Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan di kampung
Tiga hari kemudian, Adrian berpamitan kepada Nadia. karena dia masih harus mengurus pekerjaan dikota jadi dia harus segera kembali secepatnya. Adrian juga akan berkunjung sesekali untuk meninjau pembangunan beberapa rumah warga. karena itu adalah prioritas utamanya. yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Nad, kamu hati-hati yah disini. nanti saya akan berkunjung sesekali." ucap Adrian
"Iya Mas, terimakasih yah atas bantuannya." kata Nadia
"Sama-sama, itu sudah kewajiban saya untuk membantu orang yang membutuhkan. jawabnya
Nadia mengantar Adrian hingga di depan pintu masuk. dia menatap kepergian Adrian sambil melambaikan tangannya. Nadia sangat bersyukur bisa bertemu orang sebaik Adrian.
Tidak mungkin kalau aku hanya berdiam saja disini. aku harus mencari pekerjaan. tidak enak jika harus merepotkan Mas Adrian." batin Nadia
Nadia berkeliling di sekitar tempat tinggalnya. dia melihat beberapa orang yang sedang berjalan sambil membawa barang dagangannya.
"Permisi Pak, ini Bapak pada mau jualan kemana yah?" tanya Nadia
"Kami akan berjualan di kota. karena disini tidak mungkin untuk kami berjualan. yang ada jualan kami tidak akan laku." jawab salah satu dari mereka.
"Jauh juga yah, hati-hati Pak." ucap Nadia
Apa aku juga harus berjualan seperti mereka." gumam Nadia
Nadia melanjutkan lagi berkeliling kampung. dia melihat beberapa petani yang sedang memetik hasil pertanian. Nadia ingin menawarkan diri untuk membantu. karena diijinkan, dia mulai sibuk memetik sayuran hasil panen bersama petani lainnya.
Tak terasa hari sudah siang. Nadia dan petani lainnya bersiap-siap untuk pulang. karena pekerjaan mereka sudah selesai. Nadia diberi beberapa macam sayuran hasil panen sebagai upahnya hari ini. Nadia merasa senang dan dia menawarkan diri untuk ikut membantu lagi dihari esok. mereka menyetujui permintaan Nadia karena mereka melihat kinerja Nadia cukup cepat.
Nadia sudah pulang ke rumah yang dia tinggali. dia hendak menaruh sayuran yang dia bawa di dalam kulkas. saat dia membuka isi kulkas, dia melihat isinya penuh dengan berbagai macam bahan masakan. Nadia tersenyum senang. rupanya sebelum pergi Adrian sengaja menyiapkan kebutuhan dapur untuk Nadia. Nadia semakin tidak enak, dia akan mengumpulkan uang untuk membalas budi kebaikan Adrian.
Toktok
Terdengar ketukan pintu dari arah luar. Nadia membukakan pintu itu. dia melihat wanita paruh baya yang sedang berdiri didepan pintu.
"Maaf Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Nadia
"Oh iya, kamu orang baru kan disini? saya dan tetangga lainnya akan membuat acara syukuran kecil-kecilan. saya harap kamu ikut juga nanti malam." tawarnya
"Baik Bu, nanti malam saya akan datang. kalau boleh tahu tempatnya dimana yah?" tanya Nadia.
"Di rumah Pak RT" jawabnya
Setelah menyampaikan itu, wanita itu segera pergi untuk memberitahukan kepada warga yang lain.
Malam harinya Nadia sudah datang ke rumah Pak RT. dia ikut duduk di atas tikar bersama Ibu-ibu lainnya. baru juga dia duduk, Nadia tiba-tiba merasa mual saat mwncium aroma ikan goreng.
Huwek huwek
Nadia meminta maaf kepada Ibu-ibu itu karena sudah merusak selera makan mereka. Nadia segera keluar dari dalam rumah.
Bu RT menghampiri Nadia dan membantu memijat tengkuknya.
"Kamu sakit?" tanya Bu RT
"Mungkin saya masuk angin Bu." jawab Nadia
"Ya sudah, kalau gitu ayo saya antar kamu pulang saja. wajah kamu pucat sekali. tapi tunggu sebentar, saya mau membawa makanan untuk kamu. saya yakin jika kamu belum makan malam." ucap Bu RT
"Tapi saya tidak mau ikan." kata Nadia
"Baiklah, nanti saya akan bungkuskan lauk yang lain." ucap Bu RT lalu kembali kedalam rumahnya.
Di dalam, Ibu-ibu tampak membicarakan Nadia. mereka juga menatap Nadia dengan tatapan sinis. karena Nadia sudah membuat ***** makan mereka hilang seketika.
Nadia tak sengaja melihat dari kaca. dia melihat Ibu-ibu yang juga sedang menatapnya. dan juga berbisik dengan Ibu-ibu lainnya.
Nadia pulang diantar oleh Bu RT. dia tak menghiraukan tatapan Ibu-ibu tadi. sebenarnya dia merasa tak enak hati atas kejadian tadi.
"Bu, maafkan saya yah." ucap Nadia kepada Bu RT
"untuk?"
"Saya sudah merusak selera makan Ibu dan yang lainnya." ucap Nadia
"Namanya juga orang sakit. mau ditahanpun jika mual pasti akan tetap mual. sudah, jangan dipikirkan lagi." ucap Bu RT
"Terimakasih Bu" kata Nadia lalu dia masuk ke dalam rumah. begitupun Bu RT kembali pulang karena acara syukuran akan segera dimulai.
Keesokan harinya, pagi sekali Nadia sudah mengerjakan pekerjaan rumah. dia membawa pakaian dalam ember untuk di jemur. karena kebetulan dia habis mencuci.
Beberapa Ibu-ibu yang lewat depan rumah, melihat Nadia sedang menjemur pakaiannya.
"Oh itu orangnya" tunjuk seorang Ibu-ibu tukang gosip kepada temannya.
"Betul Bu, semalam dia mual-mual di acara syukuran. ihh untung saya orangnya tetap berselera." ucap Ibu-ibu yang ditanyai temannya.
"Dia orang baru yah disini? kok saya baru melihatnya?" sahut teman lainnya.
"Iya, dia kesini bareng Pak Andre yang ganteng itu. nggak tahu tuh cewek siapanya." jawabnya
"Wah parah nih mereka tinggal serumah. mana perempuan itu mual-mual. jangan-jangan hamil." sahut Ibu-ibu tukang gosip lainnya.
"Hiss, masa sih hamil anaknya Pak Andre? bukannya Pak Andre belum menikah?" tanyannya
"Kayak tidak tahu saja pergaulan anak jaman sekarang. apalagi Pak Andre itu tampan dan banyak uang. bisa saja kan itu terjadi." ucap yang lainnya sehingga suasana semakin memanas.
"Masa sih Pak Andre seperti itu? rasa-rasanya saya tidak percaya."
"Hm, itu baru dugaan saya. ah sudahlah, ayo kita pergi saja." lalu Ibu-ibu itu kembali melakukan perjalanannya. mereka adalah Ibu-ibu hits dikampung itu. kalau pagi suka joging bersama teman-temannya dan juga senam pagi di depan balai desa.
Nadia mendengar semua omongan Ibu-ibu tadi. seketika dia sedih, karena yang dikatakan oleh Ibu itu semuanya benar jika dia hamil. tapi itu bukan anak Andre melainkan anaknya bersama Kenan.
Nadia kembali masuk ke dalam rumah. dia akan bersiap karena hari ini akan membantu petani memetik hasil panen.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.