NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Pengenalan

"Ayo, teman-teman. Kita lakukan ini bareng-bareng," ucap Azzura mantap, menatap keempat sahabatnya.

"Gak nyangka ya, dari cuma niat bolos sekolah di Bumi, malah pindah dimensi," celetuk Luna berusaha mencairkan suasana, meski tangannya terasa dingin karena tegang.

Mereka berlima pun melangkah maju secara bersamaan. Saat kaki mereka menyentuh tepian portal, sensasi hangat seperti tersengat matahari pagi menyelimuti seluruh tubuh mereka.Dalam sekejap, pemandangan ruang tamu hilang, digantikan oleh embusan angin yang membawa aroma bunga yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Begitu mereka sampai di seberang, portal di belakang mereka tertutup dengan dentuman halus.

"Selamat datang di Euthopia, Tuan Putri," sebuah suara bariton yang asing terdengar di hadapan mereka.

Kelima gadis itu tersentak. Di depan mereka, berdiri seorang pria muda mengenakan jubah putih dengan aksen emas, memegang sebuah tongkat panjang. Di belakangnya, berdiri sebuah gerbang sekolah yang sangat besar, jauh lebih megah daripada istana mana pun yang pernah mereka lihat di televisi.

"Ganteng banget..." bisik Vera spontan, membuat Olivia menyikut lengannya dengan keras.

"Vera! Fokus!" bisik Olivia gemas.

Pria itu tersenyum tipis, seolah mendengar bisikan mereka. "Saya adalah Profesor Elian, wakil kepala sekolah di sini. Mari, kalian sudah ditunggu oleh Dewan Kerajaan."

Baru saja mereka akan melangkah, tiba-tiba kalung di leher Azzura bersinar terang. Bukan hanya miliknya, kelima kalung itu mulai berdenyut dengan warna yang berbeda-beda: Merah, Biru, Putih, Hijau dan Ungu.

"Apa yang terjadi?!" seru Rachel panik saat tubuhnya perlahan-lahan mulai sedikit melayang dari tanah.

Profesor Elian tidak tampak terkejut, ia justru mengamati pendaran cahaya itu dengan tatapan penuh minat. "Jangan panik," suaranya menenangkan namun tegas. "Kalung kalian sedang bereaksi terhadap atmosfer Euthopia. Ini adalah proses sinkronisasi."

Perlahan, tubuh Rachel kembali menapak ke tanah saat cahaya redup ke dalam batu permata di kalung masing-masing. Namun, sensasi aneh mulai menjalar di tubuh mereka.

"Aku merasa... seperti ada aliran listrik panas di ujung jariku," gumam Azzura sambil menatap telapak tangannya.

"Ayo, ikuti saya. Jawaban yang kalian cari ada di dalam," ajak Profesor Elian.

Mereka pun melangkah melewati gerbang akademi yang menjulang tinggi. Di sepanjang jalan, mereka melihat siswa-siswa lain yang sedang berlatih. Ada yang menerbangkan air dari kolam, ada yang sedang berduel dengan pedang bercahaya, bahkan ada yang terlihat sedang berbicara dengan hewan-hewan mitologi.

Sesampainya di aula utama yang megah, mereka disambut oleh lima kursi besar yang diduduki oleh para tetua. Salah satu tetua, seorang wanita tua dengan aura yang sangat berwibawa, berdiri.

"Akhirnya, pewaris dari lima elemen utama telah kembali," ucap wanita itu. "Namun, kepulangan kalian bukan tanpa alasan. Euthopia sedang tidak baik-baik saja."

"Maksud Nenek apa?" tanya Olivia dengan berani.

"Kegelapan yang dulu membuat orang tua kalian menyembunyikan kalian di Bumi kini mulai bangkit kembali di perbatasan utara," jelas sang tetua.

"Kalian dibawa ke sini bukan hanya untuk belajar, tapi untuk mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan datang."

Tiba-tiba, suara ledakan keras terdengar dari kejauhan. Langit ungu Euthopia mendadak berubah menjadi gelap pekat. Profesor Elian segera bersiaga, memegang tongkatnya erat-erat.

"Mereka datang lebih cepat dari perkiraan," bisik Elian.

"Siapa yang datang?!" tanya Luna panik.

"Para bayangan dari klan Iblis yang terbuang," jawab sang tetua. "Anak-anak, pegang kalung kalian! Fokuskan pikiran kalian pada keinginan untuk melindungi satu sama lain!"

Saat beberapa sosok bayangan hitam mulai menembus masuk ke aula melalui jendela-jendela tinggi, kelima sahabat itu refleks membentuk lingkaran, saling membelakangi.

Secara tidak sengaja, tangan Luna mengeluarkan percikan es, sementara dari kaki Olivia tumbuh akar-akar pohon yang kuat menembus lantai aula untuk menahan pergerakan musuh.

"Ternyata... ini beneran nyata," gumam Azzura. Ia memejamkan mata, dan seketika itu juga, aura merah menyelimuti mereka berlima sebagai perisai.

Pertarungan pertama mereka di dunia baru ini baru saja dimulai. Mereka yang tadinya hanya gadis biasa yang suka bercanda, kini harus berdiri tegak sebagai putri pelindung kerajaan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!