semoga Sabrina sengsara dgn kebodahannya
Revina Darajati
sabrinaa ternyata orang bodooh...pikirannya sempit
Revina Darajati
Arga baik bbgtu kok masih nggrutu aja...Hamill luu
Revina Darajati
itu kan karena Sabrina sendiri yg selalu bilang lelah.mangknya Arga batesin kerjanya...salah muu... kapok..mangkanya jgn suka booong
Revina Darajati
muna emang Sabrina.. menyebalkan ceritanya gitu2 doang thoor
Revina Darajati
yaa kamu yg aneh dan cuek Sabrina...kamu yg gk mau kash perhatian sm Arga.. pdhal dia sering kash kode..dasar Oneng..BKN kesel tiap aku baca ini...udh tau Arta Semourna bukan bersyukur..malah nggrutu mulu
Revina Darajati
iiish dodol Sabrina...gk paham perhatian Arga..malah sibuk mikir perhatian orang
Revina Darajati
heduuuh.. menggerutu Mulu Sabrina...kiriman diawal dia orang baik..ternyata jelek bgt sifatnya
Revina Darajati
Oneng Sabrina
.justru klo hamil nanti Arga JD makin sayang
Revina Darajati
emang enak kamu Sabrina..JD merendahkan dirimu sendiri..yg akhirnya menikmati juga..nyebelin..emang udh kewajiban kamu melayani..
Revina Darajati
gula aja laah kamu Sabrina..lama2 sebel Ama Sabrina.. diperhatikan malah bgtu..
Revina Darajati
jangan jutek dan ngedumel terus Sabrina..klo kamu lembut suamimu pasti akan lembut
Revina Darajati
tinggal tanyain aja Sabrina..JD kamu gk ngomel2 sendiri terus..kamu juga nurut tp gk perhatian siih
Revina Darajati
nikmati aja Sabrina..aku liat gk kasar2 bagt kok
.walopun mulutnya Kdng sesuka
hati nya ..kamu hidup dalam kemewahan kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!