NovelToon NovelToon
Di Bawah Kendali Asisten Suami

Di Bawah Kendali Asisten Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alina Elviana dan Rafael Mahendra menikah karena perjodohan. Namun hati Rafael tak pernah benar‑benar di sini, ia masih menyimpan perasaan pada seseorang di masa lalunya.

‎‎Revan Adinata, asisten yang bergabung enam bulan lalu, justru lebih memahami Alina, hadir mengisi kekosongan yang ditinggalkan suaminya. Namun di balik sikap tenang dan setianya, Revan menyimpan rahasia besar yang tak boleh terungkap.

‎Saat perasaan terlarang mulai tumbuh, Alina harus memilih: bertahan dalam pernikahan yang hampa, atau mengikuti suara hati yang terancam hancur saat kebenaran terungkap.
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

‎Pintu kamar hotel terbuka perlahan. Alina melangkah masuk lebih dulu, matanya menyapu sekeliling ruangan yang temaram dan tenang. Tirai blackout tertutup rapat, menahan teriknya siang di luar. Revan menutup pintu di belakangnya, berdiri terpaku sejenak di balik bingkai pintu, sebelum ia berbalik dan menatap sosok Alina di tengah ruangan. Ia melangkah cepat mendekat, lalu menarik lengan wanita itu ke arahnya.

‎‎Alina terkejut secara refleks, tubuhnya terhuyung ke depan dan menabrak dada Revan. Sebelum sempat ia bereaksi, bibir Revan menyentuh bibirnya. Matanya terbelalak sejenak, tas yang digenggamnya terjatuh ke lantai dengan bunyi berderit pelan. Lalu ia memejamkan mata, kedua tangannya mencengkeram erat kain kemeja hitam milik pria itu.

‎‎Revan melepaskan ciumannya sejenak, napasnya terengah-engah. Ia melepas jas hitamnya dengan gerakan tergesa-gesa dan melemparkannya ke kursi di sudut ruangan, lalu kembali mencium bibir Alina dengan penuh kerinduan.

‎‎Kedua tangan Revan memeluk pinggang Alina erat, keduanya berjalan perlahan menuju ranjang tanpa melepaskan ciumannya. Saat sampai di tepi ranjang, Revan berhenti sejenak, melepaskan ciumannya. Bukan karena nafsunya hilang, tapi karena ia takut Alina akan menyesalinya nanti.

‎‎"Sebelum kita melangkah lebih jauh," ucap Revan dengan suara rendah, matanya menatap lurus ke mata Alina. "Aku ingin kamu melihat dengan baik, bahwa aku ini bukan Rafael."

Alina menatapnya balik, napasnya masih memburu. Tidak ada ragu di matanya.

"Aku tahu," bisiknya mantap, jari‑jemarinya masih mencengkeram erat kain kemeja hitam Revan. "Dari awal aku tahu kamu Revan. Makanya aku tetap di sini."

Keraguan yang selama ini bersembunyi di tatapan Revan akhirnya hilang. Ia menatap wajah Alina lama, seolah ingin mengingat setiap garis wajah wanita itu sebelum ia mendekat kembali. Ia menautkan bibirnya ke bibir Alina, kali ini penuh keyakinan dan kerinduan yang sudah lama ia sembunyikan.

Alina membalas sentuhan itu, seluruh beban kesal dan sakit hati yang ia rasakan sejak malam ulang tahun pernikahan itu seolah sedikit terangkat. Di balik tirai tertutup, suara kendaraan dan keramaian siang hari tidak lagi terdengar oleh mereka. Yang ada hanya detak jantung mereka yang berdegup kencang, berirama bersama di ruangan yang tenang itu.

-

-

-

‎Rafael duduk bersandar di kursi kulit besar di balik meja kerjanya, tatapannya tertuju ke luar jendela namun pikirannya tertahan pada kejadian semalam. Rasa bersalah yang berat terus menghantam dadanya, teringat bagaimana ia terjebak di apartemen Amara, melupakan janji ulang tahun pernikahan yang sudah disiapkan Alina dengan penuh harapan.

‎‎Terdengar bunyi ketukan pelan di pintu ruangan.

‎‎"Masuk," ucapnya dengan nada rendah.

‎‎Pintu terbuka perlahan, Sita sekretarisnya melangkah masuk membawa map dokumen tebal dan tablet kerja di tangannya. Ia meletakkan map di tengah meja kerja Rafael, lalu menyalakan layar tablet untuk menampilkan jadwal harian.

‎‎"Ini dokumen kontrak yang perlu Tuan tanda tangani sebelum jam tiga sore," lapornya sopan.

‎‎Rafael mengangkat wajahnya, matanya tampak lelah dan murung.

‎"Agendaku sore ini apa saja?" tanyanya.

‎‎Sita menggeser layar tabletnya.

"Jam tiga ada board call dengan investor dari Singapura, Tuan. Mereka menunggu keputusan final Anda soal ekspansi. Jam lima ada brief 10 menit dengan Finance soal laporan kuartal — mereka hanya butuh approval Anda. Dan jam tujuh malam ada private dinner dengan Mr. Mike di Grand Hotel, untuk finalisasi akuisisi."

‎‎Rafael terdiam sejenak, menatap jam di pergelangan tangannya.

‎‎"Batalkan makan malam dengan Mike," ucapnya.

‎‎Sita terlihat terkejut. "Tapi Tuan, itu sudah dijadwalkan dari minggu lalu. Tuan Mike—"

‎‎"Reschedule jadi besok siang. Bilang saja saya ada urusan keluarga mendadak," potong Rafael cepat. Matanya kembali menatap keluar jendela. "Saya ingin pulang lebih awal hari ini."

‎‎‎‎‎"Baik, Tuan."

‎Sita mengangguk sopan, lalu berjalan keluar ruangan kerja sambil membawa tablet dan map dokumennya, menutup pintu perlahan di belakangnya.

‎‎Begitu pintu tertutup, Rafael meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Jari-jemarinya menekan nomor Revan, lalu menempelkan ponsel ke telinganya. Hanya terdengar nada panggil berulang-ulang, tidak ada jawaban. Ia mencoba menelepon sekali lagi, tapi sama saja, tidak diangkat-angkat.

‎‎Rafael menghela napas kasar. Ia melempar ponselnya kembali ke atas meja.

‎‎"Kemana perginya anak itu," gumamnya pelan.

Ia segera menekan nomor Alina. Nada panggil kembali terdengar panjang, tak ada jawaban juga. Rasa cemas mulai merayap di dadanya. Ia menekan nomor telepon rumah.

‎‎Tak lama terdengar suara Bi Hani di seberang telepon.

‎"Halo, selamat siang."

‎‎"Bi Hani, ini Rafael. Apakah Alina sudah pulang ke rumah?" tanyanya dengan nada tegang.

‎‎Ada jeda sejenak dari seberang.

‎"Belum, Tuan. Nyonya belum pulang sejak tadi pagi. Mas Revan juga belum ada di rumah."

‎‎Rafael menahan napas sejenak. Rasa bersalah bercampur khawatir semakin membelit hatinya. Sepertinya Alina masih sangat marah padanya hingga pergi begitu lama tanpa pesan apa pun. Tapi, kenapa Revan juga tidak mengangkat telepon. Kemana mereka sebenarnya?

-

-

-

Bersambung...

1
Mia Camelia
ayo revan rebut Alina yukk🤣🤣🤣
Aisyah Ranni
Wajar aja si Andika menyesal ternyata itu dia,bisa jadi dia yg slengki dengan ibu Rafael, mengulang kejadian si Rafael dengan Amara.dan Andika gak tau Revan anak kandungnya sendiri
MamDeyh
Woooow ternyata sodara tiri merekaaaa
MamDeyh
Diiih GK jelas
Mia Camelia
rasakan kau raphael tamparan sang ayah, semoga raphael mau melepaskan Alina😭
🔥Violetta🔥: Semoga y kak 😁
total 1 replies
Ervina Ardianto
Kl baca smp sini berarti awalnya Revan pura2 jd asisten Rafael ada hubungannya dg masa lalu yg blm selesai antar ortu/kakeknya Rafael & Revan. Sementara ttg Alina, di luar rencana dia, bs ketemu lg tp sdh jd istri org.
Maybe gt🤭
🔥Violetta🔥: Wah tebakan kakak ini sesuatu 👏👏👏👍😁
total 1 replies
Mia Camelia
revan gentleman banget sih, bogem si raphael di tempat, ngliat raphael lama2 kaya pecundang😒
Ervina Ardianto
Rafael msh lolos nih. Mertuanya ga liat tontonan & ga denger omongan Revan ke Rafael. Jgn lama2 author, nungguin Revan membuka jati diri dia yg sbnrnya 😊
MamDeyh
Repaaan kamu kelepasan 😅
🔥Violetta🔥: rem-nya blong 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
sumpah raphael tuh pembawa sial banget sih, bikin Alina jatuh bgtu😔😔😔
🔥Violetta🔥: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ervina Ardianto
Revan mana Revan..mungkin sekarang saatnya membuka semua 🤭
🔥Violetta🔥: Lagi bertapa dulu dia kak... 🤭🤭🤣
total 1 replies
MamDeyh
Nah kan.. Laki egois. Plin plan. Gajebo
🔥Violetta🔥: Omelin aja,,, omelin kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
Ervina Ardianto
Ada hubungan dg masa lalu berarti nih. Revan uda kenal Alina lbh dl dari Rafael , yg msh gelap hubungan ortu Revan & Rafael, knp Alina ga tau / blm sadar ttg Revan (di masa lalu) & Revan bs kecolongan, Alina nkh sm Rafael.
MamDeyh
Ahhhh lagi dong kak.....
Mia Camelia
Alina kapan cerai nya thor 🤭🤭🤭pingin ngeliat Alina dan revan SAH🤭😁
🔥Violetta🔥: Nanti kak 🤭 author nya juga udah gak sabar 🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
"Menikah karena perjodohan tapi hati suami masih di masa lalu" itu klasik yang tidak pernah gagal. Saya langsung bisa merasakan bagaimana hampanya Alina.
Konfliknya berlapis, bukan cuma soal Alina - Rafael - Revan. Tapi ada 2 bom waktu di sini:
Cinta terlarang Alina & Revan dan rahasia besar Revan.

Rafael sebagai suami yang dingin karena masa lalu, Revan sebagai penyelamat yang tenang dan setia. Kontrasnya dapet. Alina berada di posisi dilema dengan pilihan berat "bertahan dalam pernikahan hampa atau mengikuti suara hati". Itu bukan pilihan mudah. Apalagi ada embel-embel "Di Bawah Kendali Asisten Suami" - yang mengisyaratkan dominasi, posesif. Ini bukan cerita nikah biasa, ini cerita tentang kekosongan yang akhirnya diisi oleh orang yang seharusnya tidak boleh.

cerita kakak luar biasa. semangat berkarya🥰
MamDeyh
Aduhhhh aku dag dig dug deeeer daiaaaaa/Curse//Curse/
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Adira🍓
O...o... kamu ketahuan 🤣🤣🤣🤣
Adira🍓
Pandai kali ngegombal mulut kau ini Revan 🤪🤪🤪🤪
Adira🍓
Terlalu jujur jawabanmu Bang 🤣🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Maklum, rem-nya blong kak 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!