NovelToon NovelToon
Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Hidup Kayna memang sudah hancur, ayahnya sangat membencinya karna sudah membuat ibunya meninggal saat melahirkannya.

Oleh sebab itu, di usianya yang genap 20 tahun.. ia memutuskan mengakhiri hidupnya agar bisa merasakan reinkarnasi ke keluarga yang ia harapkan akan mencintainya, namun..

"Astaga.. kenapa aku harus menjadi tokoh antagonis yang akan mati di tangan tunanganku sendiri?"

Kayna yang kesal karna terlempar ke novel memutuskan untuk bunuh diri sebelum tunangannya yang membunuhnya.

Lalu, apakah rencananya akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Satu minggu sebelum Upacara Penobatan, suasana di Istana Duke Adrian berubah drastis.

Kamar batu pualam yang dulu terasa seperti penjara kini menjadi pusat komando militer. Peta kerajaan terbentang di atas meja besar, ditandai dengan pin-pin merah yang menunjukkan lokasi jaringan sindikat Viper.

Pengawal elit Adrian, yang jumlahnya hanya dua belas orang, pria-pria yang telah bertempur bersamanya di garis depan perang kini berpatroli di setiap sudut istana, menggantikan pelayan-pelayan lama yang dicurigai sebagai mata-mata.

Kayna duduk di sudut ruangan, menatap peta itu dengan alis berkerut. Ia tidak lagi terlihat seperti wanita yang pasrah menunggu kematian. Gaunnya sederhana namun rapi, rambutnya diikat ke belakang agar tidak menghalangi pandangan. Di tangannya ada secangkir teh hangat yang sudah diperiksa oleh Rosa tiga kali, tapi matanya tajam, menyapu setiap detail strategi Adrian.

"Viper memiliki akses ke dapur istana," ucap Adrian, menunjuk sebuah titik di peta yang mengarah ke ruang penyimpanan bahan makanan kerajaan. "Mereka berencana meracuni anggur yang akan disajikan kepada Raja dan para bangsawan selama pesta penobatan."

"Anggur?" Kayna mengangkat alisnya. "Itu klise sekali untuk sindikat pembunuh. Apakah mereka tidak punya imajinasi?"

Adrian menoleh, sudut bibirnya sedikit terangkat meski wajahnya tetap serius. "Klise atau tidak, itu efektif jika kita tidak waspada. Racun yang mereka gunakan adalah Nightshade Extrack, ekstrak belladonna murni. Tidak berasa, tidak berwarna, dan mematikan dalam hitungan menit setelah masuk ke aliran darah."

Kayna teringat pada bunga Belladonna di rumah kaca, dan pada pembunuh bayaran yang hampir membunuhnya. Matanya menyipit.

"Jadi, rencana mereka adalah meracuni Raja, menciptakan kekacauan, lalu menyalahkan House Ardent karena aku adalah tunangan Pangeran Mahkota?" tanya Kayna, menyimpulkan logika jahat di balik rencana itu.

"Tepat," jawab Adrian. "Dan ketika kekacauan terjadi, Viper akan menyerang istana dengan pasukan bayaran untuk mengambil alih kekuasaan. Mereka ingin menempatkan boneka mereka di takhta."

Kayna menghela napas. "Dunia ini benar-benar penuh dengan orang-orang yang terlalu ambisius untuk kebaikan mereka sendiri."

Ia berdiri, berjalan menuju peta. Jemarinya menelusuri jalur dari dapur istana menuju ruang perjamuan utama.

"Jika aku menjadi Viper," gumam Kayna, suaranya rendah dan kalkulatif, "aku tidak akan hanya mengandalkan racun di anggur. Itu terlalu mudah dideteksi oleh pencicip raja. Aku akan menggunakan sesuatu yang lebih... personal."

Adrian menatapnya penasaran. "Apa maksudmu?"

Kayna menunjuk ke arah gambar sketsa seorang pelayan pribadi Raja yang ada di catatan intelijen Adrian.

"Pelayan pribadi Raja. Dia yang menuangkan anggur langsung ke gelas Raja. Jika Viper bisa menyuap atau mengancam pelayan itu, racun tidak perlu dimasukkan ke botol anggur massal. Cukup satu tetes di gelas Raja. Dan siapa yang paling dekat dengan pelayan itu? Kepala Pelayan Istana."

Mata Adrian membelalak. "Kepala Pelayan Istana... Lord Harrow. Dia adalah paman Freya dari pihak ibu."

Hening.

Nama itu menggantung di udara seperti pisau yang siap jatuh.

"Freya masih terlibat?" tanya Kayna, meski ia sudah menduga jawabannya.

"Sepertinya iya," jawab Adrian dingin. "Meski dia diasingkan ke biara, jaringan keluarganya masih kuat. Dan Lord Harrow memiliki akses ke semua area istana."

Kayna menatap Adrian. "Kita harus menangkap Lord Harrow sebelum upacara. Tapi kita butuh bukti. Bukti yang tidak bisa ia sangkal di depan seluruh pengadilan."

Adrian mengangguk. "Aku sudah menyiapkan jebakan. Malam ini, ada jamuan makan kecil untuk para pejabat tinggi istana. Lord Harrow akan hadir. Dan aku akan memastikan bahwa 'racun' yang ia bawa akan ditemukan di sakunya."

"Jebakan?" Kayna menyipitkan mata. "Apa jenis jebakannya?"

Adrian tersenyum tipis, senyum yang membuat Kayna merasa sedikit ngeri sekaligus kagum. "Kita akan menggunakan agen ganda. Salah satu pengawalku akan menyamar sebagai anggota sindikat Viper, mendekati Lord Harrow, dan memberinya paket berisi racun palsu yang sebenarnya adalah bubuk tepung berwarna hitam. Saat Lord Harrow menerima paket itu dan memasukkannya ke sakunya... kami akan menyerbu."

Kayna tertawa kecil. "Tepung berwarna hitam? Itu jenius. Dan sangat memalukan bagi seorang bangsawan tinggi."

"Memalukan atau tidak, itu akan membuktikan niat jahatnya," balas Adrian. Ia melangkah maju, memegang kedua bahu Kayna. "Tapi ada satu masalah. Lord Harrow mungkin curiga. Dia mungkin membawa pengawal pribadi atau senjata. Aku tidak ingin kau berada di dekat bahaya malam ini."

"Aku tahu," ucap Kayna lembut. "Tapi aku juga tidak ingin duduk diam di kamar sambil menunggu kabar. Aku ingin membantu. Biarkan aku datang ke jamuan itu. Sebagai tunanganmu, kehadiranku wajar. Dan jika Lord Harrow melihatku, dia mungkin akan lengah karena mengira aku masih wanita lemah yang bisa dimanipulasi."

Adrian menatap Kayna lama. Ia melihat keteguhan di mata wanita itu. Bukan keteguhan seseorang yang ingin mati, melainkan keteguhan seseorang yang ingin melindungi apa yang ia cintai.

"Baiklah," ucap Adrian akhirnya. "Tapi kau harus memakai ini."

Adrian mengeluarkan sebuah kalung perak dari saku bajunya. Kalung itu memiliki liontin berbentuk kristal biru kecil yang berkilau indah.

"Ini adalah Amulet of Truth," jelas Adrian. "Kristal ini akan berubah warna menjadi merah jika mendeteksi racun di sekitarnya dalam radius lima meter. Kenakan ini di lehermu. Jika warnanya berubah, segera mundur dan beri tanda padaku."

Kayna menerima kalung itu. Kristalnya terasa dingin di telapak tangannya, tapi ada kehangatan dari sentuhan Adrian yang masih tersisa.

"Terima kasih, Adrian," bisik Kayna.

Adrian mengecup kening Kayna sekilas. "Jaga dirimu, Kayna. Aku tidak akan memaafkan diri sendiri jika sesuatu terjadi padamu malam ini."

1
Luna
😣😣ikut tegang 😮😮😱😱😱😱
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Luna
nah gini kan enak sama sama kerja sama mau menghabisi pemberontak🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 bahasa Jawa nya di bantu mamah alias di hancurin dalam. mulut trs di pindah🤣🤣🤣 muntah q
falea sezi
mending cari jalan buat kabur dr Duke. dripada mati bundir🤣
Wahyu Ningsih
mungkin dia terlalu lelah dgn dunia yg kejam
Wahyu Ningsih
sending banget ceweknya
Luna
coba kau cari kegiatan baru contoh belajar berperang berperang dan membasmi ayahmu sendiri,mungkin itu bisa membuat keputusasaan mu sedikit berkurang
Luna
kalo dibilang capek semua orang juga capek termasuk aku, apalagi capek hidup mau mati rasanya tapi ngebayangin dampaknya mikir dua kali gimana nasib orang yg kutinggalkan ,jika aku mati bunuh diri nambah dosa iya masuk surga juga enggak,yh dijalanin aja sih hidup sampai tuhan sendiri yg manggil aku.
Luna
diberi kesempatan hidup malah ingin mati terus 🤣🤣🤣🤣,
Luna
ngaku ajalah ,,,GK bakalan dieksekusi kok ,,,,mau bunuh diri tapi kalo dewa atau tuhan belum ngasih cap stempel lulus surga yg ada kau ditime travel ke dimensi 2 lain🤣🤣🤣, jangan ngeluh ah . coba kau pergi dari tempat itu berkeliling dunia dengan Rosa cari pengalaman hidup .
ita aja
shock pasti kayna..tdk sesuai ekspektasi
ita aja
cem mana kau kayna
..gagal terus🤣
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 balita katanya🤣🤣🤣🤣
Emalia
😄😄
Emalia
Lagi kk,up yang banyak 🤭🤭
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣mungkin karena berbeda jiwa,Duke Adrian mulai suka ,,,,,
ita aja
lagiii
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!