NovelToon NovelToon
Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Suami Hantu / Dunia Lain / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Ketika sedang berlibur bersama teman-teman kerjanya ke sebuah wisata air terjun, tanpa sengaja Mila menemukan sebuah kalung berlian berwarna merah.


Tidak lama setelah itu, sesosok mahluk gaib muncul di hadapannya dan mengaku sebagai pemilik kalung tersebut. Mahluk itu menjerat Mila ke dalam hubungan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Cerita ini hanyalah sebuah karangan Author belaka. Jadi, harap maklum jika di dalamnya terdapat cerita yang tidak masuk akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalung Ajaib

"Mil, Mila bangun!" Rika mengguncang-guncang tubuh Mila yang masih tertidur dengan lelapnya di dalam bus yang membawa kembali ke kota. Di mana Mila dan teman-temannya tinggal.

Mila menggeliatkan tubuhnya kemudian mengerjapkan mata sambil menatap sekeliling. "Rika, kita di mana?"

"Kita sudah sampai. Yuk, turun," ajak Rika kepada Mila yang masih tampak bingung.

Mila akhirnya tersadar bahwa mereka masih berada di dalam bus dan sekarang bus itu sudah berhenti tepat di depan kontrakannya. Mila meraih tasnya kemudian mengikuti langkah Rika yang sudah berjalan lebih dulu di depannya.

Ketika melewati kursi yang diduduki oleh Rangga, Mila sempat melemparkan senyumannya kepada lelaki itu dan Rangga pun segera membalasnya.

"Sampai jumpa besok pagi, Mila."

"Cieee ...."

Terdengar suara riuh seluruh karyawan lainnya ketika mendengar ucapan Rangga saat itu. Wajah Rangga memerah menahan malu. Ia mengelus tengkuknya sambil mengulum senyum.

"Kalian ini kenapa, sih? Memangnya salah ya, kalau aku mengatakan hal itu kepada Mila?"

Bukannya menjawab pertanyaan Rangga, mereka malah tertawa sembari menggoda lelaki itu.

Sementara Mila mempercepat langkahnya keluar dari bus. Rika yang sudah berdiri di depan bus menyunggingkan senyuman anehnya kepada Mila.

"Kenapa kamu tersenyum seperti itu, Rika? Jangan bilang kamu juga ingin menggodaku seperti yang lainnya," ucap Mila dengan setengah berbisik.

"Tembak aja langsung, Mil. Gak usah mikir-mikir lagi," sahut Rika.

"Apaan, sih!"

Kedua gadis itu berjalan menuju sebuah rumah kontrakan sederhana yang menjadi tempat bernaung mereka selama ini. Ya, Mila dan Rika sengaja mengontrak rumah dengan dua kamar itu secara bersamaan agar biaya yang mereka keluarkan tidak terlalu besar.

Rika membuka kunci rumah sederhana tersebut kemudian masuk ke dalamnya. Sementara Mila yang sudah merasa kelelahan, berjalan begitu saja melewati Rika dan menuju kamarnya.

"Gak mandi dulu, Mil?" tanya Rika.

"Gak, aku udah lelah. Mandinya besok pagi aja sekalian," jawabnya dengan enteng.

"Ish, jorok," ucap Rika kemudian sembari membuka pintu kamarnya yang terletak tepat di samping kamar Mila.

"Biarin."

Mila melangkah masuk ke dalam kamar. Ia meletakkan tas ransel yang sejak tadi menempel di punggungnya secara sembarang kemudian berjalan menghampiri tempat tidur. Mila yang sudah kelelahan segera menjatuhkan tubuh penatnya ke atas kasur empuk itu sambil memejamkan mata.

"Ya, Tuhan! Nikmatnya ...." gumam Mila.

Saat Mila masih menikmati posisi enaknya, tiba-tiba ingatan tentang kejadian di air terjun ke kembali terlintas di pikiran gadis itu. Mila membuka matanya kemudian duduk di tepian tempat tidur.

"Ya, Tuhan! Aku baru sadar ternyata pangeran yang ada di mimpiku barusan adalah lelaki aneh itu."

Selain itu, Mila juga tersadar bahwa kalung berlian merah yang ia temukan di sungai adalah kalung yang diberikan oleh pangeran kepada wanita itu. Wanita yang di panggil oleh pangeran tersebut dengan nama Aurora.

"Astaga, kalung itu! Di mana kalung itu?" pekik Mila lagi.

Ketika Mila lari dari lelaki itu, ia bahkan tidak tahu di mana kalung berlian tersebut ia lepaskan. Yang ada di pikiran Mila saat itu hanyalah pergi sejauh-jauhnya dari sana tanpa menghiraukan apa pun lagi, termasuk kalung itu.

"Ah, mungkin aku sudah menjatuhkannya," ucap Mila sembari merebahkan tubuhnya kembali ke atas kasur.

"Mungkin lelaki itu marah padaku karena aku sudah mengambil kalungnya. Untung saja kalung itu sudah menghilang dan setidaknya ia tidak akan pernah mengganggu hidupku lagi."

Mila berbaring dengan posisi miring. Ia kembali memejamkan mata sambil menyusupkan tangannya ke bawah bantal sama seperti biasa.

Namun, Mila kembali tersentak kaget saat sadar kalau di bawah sana ada sebuah benda asing yang tidak sengaja tersentuh tangannya.

"Benda apa ini?" Mila bergegas membuka bantalnya dan memeriksa benda apa yang ada di bawah sana.

"Oh, Tuhan! Apa-apaan ini!" pekik Mila dengan mata membulat sempurna setelah tahu benda apa yang ada di bawah bantal kesayangannya tersebut.

Dengan tangan yang bergetar hebat, Mila meraih benda itu kemudian menatapnya dengan seksama.

"Kenapa kalung ini bisa ada di sini? Dan siapa yang sudah meletakkannya di bawah bantal?" gumam Mila dengan wajah pucat pasi. Kejadian-kejadian aneh yang ia alami seharian ini membuat ia benar-benar ketakutan setengah mati.

Mila bergegas membawa kalung berlian warna merah itu menuju jendela kamarnya. Mila yang ketakutan, membuang kalung itu ke luar dan berharap seseorang menemukannya.

"Pergilah kamu dan jangan kembali lagi!" ucapnya sambil melemparkan kalung itu dengan sekuat tenaganya.

Dalam gelapnya malam, Mila masih dapat melihat bahwa kalung itu sudah meluncur ke arah jalan besar. Setelah merasa cukup aman, Mila pun kembali ke tempat tidur.

Detik berganti menit dan menit pun akhirnya berganti jam. Baik Mila maupun Rika sudah terlelap di alam mimpi mereka. Namun, jika malam ini Rika larut dalam mimpi indahnya, berbeda dengan Mila.

Mila kembali memimpikan hal yang sama seperti tadi siang. Di mana ia melihat seorang pangeran sedang berkejar-kejaran bersama kekasih hatinya di sebuah taman bunga yang tampak begitu indah.

Mila yang masih dalam kondisi tidur, tampak begitu gelisah. Keringat dingin terus mengucur di pelipis kanan serta kirinya. Hingga akhirnya gadis itu pun terbangun dengan napas yang tersengal-sengal.

"Ya Tuhan! Sebenarnya apa hubunganku dengan mereka? Khususnya lelaki aneh itu? Bukankah aku sudah menyingkirkan kalung itu dan kenapa ia terus saja menghantuiku?" gumam Mila dengan wajah panik.

Mila kembali bangkit dari tempat tidurnya kemudian berjalan menghampiri jendela kamar. Ia mengintip ke luar dan melihat ke arah jalan besar di mana ia melemparkan kalung tersebut.

"Apa kalung itu masih ada di sana?"

Mila yang penasaran akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencari keberadaan kalung tersebut. Namun, sesuatu yang mengejutkan kembali terjadi. Kalung yang tadi ia lempar ke luar jendela, kini tergeletak di atas meja riasnya.

Kejadian aneh itu membuat Mila semakin ketakutan. Perlahan ia berjalan menghampiri meja rias dan meraih kalung tersebut.

"Kenapa kamu kembali lagi? Sebenarnya apa maumu?" gumam Mila dengan tubuh bergetar.

Tanpa sengaja Mila menangkap sebuah bayangan seorang laki-laki tampan dari balik cerminnya. Lelaki berkulit putih pucat itu berdiri tepat di belakangnya.

"Ha ... hantu!" teriak Mila dengan sekuat tenaganya.

Gadis itu berlari keluar kamar dan menuju kamar Rika. Ia menggedor-gedor pintu kamar sahabatnya itu dengan keras tanpa peduli bahwa saat itu waktu menunjukkan pukul 2 pagi.

"Rika! Bangun Rika! Kumohon, tolong aku," teriak Mila yang berhasil membangunkan Rika yang tengah tertidur lelap.

"Ya ampun, Mila! Ada apa sih, malam-malam begini," gerutu Rika sembari bangkit dari posisinya.

Rika segera membuka pintu kamarnya dan ia melihat sosok Mila yang begitu ketakutan.

"Ada apa, Mila?"

"Ada hantu, Rika! Ada hantu!" pekik Mila.

...***...

1
abang kakak adek
selamat ya 2R
abang kakak adek
tega amaad pangeranbgaibbitu jebak rangga dan rikaa
kan kasiian
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu...
Yunerty Blessa
tak terasa dah selesai, cerita nya sungguh terbaik...tak berbelit,mantap....
Yunerty Blessa
pasti Mila anak mereka
Yunerty Blessa
seperti nya Mila bukan orang sembarangan...
Yunerty Blessa
padan muka kau Raja Edward
Yunerty Blessa
baru sedar langsung minta jatah 🤭 biar betul ni Pangeran Hans
Yunerty Blessa
mungkin Pangeran Hans cuma pengsan saja... semoga ada keajaiban buat Pangeran Hans...
tahniah buat kehamilan Mila...
Yunerty Blessa
syabas, Pangeran Hans sampai pada tepat masanya...
Yunerty Blessa
belum sempat kalian mengeksekusi Mila, Pangeran Hans sudah tiba untuk menyelamatkan Mila...
Yunerty Blessa
pasti ini ulah Raja Edward dan Putri Serena....bisa² Mila akan diculik
Yunerty Blessa
aku yang panas sejuk membacanya 🤣🤣
Yunerty Blessa
begitu mudah nya Raja Edward terhasut dengan cerita Putri Serena padahal dalam hati nya,dia menginginkan Pangeran Hans menjadi suaminya... mimpilah Putri Serena
Yunerty Blessa
syabas Mila, jangan gentar menghadapi Raja Edward
Yunerty Blessa
jawapan Pangeran Hans sungguh tegas....
Yunerty Blessa
satu restu sudah di genggam oleh Pangeran Hans dan Mila...
Yunerty Blessa
Mila pasti akan dijaga dengan rapi oleh Pangeran Hans
Yunerty Blessa
bersabarlah Mila menghadapi cabaran nanti, semoga Pangeran Hans akan selalu menjaga mu dari kejahatan Raja
Yunerty Blessa
rasakan Lulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!