NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Dosen
Popularitas:826.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shofia Hanina

Pertemuan tidak sengaja antara Nefertiti dan Akmal di dalam kereta api memberikan kesan yang mendalam bagi keduanya.

Nefertiti yang biasa dipanggil Titi ternyata menjadi salah satu pengajar di kampus tempat Akmal menimba ilmu.

Akmal yang biasanya dingin kepada lawan jenisnya, tetapi ketika berhadapan dengan Titi menjadi berubah. Akmal tertarik kepada Bu Dosen Titi sejak pertemuan pertama.


Apakah pantas seorang mahasiswa menginginkan Dosennya?


Apakah ada larangan hubungan asmara antara mahasiswa dan Dosennya?

Mungkinkah seorang mahasiswa bisa menjadi suami Dosennya sendiri?


Bagaimana kelanjutannya.

Ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofia Hanina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Modal Dengkul

Hari ini Titi mengajar mata kuliah manajemen keuangan di kelas si Dia. Seperti biasanya lima menit sebelum dimulai Titi sudah berada di kelas. Pukul 08.30 WIB Titi mulai perkuliahannya. Pertama yang dilakukan tentu pembukaan setelah itu dilanjutkan absen. Pada pertemuan kali ini membahas tentang Modal Kerja.

"Modal kerja adalah dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, membayar hutang, dan pembayaran lainnya."

"Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan. Karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktifitasnya. Masa perputaran modal kerja ini yakni sejak kas ditanamkan pada elemen-elemen modal kerja hingga menjadi kas lagi, adalah kurang dari satu tahun atau berjangka pendek. Masa perputaran modal kerja ini menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan modal kerja tersebut. Semakin cepat masa perputaran modal kerja ini maka semakin efisien penggunaan modal kerja, dan tentunya investasi pada modal kerja semakin kecil. Oleh karena itu manajer keuangan dituntut mengelola modal kerja dengan baik sehingga meningkatkan efisiensi modal kerja. Di samping tingkat efisiensi, manajer keuangan juga dituntut untuk memperhatikan sumber dana untuk memenuhi modal kerja tersebut. Manajer keuangan menghadapi berbagai pilihan sumber dana baik sumber dana berjangka pendek maupun berjangka panjang."

"Dari penjelasan tersebut, ada yang mau ditanyakan?" ucap Titi.

Sebelum teman-teman mahasiswa merespon pertanyaannya, tiba-tiba ada lima mahasiswa yang terlambat namun berisik yang cukup menarik perhatian.

"Maaf Bu, kami terlambat," ucap mahasiswa tersebut dengan tersenyum. Tidak nampak wajah penyesalan sama sekali.

"Iya, kami semua sudah tahu," jawab Titi.

"Silahkan kalian berlima tutup pintunya dari luar," titah Titi lagi.

Rupanya mahasiswa tersebut gagal paham. Mereka menutup pintunya dari dalam.

"Tutup pintunya dari luar," ulang Titi.

Mereka masih bengong. Ragu-ragu, tidak tahu maksudnya bagaimana.

"Ayo, silahkan," kata Titi.

Mereka kemudian mempraktekkan menutup pintu dari luar. Otomatis mereka tidak bisa masuk ke dalam. Mereka di luar kelas.

"Kalian semuanya juga gagal paham?" tanya Titi.

"Tidak Bu," jawab mereka kompak.

"Sesuai kontrak belajar kemarin, kalau memang terlambat dan ingin masuk ke dalam kelas syaratnya tidak berisik, mengganggu teman dan juga kelas yang lain. Ini bisa dijadikan pelajaran ke depannya ya. Jangan dijadikan budaya terlambat dan wajah innocent itu ya?" ucap Titi.

"Siap Bu."

"Dari penjelasan tadi, ada yang mau dikonfirmasi?"

"Mau tanya Bu, modal kerja dan modal awal mendirikan perusahaan sama atau tidak Bu?" tanya mahasiswa yang namanya Mela.

"Dari penjelasan saya tadi, ada yang mau berpendapat?" tanya Titi biar di kelas ada diskusi.

Semuanya hening. Akhirnya ada yang mengacungkan jari tangan.

"Saya mencoba berpendapat Bu?" kata orang tersebut.

Tanpa melihat orang yang berpendapat itu Titi sudah tahu siapa orangnya. Suara itu sudah cukup familiar beberapa hari ini.

"Silahkan," jawab Titi.

"Menurut saya modal kerja dan modal awal pendirian perusahaan itu tidak sama. Dari penjelasan Bu Dosen tadi, saya dapat menangkap kalau modal kerja itu untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari sedangkan modal awal pendirian perusahaan, itu sangat luas. Bisa berupa gedung, aset perusahaan, mesin dll. Terima kasih," jawabnya.

"Oke. Ada lagi yang mau berpendapat?" tanya Titi.

Semuanya masih mode hening dan senyap. Tumben, batin Titi, apa efek dari insiden mahasiswa terlambat tadi. Kadang kita perlu tegas supaya peraturan bisa ditegakkan. Kalau kita terlalu lembek, mereka suka seenaknya sendiri. Ya.. apapun penilaian mereka, yang terpenting Titi sudah berusaha melakukan yang terbaik menurut dirinya sendiri tentunya. Karena kalau memakai standar orang lain jadi susah.

"Baik kalau tidak ada yang berpendapat lagi. Saya konfirmasi ya? Memang benar apa yang dikatakan oleh teman kalian. Modal kerja dan modal awal pendirian perusahaan itu tidak sama."

"Modal awal itu kalau bisa kita asumsikan sebagai semua modal waktu awal pendirian perusahaan atau usaha tertentu sedangkan modal kerja itu yang digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari. Bisa dikatakan usaha kita sudah atau sedang berjalan," jawab Titi.

"Dari penjelasan ini, ada yang mau dikonfirmasi?" ulang Titi.

"Sudah Bu. Cukup paham," jawab mereka.

"Bu, kalau kita mau mendirikan usaha, tetapi tidak mempunyai modal, itu bagaimana ya Bu?" tanya Fikri. Rupanya anak ini baru bangkit dari semedinya. Tadi diam saja seperti bukan dirinya saja yang biasanya super aktif.

"Oke. Ada yang mau menjawab?" tanya Titi.

Semuanya hening. Ini kalau ditanya malah suasananya seperti di kuburan saja. Semuanya diam.

"Baiklah kalau tidak ada yang menjawab. Saya pinjam istilahnya Bapak Bob Sadino. Mas Fikri, berapa harga dengkul kamu?"

"Dengkul saya, maksudnya Bu. Dengkul kaki saya?" tanya Fikri dengan ekspresi muka bengong.

Satu kelas tertawa semuanya. Oo... baru bangun semuanya berarti, pikir Titi. Tadi sepertinya semuanya tegang dan spaneng.

"Ya, dengkul kamu sendiri, masa milik temannya?" jawab Titi dengan tersenyum. Menghadapi mahasiswa seperti Fikri kadang kita mau marah sepertinya susah.

"Modal dengkul berarti bisa ya Bu?" tanya Fikri.

"Dengkul kamu kalau dibeli seseorang senilai setengah milyar, kamu kasihkan atau tidak?"

"Tentu saja tidak Bu. Ini aset berharga milik saya," jawabnya sambil berpikir.

"Dari pernyataan kamu tadi, katanya tidak punya modal. Itu mau dibayar setengah milyar tidak boleh. Itu baru satu anggota badan. Belum keseluruhan. Dari keseluruhan anggota badan bisa kalian kalkulasi sendiri, kira-kira berapa modal yang kalian punya," titah Titi.

Semuanya menganggukkan kepalanya. Ada yang matanya menerawang ke atas seperti membayangkan dari pernyataan tadi.

"Iya, benar banget Bu," jawab teman-teman satu kelas.

"Kita sudah sepatutnya bersyukur, sudah diberi modal oleh Allah SWT. Jangan sia-siakan dan jangan pernah berpikir kalau kita tidak bisa apa-apa. Kita bisa kalau ada niat dan kemauan," ucap Titi.

"Kalau mau memulai usaha, tidak harus langsung besar. Kalau finansial tidak terlalu mendukung, bisa jadi reseller dll. Intinya banyak jalan menuju Roma."

Semuanya bertepuk tangan. Suaranya mengalahkan anak TK saja.

"Super."

"Ternyata."

"Sudah ya semuanya. Sekali lagi kebiasaan kalian di hutan jangan dibawa ke kelas ya. Mengganggu tetangga kelas yang lain," ujar Titi.

"Siap Bu."

"Bagaimana Mas Fikri? Masih bingung dengan modal apa? Tapi ya kalau mau meminang anak gadis orang jangan cuma modal dengkul ya?"

"Hahaha...." kembali kelas dalam mode ramai.

"Di era disrupsi @ seperti sekarang ini, semakin banyak lapangan pekerjaan atau usaha baru yang dulu bahkan tidak atau belum dipikirkan. Misalnya menjadi Youtuber dll. Dulu setiap ditanya cita-cita hampir semuanya menjawab menjadi dokter. Sekarang banyak varian pekerjaan ya yang berhubungan dengan dunia digital. Bahkan kalian baca di koran atau berita terbaru bahwa retail besar banyak yang tutup setelah dilakukan survey ternyata emak-emak berdaster yang mendapat julukan sein kiri belok kanan ternyata mempunyai andil untuk itu ya. Jadi jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain."

"O iya, kelas ini yang sudah mempunyai usaha siapa ya?" tanya Titi setelah tawa mereka menghilang dan kelas kembali kondusif.

"Mas Akmal Bu," jawab mereka kompak.

"Aduh....dia lagi...Sepertinya Aku harus selalu berurusan dengan Si Dia"

Bagaimana kelanjutannya??

Ikuti terus ceritanya.

O iya, minta tolong kepada pembaca apabila setelah selesai membaca mohon berkenan untuk menekan tombol like dan memberikan komentar dll. Terima kasih semuanya.

🌺🌺🌺🌺

Era disrupsi adalah era di mana perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang menaiki tangga. Perubahan ini sangat cepat yang bisa meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantikan dengan ekosistem baru yang sama sekali berbeda. Industri bisnis yang terdampak paling cepat.

1
Djoko Prasetyanto
bagus ceritanya..
Cupetong Cupetong
Mungkin malah sekilas tentang kehidupannya yg dibumbui biar tambah makin menarik👍
Fitra Smart
serasa kuliah sambil dengarin dosen jelasin ini🤣🤣
Nining Nuraningsih
bab ini aku lewatin semua ga dibaca maaf ya
Nining Nuraningsih
terlalu bertele tele ya,jadi bosen jarang komunikasinya
Heny Febti
Si Othor udah pernah ikut tes CPNS ya? tau banget. 😀💪
Alia Santi
sangat menarik tapi sudah lama gak up novel e
Ahmad Faudzan
hahh satria enggak mau kalah nieh 🤔🤔🤔
Ahmad Faudzan
super karyanmu Thor ! banyak informasi penting tambah ilmu jadinya
Ahmad Faudzan
God job kak author terusin
Ahmad Faudzan
bau minyak nyong-nyong tu mbak'e 🌹🌹🌹
Ahmad Faudzan
semangat Thor ceritanya menarik
Apariani
super skli novel y sgt menginspirasi dan byk mnanamkn nilai2 akhlak dn aqidah islam yg kental
Alia Santi
lama
re
Suami idaman
AbhiAgam Al Kautsar
terimakasih kak Thor.. yg sudah menceritakan kisah berlokasi di Rembang.. tempat tanah kelahiran ku.
..
komentar terbaik
huh seriusan legalisir sejak sd?
kacau euy, sd aku udah tutup hahaha
komentar terbaik
ini keren detail banget, lokasi, situasi, kronologisnya juga. kebetulan beberapa lokasi yang disebutkan aku pernah ke situ jadi tahu persis sesuai yang digambarkan.

sampai materi tes detail gitu. sering nya kalau cerita tes, pokoknya ikut tes lalu tahu-tahu lulus. di sini sampai isi paparan dan durasi presentasi juga dibahas.

keren.
Alia Santi
kok 2 bln gak up kak
Apariani
sgt menginspirasi skli,muatn moral akhlakul karimah dn ilmu pwngetahuan y byk skli.sukses sllu saya sgt suka novel ini
Djoko Prasetyanto: setuju sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!