NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Batas (Gadis Nakal Kekasihku)

Cinta Tanpa Batas (Gadis Nakal Kekasihku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sabina nana

Tama, cowok baik-baik, kalem dan jago olahraga yang jatuh cinta dengan Raina si gadis yang terkenal dengan reputasi buruknya. Suka dugem, mabok, merokok, bahkan gosipnya dia pun jadi sugar baby simpanan om-om.

Tama menghadapi banyak tantangan agar bisa bersama Raina. Teman dan keluarganya yang tak menyukai Raina, rumitnya latar belakang keluarga Raina, juga cintanya yang penuh gairah yang amat sulit dikendalikan oleh cowok itu.

Kisah mereka terajut sejak masa di bangku kuliah. Saat mereka lulus, Tama berjanji akan menikahi Raina satu tahun kemudian. Tapi dengan banyaknya pihak yang menginginkan mereka untuk berpisah, bisakah mereka bertahan? Apalagi mereka terpaksa harus berpisah demi mempersiapkan masa depan untuk bersama?

Author masih belajar, tetapi selalu berusaha memperhatikan ejaan dan penggunaan huruf kapital yang benar sehingga nyaman di baca. Silahkan mampir😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabina nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Sudah hampir malam. Raina masih bergeming dari duduknya di bangku depan ruang rawat. Ibunya dirawat di ruangan kelas dua, sesuai dengan fasilitas asuransi pemerintah yang diterima ibunya.

Dia tahu Tama pasti mencarinya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak akan mungkin meninggalkan ibunya dengan resiko Papanya akan kembali menganggu ibunya. Namun ia juga tidak bisa menghubungi Tama, atau Anya, karena ponselnya berada di dalam tas yang dirampas Papanya.

Raina duduk termangu, melingkarkan kedua lengannya di tubuhnya, memeluk dirinya sendiri. Menyandarkan kepalanya di tembok, memejamkan mata. Berusaha terlelap, lelah mendengarkan isi kepalanya yang berisik.

Baru semenit terpejam, ia merasakan seseorang duduk di sebelahnya. Lalu sebuah kantong plastik berlogo minimarket terkenal diletakkan di pangkuannya. Raina terkejut saat ia menoleh dan melihat siapa pelakunya.

"Ar..sen?" Raina tergagap, bingung harus bereaksi bagaimana. Tatapannya beralih ke bungkusan di pangkuannya.

"Makan, gih. Tenang aja, ngga gue kasih racun.Gue kasihan aja liat lo kayak orang terlantar gini," Arsen mengedikkan bahu, berusaha bersikap santai.

Raina membuka isi bungkusan itu, ada sebotol air mineral dan beberapa tangkup roti lapis isi keju dan cokelat. Raina mengangkat alisnya. Masih tidak mengerti dengan maksud Arsen.

"Gue tahu tingkah gue kemaren emang keterlaluan. Gue paham kalo elo nggak akan bisa maafin gue. Tapi plis, terima ini. Emang nggak seberapa, tapi gue tulus. Tolong jangan berprangsa buruk sama gue." sambung Arsen lagi.

Raina hendak memuntahkan kemarahannya yang masih bercokol di hatinya akibat perbuatan Arsen tempo hari, namun niatnya urung. Raina lelah, dan ia tak punya lagi tenaga untuk mengkonfrontasi Arsen. Jadi Raina mengangguk saja, di bibirnya tercetak samar seutas senyum. Mendadak Arsen terpaku. Sejenak senyum Raina membekukan darahnya.

"Terimakasih."

Saat Raina mengangkat mukanya lagi, Arsen sudah berlalu. Raina masih belum paham bagaimana Arsen bisa mengetahui keberadaannya disini, dan memutuskan untuk tidak ambil pusing. Roti lapis itu mengalihkan perhatiannya. Maka dalam sekejap roti itu ludes, hanya tersisa bungkusnya saja.

 

"Elo tahu dimana Raina?" tanya Tama, begitu panggilan teleponnya diangkat oleh Anya. Saat itu Tama sedang berada di meja makan di kosannya. Marko dan Arsen sedang bersantai di sofa di depan televisi. Diam-diam Arsen menajamkan telinga, mencoba menguping pembicaraan Tama.

"Iya, udah seharian ini dia ngilang. Ponselnya juga ngga bisa dihubungi sama sekali." kata Tama lagi. Kemudian terdiam sesaat, mendengarkan balasan dari lawan bicaranya.

"Oke. Gue ngerti. Iya."

Tama menjatuhkan dirinya di samping Marko, cowok itu terlihat lelah dan frustasi. Rambutnya mencuat kesana-kemari akibat ulahnya sendiri, mengacak rambutnya setiap kepalanya terasa mau meledak. Sialan. Dia sangat mengkhawatirkan gadis itu.

"Uda ketemu?" tanya Marko prihatin. Tama menggeleng. Pandangannya terlihat kosong.

"Anya juga ngga tahu dia dimana. Gue kuatir banget, sialan." umpat Tama.

"Udah elo cari ke rumah orangtuanya? Siapa tahu ada keluarganya yang sakit, atau apa gitu?" kata Marko. Tama terlonjak. Saking panik dan kuatirnya dia sampai tidak terpikirkan kemungkinan itu.

Secepat kilat Tama berdiri lalu melesat keluar pintu, sambil tergesa mengenakan jaketnya.

"Tengkyu, Bro!" serunya sebelum menghilang di pintu keluar. Marko geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya. Disenggolnya lengan Arsen yang sedari tadi anteng saja sambil main hape.

"Tumben elo diem aja? Takut ditonjok Tama lagi elo, ya?" ejek Marko. Arsen cuma mengangkat bahu.

" Gue ogah jadi samsak lagi. Apalagi cuma gara-gara cewek modelan Raina, ga worth it lah," tukas Arsen sinis.

"Elo nih nggak suka banget Tama jadian sama Raina. Jangan-jangan elo diem-diem naksir sama Raina, bukan karena dia cewek nggak bener seperti kata elo kan?" tuding Marko sambil tertawa.

Seharusnya Arsen menanggapinya dengan biasa saja, karena omongan Marko memang suka seabsurd itu. Tapi anehnya, Arsen justru merah padam, entah menahan marah atau malu. Dengan jengkel dipitingnya leher Marko, membuat cowok berambut keriting itu meringis minta ampun.

"Sialan! Jangan asal bacot lu!" maki Arsen. Marko langsung terbatuk-batuk begitu Arsen melepaskan pitingannya.

"Ya kalo emang bener juga ngga apa-apa kok, Ar. Gue bakal rahasiain dari Tama." ucap Marko sok bijak kemudian langsung pasang langkah seribu begitu dilihatnya muka Arsen tambah murka.

Tawa Marko membahana sementara Arsen dengan bengis melemparkan bantal kearahnya.

 

Tama bertemu Maya. Berkat celetukan Marko tadi membuat Tama teringat pada malam saat ia menjemput Raina. Malam ini rumah yang pernah disinggahinya itu tampak sepi. Tak ada tanda-tanda adanya orang sama sekali.

Tengah ia kebingungan begitu, seorang perempuan muda berkacamata menghampirinya.

"Maaf, Mas nyari siapa ya?" tanya perempuan itu.

"Saya nyari Raina. Ini bener rumah Mamanya Raina kan?" tanya Tama. Perempuan tadi mengernyit.

" Mas siapanya Raina?" tanya perempuan itu lagi, matanya mengawasi Tama lekat-lekat.

"Saya pacarnya," jawab Tama mantap. Maya berhenti memindai Tama, memutuskan bahwa cowok di hadapannya ini mendapat penilaian bagus darinya. Tumben Raina punya cowok yang bener, bukan begajulan atau cowok kaya manja seperti biasanya.

Gadis itu mengangguk.

"Gue Maya. Tetangga sekaligus temen Raina dari kecil. Tante Elina, Mamanya Raina, sakit dan sekarang lagi dirawat di rumah sakit. Mungkin dia masih disana," jelas Maya.

Tama menghela napas lega, mengucapkan terimakasih berkali-kali, lalu segera melesat dengan motor besarnya.

 

Raina duduk terkantuk-kantuk. Ibunya sudah lelap sedari tadi setelah meminum obat. Penjelasan dokter tadi tentang kondisi ibunya membuat Raina cemas, namun ia pantang menangis di depan ibunya. Ia harus terlihat kuat di hadapan sang Mama.

"Pulang sana, Mama udah ngga apa-apa. Ada suster yang jagain Mama kalau ada apa-apa." Elina berusaha membujuk Raina, tak kuat hati melihat kondisi putrinya. Wajahnya pucat, berantakan, belum lagi luka di pelipis dan bibirnya yang kata Raina karena terjatuh. Meskipun sempet tak percaya, namun Raina meyakinkannya kalau ia baik-baik saja.

Raina menggeleng.

"Raina mau tetep disini. Mama ngga usah khawatir." Gadis itu bersikeras.

Elina tak lagi mendebat Raina. Efek obat yang baru saja diminumnya mulai terasa. Kelopak matanya semakin berat dan ia pun jatuh tertidur.

Raina melangkah keluar, dan duduk di kursi tunggu. Duduk dalam posisi favoritnya, dengan kedua tangan memeluk diri sendiri.

Pada saat itulah sepasang kaki dalam bahasa balutan sneakers yang amat dikenali Raina, menghentikan langkah tepat di depan gadis itu.

Tama menjulang di hadapan Raina, menahan remuk hati melihat keadaan kekasihnya.

Ingin rasanya Tama mengguncang tubuh gadisnya, geram karena Raina tak pernah jauh dari bahaya apapun itu, sekaligus gemas dan ingin mendekapnya seerat yang ia bisa.

Pilihan terakhir itu yang terjadi kemudian. Bukan Tama yang menarik gadis itu dalam pelukannya. Melainkan Raina yang menghambur dalam pelukannya begitu ia menyadari keberadaan kekasihnya.

Tama mendekap gadisnya erat-erat ke dadanya. Dan air mata yang seharian ini berhasil ditahan Raina, tumpah sudah. Gadis itu membasahi kaus Tama dengan air matanya.

"Jangan ngilang lagi. Tempatmu disini, disampingku." bisik Tama. Raina mengangguk di sela isakannya.

Tama adalah tempatnya pulang, kini. Tak ada yang bisa memberinya perasaan diterima seperti saat ia berada dalam pelukan Tama.

*yang udah ngikutin sampai episode ini, tengkyu banget yak. Tapi plis dong like dan komennya, itung-itung biar authornya semangat lanjutin kisah Tama-Raina. Ngga berat kan klik like sama ngetik komen seikhlasnya.

1
Irizka RA Yusuf
selalu menangis baca awal part ini
Irizka RA Yusuf
visualnyaa nggak pas kak, penggambaran untuk Tama kulit gelap macho
Irizka RA Yusuf
hadeeh panas panas panas, pusing pusing pusing
Irizka RA Yusuf
hadir kembali 😍😍😍
shabiradelta
di akhir tahun pingin baca lagi
shabiradelta
komentar terbanyak juga di novel ini soalnya aku jarang komentar berapa puluhan novel yg sudah tak baca hanya novel ini yg banyak tak komentari karena seringnya baca
shabiradelta
tak terhitung lagi baca novel ini semuanya terasa masuk ke ceritanya ...ad lagi GK ya cerita kayak gini yg bisa di baca sampai puluhan kali tapi masih ingin baca lagi dan lagi 😍😍
Sekar Melati
aku kembali lagi kak after 2021-2025 aku dah nungguin segini lamanya 😭, kakak dimana kpn lanjut part berikutnya??aku bakal stay nungguin💪 semangat
Aisha: kirain aku aja yg nengok novel ini di Desember 2025...
total 1 replies
Bee mi amore
sampai Oktober 2025 loo sy tunggu...hayo lanjut
Bee mi amore
kerasa bangetttt 😍
Bee mi amore
tamaa😍😍😍😍😍
Bee mi amore
dari semua Novel di NT yg aku baca,, Novel ini kayaknya yg paling sering aku baca ulang.gak tau kenapa rasa ceritanya dapet banget..msh blm bs move on sm kisah mereka.to sayang kok gak smp end yaa
Bee mi amore
baca lg utk yg ke banyak kali saking sukanya sm cerita ini
Tuti Kadengkang
Ayo dong Thor...lanjutin cerita Tama dan Raina...masa cerita sebagus dan sekeren ini gak ada endingnya...
Tuti Kadengkang
Sukaa dengan karyamu Thor....kerennn...
Delta Aroyani
2025 adakah yg masih baca ini sudah hampir 10 kali tak baca
Sri Nurjannah: aku masih ka🤭
di baca berulang-ulang
suka bngt sama ceritanya🥰🥰
total 1 replies
LEANA
kamii masih setia menunggu kelanjutan cerita ini
Ama Lorina Raju
bagus bgtt ceritanya di bahasakan dgn bagus tertata rapi pokok luar biasa deh karya ini,gak bisa move on lop sekebon buat ototnya❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tia Muzdalifah
Luar biasa
unachan
Aku baru download novetoon terus direkomdasiin ini,ternyata ceritanya bener2 bagus,mudah dimengerti alur ceritanya. luar biasa keren👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!