NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

📞 ''Halo ... Kamu dimana Afgan ...?'' tanya gadis berambut panjang, berparas cantik dengan mata sayu, duduk di kursi Restoran yang sudah hampir tutup.

📞 ''Aku di rumah, sayang. Aku benar-benar lupa kalau hari ini udah janjian sama kamu.''

📞 ''Kamu tau sudah berapa jam aku menunggu di sini, hah ...?''

📞 ''Maaf, Mil. Aku ketiduran tadi, kamu masih disana 'kan? Aku datang sekarang, ya ...''

📞 ''Gak usah ...'' jawab Millan, menutup telpon begitu saja.

Milan meletakkan ponselnya sembarang di atas meja, sudah lebih dari dua jam dia menunggu di sana, menanti sang kekasih yang sampai saat ini belum juga datang.

Entah sudah berapa gelas minuman yang sudah dia habiskan, perutnya pun sudah benar-benar terasa kembung, hingga rasa mual pun mendadak datang membuat gadis itu menutup mulutnya seketika, dan hampir saja memuntahkan minuman yang tadi di minumnya.

''Huek ...''

Milan hendak muntah, rasa mual di mulutnya tidak dapat lagi dia tahan, gadis itu pun bangkit dan hendak berlari menuju toilet, namun, baru saja dia hendak berlari tiba-tiba saja tubuhnya menabrak seseorang, membuat dirinya sontak memuntahkan cairan tepat di perut orang tersebut.

''Huek ...''

''Argh ...! Apa-apaan ini? emangnya aku lubang WC apa, main muntah-muntah sembarang, baju aku jadi kotor 'kan?'' gerutu pria tersebut, menatap kemeja hitam yang dikenakannya yang kini telah penuh dengan cairan berwarna kuning.

''Maaf, aku gak sengaja ...'' ucap Milan langsung berlari ke arah toilet, sedangkan pria itu, menatap dengan tatapan jijik, ke arah tubuhnya sendiri yang kini mengeluarkan bau tidak sedap.

Gadis bernama Milan itu pun berlari kencang menuju toilet, dan langsung memuntahkan seluruh minuman yang tadi sempat dia minum.

''Huek ...''

Milan, menundukkan kepalanya di wastafel, setelah perutnya terasa lebih ringan dan rasa mual di mulutnya berangsur hilang, dia pun mengangkat kepala, dan menatap wajahnya dari pantulan cermin yang berada tepat di depan wajahnya.

''Berapa banyak minuman yang aku minum tadi? sampai-sampai aku muntah seperti ini,'' gerutu Milan, membersihkan sisa minuman di sela-sela bibirnya.

''Semua ini gara-gara kamu, Afgan ...'' gerutunya lagi.

Setelah selesai merapikan diri dan memastikan bahwa perutnya sudah baik-baik saja, kini gadis yang bernama lengkap Milannita itu pun keluar dari dalam toilet.

Ceklek ...

Pintu toilet pun di buka, perlahan Milan melangkahkan kakinya keluar dari dalam toilet, namun, langkahnya terhenti seketika saat melihat pria yang tadi dia tabrak dan terkena muntahan, berdiri di luar toilet seolah sedang menunggu dirinya.

''Kamu ...! kamu harus tanggung jawab, baju aku kotor dan gak bisa aku pakai lagi,'' gerutu pria itu dengan mata yang dibulatkan sempurna.

''Ma-maaf, aku benar-benar gak sengaja.''

''Gak sengaja apanya? jelas-jelas kamu sengaja memuntahkan minuman itu, pokoknya kamu harus bertanggung jawab, ya ...!''

''Hmm ... gimana caranya aku bertanggung jawab?'' jawab Milan, merasa malu sebenarnya.

''Ya ganti rugi dong, kamu tau berapa harga kemeja itu, hah ...?''

''Emang harganya berapa?''

Baru saja pria itu hendak menunjukan harga kemeja yang memang dia beli secara online, tiba-tiba wanita bernama Milan itu menangis sesenggukan dengan menatap ponsel miliknya sendiri, sontak hal itu pun membuat pria bernama Zergo itu terkejut, dan panik seketika.

''Hey, kamu kenapa? belum juga aku ngasih tau harga kemejanya, ko udah nangis aja si?'' tanya Zergo merasa heran, karena dirinya merasa tidak melakukan apapun.

Bukannya menjawab, kini gadis itu semakin menangis sejadi-jadinya, hingga dia pun duduk begitu saja si atas lantai dengan memegangi ponsel miliknya.

''Kamu jahat, Afgan. Hiks hiks hiks ...'' tangis Milan terdengar pilu.

''Hey, stop. Kalau kayak gini, nanti orang ngira aku ngapa-ngapain kamu.''

Milan mengangkat kepalanya, menatap wajah pria yang tidak dikenalnya itu dengan tatapan nanar.

''Temani aku minum?''

''Minum ...?''

Milan menganggukkan kepalanya.

Karena merasa tidak enak, dia pun menerima ajakan wanita yang juga belum dikenalnya itu. Keduanya pun kembali kedalam Restoran dan hendak duduk di kursi semula.

''Maaf, Mbak, Mas ... kamu sudah mau tutup,'' ucap salah satu pelayan berjalan menghampiri.

''Lho, ko tutup, Mbak ...?'' tanya Milan kesal.

''Sekarang sudah jam 22.30. Mbak, dan seharusnya kami sudah tutup dari tadi.''

''Ya udah, kami pergi ...'' jawab Milan datar.

Milan pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam Restoran, dengan hati dan perasaannya yang benar-benar terasa kacau.

Zergo yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang menimpa gadis berparas cantik itu hanya mengikuti dari arah belakang, dengan tatapan dan perasaan heran sebenarnya.

''Hei ... Tunggu ... Kamu mau kemana?'' tanya Zergo berlari mengejar.

Milan tidak menjawab, dia semakin mempercepat gerakan kakinya, hingga akhirnya dia pun ambruk di pinggir jalan, terduduk lemas dan kembali menangis sesenggukan.

''Yah, nangis lagi? sebenarnya ada apa? apa tadi aku mengatakan sesuatu yang salah?'' lirih Zergo menatap gadis itu dengan tatapan iba.

''Aku baru saja mendapatkan kiriman Poto dari salah satu teman aku, hiks hiks hiks ...''

''Poto ...?''

''Pacar aku nikah sama orang lain tadi siang, padahal aku sudah menunggu dia selama tiga tahun, kami bahkan pacaran jarak jauh, dan aku selalu setia bahkan tidak pernah berfikir untuk mendua, tapi sekarang tiba-tiba saja aku mendapatkan kiriman Poto seperti ini, hiks hiks hiks ...'' lirih Milan, merasakan pedih di hatinya.

''Apa kamu sudah tanya langsung sama dia?''

Milan menggelangkan kepalanya.

''Kenapa ...? seharusnya kamu tanya langsung sama dia, apa alasan dia melakukan hal ini sama kamu.''

''Aku belum sempat ketemu sama dia ...''

Zergo terdiam, menatap dengan tatapan iba, wanita yang kini sedang dalam keadaan begitu hancur, pasti sakit rasanya, tiba-tiba di tinggal menikah begitu saja, apalagi setelah tiga tahun menunggu.

'Dasar cowok kurang ajar ...' ( Batin Zergo )

''Udah jangan nangis terus, cowok kayak gitu gak pantas ditangisi ...''

''Kamu bisa aja bilang kayak gitu, apa kamu tau gimana perasaan aku, hah ...''

''Iya, aku tau gimana rasanya. Sekarang sudah malam, lebih baik kamu pulang, rumah kamu dimana, biar aku antar ...''

''Gak usah, aku bisa pulang sendiri,'' jawab Milan, mencoba bangkit dan berjalan.

''Gak apa-apa, aku antar kamu pulang, ya? mobilku di sana.'' Zergo menunjuk mobil berwarna putih yang terparkir di depan Restoran.

Milan tetap menolak, dan lebih memilih berdiri di pinggir jalan untuk menunggu Taksi yang melintas.

"Nama kamu siapa?" tanya Zergo menatap wajah sayu Milan.

"Milan ..."

"Nama yang bagus."

"Hmm ..."

Keheningan pun tercipta seketika, keduanya larut dalam lamunan masing-masing, sampai tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka berdua.

Sontak Milan dan Zergo pun menatap mobil tersebut, sampai akhirnya, pemilik mobil pun keluar dari dalamnya.

"Afgan ...?" lirih Milan pelan, menatap pria yang sangat dia rindukan.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Nara
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!