NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Dihadang

Klan Huang tidak berada di dalam kota dikarenakan mereka terlalu besar untuk tinggal di kota itu, jadi mereka membuat benteng klan sendiri. Namun mereka tetap berhubungan baik dan menjaga kota itu dengan meninggalkan satu perwakilan keluarga di kota.

Mendekati gerbang kota bocah yang sekarang tidak memiliki nama itu mendengar derap langkah beberapa kuda di belakangnya. Saat menoleh kebelakang ia melihat beberapa sosok yang sangat dikenal dengan baik, beberapa pemuda dan remaja kurang dari dua puluh tahun dari Huang.

Pemuda-pemuda itu mengelilingi dirinya sambil tertawa-tawa, mereka terlihat sangat bahagia.

"Hahahaha, kakak lihatlah ada sampah yang dibuang sembarangan di

Tengah jalan. Bukankah Ini merusak pemandangan kota dan sampah ini bau sekali." Terlihat sangat senang salah satu dari mereka yang usianya mungkin paling muda menghina bocah yang berdiri sendirian itu.

Mendengar ucapan juniornya itu empat orang yang lain pura-pura menutup hidup dan mengibaskan tangan.

"Bocah bau kau mau pergi kemana hah?! kau tidak diizinkan pergi dari sini sebelum merasakan kepalan kami." ucap yang lain lagi sambil mengusap-usap kepalan tinjunya.

"Bocah sampah! Beritahu kami bagaimana rasanya dari seekor anak naga berubah menjadi ular kadut. Hahahaha" yang paling tua dari mereka ikut bicara.

"Kakak LianZi izinkan aku menghajarnya lebih dulu, aku ingin membalas bocah bau ini yang sudah mempermalukanku tempo hari." orang

Ini paling muda dari yang lain, usianya sekitar lima belas tahun. Lima tahun lebih tua dari anak buangan.

Orang yang dipanggil kakak Lianzi justru meremehkan remaja itu." Cih, kau bahkan tidak bisa mengalahkannya saat ia masih belum berkultivasi. Bila kau kalah lagi dari sampah ini sekarang kau hanya akan mempermalukan keluarga."

Mendengar ucapan kakaknya itu ia terlihat sangat kesal. " Kakak tenang saja, kali ini aku akan menghajarnya sepuasnya. Bukankah ia belum pernah berlatih menggunakan energi spiritual" Ia mencabut golok dari sarung di pinggangnya dan tersenyum sinis pada bocah yang sedang dilanda kebingungan.

Hupp... ia turun dari kuda dan berdiri di hadapan bocah tanpa nama itu.

Berkacak pinggang ia berkata pada anak buangan itu " kuberi tahu kau mulai hari ini namamu tidak boleh lagi di

Sebut di klan, dan itu perintah ketua langsung." Ucapnya dengan senyum mengejek.

"Ada tujuan apa senior- senior kemari, bukankah kita sudah tidak memiliki kepentingan apapun?. " Bocah itu mulai bersikap siaga, melihat dari gelagat mereka sudah pasti hal buruk yang akan dia dapatkan.

Puih... remaja yang bernama Ren Pa itu meludah dan mengarahkan golok nya pada anak yang dulunya bernama Huang Kai.

"Bocah aku akan memenggal tanganmu untuk rasa malu yang kau berikan tempo hari, dan tentu saja sampah seperti mu tidak perlu mengenakan pakaian. Hhahahaha....

Mendengar ucapan Ren Pa ia mengernyitkan dahinya " jadi orang-orang ini menginginkan pakaianku? Tapi tahu dari mana mereka dengan kelebihan pakaianku "Batin bocah

Malang itu.

"Ren Pa, cepat rebut pakaian itu dan bila kau ingin memenggal tangannya pastikan ia sudah melepas pakaiannya. Kalau tidak tetua Wu Dong pasti akan menghukum kita.

Sekarang bocah malang itu mengerti siapa dalang penyerangan ini, "tidak mungkin orang-orang ini tahu akan kehebatan pakaian ini." pikirnya

"Katakan kenapa orang tua itu menginginkan pakai seorang anak kecil? sudah pasti tidak akan muat dikenakannya" tanya nya penasaran.

"Bocah, kau serahkan saja pakaianmu dengan begitu kami akan berbaik hati membiarkan sampah sepertimu tetap hidup.

"Apa yang harus kulakukan? Walau sudah berlatih banyak teknik tapi aku belum pernah melatih dengan esensi alam. Hanya menggunakan teknik bertarung biasa tak akan bisa

Mengalahkan empat orang ini yang sudah berada di ranah Ksatria, Satu tingkat diatas pemurnian tubuh. Hanya Renpa satu-satunya yang setingkat denganku. Itupun sudah berada di tahap menengah." Bocah malang itu berpikir keras bagaimana caranya untuk kabur dari mereka.

Setidaknya ia harus bisa memasuki kota Bukit Berbaris, lari ke arah hutan di perbukitan sudah jelas bukan pilihan yang baik. Namun jarak ke gerbang kota lebih jauh dari pada jarak ke hutan.

Ditambah lagi orang-orang ini menunggangi kuda.

Ren Pa memutar-mutar goloknya saat ini, dan lawan yang usianya lebih muda lima tahun dari dirinya itu bergerak seolah-olah siap untuk menerima serangan.

"Ren Pa sampai kapanpun kau tidak akan bisa menang melawanku, karena kaulah sebenarnya sampah yang tak berguna disini" bocah itu mengejek

Lawannya

"KAU!!!" memerah mata Ren Pa karena emosi mendengar ucapan anak buangan itu.

Hyaaa !! dengan penuh amarah Ren Pa melompat sambil mengayunkan goloknya dari atas ke arah kepala lawannya.

Wuttt...

Suara tebasan golok itu cukup nyaring saat menebas angin kosong karena lawannya sudah menghindar ke samping sambil menendang ke arah telinga Ren Pa. Ren Pa menangkis tendangan dengan tangan kirinya, namun ia terdorong oleh kekuatan tendangan yang ternyata cukup kuat.

"Sial, bocah ini bertambah kuat saja.

Aku harus membunuhnya disini kalau tidak aku akan terus jadi bahan olokan saudara-saudaraku di klan." batin Ren Pa saat tangannya terasa ngilu setelah menangkis tendangan.

"Aku harus membuat kuda yang ditunggangi keempat orang itu terkejut lalu segera kabur dari sini menuju hutan" pikir bocah yang dulunya bermarga Huang itu.

Ia melihat Ren Pa mengalirkan energi spiritual ke golok yang digenggamnya." Teknik Golok Penghancur Karang, si brengsek ini benar-benar ingin membunuhku. Sepertinya aku harus mencoba teknik Pukulan Taring Naga, aku yakin pasti bisa melakukannya seperti saat tidak sengaja menggunakan berkah nama tempo hari" pikir si bocah.

"HUANG REN PA" setelah meneriakkan namanya energi dari berkah nama segera keluar meluap dari tubuhnya.

"Ren Pa kalau pakaian bocah ini rusak kau yang akan bertanggung!" bentak Huang Lianzi

"Golok Penghancur Karang!!!"

Energi dari golok Ren Pa melesat ke kedepan saat ia tak menghiraukan ucapan kakak seniornya, namun gerakan dari bocah buangan itu membuat mereka tercekat.

"Pukulan Taring Naga" kali ini energi dari teknik pukulan itu berbeda bentuk dari saat anak itu secara tidak sengaja menggunakan Berkah Nama sebulan sebelumnya.

Teknik pukulan taring naga kali ini berbentuk seperti kepala naga berwarna merah yang terlihat membuka mulutnya dengan sepasang taring yang besar.

Kepala naga itu melesat ke arah sabetan golok Penghancur karang dan saling tekan cukup lama.

"Kakak kenapa tekanan serangan sampah ini sangat kuat dibandingkan inti pecah lainnya.?" pemuda yang lain bertanya pada Lianzi.

"Mungkin karena teknik ini beberapa tingkat lebih tinggi dari teknik

Yang digunakan Ren Pa" balas Lianzi.

Kedua serangan saling bertahan cukup lama sebelum Kepala Naga di sentak dengan kuat dan memecah energi dari golok Ren Pa.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!