NovelToon NovelToon
Harta Tahta Dan Cinta

Harta Tahta Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah berlanjut......
Ig:Mel.a8813
bukan novel update tiap hari 🙏

Kisah cinta romantis anak-anak dari lanjutan novel MENIKAHI PRIA DEWASA 1&2.

Kisah cinta Malik dan keysha tak lekang oleh waktu, walaupun keduanya semakin tua dan anak-anak tumbuh beranjak remaja.Keysha dan Malik selalu berusaha menciptakan keharmonisan rumah tangga.Dan saling percaya dan selalu menjaga perasaan masing-masing.

Kiran tumbuh menjadi gadis yang cantik, berkulit putih dan kini Kiran duduk di bangku sekolah SMA kelas 12.Sementara Kenzo dan Kai duduk di bangku sekolah SMP.Dan si bungsu Kenzie masih SD dan sangat manja kepada ayah dan ibunya.Kiran tumbuh sama seperti ketiga adiknya memiliki kemiripan dengan sang ayah Malik walaupun Malik bukan ayah kandungnya,dan Kiran selalu berusaha untuk bersikap adil kepada ayah kandung dan ayah sambungnya walaupun sulit dan serba salah.

(DI SARANKAN UNTUK MEMBACA NOVEL MPD SATU ATAU DUA)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Waktu luang di sela jam bekerja, Malik menyempatkan waktu untuk melihat kondisi adiknya yaitu Kenan.Membeli dua buket buah segar dan juga makanan ringan, sekertaris nya yang membawa semuanya.Zain tidak membiarkan tuan nya untuk membawa walaupun sedikit, dan walaupun Malik meminta.

Langkah tegas kedua pria tersebut menjadi sorotan, sesekali para wanita yang keduanya lewati saling berbisik memuji.Memuji ketampanan Malik yang semakin tua semakin menjadi,dan ketampanan pria lebih muda dari nya yang mengekor di belakangnya.

Setelan jas hitam dengan warna kemeja berbeda begitu juga dengan dasi, memberikan kesan ciri khas tersendiri antara Malik dan sekretarisnya.Zain menyukai semua warna, kecuali warna kuning.Sementara Malik sudah kita ketahui dia seperti apa.

”Aku ingin melihat gadis itu lebih dulu”katanya dan berhenti melangkah, Zain dari belakang melewatinya lalu melangkah memimpin.Nabila yang sedang menunggu di luar menoleh melihat kedua pria itu melangkah mendekatinya.Nabila bangkit dari duduknya dan tersenyum kepada Zain.Entah siapa pria tampan itu dia belum tahu.Zain mundur dan Malik berhadapan dengan Nabila.

”Apa Aloona tidur?”bertanya seraya menatap pintu kamar tersebut.

Nabila menggeleng.”Dia baru bangun”jawab nya dan melihat apa yang di bawa oleh Zain.”Kau ingin melihat Aloona?"tanya Nabila dengan raut wajah bingung, takut anak itu berbuat ulah.

”Hanya sebentar,jika kau mengizinkan"seru Malik dan Nabila tersenyum.

Malik membawa buah-buahan dan juga makanan ringan untuk Aloona,dan Zain di minta menunggu di luar kamar.

”Kamu bisa duduk”titah Nabila karena melihat Zain berdiri dengan tegap.

”Terima kasih”Zain meletakkan semua yang dia bawa di kursi kosong disebelahnya,lalu dia duduk dengan jarak yang lumayan jauh dengan Nabila.

Di dalam kamar perawatan.

Aloona yang tengah bermain ponsel tersentak kaget melihat Malik masuk.Aloona meletakkan ponselnya di atas meja dan menyalami tangan pria itu.

”Om,kenapa kemari?"matanya menatap pintu tapi tidak terlihat akan kembali ada yang masuk ke dalam ruangan tersebut.

”Om tidak sengaja kemari, kebetulan saudara om di rawat di rumah sakit ini juga."Menjelaskan dan Aloona mengangguk.”Boleh om duduk?”tanya Malik menatap kursi kosong di sebelah ranjang tempat tidur itu.

”Tentu om, duduk saja.”Aloona tersenyum.

”Oke terima kasih”Malik tersenyum dan mengusap rambut Aloona lembut, Aloona diam dan tersenyum tipis.”Bagaimana keadaan mu nak?"

”Aku baik om,om bawa apa?”Aloona yang merasa mulutnya pahit tergiur dengan buah-buahan yang Malik bawa.

”Mau yang mana?”

”Aku mau jeruk”Aloona tersenyum dan Malik mengupas kulit jeruk untuk Aloona.”Om dengar,kamu mengamuk?"bertanya dan membuat Aloona terdiam, menundukkan kepalanya.

”Aku merasa lega setelah melakukannya"tutur Aloona dan Malik mengangguk.

”Kita bicara antara teman,om teman mu dan kamu teman om.Katakan semuanya,jika menangis membuatmu tenang kamu bisa menangis.”Berharap anak itu mau mengatakan segalanya, karena Aloona masih memendam semuanya dan akan terjadi kembali kejadian kemarin jika dia tidak mengatakan nya."Ibumu di luar,kau melarangnya masuk?”Malik membuat gadis itu semakin menekuk wajahnya dalam-dalam.

”Aku benci ibu”lirihnya.

”Kenapa?”

”Aku kira ibu akan sayang padaku,ibu akan seperti ibu yang lainnya.Tapi ternyata dia sibuk dengan teman-temannya arisan, kumpul-kumpul tidak jelas.Dan ayah,ayah juga sama saja dia melupakan ku,dia hanya ingat padaku saat aku berulah."Aloona menangis dan Malik menyodorkan jeruk yang sudah dia kupas.Aloona menyambarnya lalu memakannya.Dengan air mata yang terus menetes.

”Lalu,apa kau pernah melihat kekurangan mu sendiri?”

”Apa?”Aloona bingung.

”Kita tidak bisa mengatur seseorang untuk melakukan apa yang kita sukai, sesuai dengan keinginan kita, kita tidak akan bisa melakukannya.”

”Tapi ayah bisa memberikan ku apapun,kenapa meluangkan waktu sedikit saja tidak bisa untukku!!”berteriak.Malik diam membiarkan gadis itu berteriak sesuka hatinya walaupun di luar Nabila panik dan ingin masuk,namun dia teringat kembali dengan penolakan Aloona.

”Semua anak berpikiran sama seperti pikiran mu, begitu juga aku yang sibuk sama seperti ayahmu nak.Sekuat apapun ayah mu berubah jika kamu tidak bersyukur itu akan percuma saja”menjelaskan,lalu menyuapi Aloona buah jeruk.Aloona mengunyahnya perlahan dan menatap pria dihadapannya lekat.

”Apa aku keterlaluan?”tanya Aloona setelah berusaha menyimak apa yang dikatakan Malik padanya.

”Tidak juga.”Membual.”Banyak anak seperti dirimu kurang bersyukur atau bahkan tidak bersyukur sehingga semuanya terasa begitu berat untukmu, kamu tahu? kehidupan mu seperti ini adalah kehidupan yang di inginkan semua orang.”

”Ini bukan kehidupan yang aku inginkan om.”

”Karena kamu tidak bersyukur.”

”Jika aku tidak bersyukur aku akan kenapa memangnya om?”meledek.

”Kamu akan merasa selalu kurang, membuat ulah,dan iri hati dengan apa yang di miliki orang lain.”Malik tersenyum lalu bangkit dari duduknya.”Om pulang, biarkan ibumu masuk.Om tunggu kedatangan mu ke rumah setelah kamu menyadari semuanya,jika belum jangan coba-coba.”Malik melangkah pergi meninggalkan Aloona yang memperhatikannya terus-menerus sampai Malik keluar dan menutup pintu.

”Kau bisa masuk.”Kata Malik kepada Nabila.”Ayo Zain”ajak Malik melangkah pergi dan Zain mengikutinya dari belakang.

****

Kiran melangkah perlahan menuju ke kelas setelah menikmati makan siangnya di kantin,dan sebentar lagi jam istirahat habis.Kiran menatap pria yang tengah melangkah membawa beberapa buku di tangan kanannya, melangkah menuju ruang kepala sekolah.

”Ada apa dengan pak Haedar?"tanya Dylan membuat Kiran kaget dan Kiran memukul kepalanya.”Auw sakit.”

”Sebelum menyahut bisa tidak sih menyapaku lebih dulu,aku kaget."Kiran kesal.

”Maaf maaf”Dylan malah terkekeh.

”Bantu aku.”Pinta Kiran dan mengangkat tangannya, tangannya merangkul bahu Dylan dan Dylan membantunya berjalan menuju kelas.Di luar kelas semua murid berkumpul dan di dalam kelas juga sama,entah sedang meneriaki siapa Indri disana.Yuta yang baru datang juga terkejut dan melihat apa yang terjadi dari balik kaca jendela kelas tersebut.

”Itu si Indri ngapain”Sani panik saat melihat Indri melempari Hito dengan kertas yang sudah di kepal menjadi bulat dan membentur tubuh serta wajah Hito.Sani menerobos murid lain dan masuk ke dalam kelas.

”Awas awas.”Dylan menerobos dan membantu Kiran melewati murid lain.

”Huuuu!”sorak semua orang,Hito hanya bisa menundukkan kepalanya.

”Indri!"teriak Kiran dan mendekati Hito di susul Sani mengikuti.

”Dia mempermalukan aku tahu gak?dia naruh bunga di meja aku terus pake nulis surat cinta segala."Indri kesal dan merasa malu, melemparkan kertas yang sudah dia robek-robek ke wajah Hito.

"Indri kamu keterlaluan.”Kiran berteriak dan membersihkan serpihan kertas dari rambut tebal Hito.

"Kenapa kamu malah bela dia?aku malu harusnya kamu belain aku.Dia tulis di surat itu kalau dia suka sama aku, anak-anak juga terlanjur melihatnya bahkan mengambil gambarnya.Aku malu"Indri melangkah mendekati Hito yang benar-benar malu atas penolakan yang di lakukan oleh Indri."Ngaca!punya kaca kan di rumah.Aku gak suka sama cowok gendut dan jelek kayak kamu."Indri menyapu sekeliling dan banyak orang yang menertawakannya.Indri mendorong tubuh gemuk Hito sampai Kiran juga hampir terjatuh.Indri keluar dari kelas dan menangis karena malu.Hito melangkah meraih tas nya dan dia juga pergi,namun Hito benar-benar pergi meninggalkan sekolah.

”Hito!"lirih Kiran merasa kecewa atas apa yang di lakukan oleh Indri.

”Ko dia gitu sih,kasihan Hito"Sani sudah berkaca-kaca karena Hito memang teman yang baik.

"Ayo duduk saja.Aku akan berbicara dengan Hito nanti."Ajak Dylan.

Sementara Indri lari ke belakang sekolah dan Yuta mengejarnya.

"Indri!"berusaha meraih tangan gadis itu dan bel sekolah sudah berbunyi,keduanya harus segera masuk ke kelas.

”Tinggalkan aku."

”Kamu gak berhak seperti itu sama Hito,kamu keterlaluan”teriak Yuta dan Indri menoleh.

”Terus kenapa?aku baik-baik juga kamu gak bakal suka sama aku."Indri kesal.

”Kamu suka sama aku?”tanya Yuta dan Indri menundukkan kepalanya.

”Minggir!”Indri menabrak dada Yuta dan ingin kembali ke kelas, Yuta tersenyum lebar lalu berbalik dan berlari untuk segera ke kelas.

****

Pertemuan Keysha dan Fani.

Di toko kue milik Keysha sendiri,kedua sahabat itu tengah duduk bersama menikmati secangkir teh hangat.Toko kue sangat ramai hari ini,dan Keysha senang melihatnya.

”Keysha aku tahu kenapa kamu mengalokasikan bertemu."Imbuhnya membuat Keysha menatap sahabatnya itu.

”Kamu sudah tahu tentang Anton yang...?”

”Iya aku tahu,baru tahu tadi setelah anak itu pergi ke sekolah.Ada yang mengirimkan pesan padaku tapi entah siapa, kebetulan kamu mengajak bertemu sekalian aku ingin bertanya.Sahara benar-benar terluka?”Fani merasa kecewa atas perbuatan puteranya Anton.Lalu bertanya untuk memastikan benar atau tidak,tapi mengingat kejadian yang sudah-sudah besar kemungkinan Fani berpikir jika anaknya benar-benar melakukan hal tersebut.

”Iya benar!”Keysha merasa tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi dia juga tidak mau menutupi kesalahan Anton,karena itu tidak akan baik.”Sahara terluka,dan tidak mau kembali lagi ke rumah mas Agam.Aku dan suamiku,dan juga Bobby Aisyah sepakat membiarkannya Sahara di rumah kami untuk saat ini.”Keysha tersenyum dan menyeruput teh hangat nya.

”Aku benar-benar bingung bagaimana memberitahu anak itu akan berhenti,dia tuh benar-benar membuatku pusing.”Fani menjambak rambutnya frustasi dan Keysha hanya tersenyum tipis.

*****

Pulang sekolah.

Kiran diam dan memperhatikan Sani yang sedang merogoh tas nya mencari sesuatu.

”Kamu lagi apa Sani?”

”Nah ini dia,ini ponsel mu kan?satpam menemukan nya.Terus papa aku ngecek cctv dan melihat kamu di tarik sama cowok,aku langsung telepon Kaindra dan akhirnya kamu gak kenapa-kenapa.Eh terluka sih hehe”Sani memberikan ponsel Kiran yang layarnya sudah retak itu perlahan, Kiran menerimanya dan memasukkannya ke dalam tas.

”Terima kasih ya, bilang sama papa kamu aku minta maaf sudah membuat kalian semua panik pastinya.”

”Gak masalah,yang penting kamu sudah selamat.”

Brug!!

”Auw!"Kiran meringis dan Sani menahannya saat Indri menabrak Kiran sengaja dan Kiran hampir terjatuh.

”Indri!"teriak Sani kesal.

”Mangkanya kalau berdiri jangan di jalanan”ketus Indri.

”Di jalanan di mana?kamu buta.Jalan selebar ini juga dasar gak punya hati”maki Sani.Dan Indri melangkah pergi tidak perduli.

”Sabar!”Kiran memeluk Sani dari belakang karena ingin mengejar Indri.

”Dia kerasukan apa sih jadi begitu?”

”Aku gak tahu,apa Indri marah karena di kelas tadi?”Kiran bingung.

”Ya wajarlah kita marah,dia bikin malu Hito kasihan kan entah kemana tuh anak sekarang.”

”Kata Dylan tadi Hito sudah kirim pesan sama dia,dia pulang katanya gak enak badan.Ya tetap aja gak izin dulu sama guru"protes Kiran.

”Bukan gak enak badan,tapi Hito itu benar-benar malu karena Indri.”

Teeet!suara klakson mobil terdengar dan Sani menoleh.

”Aku udah di jemput aku duluan ya.”Sani memeluk Kiran begitu juga sebaliknya.

”Hati-hati”Kiran melambaikan tangannya dan Sani membalasnya,Sani masuk ke dalam mobil dan mobil melaju meninggalkan area sekolah.

Kiran baru saja akan duduk dan Zain menekan klakson mobil membuat gadis itu tersenyum kegirangan dan melambaikan tangan berulang kali.

”Konyol.”Maki Zain tersenyum tipis lalu menepikan mobil,dan menurunkan kaca mobil.”Masuk!"titahnya.

”Tuan Puteri mau di jemput sampai ke sini”Kiran mundur dan menunjuk pembatas antara trotoar dan jalan.

”Masuk nak!”seru Zain meniru bagaimana Malik ketika berbicara, lalu membuka pintu mobil dan keluar.

”Hahaha kurang aja!"Kiran tertawa terbahak-bahak.Zain terkekeh geli mendengar ucapannya tadi dan memutari mobil lalu membuka pintu mobil untuk Kiran.

”Ayo masuk.”

”Aku gak bisa turun”mengeluhkan trotoar yang sama sekali tidak tinggi.

”Issh!”Zain mendekati Kiran dan menggendongnya.

”Zain turunkan aku."Kiran panik takut ada yang melihat.

”Mangkanya jangan banyak tingkah.Masuk"Zain menurunkan Kiran di depan pintu mobil yang terbuka dan Kiran masuk.Zain memutari mobil membuka pintu mobil lalu masuk, mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Zain melirik Kiran berulang kali yang sibuk dengan ponsel retaknya.

”Lagi ngapain, sibuk banget dari tadi”menyambar ponsel Kiran dan melihat apa yang sedang di lihat gadis itu.

”Aku cuma lagi nyari kafe baru buka,besok janjian mau tahu dimana letaknya.Tapi susah kayaknya ponselku rusak.”

”Pakai ponselku saja.”Zain meletakkan ponsel Kiran dan memberikan ponselnya.

”Beneran?”Kiran sangat senang.Dan Zain mengangguk.Kiran tersenyum lebar dan bersemangat,namun jarinya tertarik untuk membuka isi galery foto di ponsel Zain.Kiran terbelalak karena isinya foto dedaunan semua karena Zain memang menyukai alam.Kiran cemberut saat melihat foto seorang wanita bersama Zain dan begitu intim.Saling berangkulan.

"Tidak jadi”Kiran memberikan ponsel Zain kembali.

”Kenapa?”Zain bingung.

”Gak!"ketus dan membuang muka.

Kenapa nih anak?

”Ada apa,kenapa marah hei”berusaha menyentuh wajah Kiran dan Kiran menepis tangannya berulang kali.

Zain menekan layar ponselnya dan melihat foto dirinya dengan mantan pacarnya dan Kiran kesal karena melihat itu.

Lupa aku hapus duh

”Kiran?"panggil Zain begitu lembut.

”Antarkan aku ke rumah sakit dimana paman Ken di rawat.”Titahnya dan tidak mau menoleh,Zain menuruti keinginan gadis itu dan mobil melaju menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Kiran baru tahu jika Ken di rawat di rumah sakit yang sama dengan adiknya Aloona.

”Kamu tunggu disini saja.”Kata Kiran kepada Zain.

”Memang kamu tahu kamarnya dimana?”

”Tinggal nanya apa susahnya.”Ketus Kiran dan melangkah pergi, Zain tersenyum lebar lalu mengikuti gadis itu.Sebelum ke kamar adiknya, Kiran memutuskan untuk ke kamar Ken terlebih dahulu karena lebih dekat.

Kiran masuk ke dalam kamar dimana paman nya berada dan Zain memilih menunggu di luar.

”Paman”panggil Kiran dan Ken menoleh.

”Kau disini?”Ken tersenyum dan duduk di tepi ranjang, Kiran mendekat dan langsung memeluk pamannya itu.Zain yang mengintip dari kaca jendela mengepalkan tangannya.Apa-apaan anak kecil itu batin Zain.

”Aku minta maaf”lirih Kiran mengeratkan pelukannya.Dan Ken tersenyum, kepalanya menunduk menatap gadis itu.

”Kenapa harus minta maaf?”

”Karena aku paman jadi seperti ini.”Kiran melepaskan pelukannya dan menatap pamannya itu.”Ini pasti sakit"menyentuh luka di dahi Ken lembut.

”Tidak apa-apa,dan kau tidak perlu minta maaf.Yang penting sekarang kamu baik-baik saja”Ken menyisir rambut Kiran dengan jemarinya.Kiran menatap tangan Ken dan tersenyum tipis.

Pintu terbuka dan perawat masuk membawa makanan dan potongan buah segar.Kiran mundur menjauh dan nampan makanan di letakkan di atas meja.

”Terima kasih”kata Kiran dan perawat tersenyum lalu pergi keluar.

”Paman mau makan?”

”Tidak,aku tidak selera makan masakan rumah sakit.”

”Kamu harus makan,aku suapi.”Kiran meraih nampan dan duduk di atas kursi.”Aaa..!”suapan pertama masuk.

”Emm,ini terlalu banyak”Ken terkekeh dan menutup mulutnya.

”Biarin,biar tubuhmu sedikit berisi.”Kiran tersenyum lebar.

”Akan menyeramkan jika aku gemuk.”

”Enak gak sih?"Kiran penasaran.Dan mencoba makanan yang di makan Ken.”Wlee hambar, pantas paman tidak selera.”Kiran mengernyit merasakan bubur yang di makan Ken.

”Habiskan.”

”Gak mau ah,paman maka aja sendiri.”

”Simpan saja di atas meja,aku ingin buah nya saja.”

”Oke!”Kiran meletakkan nampan dan menghambil buah semangka bercampur buah pepaya di atas mika kue.Lalu memberikannya kepada Ken.Ken memakannya dan Kiran berdiri di depan kaca jendela melihat pemandangan dari lantai tiga rumah sakit tersebut.

Ken melepaskan infusan dari tangannya dan melangkah mendekati Kiran.

”Paman Ken.”Kiran terkejut saat tangan besar memeluk pinggangnya erat,dan Kiran menempel di tubuhnya.

”Biarkan aku memelukmu sebentar saja.Aku sudah lama tidak memelukmu.Kau tumbuh secepat ini,kamu sudah dewasa baby.”Ken berbisik dan Kiran berusaha melepaskan tangan besar itu dari perutnya.

Brak! pintu terbuka.Zain melangkah cepat menarik bahu Ken sampai tersungkur kasar ke lantai.

”Zain!"Kiran menahan Zain dengan memeluknya erat.”Zain berhenti”Kiran terus berusaha menahan.

Ken bangkit dari lantai dan Zain membuang nafas kasar berusaha menguasai emosinya.

”Pulang!"Zain meraih tas Kiran dan menarik tangan gadis itu keluar dari kamar tersebut.

”Cih! kenapa dia selalu menganggu.”Gerutu Ken kesal.

Zain melangkah cepat dan Kiran mengikutinya dengan berlari.Zain melepaskan genggaman tangannya dan menjatuhkan tas Kiran ke lantai lalu melangkah pergi meninggalkan gadis itu.

"Tas ku”Kiran meraih tas nya dan mundur tiga langkah saat dia sadar melewati kamar Aloona di rawat.Kiran masuk dan hanya ada perawat di sana sedang mengganti seprai dan sarung bantal.

”Permisi suster adik saya yang di rawat di kamar ini kemana ya?”tanya Kiran.

”Sudah pulang dek."Jawabnya dan meninggalkan Kiran, Kiran keluar dari kamar tersebut.Zain yang balik lagi mencari gadis yang sempat dia tinggalkan tadi merasa lega saat melihat Kiran.Kiran menoleh saat mendengar langkah kaki tegas Zain yang mengarah padanya.Zain meraih tangan Kiran dan mengenggam nya.

”Ayo pulang.”Ajak Zain.

”Gendong.”Kiran merasakan kedua lututnya semakin kaku karena luka yang dia alami semalam.

”Jangan aneh-aneh, berjalan pelan saja”Zain merangkul pinggang gadis itu dan mengajaknya berjalan pelan bersama.Kiran tersenyum dan berulang kali mendongak menatap pria yang sedang memapahnya, walaupun kesal Zain berusaha menahannya karena takut Kiran kenapa-kenapa.

*****

Keesokan harinya.

Kiran tidur setelah pulang sekolah dan terbangun saat mendengar suara ponsel berdering.Kiran membuka matanya,duduk di kasur dan menggeliat pelan, menarik selimut sampai ke dada Sahara yang juga tidur bersamanya.Kiran mengucek matanya perlahan dan kedua kaki telanjangnya nya turun ke lantai.Kiran mencari asal suara tersebut dan membuka pintu, lalu keluar dan berdiri di atas balkon.

”Ponsel siapa ini?”Kiran meraih ponsel yang menindih dus ponsel baru tersebut.

”Halo?”

”Sudah bangun?”suara Ken terdengar.”Aku di pekarangan rumah.”Katanya dan Kiran melangkah dan langsung melihat pamannya.

”Sangat lama untuk memperbaiki ponselmu,jadi lebih baik membeli yang baru.”Ken menatap Kiran lekat dan tersenyum begitu juga sebaliknya.

”Ini pasti sangat mahal,aku akan mengatakan kepada papa untuk mengganti uang paman.”

”Tidak perlu,aku akan sakit hati jika kau melakukannya.Kau suka?"

”Ehm ya aku suka.”

”Baiklah,aku akan pergi ke toko!"

”Oke bye!"panggilan terputus.

Ken melambaikan tangannya dan melangkah pergi, Kiran mundur dan meraih dus di lantai lalu menendang pintu dan masuk ke kamarnya lagi.Kiran meminum air dengan tiga tegukan, tenggorokannya yang kering terasa segar kembali dan Kiran duduk di tepi ranjang memperhatikan ponsel barunya.

Ponsel berdering.

”Halo siapa?”

”Wah parah nomor gue di hapus ya?”ketus Sani.

”Hahaha maaf maaf, ponsel baru mana aku hafal nomor kamu Sani maaf ya.”Kiran tertawa kecil.

”Oh kirain nomor aku di hapus,jadikan kita ke cafe baru itu.”

”Emm gimana ya”Kiran bingung karena sedang tidak memiliki uang.

”Pokoknya malam ini aku tunggu bye!”Sani memaksa dan Kiran menggaruk pelipisnya.Kiran keluar dari kamar mencari Kenzo dan Kenzo sedang keluar, begitu juga dengan Kai.

Ponsel Kiran kembali berdering dan panggilan masuk dari Zain.

”Kamu dimana?”tanya Zain menatap dus ponsel baru untuk Kiran.Tapi dia tidak jadi memberikannya karena Ken sudah memberikannya lebih dulu.

”Aku di rumah.”

”Ada janji dengan siapa malam ini?”

”Tidak ada janji,kamu dimana?”

”Aku dibelakang,baru pulang.”

”Tunggu aku!”Kiran mematikkan panggilan dan bergegas pergi ke belakang,menyambar sepotong buah apel di tangan adiknya Kenzie dan Kenzie kesal karena harus mengambil yang baru.

”Aaa mati aku”Kiran masuk kembali saat melihat Malik sedang berada di teras dan harus menunggu sampai papa nya pergi dari teras agar bisa ke belakang.

Kiran memasukkan potongan buah apel ke mulutnya dan melihat Malik bangkit lalu melangkah pergi melewati gerbang entah mau kemana dengan membawa rantang makanan yang berada di atas meja tadi.Kiran keluar dan bergegas pergi ke belakang untuk menemui Zain.Zain yang melihat kedatangan Kiran memasukkan ponsel baru ke dalam laci dan keluar dari kamarnya.

”Apa?”tanya Zain berdiri di depan pintu dan Kiran mendorong masuk ke dalam rumah.”Kenapa sih?”

”Hehe”Kiran nyengir dan menarik-narik ujung baju Zain.”Pinjam uang dong,boleh gak?”

”Buat apa?”Zain menempelkan telapak tangannya ke dinding dan Kiran terkejut.

”Aku ingin ke kafe yang baru itu, teman-teman ku sudah antusias mengajakku kesana.Masalahnya uang ku tidak cukup untuk berfoya-foya seperti itu.”

”Kalau sudah tahu itu tidak bermanfaat kenapa masih mau ikut-ikutan,kalau gak punya uang diam jangan banyak gaya.”Zain mengomel.

”Pelit!"cibir Kiran dan menundukkan kepalanya, melewati tangan Zain dan ingin pergi Zain menarik tangannya.Dan menahan Kiran agar tidak pergi.

”Berapa?”

”200 rb”mengacungkan tiga jarinya.

”Itu tiga,dua begini.”Menekan satu jari Kiran dan Kiran tersenyum lebar.

”Boleh?”menarik-narik ujung baju Zain lagi dan merengek manja.Zain merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang.

”Mintanya yang bener dong”Zain mengangkat tangannya ke udara dan Kiran tidak bisa menggapai uang tersebut.

”Aku harus apa?”Kiran mengerucutkan bibirnya.Dan Zain mengarahkan ponselnya kepada gadis di hadapannya."Jangan merekam video.”

”Mau uang gak?"

”Mau”

”Ya sudah nurut,ngomong Zain ganteng."

"Ih ko gitu."Kiran malah cengengesan mendengarnya.

”Sudahlah gak jadi."Melangkah pergi dan Kiran menarik tangannya.

”Iya iya Zain ganteng."

”Ganteng banget”

”Ganteng banget.”Kiran menurut demi uang.

”Aku Kiran jelek gadis paling jelek jelek minta uang.”Kiran terdiam dan tidak mau mengatakannya.”Cepet!"

”Aku Kiran cantik gadis paling cantik cantik minta uang.”Kiran terkekeh-kekeh.

”Gagal,gak jadi."

”Aaa aku sudah menurut,aku janji akan menggantinya."

”Nurut dari mananya,gak jadi"Zain mengangkat tangan kirinya dan tangan kanan memegang ponsel.

”Aku benar-benar butuh,aku pinjam"Kiran berusaha meraih uang dan berjinjit lalu kedua kakinya berjinjit di atas kedua kaki Zain tapi tak kunjung dia dapat meraih tangan Zain.

"Kamu bisa jatuh”Zain merangkul pinggang gadis itu dan mendekatkan wajahnya, Kiran terdiam menatap bibir merah itu dihadapannya dan beralih menatap mata Zain, berpegangan pada bahu kekar itu.Hembusan nafas keduanya beradu dan Zain menatap bibir mungil merah merona itu berjarak sangat dekat dengan bibirnya.

Zain menjatuhkan uang dari tangannya dan memiringkan kepalanya.Kiran mencengkram kuat rambut Zain saat hidung nya beradu dengan hidung pria itu.Sedikit lagi.

”Ya itu!"suara para pelayan yang kembali dari rumah membuat Kiran dan Zain membuka matanya lalu Kiran turun dan menjauh.

Zain merapihkan rambutnya dan Kiran juga sama, Kiran menggigit bibir bawahnya.Bibirnya yang hampir berciuman dengan Zain.

”Nona sedang apa di sini?"tanya pelayan dan menatap Zain Kiran bergantian.

”Emm aku ada urusan dengannya"Kiran membungkuk dan meraih uang di lantai.”Terima kasih paman Zain"Kiran tertawa kecil dan keluar dari rumah tersebut melewati para pelayan.

”Issh kurang ajar"berbisik Zain dan menatap ponselnya.

Para pelayan saling berbisik memperhatikan pria tampan dan tinggi tersebut.Zain tersenyum lebar dan berpamitan lalu masuk ke kamarnya.

1
Marwah Cacabila
aku baca ulang lagi
Maryana Fiqa
trimakasih banyak Thor karyamu sungguh luar biasa 👍👍👍
trimakasih banyak sdh menghibur kami sebagai pembaca,,aku percaya tidak mudah mencari ide-ide untuk menciptakan karya mu yang luar biasa ini,menguras otak, pikiran dan waktu, tidak smua orang bisa menciptakan cerita sebagus ini 👍👍👍
semangat dengan karya selanjutnya 💪💪
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭
Maryana Fiqa
mampir lg kak ya,selalu kangen dgn karmu👍👍👍😄😄😄
Bambang Sutrisno
ini kalau dibikin film buagus banget...❤❤❤
Keukeu_amooreacgeulis
keren pisan we pokonamah...

udah yg keberapakali baca novel karyamu ini... nggak membosankan
Faraza Gayatri
sampe di download ber ulang 2 bacanya dari pertama kisah ibu sama ayahnya , papahnya seru bagus ceritanya.. walupun udh baca karya otor yg lain nya tetp aja masih pengen baca ini. sukses terus ya kk otor mel
pipi gemoy
🌹
Yunda
ok
Fiani Arifin Arifin
bner 2 ya visualya bikin wowwww
Maysarah Sarah
Malik❤️❤️❤️❤️
Lia Shechibie'slove
paman Ken ingat, Kiran itu bayi kecilmu flu yg sering kamu gendong2
Lia Shechibie'slove
Ken yg ngurus Kiran dari bayi sampai dewasa, rela dia jadi perjaka tua nungguin Kiran besar😂😂😂
Rinjani
bobby adik Malik..Aisyah adik Agam waduh berebes deh..Aloon itu radaa slengean Kai gak suka😄😄🤣
Rinjani
kenzoo ini nakal .bayar utan Kinar
Rinjani
Ken ini suka memaksakan kehendak suka ngancem
Rinjani
Ken egois ,Zain ingin jd Sekretaris juga selalu ada u 4 anak2 Malik
Rinjani
Heru suami Sera baik ko msh Aja Sera ke rumah Agam buat sebel aja Nabila
Rinjani
emaknya yg ngelahirin oala pasti sakit hati
Rinjani
Agam kenapa diam aaja dgn Sera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!