NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Balas Dendam / Kultivasi / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Dan budidaya abadi / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Master X

JIKA ADA YANG INGIN PROMO SILAHKAN AJA YA~
UPDATE 800-1300kata
terkadang bisa lebih juga sesuai mood bisa juga kurang sih tapi gak kurang dri 750

Novel ini MC nya agak sadis jadi bagi yang tidak suka MC sadis silahkan next aj ya

Ouh ya jika ada informasi baru chapter informasi novel akan saya perbarui ya, jadi tetap terus pantau chapter itu. karena chapter itu berisi semua informasi yang ada didalam novel.

Bo Qin yang selamat dari pembantaian di desanya dengan pengorbanan kedua orang tuanya agar dirinya bisa selamat, dia memendam perasaan dendam yang sangat mendalam kepada salah satu sekte aliran hitam terbesar di kekaisaran lang.

bagaimana kehidupan Bo Qin setelah ditinggalkan kedua orang tuanya? dan bagaimana cara Bo Qin membalas dendam nya?

ikuti ceritanya di kisah ini ya



contact author
Hp/wa: 089630169078
ig: Purna_Irn2102

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Master X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 4 Perjuangan

Sementara itu Bo Qin setelah di teleportasikan oleh array tersebut kesuatu tempat. Dia pingsan dan tak berapa lama kalung pemberian ibunya pun bersinar lalu sinarnya pun membungkus tubuh Bo Qin, seketika tubuh Bo Qin yang dipenuhi luka pun langsung sembuh. Luka-luka yang di deritanya langsung hilang seperti tidak pernah ada sebelumnya. Walaupun semua luka-luka nya sudah sembuh Bo Qin tetap pingsan tidak sadarkan diri.

~

Tak berapa lama Bo Qin pun akhirnya sadar ia pun terkejut dan terus berpikir apa yang telah terjadi dengannya.

"Eh dimana aku ini, kenapa aku bisa ada di sini. Apa yang terjadi pada ku..(Bo Qin berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya).....eh aku baru ingat sebelumnyakan aku di kejar sama sekte bulan sabit merah, dan setelah itu aku mencoba bersembunyi di balik semak beluka dan tiba-tiba saja tubuhku di selimuti cahaya merah terang dan aku tidak ingat lagi apa kelanjutannya."kata Bo Qin dalam hati.

Lalu Bo Qin bangun dari pingsannya dia pun menengok ke sekeliling dan diapun merasa asing dengan tempat tersebut.

"Eh...ini sepertinya bukan hutan dekat desaku, pohon-pohonnya besar-besar dan aku sepertinya pingsan di depan sebuah gua. Apa sebaiknya aku masuk ke gua aja ya? Tapi sepertinya gua ini sangat gelap dan terasa mencekam sangat menakutkan."gumam Bo Qin dengan perasaan agak takut.

Sreeekk... sreeekk.... terdengar suara dari semak di belakang Bo Qin tiba-tiba....Graaauuummm... sesosok harimau putih yang cukup besar keluar dari semak dengan pandangan ingin menyantap kelaparan ingin menyantap Bo Qin.

Bo Qin terkejut saat berbalik dan melihat seekor harimau putih keluar dari semak dia pun berjalan mundur dengan perlahan begitu juga dengan sang harimau putih dia juga berjalan maju dengan perlahan. Bo Qin pun segera berlari meninggalkan tempat itu dia terus berlari tetapi sepertinya dia terus berlari berkeliling saja, dia terus kembali kedepan gua itu.

"Sebaiknya aku masuk kegua saja, pintu guanya kecil sehingga harimau itu pasti takkan bisa mengikuti ku masuk, tapi di dalam gua terlihat gelap sekali aku takut disana ada bahaya yang lebih besar lagi. Disaat Bo Qin masih berpikir sehingga dia tidak fokus berlari.........ssrrraaatt........tubuh bagian belakang Bo Qin terkena cakaran harimau putih itu.

"Aaaaaaaaahhhhhh"teriak Bo Qin dia pun terjatuh, dan sang harimau pun berjalan perlahan menuju Bo Qin. Harimau itu seperti menikmati ekspresi ketakutan di wajah Bo Qin. Bo Qin pun melihat ke arah gua yang sudah dekat.

"Tinggal sedikit lagi.."

Bo Qin pun perlahan bangkit kembali dan berusaha berlari ke arah gua. Harimau putih pun kembali mengejar Bo Qin tetapi untungnya Bo Qin segera memasuki gua tersebut.

*********

Setelah Bo Qin tiba di dalam gua dia menemukan guanya cukup luas dan panjang membentuk lorong yg agak besar kedalam berbanding terbalik dengan pintu gua yang kecil, sebagai perbandingan pintu gua tidak bisa di masuki harimau putih sedangkan lorong di dalam gua bisa di masuki 20-30 harimau putih itu sekaligus. Di dalam gua pun cukup terang walaupun sinar matahari tidak bisa menembus kedalam gua.

"Eh sepertinya gua nya cukup terang tidak seperti keliatan dari luar, dari luar gua ini terlihat gelap sekali. Yah..... walaupun gak terang-terang amat tapi ini cukuplah untuk penerang jalan, sepertinya penerangan ini berasal dari kristal-kristal yang tertanam di dinding gua ini."

Bo Qin terus masuk kedalam gua yang membentuk lorong itu dan semakin kedalam semakin besar. Bo Qin yang terus masuk kedalam gua terus merasakan seperti ada sesuatu yang menekannya yang membuatnya semakin dalam semakin susah bergerak.

"Siaall ada apa ini kenapa aku jadi semakin susah bergerak saat semakin kedalam ada apa didalam gua ini."

"Sebaiknya aku keluar saja deh.....semoga harimau putih itu sudah pergi."

Saat Bo Qin sudah dekat dengan pintu keluar gua dia meliat harimau putih itu ternyata masih ada, dan ternyata malah terlihat ada 2 harimau putih yang berjaga di mulut gua

"Ciihhh.....sialan malah semakin banyak tuh harimau, sepertinya aku hanya bisa terus masuk."

Bo Qin pun kembali memasuki gua tersebut, dia terus berjalan ke ujung gua itu. Sama seperti sebelumnya semakin dia masuk kedalam semakin kuat tekanan yang dia rasakan

"Arrgghh..... sialan sakit sekali ini."

Bo Qin terus berjalan saat di sampai di langkah terakhir dari 200 meter saat dia mau memasuki jarak ke 201 meter di merasakan panas yang sangat menyengat.

"Arrgghh... sialan mau terus masuk tapi sangat panas tetap disini akan terus menyiksa tubuhku, kembali akan membuat semua usaha ku sia-sia dan akan mati juga karna kelaparan harimau sialan itu terus berjaga di depan gua dan malah memanggil teman-temannya saat terkahir aku memeriksanya saja sudah ada lima harimau yang awalnya 1 jadi dua dan terus berdatangan lagi, saat keluar dari gua bisa-bisa aku yang jadi makanan. Arrgghh siallaann."

Akhirnya Bo Qin pun memutuskan untuk terus melangkah kedepan saat dia tiba tepat sudah melewati jarak 210 meter dari mulut gua dia merasakan rasa yang amat panas seperti api membakar dia hidup-hidup tetapi tekanan gravitasinya menghilang digantikan rasa panas yang amat menyegat.

"Arrgghh siallaann sepertinya yang aman cuma 10 meter dari mulut gua disana tidak ad tekanan ataupun perasaan lain yang menyiksa." Ucap Bo Qin

"Karna sudah tidak ada tekanan lebih baik aku berlari saja agar cepat sampai di ujung gua. Pikir Bo Qin.

Arrgghh.... siallaann terus maju....

Bo Qin terus berlari sambil berteriak saat dia sudah melewati daerah panas dengan terus berlari yang mana semakin kedalam semakin panas. Setelah dia melewat 400 meter dari area pertama kali merasakan tekanan, dan telah melewati area yang panas sekali, kini dia memasuki area yang dingin sekali yang mana dinginnya terasa sampai ketulang-tulangnya. Bo qin terus memasuki area yang dingin itu tanpa banyak bicara dia terus berjalan maju saja.

"Ughh....brrr..dingin sekali aku harus cepat melewati ini." Kata Bo Qin sambil terus berjalan karna sudah tidak sanggup lagi berlari karena rasanya tulang-tulangnya pun membeku.

Setelah melewati area yang dingin kini dia memasuki area yang penuh dengan kabut tanpa tekanan tanpa rasa panas maupun dingin. Diapun memasukinya dengan senang hati, tapi tidak sampai 2 meter dia terasa kakinya lemas dia pun tanpa sadar berlutut matanya pun terasa sangat berat.

"Ughhh.....sialan rupanya area ke-4 adalah racun aku harus cepat meninggalkan area ini.*

Bo Qin pun berusaha kembali berjalan sambil tertatih-tatih, terkadang dia berjalan dengan menyeret tubuhnya dengan tangannya atau terkadang dia menopang di dinding untuk membantunya berjalan tapi dia tidak bisa terus menopang di dinding karna dinding guapun terdapat racun yang ganas yang kelamaan di sentuh bisa mengakibatkan tangan melepuh seperti terbakar, untungnya area racun adalah area yang stabil yang mana semakin kedalam racunnya tidak semakin ganas tetapi tetap sama seperti racun di awal area racun

.

Setelah perjuangan panjang dia pun berhasil melewati area racun, dan memasuki area baru yang diatasnya di penuhi awan mendung yang sesekali menyambarkan listrik. Bo Qin pun terus memasuki area berpetir. Saat awal memasuki area berpetir pun Bo Qin terkena sambaran petir.

"Arrggh.....petir sialan sakit tau dasar ********."

DUARRR.....DUARRRR

Saat menyelesaikan kata-katanya Bo Qin kembali terkena dua kali sambaran petir.

"Arggghhh ********." Teriak Bo Qin sambil berlari

Semakin kedalam petirnya semakin banyak dan warnanya pun terus berubah semakin dalam yang di awal cuma petir putih di lanjutkan kuning, merah, dan ungu. Saat tersisa sepuluh meter lagi Bo Qin sudah bisa melihat ujung lorong itu Bo Qin pun dengan bersemangat terus melanjutkan langkahnya tidak perduli lagi pada banyak petir yang terus menyambar, bahkan saat petir ungu menyambar dirinya dia tetap tersenyum dan bangkit lagi lalu melanjutkan larinya tanpa memperdulikan sekitar.

Saat tersisa satu meter lagi dari ujung lorong Bo Qin berhenti lalu melanjutkan dengan berjalan perlahan. Di saat dia sudah memasuki area satu meter terakhir dia mendapatkan tekanan lagi dan juga rasa panas di sebelah kanan dan juga rasa dingin yang menyiksa di sebelah kiri juga sekelilingnya dipenuhi kabut.

Saat sejengkal lagi dia meninggalkan ujung lorong gua itu tekanan gravitasi menekan dia sangat kuat sehingga di terjatuh bahkan mengangkat jari pun dia tidak bisa. Selain itu disaat bersamaan ada api hitam yang menyerang dia dari kanan dan dari kiri terdapat serangan energi es, kabut racun pun semakin tebal juga terdapat petir hitam yang menyambar dirinya dari atas.

"AAARRRRRGGGGHHHH......."

Bo Qin berteriak keras saat tubuhnya terkena serangan itu, lalu diapun kehilangan kesadarannya. Di saat dia kehilangan kesadarannya tubuhnya pun terangkat keatas dan energi di sekitar nyapun membungkus dirinya membentuk suatu bola hitam seukuran tubuhnya.

Setelah beberapa saat bola hitam itu pun pecah dan secara perlahan menurunkan tubuh Bo Qin

1
Sir Ren
ndk ada alur cerita yg pasti
Sir Ren
ndk ada alur cerita yg pasti
Dandi Setiawan
lanjut lagi thor lagi seru
Dandi Setiawan: Ok siap
total 2 replies
kang baca
kok baru dikuburkan... sebulan loh🤔🤔
kang baca
eleh eleh eleh.. di bab sebelumnya sudah disebutkan namanya Qin'er lah disini malah nanya... author nya pelupa
alexander
up thour
Master X: Juni akan up
total 1 replies
alexander
bagus ceritanya
Yusri Yusrianuur
Luar biasa
spooky836
sial sekarang 2025 dh 5 thun novel sampah ni thornya hidup lagi ke dh mampus yea xde kuar novel sampah lagi kayaknya.
spooky836
otak kosong no manner
spooky836
apa thor bodoh ke.. budak tu kultivasi tinggi. perempuan tu masih di bwhnya otak kosong xde isi
spooky836
laknat punya cerita. buat cerita xde sambungan. matilah kau 1 keturunan.
Ardi Provision
bodoh main kasih tampa bertanya main kasih sekantong gak sekalian segoni
Ardi Provision
gak sekalian sekarung emas thoor?
Ardi Provision
masak ia gak ada kembalian, lalu uang yang diambil dari biaya masuk kemana thoor??
Risna Ranga
daya hayalan terlalu tinggi Thor...tdk pas sja dgn umurnya..
Risna Ranga
alf
Anonim
Kan ada cincin penyimpanan knp tidak disimpan disitu barangnya, kemudian dia kan hanya latihan satu bulan di dlm kristal seharusnya umurnya masih anak2
Agus
knp buntalan kainnya gk di simpan di cincin
Agus
di ambil kucing garong tu😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!